SAMARINDA— Hujan deras yang melanda wilayah di Samarinda, telah menyebabkan bencana banjir yang berdampak cukup besar di beberapa tempat di Kota Samarinda.

Menyikapi bencana itu, sejumlah tim evakuasi dari personel Denkesyah 06.04.01 Samarinda dikerahkan untuk terjun membantu korban banjir terutama dibidang kesehatan. Banjir yang melanda Perumahan Kompleks Bengkuring mengakibatkan kesehatan para korban banjir terganggu. Sabtu, (18/01/2020).

Hal tersebut disampaikan oleh Kapenrem 091/ASN Kapten Arh Azrul Azis untuk membantu mengevakuasi para korban banjir.

Menurutnya, Korem 091/ASN telah menyediakan posko-posko Kesehatan dan Pengungsian yang di beberapa tempat diantaranya di Jalan Bengkuring Raya 2, Kecamatan Samarinda Utara

“Posko yang disebar bermaksud agar setiap korban yang masuk dapat diberikan penanganan dengan cepat,” terang Kapenrem 091/ASN.

Kapenrem Kapten Arh Azrul Azis menambahkan, Denkesyah 06.04.01 Samarinda juga mengerahkan tenaga dokter untuk memberikan layanan kesehatan kepada korban banjir Dan beberapa personel dari Kodim 0901/Samarinda juga disebar di beberapa posko-posko dan membuat Posko Pengungsian.

Penrem 091/ASN

SAMARINDA. Komando Distrik Militer (Kodim) 0901/Samarinda ikut ambil bagian dalam penanganan banjir di Kota Samarinda dengan mendirikan Posko Bencana Alam di SMK 16 Jl Bengkuring Raya Kelurahan Sempaja Timur Kecamatan Samarinda Utara.

“Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Samarinda, sejak Senin sore menyebabkan banjir di bebeberapa titik di Kota Samarinda, salah satunya yang terparah di daerah Bengkuring,” sebut Komandan Kodim 0901/Smd Kolonel Kav. Tomi Kaloko Utomo M.Sc, di Samarinda, Rabu (15/1).

Dengan pendirian posko tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat yang terkena musibah banjir khususnya anak- anak dan para ibu.

Posko Penangulangan Bencana Banjir Kodim 0901/Smd didirikan berdasarkan rasa kepedulian terhadap penderitaan sesama anak bangsa yang menjadi korban bencana banjir. Semua logistik diupayakan untuk mebantu meringankan para korban.

“Kodim tergerak untuk meringankan beban mereka yang menjadi korban dengan cara mendirikan Posko Bencana Alam,” ujarnya.

Pihaknya berharap, bantuan ini dapat bermanfaat bagi saudara-saudara yang menjadi korban Banjir.

Salah satu warga Bengkuring yang terdampak banjir ibu Tuti (47) mengungkapkan, dirinya bersama anak dan beberapa warga yang lain sengaja datang ke Posko Kodim guna meminta obat termasuk minyak kayu putih yang memang sangat di butuhkan, saat ini ketinggian air didalam rumahnya sudah mencapai lutut orang dewasa, bahkan diluar rumah kondisi air sudah lebih tinggi.

Sampai saat ini Kodim 0901/Smd terus mengerahkan bantuan personil untuk membantu evakuasi warga yang hendak mengungsi ketempat yang aman.

Penrem 091/ASN

Samarinda – Rintikan hujan turun tak menghentikan langkah masyarakat untuk mengikuti Jalan Sehat Pesta Rakyat Kaltim dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Pemprov Kaltim di Lapangan Stadion Madya Sempaja Samarinda, Minggu (12/1).

Kegiatan diawali dengan senam bersama. Setelah itu, Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi, melepas peserta jalan sehat. Turut mendampingi Plt Sekprov Kaltim Sabani, Plt Asisten Pemkesra  Jauhar Efendi, Asisten Perekonomian Adbang Abu Helmi, dan Asisten Administrasi Umum Fathul Halim.

 

Ribuan warga bersama sanak saudara dan handai taulan tampak memenuhi halaman parkir. Tak lupa ratusan siswa SMK dan SMA ikut menghadiri acara jalan sehat ini.

Wagub berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Mulai dari menjalin silaturahmi sambil tetap menjaga kesehatan.

“Jiwa dan raga sehat, maka semangat dalam berpartisipasi membangun Kaltim akan menggelora. Visi ‘Berani Untuk Kaltim Berdaulat’ pun akan terwujud,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-63 Pemprov Kaltim Jauhar Efendi didampingi Koordinator Kegiatan Perlombaan Ismiati mengaku bersyukur. Sebab seluruh rangkaian acara perayaan berjalan lancar.

Dalam kegiatan Jalan Sehat Pesta Rakyat Pemprov Kaltim disediakan hadiah utama dua paket umrah, dua unit sepeda motor, sepeda, kulkas, televisi, dan hadiah menarik lainnya.

Tampak hadir pula Ketua TP-PKK Pemprov Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor, Wakil Ketua TP-PKK Pemprov Kaltim Hj Erni Makmur Hadi Mulyadi, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim Hj Ismiati, Kepala Dispora Kaltim M Sirajudin, Kepala Diskominfo Kaltim Diddy Rusdiansyah, Kepala Biro Pemrintahan Setda Prov Kaltim Deni Sutrisno dan pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltim.

Rintikan hujan tak mengendorkan semangat warga Samarinda untuk mengikuti Jalan Sehat dalam rangka HUT Ke – 63 Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Ribuan warga tampak memeriahkan Jalan Sehat yang diadakan di halaman parkir Stadion Madya Sempaja Samarinda, Minggu (12/1).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SAMARINDA –Plt.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur Nazrin minta kepada masyarakat di daerah ini untuk selau waspada terhadap berbagai bencana yang akan terjadi di daerah ini.

Penegasan itu disampaikan Nazrin terkait adanya informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Pusat, bahwa ada pergeseran awan dari Sumatra ke Kaliamntan yang diperkirakan pada tanggal 11 hingga 15 Januari 2020.

Oleh karena itu, dengan adanya pergeseran awan tersebut, BPBD melakukan berbagai upaya salah satunya mensiagakan SDM dan pelayana yang ada di BPBD Kaltim.

“Apalagi, saat memasuki musim hujan, masyarakat harus senantiasa meningkatkan kewaspadaan terkait kemungkinan bencana yang disebabkan curah hujan tinggi dan angin kencang,” ucapnya belum lama ini di Samarinda

Menururtnya, Cuaca ekstrim yang dapat menimbulkan bencana tidak bisa diprediksi kapan terjadi, sehingga perlu langkah dan upaya bersama untuk mengantisipasinya. Semua harus menyadari bahwa kondisi alam dan lingkungan dewasa ini sudah banyak berubah, sehingga perlu adanya langkah dan upaya untuk mengantisipasinya.

Untuk itu, Nazrin menghimbau kepada seluruh masyarakat Kaltim terus mengupdate perkembangan informasi cuaca yang disampaikan BMKG pusat maupun daerah setempat, sehingga nantinya masyarakat dapat mengetahui peristiwa apa yang akan terjadi seperti banjir dan tanah longsor.

SAMARINDA— Dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Provinsi Kaltim Tahun 2020, Pemerintah Provinsi  akan menyelenggarakan Jalan Sehat Rakyat yang akan dilaksanakan pada hari minggu, 12 Januari 2020 mendatang dengan hadiah utama umroh.

Ketua Koordinator Lomba, yang juga sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kaltim Hj. Ismiati mengatakan bahwa pihaknya menggelar jalan sehat untuk masyarakat umum tanpa biaya atau Gratis.

“Awalnya jalan sehat dan gowes akan digelar di Halaman GOR Madya Sempaja Samarinda, pada Minggu depan. Namun, gowes dibatalkan. Jadi kita hanya melaksanakan jalan sehat saja. terbuka untuk umum,” ujar Ismiati di Samarinda belum lama ini.

Untuk umroh jelas Ismiati, sesuai keinginan Gubernur Isran Noor berhak bagi siapa dan agama apa saja, misalnya umat Islam melaksanakan ibadah umroh ke tanah suci Mekkah. Sedangkan agama lain, baik Kristen, Katholik, Hindu maupun Buddha tetap mendapatkan hadiah “umroh” berupa perjalanan suci sesuai agamanya.

Selain hadiah utama berupa umroh atau perjalanan suci. Juga disediakan puluhan hadiah menarik seperti sepeda motor, puluhan sepeda gunung, kulkas, tv dan ratusan doorprize lainya, bebernya.

“Pemprov Kaltim, khususnya Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi ingin kemeriahan HUT Provinsi Kaltim juga ikut dirasakan seluruh rakyat Kaltim,” tutupnya.

SAMARINDA—–Dalam rangka memenuhi kebutuhan stok dalam beberapa hari kedepan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) kota Samarinda menggelar Gebyar Donor Darah. Kegiatan selama tiga hari yaitu 6-8 Januari 2020, di kantor UDD PMI Kota Samarinda, Senin (6/1).
Sejumlah masyarakat yang datang terpantau antusias mengikuti donor darah. Satu persatu masyarakat menunggu giliran untuk dicek kesehatan terlebih dahulu dan jika dinyatakan sehat maka bisa melanjutkan donor darah.
Kepala Unit Transfusi Darah UDD PMI Samarinda, dr. Asmarani Tenri Bali mengatakan Kegiatan gebyar donor darah dalam rangka menyambut tahun baru dan memenuhi stok darah yang saat ini kurang. Bagi pendonor yang datang akan diberikan suvenir yang lebih dibandingkan hari-hari biasa.
Ia terangkan, Standar PMI, stok darah yang dinyatakan aman adalah minimal 800 kantong perharinya, untuk hari ini hanya ada 400 kantong dan ini masih dibawah standar.
“Stok darah semua kurang kecuali stok darah AB, yang kurang golongan darah A,B dan O,” katanya
Lanjutnya untuk saat ini stok golongan darah A ada 102 kantong, golongan darah B ada 113 kantong dan golongan darah O ada 125 kantong dan golongan AB ada 85 kantong.
Tenri menegaskan selama tiga hari ini kegiatan donor kali ini ditargetkan mendapatkan 500 kantong darah. Karena kebutuhan darah sangat diperlukan terutama bagi pasien yang kekurangan maupun keperluan medis lainnya.
Dirinya mengajak masyarakat untuk hidup sehat dengan donor darah, karena dengan aktif mendonorkan darah akan bisa terhindar dari berbagai penyakit.

SAMARINDA— Ribuan masyarakat turut meramaikan Gowes Tutup Tahun 2019 Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) yang dilaksanakan di Makorem 091/ASN, Minggu (29/12).

Sebelum kegiatan ribuan peserta gowes melaksanakan senam. Ratusan doorpize disiapkan diantaranya sepeda motor 1 unit, lemari es Sharp 3 unit, mesin cuci Sharp 2 unit, Sepeda gunung 20 unit dan kipas angin 20 unit.

Route Gowes dengan Jarak 20 Km sebagai berikut Start dimulai dari Korem 091 /ASN-  belok kiri Jl. Gajah Mada, – lurus Jl. Yos Sudarso, – belok kiri Jl. Niaga Timur, – Jl. Sebatik, Jl. Imam Bonjol, – belok kiri Jl. Basuki Rahmat, – belok kanan Jl. KH Agus Salim, Jl. Gatot Subroto. kanan Jl. A. Yani, pertigaan kiri Jl. gelatik, Gang tabur, lurus Jl. Krayan, Jl. Perjuangan, – belok kiri Jl. PM. Noor, perempatan lurus Jl. AW. Syahrani, Fly over, lurus Jl. Juanda, perempatan kiri Jl. P. Antasari, kiri Jl. RE Martadinata, Jl. Gajahmada dan finis Korem 091 /ASN.

 

Kasrem 091/ASN Kolonel Inf Ruslan Effendi saat memberikan sambutan

Dalam sambutannya Danrem 091/ASN Brigjen TNI Widi Prasetijono yang di bacakan Kasrem 091/ASN Kolonel Inf Ruslan Effendi menuturkan olahraga Gowes saat ini tengah digandrungi di Indonesia termasuk masyarakat Samarinda dan sekitarnya.

“Kegiatan ini kita laksanakan dengan penuh semangat dan gembira, selain sehat, murah, ramah lingkungan, juga merupakan salah satu dari unsur pembinaan mental dan fisik, serta sekaligus sebagai sarana rekreasi bersama yang bertujuan sebagai ajang silaturahmi, berkumpul dan untuk memasyarakatkan budaya bersepeda”ujarnya

Melalui kegiatan Gowes ini, diharapkan terciptanya suasana keharmonisan dan kebersamaan serta kerja sama yang baik antara TNI, Polri dengan Pemerintah Daerah serta seluruh komponen masyarakat khususnya yang ada di kota Samarinda, harapnya.

Danrem juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Panitia dan seluruh peserta Gowes atas dukungan dan partisipasinya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.

“Perhatikan faktor keamanan dan keselamatan selama melaksanakan kegiatan ini,” pesannnya.

Yang paling unik setelah finish di Makorem 091/ASN ribuan peserta memenuhi tenda guna mengambil makanan ransum TNI yang telah di sediakan Beang VI-44-01/Samarinda.

SAMARINDA—- Perkawinan Anak memiliki dampak negatif, tidak hanya bagi individu yang melakukan perkawinan tersebut melainkan juga bagi Negara.

Menurut data BPS bahwa 1 dari 4 anak perempua di Samarinda telah menikah pada usia dibawah 18 tahun. Dimana pada tahun 2017 Provinsi Kaltim menunjukan data perkawinan anak sebesar 542 yang terdiri dari perempuan 470 dan laki-laki 72 orang, sementara di tahun 2018 tercatat 589 perkawinan anak terdiri dari perempuan 491 dan laki-laki 98 orang.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (DKP3A) Kaltim, Hj. Halda Arsyad saat mewakili Wakil Gubernur Kaltim, H. Hadi Mulyadi pada kegiatan Edu_Aksi Pencegahan Perkawinan Anak, di Ruang Serbaguna Kantor DKP3A Kaltim, Rabu (18/12).

Perkawinan anak dapat terjadi karena beberapa hal seperti kemiskinan, pendidikan yang terbatas, budaya yang mengikat dan perubahan tata nilai dalam masyakat.

Selain itu juga jelasnya, ada 5 alasan perkawinan anak dilarang, pertama perkawinan anak penyebab tingginya angka perceraian, berdampak buruk pada kualitas SDM Indonesia, kekerasan dalam rumah tangga, tingginya angka kematian ibu dan perkawinan anak menghambat angenda -agenda pemerintah seperti program KB dan Genre.

Perkawinan merupakan hal yang lumrah terjadi bahkan suatu hal yang sangat penting dilakukan untuk membentuk keluarga rumah tangga yang bahagia dan merupakan cara yang legal untuk memperoleh keturunan. Namun, jika Berbicara masalah perkawinan ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan karena hakekatnya tidak direncanakan untuk waktu jangka pendek, tapi perkawinan bersifat jangka panjang bahkan seumur hidup maka perkawinan harus dilakukan dengan kesiapan mental maupun fisik yang cukup matang.

“Kesiapan secara mental maupun fisik di sini erat kaitannya dengan usia seseorang ketika menikah,” tuturnya

Dirinya juga menegaskan, menurut revisi undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan dianggap sah bila perempuan dan laki-laki telah berumur 19 tahun. Dalam hal tersebut Pemerintah dalam mengatur batas usia seseorang untuk menikah didasari oleh pertimbangan tertentu misalnya kesehatan reproduksi yang sudah matang, akan tetapi fenomena masih terjadi tidak hanya di Indonesia melainkan di dunia ialah terkait perkawinan anak.

Untuk mengurangi dan mencegah perkawinan anak juga dapat dilakukan dengan memberdayakan anak-anak dengan informasi keterampilan dan jaringan pendukung lainnya seperti pelatihan membangun keterampilan dan berbagai informasi.

SAMARINDA– Salah satu permasalahan yang sangat mendasar pada lanjut usia adalah masalah kesehatan, sehingga diperlukan upaya menyeluruh untuk meningkatkan kesehatan pada masyarakat khususnya kelompok pra lanjut Usia dan Lanjut Usia.

Hasil penelitian Komisi Nasional Lanjut Usia (KOMNAS Lansia) tahun 2007 menunjukkan bahwa sarana pelayanan kesehatan yang paling banyak dikunjungi lanjut Usia adalah Puskesmas. Oleh karena itu fokus palayanan kesehatan saat ini baik di tingkat pelayanan dasar dan rujukan adalah bagaimana menurunkan angka kesakitan dan meningkatkan strata kualitas pelayanan kesehatan pada Puskesmas.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Kesehatan Keluarga, Dinas Kesehatan Kaltim, Nurhasanah saat menyampaikan laporan pada Pelatihan Kesehatan Lansia dan Geriartri Bagi Petugas Puskesmas dan Rumah Sakit, di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Minggu (15/12)

Menurutnya, Pasal 138 Undang-undang Kesehatan menyebutkan bahwa upaya pemeliharaan kesehatan bagi lanjut usia ditujukan untuk menjaga agar tetap hidup sehat dan produktif secara sosial dan ekonomis dan pemerintah wajib menjamin ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan bagi Lanjut Usia agar tetap hidup mandiri dan produktif secara sosial dan ekonomis.

Dalam mendukung upaya tersebut, Pemerintah telah menyediakan tenaga, sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk memastikan bahwa mereka akan mendapat pelayanan kesehatan yang optimal.

“Untuk menjamin agar pelayanan kesehatan dapat dilakukan secara optimal maka diperlukan pembekalan
pengetahuan dan Ketrampilan bagi tenaga kesehatan di daerah,” jelasnya

Melalui kegiatan pelatihan kesehatan lansia dan geriatri diharapkan masalah-masalah yang dijumpai dalam pelayanan kesehatan dapat ditanggulangi sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan dapat lebih baik dan optimal.

Acara tersebut berlangsung pada tanggal 15 hingga 20 Desember 2019 dengan peserta pertemuan pelatihan kesehatan Lansia dan Geriatri sebanyak 20 orang yang terdiri dari tenaga kesehatan RSUD dari Kab /Kota sebanyak dan Puskesmas terpilih.