SAMARINDA – Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi mengatakan aparatur sebagai pegangan dan acuan dalam pemerintahan harus mengetahui paham terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Menurut Wagub, pemahaman Undang-Undang tersebut sangat serius dan wajib diketahui bagi pejabat Provinsi Kalimantan Timur dalam menjalankan tugasnya sehigga terhindar dari masalah hukum.

“Pemahaman Undang-Undang Nomor 30 tahun 2014 ini sangat penting. Agar tercipta pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel. Negara kita ini terlalu luas masalahnya terlalu banyak, makanya pertemuan ini untuk membahas maslaah tersebut,” kata Hadi saat membuka kegiatan Peningkatan Pemahaman Aparatur di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim, Kabupaten dan Kota se-Kaltim beberapa waktu lalu.

Wagub juga mengungkapkan ada empat inti paling mendasar dalam UU tersebut. Yakni terciptanya tertib penyelenggaraan administrasi pemerintahan, terciptanya kepastian hukum, mencegah penyalahgunaan wewenang dan menciptakan akuntabilitas dalam pemerintahan.

Sementara Kepala Biro Hukum Setdaprov Kaltim Suroto menuturkan kegiatan ini untuk memberikan pemahan terhadap undang-udang administrasi pemerintahan dalam rangka meningkatkan kualitas kenegaran pemerintahan dan memberikan perlindungan hukum baik kepada warga masyarakat maupun bagi pejabat pemerintah.

Kegiatan menghadirkan narasumber Analis Kebijakan Ahli Madya pada staf ahli bidang Administrasi Negara Kemenpan RB Dr Muhammad Hanan Rahmadi, Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta Sulistyo dan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Dr Dani Elpah. Hadir Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim H Abu Helmi.

 

 

 

SAMARINDA—- Perempuan dan anak menjadi kelompok paling rentang dari tindakan kekerasan, diskriminasi, eksploitasi dan perlakuan salah lainnya.
Sebagai langkah strategis dalam membantu perempuan dan anak korban kekerasan untuk mendapatkan layanan cepat dan responsif terhadap kebutuhan korban.

Pemerintah bertanggung jawab terhadap dalam memastikan korban mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan baik medis, psikologis mauoun bantuan hukum dalam upaya pemulihan korban. Dengan keberadaan Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) 2019 diharap menjadi garda terdepan untuk membantu korban segera mendapatkan layanan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, pada acara Bimbingan Teknis (Satgas PPA) 2019, di Grand Victoria Samarinda, Senin (7/9)

Halda mengatakan selain garda terdepan satgas PP juga sebagai ujung tombak dalam PPA, tidak saja membantu saat ada korban, namun berperan dalam upaya melakukan pencegahan terjadinya kekerasan.

“Satgas PPA harus kita maksimalkan perannya sebagai fasilitator dalam melakukan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak,”ucapnya

Sementara itu Satgas PPA memiliki fungsi penjangkauan terhadap perempuan dan anak yang mengalami permasalahan, malakukan identintifikasi kondisi dan layanan yang dibutuhkan, melindungi perempuan dan anak dari lokasi kejadian hingga mengungsikan perempuan dan anak yang mengalamai kekerasan kerumah singgah atau kelembaga lainnya untuk menciptakan rasa aman.

Ditegaskannya Satgas PPA pun dapat berperan untuk mendorong Aparat Penegak Hukum agar dapat menegakkan hukum bagi pelaku kekerasan, agar dapat menimbulkan efek jera bagi pelaku.

Selain itu, dirinya juga mengapresiasi atas ketersediaandsn komitmen Satgas PPA untuk menjadi bagian dan menjadi partner Pemerintah dalam melakukan upaya perlindungan kepada perempuan dan anak.

SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sebantar lagi akan memasuki usia ke 20 yang jatuh pada 12 Oktober mendatang. Untuk memeriahkan hari jadinya itu, banyak rangkaian kegiatan yang dipersiapkan oleh Pemkab Kutim dimulai sejak 1 sampai 12 Oktober ini.

Agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sukses dan meriah, Pemkab Kutim melalui panitia pelaksana HUT Kutim ke 20 terus mematangkan sejumlah persiapan, dengan mengadakan rapat koordinasi yang dilaksanakan di ruang Arau Kantor Bupati, Bukit Pelangi,(3/10/2019).

Rapat yang dipimpin Kepala Bagian Pemerintahan Setkab Kutim Joko Suripto ini, membahas terkait progres kesiapan seluruh rangkaian acara. Diantaranya kesiapan lomba-lomba dan berbagai kegiatan seperti carnaval budaya nusantara, Pekan Raya Kutim Expo (PKRE), upacara peringatan HUT Kutim ke 20 hingga malam puncak penutupan dan panggung hiburan rakyat.

“Seperti kegiatan carnaval budaya, dari beberapa masukan, peserta rapat menginginkan panggung kehormatan berada digaris finish Folder Sangatta Jalan Ilham Maulana. Hal ini dimaksudkan agar dapat disatukan dengan pembukaan lomba RC Boat. Selain itu juga dibahas terkait persiapan upacara peringatan HUT Kutim sekaligus penetapan komandan upacara nanti,” terang Joko menjelaskan beberapa point Rakor yang dihadiri para pejabat lingkup Pemkab yang tergabung didalam kepanitiaan.

Lebih lanjut Joko menjelaskan, momentu hari jadi Kutim ini juga ditonjolkan keberhasilan pembangunan dan prestasi-prestasi yang telah ditorehkan Pemkab Kutim selama ini.

“Berdasarkan hasil laporan dari setiap perwakilan koordinator acara, persiapan sudah mencapai 80 persen. Semoga acara dapat berjalan lancar dan sukses,” ujar Joko yang juga sebagai Sekretaris Panitia HUT Kutim ini.

Sesuai susunan acara, rangkaian kegiatam HUT Kutim tahun ini dimulai dengan lomba olahraga tradisional kasti dan asin jaga 1-4 Oktober. Berbeda dari tahun sebelumnya beberapa rangkaian kegiatan HUT Kutim tahun ini akan dipusatkan di kawasan Folder Sangatta Jalan Ilham Maulana. Seperti lomba Remote Control Boat (Rc Boat) yang diikuti bukan hanya dari warga Kutim saja tetapi seluruh Indonesia. Bahkan, para komunitas dari luar negeri juga sudah ada yang mendaftar. Kemudian pada 5 Oktober diadakan lomba mancing dan pekan budaya nusantara.

Selanjutnya 6 Oktober diadakan carnaval budaya nusantara finish di Folder Sangatta Jalan Ilham Maulana. Berikutnya 8-12 Oktober dilaksanakan Pekan Raya Kutim Expo di Graha Expo Sangatta, akan dibuka oleh pejabat daerah sekaligus meninjau stand pameran.

Selama PKRE berlangsung, panitia juga mengadakan workshop melukis dan mural di Gedung Graha Expo. Selain itu 8 Oktober diadakan panggung hiburan rakyat dan pentas seni diisi lomba fashion show, dance, festival band dimulai 10-12 Oktober di Halaman Graha Expo Kutim.

Berikutnya, tepat 12 Oktober dilaksanakan upacara peringatan HUT Kutim ke 20 di Lapangan Kantor Bupati. Penutupan PRKE sendiri dilaksankan pada 12 Oktober sore, dilanjutkan penutupan panggung hiburan rakyat pada malam harinya. Dirangkai pembagian hadiah lomba seluruh rangkaian kegiatan, dihibur artis dari Ibu Kota Jakarta.

SAMARINDA- Lebih dari 200 peserta dari sejumlah kabupaten/kota di Kaltim, Minggu (6/10) pagi bertempat di aula Dispora Kaltim, mengikuti Lomba Senam Poco-Poco Nusantara Guinness World Record (GWR) yang dilaksanakan Dinas Pemuda Dan Olahraga Provinsi Kaltim berkerjasama dengan Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (Fokbi) Pusat selaku dewan juri dan instruktur.

Kepala Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Syirajudin dalam sambutannya mengatakan makna Lomba Senam Poco-Poco Kaltim tahun 2019 yang diselenggarakan dengan semangat tinggi ini merupakan ajang silaturahmi dalam bidang olahraga, memotivasi masyarakat untuk gemar berolahraga dan berjiwa sportif sehingga terbangun masyarakat sehat dan bugar serta terbina kerukunan dan kedamaian masyarakat.

“Kesehatan, kebugaran jasmani dan sifat-sifat kepribadian yang unggul adalah faktor yang sangat menunjang untuk pengembangan potensi diri manusia, dan melalui pembinaan olahraga yang sistematis, kualitas SDM dapat diarahkan, ada peningkatan pengendalian diri, tanggung jawab, disiplin sehingga pembangunan olahraga perlu mendapat perhatian yang proporsional melalui perencanaan dan pelaksanaan yang sistematis dalam pembangunan yang pada akhirnya bermuara pada ketahanan bangsa,” ujarnya,

Ditambahkannya dalam rangka pemassalan olahraga, tujuan umum Dispora Kaltim untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat dapat tercapai melalui even ini.

Ketua Panitia Pelaksana, Sirajudin yang juga Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga, melaporkan sebanyak 210 Peserta terdiri dari 112 peserta Kategori pelajar/Mahasiswa, 46 peserta Kategori usia 41 tahun ke atas dan 52 peserta Kategori usia 40 tahun ke bawah, ambil bagian dalam Lomba kali ini.

“Peserta berasal dari sejumlah kabupaten/Kota diantaranya Samarinda, Bontang,  Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Balikpapan dengan  dewan juri dan instruktur  berasal dari  Fokbi Pusat dimana peserta memperebutkan hadiah berupa piala, piagam penghargaan serta uang pembinaan dengan total Lima Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah,” lapornya.

Sebelum dimulainya lomba, Kadispora Kaltim dengan didampingi Ketua Panitia Penyelenggara dan ketua Formi kaltim, Encik Widyani, menyerahkan Cinderamata kepada Juri dan Instruktur dari FOKBI pusat masing-masing Lily Greta Karmel, Kartini Lolina, dan Primo David Manuputty.