Tana Paser – Selasa masa pandemi virus corona atau COVID-19, masyarakat Kabupaten Paser yang berpenghasilan rendah atau yang diklasifikasikan sebagai A1, mendapatkan keringanan tidak membayar biaya PDAM selama tiga bulan sejak April 2020.

Pemerintah Daerah pun juga memberlakukan hal sama bagi rumah ibadah, yang tidak bisa memenuhi keperluan operasionalnya akibat pandemi corona ini, yang masuk dalam kategori sosial khusus.

“Rencana ini sudah lama diwacanakan Pemerintah Daerah dan DPRD dan Alhamdulilah hari ini ada keputusan setelah pertemuan dengan jajaran PDAM,” kata Asisten Ekonomi Sekretariat Daerah Paser, Ina Rosana usai pertemuan dengan PDAM, Rabu 15 April 2020.

Ina mengatakan kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat yang masuk kategori A1 dan sosial khusus.

“Penerima A1 dari masyarakat berpenghasilan rendah, sementara A1 yaitu rumah ibadah yang tidak bisa membayar karena selama Corona tidak mendapat pemasukan operasional dari jamaah,” ujar Ina.

Sebelumnya kata Pemerintah Daerah hanya memasukkan kategori A1 dalam kebijakan ini. Setelah ditimbang, klasifikasi sosial khusus pun dimasukkan.

“Jadi kebijakan ini diambil, sebagai bentuk CSR-nya PDAM kepada masyarakat yang terdampak corona dan rumah ibadah,” ujar Ina.

Direktur Utama PDAM Tirta Kandilo, Kabupaten Paser Zam Zami mengatakan sebanyak 1989 Sambungan Rumah (SR) atau sambungan pelangggan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan 188 kategori sosial khusus, yang mendapatkan pelayanan bebas pembayaran ini.

“Jadi kami sudah bebaskan pembayaran hingga Juni untuk 1989 A1 dan 188 kategori sosial khusus,” ujarnya.

Zam Zami mengatakan kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian PDAM kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah, yang terkenda dampak Corona.
“Sekitar Rp1 Miliar kami subsidikan untk masyarakat dan kategori sosial khusus. Ini bentuk kepedulian kami,” pungkasnya.

 

 

Tana Paser – Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Paser Amir Faisol meminta masyarakat, untuk tidak memberi sitgma negatif kepada Orang Dalam Pemantauan (ODP), terutama yang sedang menjalani isolasi di hotel Kyriad Sadurengas.

“Harapan kami masyarakat Paser untuk tidak memberikan stigma negatif kepada orang yang menjalani isolasi di Kyriad,” kata Amir saat memberi keterangan pers, di Media Center COVID-29, Kamis 16 April 2020.

Amir masih mendapatkan masyarakat menolah ODP, terutama mereka yang berasal dari klaster Ijtima’ Gowa. Ia menegaskan ODP dari klaster itu sekarang dalam kondisi yang sehat dan tidak ada indikasi hasil yang menunjukkan mereka terkena virus corona.

“Semuanya belum ada yang positif,” tegasnya.

Adapun dari klaster Ijtima’ Gowa yang menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP), itu pun diagnosanya adalah positif rapid test atau tes cepat.

“Saya pastikan itu masih posifit rapid test, bukan positif corona,” kata Amir.

Dari 41 PDP klaster Ijtima’ Gowa kata Amir, 38 orang diantaranya telah diisolasi. Gugus Tugas telah memulangkan diantaranya hampir 19 ODP.

“Mereka dipulangkan karena sudah menjalani proses pemulihan. Dari sisi rapid test sebanyak dua kali, menunjukkan hasil negatif,” kata Amir.

Karena lanjut ia, dari masa inkubasi, mereka telah melewati lebih 14 hari atau tepatnya sudah lebih dari 25 hari.

“Ini juga sekaligus menepis informasi di media sosial, seolah-oleh Kabupaten Paser, yang di hotel kyriad itu semuanya dipulangkan. Tidak semuanya,” katanya.

Ujoh Bilang (17/4)- Camat Long Hubung, Kabupaten Mahakam Ulu, daerah yang berbatasan darat dengan negeri jiran, Malaysia bagian timur, ikut terjun bersama relawan desa melakukan penyemprotan disinfektan sekaligus edukasi mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID19).

“Di kecamatan ini ada 11 kampung (desa) dan semuanya sudah melakukan penyemprotan disinfektan yang secara serentak diawali pada 31 Maret lalu, namun secara berkala masih berlanjut hingga sekarang,” ujar Camat Long Hubung, Yulia Djiu Hong di Long Hubung, Jumat.

Sejumlah lokasi yang telah dan secara berkala dilakukan penyemprotan cairan disinfektan adalah fasilitas umum dan rumah penduduk. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) alias COVID-19.

Dipimpin Camat Long Hubung bersama petinggi kampung (kepala desa) dan aparatut kampung, mereka turun langsung bersama relawan dan Tim Gerak Cepat (TGC) Puskesmas Long Hubung, Linmas, dan sejumlah masyarakat yang juga turut membantu melakukan penyemprotan.

Saat giat serentak yang dilanjutkan penyemprotan secara berkala itu, penyemprotan cairan disinfektan dimulai dari pukul 10 pagi di ibu kota kecamatan, yakni di Kampung Long Hubung yang dipusatkan di halaman Balai Adat Kampung Long Hubung.

Dalam kesempatan itu Yulia Djiu mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan karena adanya pandemi COVID-19 dan sesuai dengan instruksi Bupati Mahulu, guna mencegah penularan virus Corona.

“Sesuai arahan bupati, kami bergerak bersama-sama dan langsung menyebar melakukan penyemprotan di rumah warga, tempat-tempat tertentu, dan fasilitas umum. Untuk alat pelindung diri hingga bahan disinfektan telah disiapkan oleh TGC Puskesmas Long Hubung,” ujarnya.

TGC menyiapkan disinfektan karena petugas kesehatan ini lebih mengetahui takaran untuk campuran bahan disinfektan, sehingga tinggal pihaknya yang melakukan penyemprotan ke sejumlah lokasi. Giat ini juga akan terus dilanjutkan berkala hingga keadaan dinyatakan aman.

Tugas relawan di masing-masing kampung bersama TGC Puskesmas, lanjut Yulia, bukan hanya melakukan penyemprotan, tapi juga menyiapkan tempat untuk cuci tangan baik menggunakan sabun maupun hand sanitizer.

“Tim juga melakukan edukasi ke masyarakat tentang cara-cara menghindari penyebaran virus Corona, seperti harus sering cuci tangan, jangan ke luar rumah kecuali sangat penting dan harus memakai masker, menjaga jarak dengan orang lain, serta menghindari pertemuan yang melibatkan orang banyak,” ucapnya. (mg)

SAMARINDA— Korem 091/ASN menerima bantuan sebanyak 1.000 paket sembako dari Komunitas Keluarga Tionghoa Samarinda.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Klenteng Thien Le Kong, Untung Brawijaya yang diterima langsung oleh Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Widi Prasetijono di Makorem 091/ASN, Jum’at (17/4/2020).

Dalam sambutannya Danrem mengatakan bantuan yang diserahkan hari ini merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak Covid-19.

“Saya mewakili Korem 091/ASN mengucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada komunitas masyarakat Tionghoa atas partisipasi dan bantuannya dalam meringankan beban masyarakat kita,” ungkapnya

Untuk menghindari penumpukan penerima bantuan di Makorem, petugas dari para Babinsa akan menyerahkan langsung ke rumah- rumah sesuai daftar nama yang ada.

Penyerahan 1.000 paket Sembako peduli Covid -19 disalurkan langsung ke Kampung Baqa RT. 03, Jl. Bung Tomo Kel. Baqa Kec. Samarinda seberang dan Kampung Tenun Jl. Pangeran Bendahara Gg. Karya Muharram Kel. Tenun Kec. Samarinda Seberang.

Dalam penyerahan tersebut diserahkan langsung oleh Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Widi Prasetijono didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 091 PD VI/Mulawarman, Ny. Novita Widi Prasetijono.

Sementara itu, Warga Kampung Baqa Samsul dan Ida penerima sembako mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya karena bantuan ini sangat bermanfaat sekali bagi mereka.

Penrem 091/ASN

BERAU – Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Berau, Kalimantan Timur terus menjalankan program melawan Covid-19. Mulai dari kegiatan penyemprotan cairan disinfektan dan membagikan brosur imbauan.

Kali ini, PMI Berau menyediakan sarana cuci tangan di area publik agar dapat digunakan dengan mudah oleh masyarakat.

Ketua PMI Berau, H Agus Tantomo melalui Koordinator Tanggap Darurat Bencana PMI, Yudi Rizal mengatakan, adanya sarana cuci tangan yang disediakan diharapkan agar masyarakat lebih mudah melakukan cuci tangan, sehingga dapat meningkatkan pola hidup bersih dan bisa mengurangi penyebaran wabah virus corona.

“Rencananya ada tiga sarana cuci tangan yang akan disiapkan di tiga titik area publik, tapi sementara ini kita pasang satu dulu yang di tepian teratai ini, jalan Pulau Derawan,” ujar Yudi Rizal, Jumat (17/4/2020).

Pemasangan sarana cuci tangan dirakit sendiri oleh tim relawan PMI Berau. Air cuci tangannya juga akan rutin diisi oleh tim relawan PMI dengan air bersih dari PDAM, bukan air langsung dari sungai.

Sarana cuci tangan yang disediakan juga dilengkapi dengan papan informasi cara mencuci tangan yang benar.

“Airnya yang digunakan bukan air langsung dari sungai dan pengisiannya akan dilakukan oleh relawan PMI. Untuk penambahan fasilitas sarananya masih menunggu instruksi dari pimpinan,” terangnya.

“Semoga sarana cuci tangan ini bermanfaat bagi masyarakat. Sarana ini kita gunakan dan rawat bersama,” pungkasnya.

 

Samarinda—- Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari Coronavirus Disease (Covid-19) di Provinsi Kalimantan Timur terus bertambah.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim, Andi M Ishak mengatakan berdasarakan data per Jum’at 17 April 2020 terdapat penambahan 1 pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sehingga pasien sembuh di Kaltim saat ini menjadi 11 orang.

“Pasien tersebut berasal dari Kota Samarinda,”ucapnya melalui video conference aplikasi zoom cloud video meeting, Jum’at (17/4/2020).

Andi menyebutkan Pasien dengan kode SDM 2 adalah seorang wanita merupakan kasus yang dilaporkan sejak tanggal 31 maret 2020 dari RSUD AW Syahranie. Kasus tidak terhubung dengan kluster manapun.

Pasien tersebut dinyatakan sembuh, karena dari hasil laboratorium dinyatakan 2 kali berturut-turut dengan hasil negatif serta hasil pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19 tersebut menyatakan bahwa secara klinis memiliki kondisi sudah sangat baik, tidak ada gejala dan hasil serial foto thoraks menunjukkan tidak didapatkan gambaran Penumonia.

Sedangkan untuk pasien terkonfirmasi positif hari ini tidak ada penambahan, hingga jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim masih 44 orang.

Namun lanjut Andi, terjadi penambahan kasus pada kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 30 kasus.

“1 kasus dari Kabupaten Paser dan 29 kasus dari Kota Balikpapan, sehingga total kasus PDP saat ini mencapai 329 kasus,” terangnya

Selanjutnya, kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dilaporkan terdapat tambahan 185 orang dari total 5.987 kasus selesai pemantauan 171 orang dan masih dalam proses pemantauan ada 1.261 orang. Untuk hasil negatif ada penambahan sebanyak 12 kasus dari Balikpapan.

Sementara itu, juga ada penambahan pasien Probable per 17 April 2020 sebanyak 1 kasus merupakan kasus PDP dari Kabupaten Kutai Kartanegara yang dirawat pada tanggal 1 april 2020 di RSUD AM Parikesit Tenggarong. Pada tanggal 7 april 2020 kasus meninggal.

BONTANG – Usai satu warga Bontang dinyatakan sembuh, 4 April lalu. Tiga orang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19. Ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, dr Bahauddin saat konferensi pers di Gedung PSC, Kamis (16/4) petang.

“3 orang terkonfirmasi positif dan 1 negatif. Tiga kasus konfirmasi positif selanjutnya disebut Kasus 02BTG, Kasus 03BTG, dan Kasus 04BTG,” jelasnya.

Dia jelaskan, untuk kasus 02BTG, awalnya 30 Maret 2020 ditetapkan status Orang Tanpa Gejala (OTG). Lalu melakukan karantina mandiri di rumah, mulai 29 Maret sampai 14 April 2020. “Kasus 02 BTG ini merupakan imported case, tidak berasal dari klaster apapun,” tambah dr Bahauddin.

Pasien ini berjenis kelamin perempuan, dia pernah kontak erat dengan teman kerja dengan hasil rapid tes COVID-19 positif. Bahauddin menjelaskan, 02BTG ini melakukan perjalanan dari Jakarta. Tiba di Bandara AP Pranoto, Samarinda pada 29 Maret 2020 menggunakan Batik Air.

“Dia ke Bontang menggunakan travel, carter, tidak ada penumpang lain. Sopir travel belum dapat dihubungi sampai saat ini,” jelasnya.

Sesampainya di Bontang 29 Maret sampai 14 April melakukan isolasi mandiri. Kondisi tubuh pun stabil. tidak ada gejala demam, batuk, sesak. Bahkan, menggunakan kamar terpisah, menggunakan alat makan terpisah, menjaga jarak dengan anggota keluarga lain.

Lanjut Bahauddin, pasien pun juga melalukan pemeriksaan swab di RSUD Bontang pada 4 April. Pun, pada 14 April dilakukan rapid test di Puskesmas Bontang Utara 1 dengan hasil negatif.

“Hari ini, 16 April barulah hasil swab dinyatakan positif. Dilakukan pemeriksaan lanjutan di RSUD Bontang dan dirawat,” ujarnya.

Pihaknya pun juga sudah tracing kontak erat, yaitu ibu, adik dengan hasil negatif. Enam atau tujuh hari ke depan akan dilakukan rapid tes ulang, dan saat ini keluarga diminta untuk patuh dan disiplin isolasi mandiri.

Lalu, untuk kasus 03BTG, laki-laki. Bahauddin berujar awalnya ditetapkan menjadi status monitoring. Pada 29 Maret diminta untuk melakukan isolasi mandiri. Enam hari kemudian, 4 April dia ditetapkan menjadi OTG. Itu bertepatan usai diumumkannya satu orang konfirm positif klaster Gowa. Dia pun diminta untuk isolasi mandiri.

“Dia ini merupakan klaster Ijtima Ulama Gowa. Pernah kontak erat dengan kasus positif klaster Ijtima Ulama, Gowa,” jelas Bahauddin.

Kondisi 03BTG ini, kata dia, secara umum stabil dan tidak ada keluhan. Tidak ada penyakit penyerta lain (komorbit). Usai mendapatkan hasil rapid tes positif, pasien diarahkan ke RSUD Taman Husada untuk pemeriksaan lanjutan dan langsung diisolasi.

Lalu, Tim Gugus tracing kontak erat. Yakni, istri dan 2 anak, 1 orang pernah datang ke rumah dengan hasil pemeriksaan rapid tes negatif. Enam atau tujuh hari ke depan akan dilakukan rapid tes ulang.

“Saat ini keluarga diminta untuk patuh dan disiplin isolasi mandiri. Kami juga sudah desinfeksi rumah pasien,” tambahnya.

Sementara untuk kasus 04BTG, awalnya ditetapkan menjadi OTG pada 29 Maret 2020. Lalu diminta melakukan isolasi mandiri. 4 April, ditetapkan menjadi ODP setelah ditemukan keluhan batuk. “Pasien ini juga klaster Ijtima Ulama Gowa. Pernah kontak erat dengan kasus positif klaster Ijtima Gowa di Balikpapan. Jenis kelamin laki-laki,” tambahnya.

Sejatinya, pasien ini sudah diminta untuk isolasi mandiri sejak 22 Maret. Namun, tetap bekerja sebagi marbot dan mengajar mengaji di 3 masjid. Beraktivitas seperti biasa, sempat beberapa kali bertemu teman, santri, dan mengunjungi tempat umum.

Tim Gugus pun melakukan rapid tes pada 30 Maret 2020 di rumah pasien dengan hasil negatif. Lima hari kemudian, 4 April 2020 dilakukan swab di RSUD Taman Husada Bontang. Selanjutnya 13 April dilakukan rapid tes di Puskesmas Bontang Bontang Utara II, dengan hasil negatif.

“Kami dapat hasil swab dan dinyatakan positif hari ini. Usai hasil rapid tes positif, pasien dijemput Tim Medis dibawa ke RSUD Taman Husada untuk pemeriksaan lanjutan dan langsung diisolasi,” paparnya.

Selanjutnya dilakukan tracing kontak erat. Yakni, istri, 4 anak, dan 6 santri dengan hasil pemeriksaan rapid tes negatif. Enam atau tujuh hari ke depan akan dilakukan rapid tes ulang. “Saat ini keluarga diminta untuk patuh dan disiplin isolasi mandiri,” pungkasnya. (*)

Samarinda – Untuk pertama kalinya, Dinas Perkebunan Kaltim menggelar Pertemuan Sinkronisasi Data Statistik Perkebunan melalui  telekonference atau video conference (vidcon) dengan menggunakan aplikasi Zoom.

Vidcon Sinkronisasi Data Statistik Perkebunan Tahun 2020 dipimpin langsung Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rachmad dan diikuti oleh petugas data statistik perkebunan tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se Kaltim, selama dua hari (15 sd 16 April) kemarin.

Dalam sambutannya, Ujang mengatakan data dan informasi merupakan bahan utama yang diperlukan dalam penyusunan perencanaan pembangunan perkebunan kedepan. Oleh karena itu, sangat diperlukan data yang valid, akurat dan obyektif, yang diperoleh melalui sinkronisasi dan validasi data statistik perkebunan yang kemudian akan dijadikan angka tetap (ATAP) data statistik perkebunan Kaltim Tahun 2019.

“Ketersediaan data dan informasi mutlak diperlukan baik dalam perumusan kebijakan maupun untuk melihat dan mengukur keberhasilan capaian kinerja yang telah kita lakukan. Sedangkan metode yang dipakai dalam penentuan angka tetap 2019 adalah dengan cara membandingkan angka tahun sebelumnya yang kemudian dianalisa kelayakan dengan memperhatikan standar dan kriteria yang sudah dibakukan,” ungkap Ujang.

Ditambahkannya, mekanisme penyusunan angka tetap tahun 2019, dimulai dari sinkronisasi angka tetap di masing – masing kabupaten dan kota yang telah disepakati, yang dilanjutkan dengan sinkronisasi tingkat provinsi yang seperti dilaksanakan pada saat ini. Hasil sinkronisasi akan menjadi bahan dalam penyusunan Buku Daerah Dalam Angka dan sinkronisasi tingkat pusat tahun 2020.

 

 

Kutai Barat – Pemerintah Kutai Barat menyampaikan update terbaru perkembangan virus Corona (covid-19) diwilayah Kubar. Ini terkait telah keluarnya hasil Swab Test Lab dari Surabaya (Jawa Timur) mengenai hasil dari 1 pasien yang dinyatakan resmi positif covid-19.

Seperti diungkapkan Bupati Kubar FX Yapan, SH saat jumpa pers di sekretariat media center covid-19 di Rumah Dinas Bupati, Komplek perkantoran Pemerintah Kubar.

Diungkapkan Bupati, bahwasanya telah diterima hasil dari swab test dari Surabaya

mengenai hasil yang dikirimkan beberapa hari lalu. Bahwa hasilnya dipastikan 1 orang di Kubar dinyatakan positif covid-19, ujarnya, Kamis (16/4/20).

Untuk itu kita akan periksakan kembali beberapa pasien yang telah terkonfirmasi positif saat menjalani rapid test, agar secepatnya kita mendapatkan informasi pasti dengan hasil swab test dari Surabaya, imbuhnya.

Yapan menegaskan, kini Kubar sudah dipastikan ada 1 orang positif covid-19. Maka Saya minta nanti dukungan dari elemen masyarakat, kita dapat bekerja sama yang baik. Kita akan lakukan melalui pendekat-pendekatan yang baik agar masyarakat dapat memahami kondisi dan situasi ini.

Saat sekarang ini, kita inginkan warga Kutai Barat untuk tidak keluar ataupun yang di luar Kubar tidak masuk ke Kubar untuk sementara ini,” pinta FX Yapan.

Masih kata Yapan, kemudian yang juga bukan penduduk, sementara ini agar tidak memasuki Kubar karena kita ingin memutus mata rantai mewabahnya covid-19 ini. Saya yakin kalau kita disiplin semua dan masyarakat bahu membahu, bergandeng tangan pasti wabah ini akan cepat teratasi.

Tujuan pemerintah bukan untuk mempersulit dan bukan melarang, tetapi ini untuk kepentingan kita semua ,dalam mengatasi situasi yang sudah di anggap darurat, tegas Yapan.

Sekali lagi saya mohon pengertiannya kepada seluruh masyarakat Kutai Barat agar bisa di maklumi dan agar bisa bekerja sama yang baik. Baik informasi, komunikasi, sesama masyarakat bahkan dengan pemerintah dan pihak keamanan seperti TNI-POLRI dan pihak medis.