Samarinda– Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) drh. Muhamad Munawaroh mengatakan pihaknya siap mendukung apabila Kaltim akan berusaha mewujudkan wilayah bebas rabies. Hal ini dikatakan saat ditemui usai melantik pengurus PHDI dan PIDHI Kaltim 1 di ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (10/12).

Menurut Munawaroh, saat ini Kaltim belum sepenuhnya bebas dari ancaman penyakit menular tersebut karena masih banyak gigitan anjing. Di Indonesia hanya tinggal 5 wilayah yang bebas rabies. Yakni DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Tanjung Pinang, Papua dan Papua Barat.

“Jakarta sebagai Ibu Kota Negara (IKN) bebas rabies. Ini bukti pemerintah serius mengatasi penyakit zoonosis. Bahkan seluruh hewan Penular Rabies di Jakarta harus dipasang mikrochip agar pemilik bertanggung jawab terhadap anjingnya itu sendiri. Kaltim sebagai IKN mendatang diharapkan memberikan perhatian khusus terkait hal ini. Kalau dibilang bebas, berarti harus sudah tidak ada lagi kasus gigitan anjing,” katanya.

Disinggung mengenai langkah PHDI, dirinya menyebut sejauh ini melakukan sterilisasi untuk mengurangi populasi anjing. Selain itu melakukan vaksinasi termasuk memberikan vaksin gratis bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat.

“Untuk sterilisasi bisa kita lakukan secara kontinyu. Dengan jumlah 70 persen harus divaksin baru bisa dikatakan bebas rabies. Sterilisasi untuk mengurangi populasi agar anjing tidak beranak-pinak lagi. Sehingga dapat menekan angka penyebaran rabies dengan menurunkan angka kelahiran,” terangnya.

Senada, pelaksana tugas (plt) Sekretaris Daerah Prov Kaltim M. Sa’bani brharap tahun depan Kaltim bisa bebas dari rabies yang berasal dari anjing. Menurutnya, rabies masih ada di daerah yang jauh, tidak di perkotaan.

“Kalau di kota banyak dokter hewan, dinas kita juga cukup memadai. Kita sosialisasi dan juga imunisasi termasuk berbagai aktivitas untuk menekan rabies semakin di intensifkan. Kita sudah berusaha sedemikian rupa dan hampir bisa dikatakan bebas rabies,” sebutnya. (Diskominfo/Cht)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *