Samarinda—- Dalam kurun waktu 2 pekan jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 semakin hari semakin bertambah di Provinsi Kalimantan Timur.

Berdasarkan laporan harian yang disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan ada penambahan 17 kasus di Hari Minggu 12 Juli 2020. Berikut sebagan kasusnya :

Berau 1 Kasus

  1. BRU 50 Wanita 47 tahun warga Berau, merupakan OTG kontak erat (istri) dengan BRU 45, kasus di rawat di RSUD A Rivai.

Kutai Kartanegara 1 kasus

  1.  KKR 83 Perempuan 28 tahun warga Kutai Kartanegara, merupakan OTG yang bekerja di Samarinda, kasus dirawat di RSUD IA Moeis Samarinda

Kutai Timur 1 Kasus

  1.  KTM 75 Laki-laki 34 tahun warga Samarinda, merupakan OTG yang bekerja di Kutai Timur dengan rapid test reaktif, kasus dirawat di RSUD Kudungga Sangatta

Balikpapan 9 Kasus

  1. BPN 261 Laki-laki 35 tahun, BPN 262 Laki-laki 40 tahun dan BPN 263 Wanita 35 tahun, merupakan OTG yang kontak erat dengan kasus BPN 175 , kasus di rawat di RS Pertamina Balikpapan.
  2. BPN 264 Laki-laki 36 tahun dan BPN 265 Wanita 30 tahun, merupakan OTG yang mengikuti pemeriksaan mandiri dari perusahaan karena terindikasi kontak dengan kasus Positif Covid-19, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
  3. BPN 266 Laki-laki 60 tahun warga Balikpapan, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan yang dirawat di RSUD Kanudjoso dengan keluhan demam, batuk, mual, nyeri ulu hati dan sesak nafas serta gamban Pneumonia pada foto thorak, pasien mempunyai komorbid Hipertensi, dilakukan pemeriksaan laboratorium tanggal 11 Juli dengan hasil terkonfirmasi Positif Covid-19, pada pk. 21.04 WITA pasien meninggal dunia.
  4. BPN 267 Laki-laki 36 tahun warga Balikpapan, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan dengan keluhan demam dan gambaran Pneumonia pada foto thoraks , kasus di rawat di RS Restu Ibu Balikpapan.
  5. BPN 268 Laki-laki 22 tahun dan BPN 269 Laki-laki 41, merupakan OTG yang sedang bertugas di Balikpapan, kasus dirawat di RST Hardjanto Balikpapan

Samarinda 5 kasus

  1. SMD 83 Laki-laki 50 tahun warga Jawa Timur, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Samarinda yang dirawat di RSUD AW Syahranie dengan keluhan demam, batuk, sesak nafas dan gambaran foto thoraks Pneumonia, pasien mempunyai komorbid DM dengan Hiperglikemia, dilakukan pemeriksaan laboratorium tanggal 11 Juli dengan hasil terkonfirmasi Positif Covid-19, pada pk. 16.00 WITA pasien dinyatakan meninggal dunia.
  2. SMD 84 Wanita 60 tahun warga Samarinda, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Samarinda yang dirawat di RSUD AW Syahranie dengan keluhan sesak nafas dan gambaran foto thoraks Pneumonia, pasien mempunyai komorbid DM dan Hipertensi, dilakukan pemeriksaan laboratorium tanggal 11 Juli dengan hasil terkonfirmasi Positif Covid-19, pada pk. 13.09 WITA pasien dinyatakan meninggal dunia.
  3. SMD 85 Wanita 48 tahun warga Samarinda, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim Klinis dan DKK Samarinda dengan keluhan dyspepsia dan didapatkan gambaran Pneumonia, kasus dirawat di RSUD AW Syahranie Samarinda.
  4. SMD 86 Laki-laki 46 tahun warga Jawa Barat, merupakan OTG yang kembali bekerja di Samarinda, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes Samarinda.
  5. SMD 87 Laki- laki 48 tahun warga Jawa Tengah merupakan OTG yang baru kembali dari Jakarta, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes.

Andi juga melaporkan kasus terkonfirmasi Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia sebanyak 4 Kasus. Informasi pertama dari Kota Samarinda sebanyak 2 Kasus (SMD 83 dan SMD 84) dan Balikpapan sebanyak 1 Kasus (BPN 266) yang dilaporkan terkonfirmasi Covid-19. Kemudian Dari Kabupaten Berau 1 kasus (BRU 45 (Laki-laki 49 tahun) merupakan kasus Pada tanggal 6 Juli terkonfirmasi Covid-19, pada tanggal 11 Juli pukul 16.15 WITA pasien meninggal dunia.

“Ada 3 kasus dilaporkan sembuh dari Covid-19, mereka dinyatakan sembuh setelah 2 kali dinyatakan hasil negatif serta hasil pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19 tersebut,”jelasnya melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Minggu (12/7/2020).

Sedangkan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) terjadi penambahan 9 kasus, sehingga total ODP sebanyak 13.183 kasus, selesai pemantauan 12.558 kasus dan masih dalam proses pemantauan 625 kasus.

Sementara, Distribusi kasus yang dilakukan pemeriksaan Laboratorium sebanyak 5.466 kasus berdasarkan kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) 230 kasus, Orang Tanpa Gejala (OTG) 4.353 kasus dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) 883 kasus.

Dengan begitu total kasus terkonfirmasi positif di Kaltim menjadi 690 kasus, negatif 3. 910 kasus, sembuh 493 kasus, probable 1 kasus, meninggal dunia 16 kasus dan pasien yang dirawat 181 kasus.

Seperti yang diketahui bahwa terjadi peningkatan kasus kematian dari Covid-19, ini menunjukkan tingkat penularan sangat variasi. Disadari bahwa virus Covid-19 mudah mengalami mutasi dan sangat mudah untuk melakukan penularan serta penularannya tinggi.

Oleh karena itu, dituntut kewaspadaan dan juga kepedulian untuk senanntiasa menjaga diri agar tidak tertular dari Covid-19.

BERAU – Berita duka datang dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Satu pasien positif Covid-19 meninggal dunia, Sabtu (11/7).

Informasi tersebut dibenarkan Bupati Berau, H Muharram dalam acara pres release yang digelar di Gedung Balai Mufakat, Jalan Cendana, Tanjung Redeb.

Bupati H Muharram mengatakan, pasien yang meninggal adalah JS 49 tahun (Berau 45). JS meninggal dunia setelah menjalani rawat isolasi di RSUD dr Abdul Rivai sejak 5 Juli 2020.

“Kasus ini merupakan kasus kematian pertama di Berau, almarhum meninggal sekitar pukul 16.19 Wita,” kata Bupati H Muharram.

“Selama menjalani perawatan kondisi kesehatan pasien JS terus memburuk sehingga mengalami gagal pernafasan hingga ke paru-paru,” terangnya.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah langsung dimakamkan di lokasi yang telah ditentukan, jalan Bukit Ria.

“Proses pemakaman dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan,” tuturnya.

“JS di makamkan sekitar pukul 16.00 Wita dengan dibantu oleh tim gugus tugas,” jelasnya.

Bupati juga mengumunkan adanya tembahan satu pasien positif Covid-19 berinisial RIA 47 tahun. Pasien yang baru dinyatakan positif itu kini telah menjalani rawat isolasi di RSUD dr Abdul Rivai.

“Pasien RIA ini merupakan kontak serumah dengan Berau 45, warga Bedugun dengan hasil PCR positif,” ungkapnya.

“Saya imbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti protokol kesehatan karena saat ini wabah virus corona ini belumlah berakhir,” pungkasnya.

Samarinda— Melansir data yang disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak melalui aplikasi zoom cloud video meeting, pasien terkonfirmasi positif di Kaltim meroket tajam.

Tercatat pada Sabtu, 11 Juni 2020 terjadi penambahan pasien Covid-19 Sebanyak 31 kasus. Kasus baru hari ini tersebar di lima Kabupaten/kota yakni :

Kabupaten Paser 12 Kasus

  1. PSR 43 Perempuan 53 tahun, PSR 44 Perempuan 14 tahun, PSR 45 Perempuan 12, PSR 46 Laki-laki 53 tahun, PSR 47 Wanita 46 tahun, PSR 48 Wanita 56 tahun, PSR 49 Laki-laki 2 tahun, PSR 50 Laki-laki 14 tahun, PSR 51 Laki-laki 3 tahun, PSR 52 Wanita 51 tahun, PSR 53 Laki-laki 11 tahun dan PSR 54 Wanita 58 tahun merupakan OTG yang kontak erat dengan kasus PSR 23, PSR 32, PSR 33 dan PSR 34 , kasus dirawat di Rumah Isolasi Covid-19 Kabupaten Paser.

Kota Balikpapan Delapan Kasus

  1. BPN 253 Laki-laki 35 tahun warga Sulawesi Selatan, merupakan OTG yang bekerja di Balikpapan akan berangkat ke Makassar, kasus di rawat di RSUD Kanudjoso Balikpapan.
  2. BPN 254 Wanita 74 tahun, BPN 255 Wanita 15 tahun dan BPN 256 Wanita 34 tahun merupakan OTG yang kontak erat dengan kasus BPN 218, kasus dirawat di RSUD Kanudjoso Balikpapan.
  3. BPN 257 Laki-laki 33 tahun merupakan PDP yang ditaetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan dengan keluhan demam, batuk, pusing, mual dan nyeri ulu hati, gambaran hasil foto thorak menunjukkan adanya Pneumonia, kasus di rawat di RSUD Kanudjoso balikpapan.
  4. BPN 258 Wanita 53 tahun warga Balikpapan merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan yang mempunyai keluhan demam, batuk, pilek, mual dan muntah dan merupakan kontak erat kasus BPN 252, kasus dirawat di RSUD Kanudjoso Balikpapan.
  5. BPN 259 Laki-laki 44 tahun warga Balikpapan, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan, kasus dirawat di RSKD Balikpapan.
  6. BPN 260 Wanita 66 tahun warga Balikpapan, merupakan OTG yang kontak erat dengan kasus BPN 228, kasus di rawat di RSUD Kanudjoso Balikpapan.

Kota Samarinda Empat kasus

  1. SMD 79 Wanita 21 tahun, merupakan OTG warga Jakarta yang datang ke Samarinda, kasus di rawat di RS Karantina Bapelkes.
  2. SMD 80 Laki-laki 36 tahun warga Samarinda, merupakan OTG kontak erat BPN 183, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes Samarinda.
  3. SMD 81 Laki- laki 39 tahun warga Samarinda merupakan OTG yang baru Kembali dari Jakarta, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes.
  4. SMD 82 Wanita 60 tahun tahun warga Samarinda merupakan OTG kontak erat kasus KKR 73, kasus dirawat di Karantina Wisma Atlit Tenggarong Seberang.

Kabupaten Kutai Kartanegara Lima kasus

  1. KKR 78 Perempuan 41 tahun warga Kutai Kartanegara, merupakan OTG
    yang kontak dengan KKR 73, kasus dirawat di Wisma Atlit Tenggarong
  2. KKR 79 Laki-laki 34 tahun warga Kalimantan Selatan, KKR 80 Laki-laki 39 tahun dan KKR 81 Laki-laki 48 tahun merupakan warga Jawa Tengah, KKR 82 Laki-laki 51 tahun warga Jawa Timur merupakan OTG yang mengikuti pemeriksaan mandiri dari perusahaan karena terindikasi kontak erat dengan KKR 75 dan KKR 76, kasus dirawat di Wisma Atlit Tenggarong

Kabupaten Kutai Timur Dua kasus

  1. KTM 73 Laki-laki 57 tahun warga Kutai Timur, merupakan ODP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Kutai Timur dengan keluhan demam, pilek dan terdapatgambaran Bronchopeumonia, kasus dirawat di RSUD Kudungga Sangatta.
  2. KTM 74 Laki-laki 18 tahun warga Kutai Timur, merupakan OTG yang melakukan pemeriksaan mandiri untuk keperluan Kembali bekerja, kasus dirawat di RSUD Kudungga Sangatta.

Kemudian penambahan Kasus terkonfirmasi Covid 19 yang dilaporkan Sembuh bertambah 13 Kasus terdiri dari Kutai Timur Satu kasus, Kota Samarinda tiga kasus dan Kota Balikpapan sembilan kasus.

“Mereka dinyatakan sembuh setelah dua kali dinyatakan hasil negatif serta hasil pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19 tersebut,” sebutnya dalam rilisnya melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Sabtu (11/7/2020).

Sedangkan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) terjadi penambahan emapt kasus, sehingga total ODP sebanyak 13.174 kasus, selesai pemantauan 12.558 kasus dan masih dalam proses pemantauan 616 kasus.

Sementara, Distribusi kasus yang dilakukan pemeriksaan Laboratorium sebanyak 5.333 kasus berdasarkan kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) 215 kasus, Orang Tanpa Gejala (OTG) 4.239 kasus dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) 879 kasus.

Dapat disimpulkan kasus terkonfirmasi positif di Kaltim menjadi 673 kasus, negatif 3.870 kasus, sembuh 490 kasus, probable 1 kasus, meninggal dunia 12 kasus dan pasien yang dirawat 171 kasus.

“Kami yakin dengan kebersamaan kita mampu memgatasi covid 19 ini, ayo kita tegakkan dan laksanakan protokol kesehatan secara disiplin disemua aktivitas,”tegasnya.

 

 

 

BERAU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau, Kalimantan Timur kembali merilis perkembangan kasus Covid-19 di Bumi Batiwakkal, Jumat (10/7).

Melalui kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi menyebutkan jika terdapat penambahan satu pasien positif terjangkit virus corona.

Pasien tersebut ialah Tuan BR berusia 40 tahun, warga Kelurahan Bugis, Kecamatan Tanjung Redeb yang merupakan pelaku perjalanan dari Kota Makassar dengan hasil PCR Positif (Berau 49).

“Pasien ini dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di klinik Tirta Medika Center dan kini telah menjalani rawat isolasi di RSUD dr Abdul Rivai,” ujarnya.

“Pasien positif merupakan karyawan perusahaan yang melakukan perjalanan cuti kerja ke Makasaar,” jelasnya.

Dengan demikian, hingga hari ini, tanggal 10 Juli 2020 rekapitulasi ODP, PDP dan kasus terkonfirmasi sebagai berikut:

ODP : 168 kasus (masih pemantauan 1)
PDP : 72 kasus ( masih pengawasan 1)
Kasus Konfirmasi : 49 kasus ( masih perawatan 9 )

Berdasarkan kasus Covid-19 yang belum berakhir dan masih terdapat pelaku perjalanan yang berpotensi terinfeksi Covid-19 masuk ke wilayah Berau, maka diimbau untuk tetap waspada.

“Wabah corona belum berakhir, tolong tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan yang ada,” tandasnya.

Samarinda—- Dalam sehari Provinsi Kalimantan Timur menambah 19 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Penambahan tersebut diketahui dari Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Kenaikan jumlah pasien positif menurut Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak dari Kabupaten Paser, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur. Berikut sebarannya :

Kabupaten Paser Lima Kasus

  1. PSR 38 Laki-laki 27 tahun warga Aceh, PSR 39 Laki-laki 32 tahun warga Jawa Tengah merupakan OTG yang mengikuti pemeriksaan mandiri dari perusahaan sebagai persyaratan untuk kembali bekerja , kasus dirawat di RSUD Panglima Sebaya.
  2.  PSR 40 Perempuan 8 tahun warga DKI Jakarta merupakan kontak erat PSR 31, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
  3. PSR 41 Laki-laki 59 tahun warga Paser, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Paser dengan keluhan demam, batuk, nyeri tenggorokan dan sesak nafas serta mempunyai komorbid DM dan Hipertensi, kasus dirawat RSUD Panglima Sebaya.
  4. PSR 42 Laki-laki 64 tahun warga Paser, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Paser dengan keluhan demam, mual dan sesak nafas serta mempunyai komorbid DM dan Penyakit Ginjal Kronis, kasus dirawat di RSUD Panglima Sebaya.

Kota Balikpapan Enam Kasus

  1. BPN 247 Laki-laki 37 tahun merupakan OTG warga Surabaya yang mengikuti pemeriksaan mandiri sebagai persyaratan kembali bekerja, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
  2. BPN 248 Laki-laki 34 tahun warga DKI Jakarta, BPN 249 Laki-laki 30 tahun warga Jawa Barat, BPN 250 Laki-laki 39 tahun warga Sulawesi Selatan dan BPN 251 laki-laki 30 tahun warga DKI Jakarta merupakan OTG yang mengikuti pemeriksaan mandiri dari perusahaan, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
  3. BPN 252 Wanita 49 tahun warga Balikpapan merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan yang mempunyai keluhan demam, batuk, sesak nafas, mual dan penciuman menurun, gambaran hasil foto thorak menunjukkan adanya Pneumonia , kasus dirawat di RSUD Kanudjoso Balikpapan.

Kota Samarinda Lima kasus

  1. SMD 74 Wanita 51 tahun, merupakan OTG warga Nusa Tenggara Timur yang datang ke Samarinda dan mempunyai kontak erat dengan KBR 31 dan KBR 32, kasus isolasi mandiri di Kutai Barat.
  2. SMD 75 Wanita 20 tahun, merupakan OTG warga Sulawesi Selatan yang melakukan perjalanan ke Samarinda, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes Samarinda.
  3. SMD 76 Wanita 21 tahun warga Samarinda merupakan OTG kontak erat SMD 72, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes.
  4.  SMD 77 Laki-laki 20 tahun warga Samarinda merupakan OTG pelaku perjalanan dari Jawa Timur, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes.
  5. SMD 78 Wanita 57 tahun warga Kalimantan Selatan, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Samarinda dengan hasil rapid test/IFA positif dan pada tanggal 7 Juni dilakukan pengambilan swab, tanggal 9 Juli dengan hasil terkonfirmasi positif Covid-19 dan pada tanggal 10 Juli pasien meninggal dunia.

Kabupatenn Kutai Kartanegara Satu kasus

  1. KKR 77 Laki-laki 38 tahun warga Jawa Timur, merupakan OTG kontak erat KKR 74, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.

Kabupaten Berau Satu Kasus

  1. BRU 49 Laki-laki 40 tahun warga Sulawesi Selatan, merupakan OTG yang akan kembali bekerja di Berau, kasus dirawat di RSUD A Rivai Berau.

Kabupaten Kutai Timur Satu kasus

  1.  KTM 72 Laki-laki 39 tahun warga Sulawesi Selatan, merupakan ODP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Kutai Timur dengan keluhan demam, kasus dirawat di RSUD Kudungga Sangatta.

Kemudian untuk kasus sembuh bertambah dilaporkan bertambah sebanyak Sembilan Kasus terdiri dari Kabupaten Paser Satu kasus, Kota Samarinda Satu kasus dan Kota Balikpapan tujuh kasus.

“Mereka dinyatakan sembuh, karena dari hasil laboratorium Rujukan Covid-19 dinyatakan 2 kali dengan hasil negative serta hasil pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19,”ujarnya dalam rilisnya melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Jum’at (10/7/2020).

Sedangkan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) terjadi penambahan 41 kasus, sehingga total ODP sebanyak 13.170 kasus, selesai pemantauan 12.558 kasus dan masih dalam proses pemantauan 612 kasus.

Sementara, Distribusi kasus yang dilakukan pemeriksaan Laboratorium sebanyak 5.226 kasus berdasarkan kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) 212 kasus, Orang Tanpa Gejala (OTG) 4.139 kasus dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) 875 kasus.

Dapat disimpulkan kasus terkonfirmasi positif di Kaltim menjadi 642 kasus, negatif 3.856 kasus, sembuh 477 kasus, probable 1 kasus, meninggal dunia 12 kasus dan pasien yang dirawat 153 kasus.

Kutai Timur – Penambahan kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kutai Timur (Kutim) ternyata hingga kini belum menunjukkan trend penurunan dan berakhir. Bahkan hari ini, Jum’at (10/7), Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kutim melalui Dinas Kesehatan Kutim, kembali mengumumkan penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah Kutim, yakni KTM-72.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Bahrani Hasanal melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp menyebutkan jika penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kutim, yakni KTM-72, merupakan karyawan perusahaan batubara di Kalimantan Selatan (Kalses), yang datang ke Kutim untuk menjalani cuti dan bertemu dengan keluarganya.

“Ada penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dari Kutim, hari ini. KTM-72, seorang laki-laki berumur 40 tahun dan merupakan karyawan perusahaan batubara di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dan tiba di Kutim pada tanggal 24 Juni 2020. Sehari sebelumnya, pasien tiba di Balikpapan mengunakan pesawat terbang, kemudian menggunakan kendaraan travel dari Balikpapan ke Sangatta. Kedatangan KTM-72 ini ke Kutim dalam rangka cuti dan bertemu keluarganya di Sangatta,” sebut Bahrani.

Lanjutnya, setiba di Sangatta, KTM-72 ini langsung melakukan isolasi mandiri di rumah. Pada Tanggal 28 Juni 2020, timbul gejala demam selama 3 hari, namun hanya siang hingga sore hari. Kemudian pada tanggal 30 Juni 2020, KTM-72 melakukan pemeriksaan kesehatan ke RSUD Kudungga di poli penyakit dalam dan melakukan cek laboratorium Widal, dengan titer 1/320.

NPada tanggal 1 Juli 2020, KTM-72 melakukan pemeriksaan rapid test dengan hasil Non Reaktif. Kemudian pada tanggal 4 Juli 2020, melakukan pemeriksaan ke poli paru dengan keluhan demam hari ke delapan. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan swab pertama pada hari Jumat tanggal 07 Juli 2020 dan pada hari Sabtu tanggal 8 Juli 2020 melakukan swab kedua, dengan hasil swab pertama dinyatakan positif.

“Sebelum melakukan perjalanan pulang ke Kutim, KTM-72 ini sudah melakukan test swab di Kalsel pada tanggal 17 Juni 2020 dan hasilnya dinyatakan negatif. Namun setelah empat hari tiba di Kutim, KTM-72 ini mengaku mengalami demam dan memeriksakan kesehatannya di RSUD Kudungga. Kemudian pada tanggal 4 Juli 2020, melakukan pemeriksaan ke poli paru dengan keluhan demam hari ke delapan. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan swab pertama pada hari Jumat tanggal 07 Juli 2020 dan pada hari Sabtu tanggal 8 Juli 2020 melakukan swab kedua, dengan hasil swab pertama dinyatakan positif. Kami sudah melakukan tracing kontak dengan orang-orang yang serumah dengan KTM-72 dan besok akan dilakukan rapid tes. Sementara untuk yang kontak dengan istrinya (KTM-72, red), juga sdh dilakukan tracing hari ini dan dilakukan bertahap pula rapid tesnya mulai hari ini,” jelas Bahrani.

Namun tidak hanya menyampaikan kasus penambahan COVID-19, Bahrani juga menyampaikan kabar gembira, yakni adanya penambahan kasus sembuh dari Kutim. Adalah pasien KTM-51, seorang laki-laki berumur 24 tahun dan merupakan karyawan sub kontraktor perusahaan batubara di Kutim. Pasien KTM-51 ini merupkan karyawan yang melakukan cuti pada tanggal 21 Maret 2020 hingga 16 Juni 2020 di Jogyakarta.

Tiba di Sangatta pada tanggal 24 Juni 2020 dan kemudian keesokan harinya menjalani swab test di salah satu hotel di Kota Sangatta yang memang ditunjuk sebagai hotel karantina COVID-19 oleh Gugus Tugas COVID-19 Kutim. Pada tanggal 29 Juni 2020, pasien KTM-51 dinyatakan positif COVID-19.

“Setelah menjalani perawatan di instalasi COVID-19 RSUD Kudungga selama sebelas hari di instalasi khusus COVID-19 RSUD Kudungga, hari ini, pasien KTM-51 dinyataknn sembuh, dengan hasil swab dua kali berturut-turut dinyatakan negative COVID-19. Dengan adanya penambahan pasien terkonfirmasi positif dan juga pasien sembuh COVID-19, maka hingga hari ini, Jum’at 10 Juli 2020, jumlah pasien terkonfirmasi positif COVId-19 di Kutim total ada sebanyak 72 kasus, sementara yang dinyatakan sembuh ada sebanyak 42 kasus” ujar Bahrani.

Tana Paser – Jubir Percepatan Penanggulangan COVID-19 Amir Faisol mengatakan terdapat penambahan lima kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Paser yang menjalin kontak erat dengan PSR 23.

“Ada tambahan lima pasien positif kontak erat dengan PSR 23,” kata Amir, Kamis (09/07/2020).

Kelima pasien tersebut kata Amir memiliki riwayat kontak erat dengan PSR 23.

“PSR 23 yang meninggal beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Kelima pasien tersebut yakni PSR 32, laki-laki 48 tahun. Pasien kedua, PSR 33, perempuan, berusia 55 tahun dan pasien ketiga, PSR 34, perempuan, berusia 18 tahun.

Pasien keempat yakni PSR 35, laki laki, berusia 12 tahun, dan pasien kelima yakni PSR 36, perempuan, berusia 49 tahun.

Amir mengatakan kelima pasien itu merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG). kelima pasien itu merupakan warga Kecamatan Tanah Grogot. Saat ini kelima pasien dirawat di rumah isolasi eks RSUD Panglima Sebaya.

Dengan penambahan lima pasien positif COVID-19, maka total jumlah pasien positif di Paser sebanyak 36 orang.

“Total pasien positif 36 orang, 23 orang sembuh, 1 orang meninggal,” ujar Amir.

Samarinda— Penyebaran wabah Coronavirus Disease (Covid-19) di Kaltim kian meluas dengan bertambahnya pasien yang terkonfirmasi virus tersebut.

Berdasarkan laporan harian yang disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak, tercatat ada penambahan enam kasus baru.

Kasus pertama dari Kabupaten Paser Satu Kasus dengan kode pasien PSR 36 Laki-laki 39 tahun, merupakan OTG warga Paser yang kontak erat (rekan kerja) PSR 29, kasus dirawat di RSUD Panglima Sebaya.

Kemudian Kota Balikpapan lagi-lagi menambah kasus positif yaitu Tiga kasus berikut sebarannya :

  1. BPN 244 Laki-laki 40 tahun warga Jakarta yang bekerja di Balikpapan, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan dengan keluhan demam dan nyeri tenggorokan dengan gambaran CT Scan Paru Pneumonia, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
  2. BPN 245 Wanita 40 tahun merupakan OTG warga Balikpapan yang mengikuti pemeriksaan mandiri sebagai persyaratan kembali bekerja, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
  3. BPN 246 Laki-laki 40 tahun merupakan OTG warga BPN yang mengikuti pemeriksaan mandiri sebagai persyaratan Kembali bekerja ke Kalimantan Utara, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.

Berikutnya Dua kasus dari Kota Samarinda, pertama pasien dengan kode SMD 72 Laki-laki 26 tahun, merupakan OTG warga Sulawesi yang akan kembali bekerja di Kalimantan Timur, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes Samarinda dan kedua pasien dengan kode SMD 73 Laki-laki 36 tahun, merupakan OTG warga Samarinda yang Kembali dari Kalimantan Tengah, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes Samarinda.

Sedangkan kasus sembuh pun juga terus mengalami peningkatan, dimana hari ini bertambah Delapan kasus sembuh terdiri dari Kabupaten Kutai Timur Satu kasus dan Kota Balikpapan Tujuh  kasus. Kasus dinyatakan sembuh karena dari hasil laboratorium Rujukan Covid-19 dinyatakan dua kali dengan hasil negatif serta hasil pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19 tersebut menyatakan bahwa secara klinis memiliki kondisi sudah sangat baik, tidak ada gejala.

“Ada penambahan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak tiga kasus, sehingga total ODP sebanyak 13.129 kasus,”jelasnya melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Kamis (9/7/2020).

Selanjutnya, distribusi kasus yang dilakukan pemeriksaan Laboratorium sebanyak 5.034 kasus berdasarkan kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) 209 kasus, Orang Tanpa Gejala (OTG) 3.957 kasus dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) 868 kasus.

Akhirnya dapat disampaikan rangkuman untuk kasus yang terkonfirmasi Covid-19 hingga hari ini berjumlah 623 kasus, sembuh 468 kasus, probable satu kasus, meninggal dunia 11 kasus, negatif 3.794 kasus dan pasien yang dirawat 144 kasus.

Melihat dari perkembangan yang ada Kaltim masih potensial terjadi peningkatan kasus positif Covid-19, oleh karena itu patut melakukan protokol kesehatan dan terus waspada dengan menjaga diri, keluarga serta lingkungan agar tidak bisa tertular.

Dari kasus-kasus yang ada ternyata setiap hari Kaltim menunjukkan penambahan kasus positif. Penularan terjadi karena masih ada masyarakat tidak patuh dan disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan.

 

 

 

 

Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Cantika Swara di Jalan Pulau Panjang, ditutup secara resmi pengoperasiannya Rabu (8/7/2020) pagi, karena tak ada penambahan ODP dan PDP sejak sebulan terakhir.

Penutupan ditandai dengan pelepasan balon  oleh Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Berau, H.Muharram didampingi Sekda M.Gazali, Ketua Satgas RSDC dr.Jusram, Direktur RSUD Abdul Rivai dr.Nurmin Baso, dan Ketua DPRD Berau Madri Pani.

RSDC ini adalah salah satu fasilitas khusus yang disiapkan Pemkab Berau untuk mengawasi dan merawat ODP serta PDP, yang dioperasikan sejak awal April 2020. 4 dokter dan 28 perawat (14 perawat dari rekrutmen relawan dan 14 perawat dari puskesmas dan RSUD Abdul Rivai) yang disiapkan untuk penanganan semua pasien disana, mendapat penghargaan dari Pemkab Berau.

“Terimakasih untuk semua tenaga medis yang sudah berjuang maksimal sebagai garda terdepan untuk merawat pasien di RSDC ini. Meskipun sudah tidak ada ODP dan PDP, kita tetap harus waspada dan tetap disiplin menjalankan semua protokol kesehatan yang ada,” terang Muharram.

RSDC ini sebenarnya sudah tidak beroperasi sejak 1 Juli 2020. Bahkan, sejak pertengahan Juni memang hampir tidak ada penambahan ODP maupun PDP lagi. Terlebih dengan penambahan ruang isolasi di sudah tidak beroperasi sejak 1 Juli 2020 bagi pasien positif COVID-19, sampai saat ini masih bisa menampung jumlah pasien positif yang ada.

Namun, untuk tenaga kesehatan yang ada masih tetap berjaga jika tiba-tiba ada penambahan kasus pemantauan dan pengawasan ada lagi. Tak hanya untuk pasien PDP, RSDC juga menjadi tempat istirahat para nakes yang merawat pasien COVID-19 di RSUD Abdul Rivai.

Untuk tenaga medis yang bertugas di RSDC ini kontraknya juga sudah selesai per 30 Juni 2020. Dan ini juga sama waktunya dengan habisnya masa peminjaman gedung oleh Bank Kaltimtara. Sejak awal merebaknya pandemi corona di Bumi Batiwakkal ini, tercatat ada 167 ODP yang dipantau dan 71 PDP yang diawasi.

Penajam- Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sejak awal bulan hingga 20 Juli ini gencar melakukan sosialisasi dengan turun langsung ke masyarakat desa dan kelurahan, untuk menghadapi tatanan kehidupan baru dengan protokol kesehatan.

“Sekarang masih dalam suasana pandemi COVID-19, sehingga kita harus selalu berperilaku hidup bersih dan sehat, jangan lupa taati protokol kesehatan agar terhindar dari virus corona,” ujar Ketua FKS Kabupaten PPU Risna Abdul Gafur melalui Sekretarisnya Evi Viola Violeta, Selasa(7/7/2020).

Sosialisasi langsung ke masyarakat desa dan kelurahan ini juga sekaligus untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev), terutama mengenai program kerja yang telah dirancang sebelumnya oleh masing-masing kelompok kerja (Pokja) dalam FKS PPU.

FKS merupakan wadah untuk menyalurkan aspirasi sekaligus wadah bagi masyarakat untuk berpatisipasi dalam menentukan arah, prioritas, dan perencanaan pembangunan wilayah yang mengintegrasikan pada berbagai aspek.

Tujuannya adalah untuk mewujudkan wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat agar warga yang menghuni pun merasa tenteram karena terpengaruh dari suasana sekitar yang nyaman.

Menurutnya, penyelenggaraan FKS dilakukan melalui sejumlah kegiatan dengan memberdayakan masyarakat, yakni memfungsikan setiap lembaga masyarakat baik yang ada di desa maupun kelurahan masing-masing.

“Target kami adalah untuk menyehatkan lingkungan desa/kelurahan plus penghuninya, dengan mengoptimalkan potensi melalui pemberdayaan kelompok kerja masyarakat dan disinkronkan dengan perencanaan wilayah,” ucap Evi Viola.

Ia juga mengatakan bahwa sejumlah desa/kelurahan yang telah dikunjungi dalam sosialisasi ini antara lain Kelurahan Pantai Lango, Kelurahan Jenebura, Kelurahan Gersik, Desa Girimukti, Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan Pejala, dan Kelurahan Petung.

Untuk desa dan kelurahan lain, lanjutnya, akan terus dilakukan sosialisasi, monev, sekaligus penyusunan dokumen FKS, makanya waktu yang pihaknya ambil agak lama, yakni hingga 20 Juli, itu pun tim dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan jumlah kecamatan di PPU.

“Melalui FKS ini, semua yang terlibat diharapkan dapat menggali potensi dan unggulan lokal, terutama dari Pokja sesuai dengan tatanan yang sudah disetujui bersama,” ucap Viola.