Samarinda – Tiga orang pasien yang telah dinyatakan positif virus Corona atau Covid-19, ternyata berhasil sembuh dan diperbolehkan untuk pulang.

Dalam rilis harian tentang perkembangan Covid-19 yang oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak dijelaskan  jika ada tambahan satu orang yang berhasil sembuh.

Dijelaskan Andi jika pasien sembuh adalah pasien dari Kabupaten Kutai Timur dengan kode KTM-2 yang merupakan kluster pertemuan tahunan Sidang Gereja Sinode yang telah diisolasi sejak tanggal 15 Maret lalu.

“Pasien KTM-2 ini merupakan wanita berusia 42 tahun dan telah dilakukan pengambilan sampel Swap sebanyak dua kali dan hasilnya negatif. Pemeriksaan klinis dari dokter penanggungjawab menyatakan bahwa yang bersangkutan sudah tidak ada gejala pneumonia dan foto thorax sudah tidak terlihat,” jelasnya.

Sebelumnya pada Sabtu, 4 April 2020, kabar gembira juga didapatkan karena dua orang pasien asal Bontang dan Kutai Kartanegara, dinyatakan terbebas dari virus mematikan ini.

Dijelaskan Andi jika pasien sembuh dari Covid-19 ini seorang berasal dari Kabupaten Kutai Kartanegara berkode KKR-1, perempuan berusia 36 tahun yang merupakan Kluster KPU. Pasien ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan pada 16 Maret dan terkonfirmasi positif Covid-19 pada tanggal 20 Maret.

Setelah menjalani Swap dan pemeriksaan laboratorium, pasien dinyatakan negatif pada tanggal 31 Maret dan pemeriksaan ke dua pada 2 April juga dinyatakan negatif atau sembuh dari Covid-19.

Sementara itu, pasien sembuh lainnya adalah pasien berkode BTG-1 dari Kota Bontang. Perempuan berusia 24 tahun dan merupakan Kluster KPU yang tergabung dan kontak erat dengan pasien KKR-1. Dirawat di Rumah Sakit Taman Husada Bontang.

Dinyatakan positif pada 23 Maret dan pemeriksaan laboratorium tanggal 28 Maret dinyatakan negatif serta pemeriksaan laboratorium kedua juga dinyatakan negatif atau sembuh pada 2 April 2020.

“Semua sudah dinyatakan oleh dokter ahli dan penanggungjawab rumah sakit masing-masing. Ini juga sudah kami laporkan Kementerian Kesehatan,” ucap Andi.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *