Samarinda—Meminimalisir pertemuan yang bersifat mengumpulkan banyak orang dalam jumlah banyak, tak menghalangi Pemerintah Kota Samarinda untuk menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

Pertemuan tersebut dilakukan melalui video teleconference lewat aplikasi Zoom Cloud Meeting.

Dalam kesempatan itu Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Sugeng Chairuddin menyampaikan enam poin yang akan dikolaborasikan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2021, yang pertama penanggulangan kemiskinan.

Sugeng menuturkan, hal ini lebih diarahkan kepada perlindungan dan hak-hak dasar rakyat secara bertahap dengan mengutamakan prinsip kesetaraan dan nondiskriminasi.

“Sistem ini dilakukan secara konfrehensif dengan cara pemberian jaminan sosial dan bantuan sosial,”tutur Sugeng, Selasa(7/4).

Kemudian peningkatan pelayanan dasar, lebih difokuskan kepada penyediaan infrastruktur dan sarana pelayanan publik serta perluasan layanan untuk penduduk yang kurang mampu.

Selanjutnya, sambung Sugeng pengembangan penghidupan dapat dilakukan dengan cara pemberdayaan dan penguatan usaha mikro kecil, peningkatan akses terhadap pelayanan keuangan, peningkatan peluang usaha bagi penduduk miskin, peningkatan kualitas penduduk miskin, pengembangan perekonomian wilayah serta peningkatan akses kesempatan kerja bagi penduduk miskin.

Kedua terkait pengembangan pariwisata, Sugeng mengungkapkan dalam hal ini meliputi peningkatan kualitas obyek wisata di Kota Samarinda dan bagaimana menarik minat pengunjung melalui event-event melalui ekonomi kreatif.

Ketiga, dirinya menjelaskan berkaitan pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM), tentunya mengikuti Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang standar pelayanan minimal yang ditetapkan dan diterapkan berdasarkan prinsip kesesuaian, kewenangan, ketersediaan, keterjangkauan, kesinambungan, terukur dan tepat sasaran.

“Jadi urusan pemerintah wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar terdiri dari pendidikan, kesehatan pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan rakyat dan kawasan permukiman. Kemudian ketertiban umum serta perlindungan masyarakat sosial,” jelasnya.

Ke empat penataan ruang layak huni dan berwawasan lingkungan, ini lebih di fokuskan dan di kordinasikan dengan Dinas PUPR dan Dinas perhubungan.

“Peningkatan konektivitas menuju bandara, jembatan dan jalan tol di kordinasikan oleh Dinas PUPR dan Dishub ,”tambahnya

Ke lima penciptaan komoditi unggulan berdasarkan karakteristik wilayah, terutama pengembangan tanaman porang.

Manfaat porang ini banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, selain juga untuk pembuatan lem dan “jelly” yang beberapa tahun terakhir kerap diekspor ke negeri Jepang. Umbi porang banyak mengandung glucomannan berbentuk tepung.

“Porang ini tanaman umbi yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan mengandung glucomannan yang baik bagi kesehatan,”urainya.

Dan ke terakhir Samarinda sebagai kota penyangga IKN.

Turut bergabung dalam video confrence tersebut, Walikota Samarinda Syaharie Jaang, Wakil Walikota Samarinda, M Barkati, Ketua DPRD Kota Samarinda, Siswadi, Sekretaris Daerah Samarinda, Sugeng Chairuddin, Kepala Bappeda Provinsi Kaltim Hariyo Santoso, Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Ketua Komisi, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Camat, Lurah, Akademisi, Praktisi Perguruan Tinggi, organisasi masyarakat, dunia usaha, unsur Forkopimda, Pimpinan Bankaltimtara, Bank Indonesia, Forum Anak, dunia usaha dan lainnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *