Wakil Gubernur Kaltim H.Hadi Mulyadi hadir pada acara Pelatihan Pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan yang berlangsung di Hotel Grand Victoria Samarinda, Kamis (15/11)

Kepala Bidang Kebakaran Satpol PP Kaltim Rudi Syafriadi saat memberikan sambutan

Wagub Hadi saat memberikan araha

Foto bersama

 

Samarinda— Rumah Sakit Atma Husada Mahakam Samarinda patut berbangga diri karena berhasil menjadi juara pertama atas penghargaan Kawasan Tanpa Rokok. Penilaian tersebut dilaksanakan tim Dinas Kesehatan Kaltim dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55.

Menurut Wakil Direktur Umum dan Keuangan RS Atma Husada Mahakam Haris Nur Herlan prestasi ini merupakan hasil dari komitmen yang tinggi dengan terus berupaya menciptakan lingkungan yang bebas dari asap rokok. Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 1 Tahun 2013, tentang Kawasan Tanpa Rokok. 

“Keberhasilan ini adalah komitmen Ibu Direktur dan seluruh pegawai. Dimulai dengan memastikan tidak ada pegawai yang merokok. Disamping pelayanan yang bersih, kawasan juga harus bersih tanpa rokok. Alhamdulillaah penghargaan KTR ini bisa kita capai,” ungkapnya saat ditemui usai menerima penghargaan pada puncak HKN di Galaman Kantor Gubernur, Selasa (12/11). 

Adapun program-program yang dilaksanakan untuk mendukung KTR adalah sosialisasi di lingkungan rumah sakit. Ada pengawasan yang terus dilakukan untuk mencegah bila ada yang membawa, menjual, atau bahkan merokok di rumah sakit.

Setelah pegawai, menurut Haris pola tersebut harus dikembangkan kepada pasien, keluarga pasien atau pengunjung rumah sakit. Caranya dengan menganjurkan kepada pengunjung untuk menaati peraturan dan rambu-rambu yang terpasang di sejumlah titik rumah sakit. Seperti dilarang merokok dan membawa rokok saat membesuk.

“Tentu kita mengimbau dan menegur secara santun. Pasien pun yang awalnya perokok berat, alhamdulillah mendukung kita,” imbuhnya.

SAMARINDA——– Sorak sorai peserta maupun penonton menambah riuh suasana perlombaan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN), yang berlangsung di halaman kantor Dinas Kesehatan Prov. Kaltim, Kamis (14/11)

Rangkain peringatan HKN yang dimulai pada tanggal 13-15 November 2019 dimulai dari lomba merangkai Sayur dan Buah, Rangking 1, Penyuluhan dan olahraga tradisional yang diikuti, perangkat daerah, tenaga kesehatan, pelajar serta mahasiswa berlangsung meriah.

Salah satu kemeriahan tersebut adalah digelarnya aneka lomba olahraga tradisional yaitu lomba lari karung, bakiak, tarik tambang dan enggrang, dimana lomba-lomba tradisonal tersebut diperuntukan bagi siswa dan mahasiswa kesehatan.

Antusias peserta mengikuti kegiatan lomba tersebut, sangat terasa dan terlihat jelas. Bahkan masing-masing peserta membawa seporter sehingga benar terasa meriahnya.

Asaf Diolo saat dikonfirmasi diruang kerjanya

Plh Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kaltim Asaf Diolo yang juga Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan memgatakan lomba memperingatti HKN termasuk didalamnya aneka lomba olahraga tradisional ini sengaja digelar, selain untuk meramaikan peringatan HKN juga untuk membangkitkan kreativitas pada siswa dan mahasiswa kesehatan.

Dengan adanya lomba olahraga tradisional dapat melestarikan dan menjaga keberadaan olahraga tradisional yanh semakin ditinggalkan kerena adanya olahraga modern.

Asaf juga menambahkan tidak hanya perlomba saja dalam rangkaian HKN ke 55, tetapi juga digelar Jalan Sehat Germas, Bakti Sosial dan Bazar Germas di Halaman Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim tanggal 24 November dan ditanggal 25 November akan digelar Seminar Kesehatan dengan tema “Penggerakan Posyandu Dalam Menurunkan Angka Stunting di Kaltim” yang akan dilaksanakan di ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim.

“Stunting menjari prioritas utama Kementetian Kesehatan RI dan saya harap Kabupaten dan Kota bisa hadir,” pintanya

Samarinda-Ratusan penari siap memeriahkan pembukaan Fornas V 2019 kaltim di gor madya sempaja, ditemui pada saat latihan gladi resik persiapan sudah hampir 95 % tinggal memperbaiki bebrapa gerakan yg belum selaras. (13/11)

Semua penari berasal dari instansi OPD dan sanggar tari yang ada disamarinda,
Latihan mereka sudah dimulai dari 1 november, dan akan membawakan tarian Jepen dari berbagai daerah kaltim di kreasikan menjadi satu.

Sekarang tinggal beberapa hari lagi menjelang acara puncak pembukaan Fornas v kaltim .para peserta penari mengadakan gladiresik dengan memfokuskan keseragaman gerakan.

Umy sebagai kordinator menuturkan harapan dari latihan ini agar dapat tampil maximal dalam acara pembukaan Fornas v pada 16 november 2019 mendatang.

“Kami latihan tari sudah dua minggu di tempat yang berbeda, mingu ini baru berkumpul menjadi satu untuk mempersatukan gerakan, secara fisik harus power full dengan menjaga kesehatan menjelang hari H ” ujar umy .

Jumlah penari mencapai 350 orang dengan berbagai latar belakang yang berbeda, konsep tarian jepen tersebut adalah budaya pesisir yang ada di kalimantan timur.