SAMARINDA—-Angka Inflasi Provinsi Kalimantan Timur pada November 2019 tercatat 0,21 persen dengan tingkat inflansi tahun kalender sebesar 1,25 persen dan tingkat inflansi tahun ke tahun sebesar 1,80 persen.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Anggoro Dwithjahyono pada konfresi persnya yang berlangsung di Kantor BPS Kaltim, Senin (2/12)

“Inflansi Kaltim jauh lebih rendah dibandingkan inflasi Nasional sebesar 2,37 persen,”katanya

Anggoro mengatakan Inflasnsi di Kaltim dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok bahan makanan yang mengalami inflansi sebesar 0,88 persen diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,24 persen, kelompok kesehatan dengan inflansi sebesar 0,10 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,05 persen dan kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga dengan inflansi sebesar 0,02 persen. Sementara itu kelompok transportasi dan komunikasi mengalami deflasi sebesar -0,01 persen dan kelompok sandang dengan inflansi sebesar -0,32 persen.

Di sisi lain pada bulan November 2019 lima kelompok yang memberikan andil positif yaitu kelompok bahan makanan dengan andil sebesar 0,163 persen, kelompok makanan jadi minuman rokok dan tembakau sebesar 0,049 persen. Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar dengan andil sebesar 0,02 persen kelompok kesehatan dengan Andre sebesar 0,05 persendan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga dengan andil 0,002 persen. Untuk kelompok transportasi dan komunikasi memberikan andil -0,01persen dan kelompok sandang dengan andil sebesar 0,018 persen.

Lanjutnya, Berdasarkan kota pembentukannya, Anggoro mengatakan pada November 2019 Samarinda mengalami inflasi 0,27 persen denganIHK 139,8 dan kota Balikpapan mengalami inflansi sebesar 0,14 persen dengan IHK 140,69. Pada bulan November 2019 inflasi tahun kalender Kota Samarinda sebesar 1,29 persen dan inflansi tahun kota Samarinda sebesar 1,59 persen. Sedangkan inflasitahun kalender kota Balikpapan yaitu sebesar 1,19 persen dan inflasi tahun ke tahun kota Balikpapan pada November 2019sebesar 2,06 persen

Tambahnya dari 82 kota pantauan Indeks Harga Konsumen (IKH) Nasional bulan November 2019 yaitu sebanyak 57 kota mengalami inflansi dan 25 kota lainnya mengalami deflasi. Inflansi tertinggi terjadi di kota Manado sebesar 3,30 persen dan terendah terjadi di kota Malang sebesar 0,01persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Padang sebesar -1,06 pesen dan terendah Kota Batam dan Denpasar sebesar -0,01persen.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *