Samarinda – Kepala Balitbangda Provinsi Kaltim Eddy Kuswadi memberikan apresiasi berupa piagam penghargaan kepada Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemprov maupun Kabupaten dan Kota dalam melakukan inovasi. Kegiatan Gelar Inovasi ini berlangsung di Swissbel Hotel Samarinda, Kamis (19/19).

Ia mengatakan kegiatan yang dilaksanakan merupakan rangkaian Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Provinsi Kaltim tahun 2020, khususnya terkait dengan penilaian penghargaan panji-panji keberhasilan pembangunan kepada perangkat daerah dilingkup Pemprov Kaltim maupun kabupaten dan kota di Kaltim, yang telah melaksanakan berbagai inovasi.

“Seluruh peserta baik perangkat daerah dilingkup Pemprov maupun kabupaten dan kota yang telah ikut dalam penilaian inovasi, kita berikan piagam penghargaan atas partisipasinya dalam inovasi berbagai program yang telah dilakukan,” kata Eddy Kuswadi.

Perangkat daerah yang meraih juara pertama, lanjut Eddy, nantinya akan diserahkan langsung Gubernur Kaltim pada puncak Peringatan HUT ke-63 Provinsi Kaltim tanggal 9 Januari 2020, berupa penyerahan panji-panji keberhasilan dalam berbagai inovasi program pembangunan yang telah dilaksanakan oleh perangkat daerah.

Sementara juara II dan III akan diserahkan berupa piagam penghargaan pada acara malam syukuran HUT ke-63 Provinsi Kaltim, yang akan digelar pada tanggal 9 malam Januari mendatang.

” Bagi perangkat daerah dilingkup Pemprov maupun kabupaten dan kota yang sudah melakukan inovasi, namun bagi belum berhasil meraih peringkat terbaik, kita support terus, untuk terus melakulan inovasi khususnya dalam mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Eddy.

Samarinda – Peringatan Hari Ibu (PHI) diharapkan sebagai momen penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan guna memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Dan pada akhirnya memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai motor penggerak dan sekaligus agen perubahan (agent of change). Hal tersebut diungkapkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawanti dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plt. Sekretaris Daerah Prov. Kaltim H. Sa’bani pada Upacara Peringatan Hari Ibu ke 91, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (19/12).

 

 

 

 

 

 

 

Samarinda – Peringatan Hari Bela Negara ke – 71 dengan tema ” Bela negara untuk kemakmuran rakyat” dilaksanakan dihalaman kantor Gubernur Kaltim, Kamis (19/12). Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi bertindak pembina upacara peringatan kali ini, membacakan sambutan Presiden RI Joko Widodo. “Semakin beragamnya gangguan dan hambatan yang dihadapi bangsa ini, hanya bisa kita hadapi dengan keberagaman yang saling terkait dan mengisi,” Tegas Hadi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Samarinda – Peresmian Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Samarinda yang digelar di halaman Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Samarinda pada Kamis (19/12) dihadiri oleh Deputi Bidang Pelayanan Publik Diah Natalisa. MPP Kota Samarinda merupakan pengembangan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang memiliki 103 jenis layanan.

Menghadapi Revolusi Industri Jilid ke-4 dan menghadapi perubahan dan persaingan Deputi Bidang Pelayanan Publik Diah Natalisa yang dalam hal ini mewakili Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia Tjahjo Kumolo mengatakan perlunya dilakukan terobosan baru, secepatan, kreativitas dan inovasi.

Turut hadir dalam peresmian Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Rusdi, Ketua Pengadilan Negeri Hongkun Otoh, Komandan Kodim 0901/Samarinda Kolonel Kav Tomi Kaloko Utomo, Wakapolresta Samarinda AKBP Dedi Agustono Sekretaris Daerah Kota Samarinda Sugeng Chairuddun, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Samarinda Jusmaramdhana Alus, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah II Kementerian PANRB Jeffrey Erlan Muller, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Samarinda Abdullah, Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kota Samarinda Ali Fitri Noor, mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Samarinda Ahmad Maulana, serta para kepala organisasi perangkat daerah Kota Samarinda dan para pimpinan perbankan.

SAMARINDA—-Peringatan Hari Ibu (PHI) diharapkan sebagai momen penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan guna memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

Dan pada akhirnya memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai motor penggerak dan sekaligus agen perubahan (agent of change).

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawanti dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plt. Sekretaris Daerah Prov. Kaltim H. Sa’bani pada Upacara Peringatan Hari Ibu ke 91, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (19/12)

“Peringatan hari ibu ke 91 tahun 2019 ini saya harap dapat mendorong terciptanya kesetaraam perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan,”pintanya

Hakekat Peringatan Hari ibu (PHI) setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda akan arti dan makna hari ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatua dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuam yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Untuk itu sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu, PHI ditetapkan setiap 22 Desember sebagai hari Nasional.

Tema PHI ke 91 tahin 2019 ini adalah perempuan berdaya, Indonesia Maju yang dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang masih mengalami kekerasan, perlakuan diskriminatif dan lain-lain.

Kondisi tersebut menurutnya memerlukan berbagai startegi, keterlibatan semua unsur masyarakat dan multistakeholder sangat diperlukan, termasuk peran laki-laki dalam kampanye-kampanye/gerakan yang mendukunh pencegahan kekerasan dan pencapaian kesetaraan gender, her for she menjadi salah satu komitmen global yang harus digelorakan sampai akar rumput.

Dirinya juga mengungkapkan Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang harus sadar bahwa mereka mempunyai akses dan memiliki kesempatam yang sama dengan laki-laki untuk memperoleh sumber daya, seperti akses terhadap ekonomi, politik, sosial dan sebagainnya.

Begitu juga pengasuhan dalam keluarga peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam pengasuhan anak tidak hanya orang tua namun perlu didukunh oleh semua pihak.

Samarinda – Peringatan Hari Bela Negara ke – 71 dengan tema ” Bela negara untuk kemakmuran rakyat” dilaksanakan dihalaman kantor Gubernur Kaltim, Kamis (19/12).

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi bertindak pembina upacara peringatan kali ini, membacakan sambutan Presiden RI Joko Widodo.

“Semakin beragamnya gangguan dan hambatan yang dihadapi bangsa ini, hanya bisa kita hadapi dengan keberagaman yang saling terkait dan mengisi,” Tegas Hadi.

Ratusan peserta memenuhi lapangan upacara antara lain TNI, Polri, Satpol PP dan PNS dilingkup pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Tekad kita untuk mewujudkan SDM unggul demi kemajuan Indonesia yang kita canangkan sebagai tema peringatan kemerdekaan RI ke-74,” Tambah Hadi.

Menindaklanjuti Surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor : 019.5/7547/Polpum tertanggal 21 Oktober 2019 perihal peringatan Hari Bela Negara seIndonesia ke-71 Tahun 2019.

Halda: Data Penting Dalam Integrasi Isu Gender

SAMARINDA— Data menjadi salah satu basis yang diperlukan, terutama dalam pelaksanaan peningkatan isu gender.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Halda Arsyad, disela-sela Rapat Koordinasi Sistem Informasi Data Gender dan Anak tingkat provinsi dan kabupaten/kota, di Tepian I Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (18/12).

“Walau sudah beberapa kali kita mengintegrasikan isu gender tapi kalau tidak ada data sangat sulit dan data itu sangat penting,”ujar Halda.

Halda menjelaskan, penyelenggaraan satu data ini mulai dari tingkat pusat sampai tingkat Kabupaten/kota sehingga tercipta satu data Indonesia adalah merupakan kebijakan tata kelola data untuk menghasilkan data yang akurat, mutahir, terpadu dan dapat dipertanggungjawabkan serta mudah di akses dan dibagi pakaikan antara instansi pusat dan daerah.

Data terpilah menurut jenis kelamin dan usia jelas Halda merupakan gambaran umum tentang keadaan Perempuan dan laki-laki disemua kelompok umur dan diberbagai aspek kehidupan Data terpilah menurut jenis kelamin, akan tetapi data terpilah menurut jenis kelamin merupakan unsur dasar yang harus ada unsur mengungkapkan isu gender yaitu isu yang muncul karena pemberlakuan ketidakadilan atas dasar jenis kelamin.

Lanjutnya, Isu gender saat ini kurang diperhitungkan di berbagai proses pembangunan, sebagai akibatnya kebijakan, program, kegiatan pembangunan tidak responsif terhadap kebutuhan, kesulitan sebagai perempuan atau laki-laki (kebijakan/program yang buta gender) hasilnya adalah ketidaksetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam berbagai bidang pembangunan dan kehidupan, bebernya.

Dirinya menambahkan, rapat koordinasi memiliki agenda penting dan saling berkesinambungan maka diperlukan penyediaan data dan pemanfaatan data tepilah, melalui pemenuhan standar data, metadata karena kalau ingin menjadi negara maju seperti yang disampaikan oleh bapak Presiden syarat pertama data harus jelas, tegas Halda.