Samarinda—Dampak wabah virus corona atau Covid-19 yang semakin meluas di Indonesia, hampir membuat semua sektor ikut mengalami kerugian, salah satunya dunia olahraga Cabor Dayung Kalimantan Timur (Kaltim).

Hampir seluruh agenda kejuaraan tertunda, apalagi perhelatan pesta olahraga 4 tahun sekali yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua sudah semakin dekat.

Mengingat KONI Kaltim telah melakukan lockdown untuk semua kegiatan keolahragaan seperti latihan, turnamen, kejuaraan lain-lain dan menggantinya dengan latihan secara mandiri di rumah masing-masing.

Wakil Sekretaris Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Podsi) Kaltim, Hendro Prawoto mengungkapkan, selama Virus Corona mewabah, telah sepekan atlet dayung di Kaltim tidak melakukan latihan di air.

Namun latihan hanya dilakukan di darat, di ruangan tertutup dengan aturan kebersihan yang lebih diperketat, serta ketentuan menjaga jarak.

“Latihan tetap dilakukan, tapi latihan di air sudah tidak lagi kita lakukan, karena kalau latihan di air, otomatis jarak antara atlet sangat dekat, makanya sekarang kita latihan di darat saja,” ucapnya, Selasa (31/3).

Selama tidak berlatih menggunakan perahu di air, atlet dayung menggunakan ergometer yang fungsinya menyerupai gerakan mendayung.latihan tersebut dikombinasikan dengan latihan peningkatan fisik, serta beban dengan alat fitnes.

Dirinya menjelaskan, walaupun latihan bersama tetap dilaksanakan, namun pihaknya mengurangi hari latihan. Biasanya latihan dilakukan enam hari dalam sepekan, sekarang hanya tiga hari saja, yakni Selasa, Kamis dan Sabtu.

“Dengan kondisi seperti ini kita tetap menggelar latihan, karena jika tidak latihan, kondisi fisik atlet bisa turun drastis,” jelasnya.

Untuk diketahui, cabor dayung merupakan salah satu cabor di Kaltim yang berhasil lolos ke PON 2020 Papua. Dan, saat ini seluruh atlet tetap melaksanakan latihan di tengah ancaman Virus Corona.

Total terdapat 22 atlet dayung yang lolos ke PON Papua, 11 diantaranya menggelar latihan bersama di Kutai Kartanegara, sedangkan atlet lainnya menggelar latihan di daerah asalnya masing-masing, diantaranya di Kutai Barat, Paser dan Kota Balikpapan.

Samarinda–Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX 2020 di Papua nampaknya akan menemui beberapa kendala.

Pasalnya sejak mewabahnya Virus Corona atau covid-19 di sejumlah daerah di Indonesia, berimbas terhadap persiapan atlet Kalimantan Timur (Kaltim) tak tertinggal untuk cabor kriket.

Sejak Senin (23/3/2020) lalu seluruh atlet kriket Kaltim yang berlatih bersama di Samarinda diminta untuk berlatih di rumah (Cricket From Home) dahulu sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Sekretaris Umum Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kaltim Budhi Iriawan mengatakan, langkah meniadakan latihan bersama untuk sementara waktu guna mencegah penyebaran Virus semakin meluas,
mengingat Komplek Stadion Madya Sempaja tempat atlet kriket berlatih juga ditutup untuk seluruh aktivitas.

“Sebenarnya atlet sempat latihan saat Virus Corona sudah mewabah, tapi intensitasnya dikurangi. Karena Komplek Stadion Madya Sempaja ditutup, jadi kita putuskan atlet latihan di rumah masing-masing dulu,” ujarnya, Kamis (26/3).

Bahkan, PCI pusat telah mengeluarkan imbauan Cricket From Home, agar untuk sementara waktu ini atlet menggelar latihan di rumah.

Karena wabah tersebut, rencana mengumpulkan seluruh atlet di Samarinda juga gagal terlaksana.
Padahal, sesuai rencana awal, atlet akan berkumpul di Samarinda pada 20 Maret 2020.

Bahkan, agenda try out ke sejumlah daerah di dalam negeri dan luar negeri juga terancam batal.

“Terdapat 3 atlet asal Balikpapan, 2 atlet asal Nunukan, 1 atlet asal Berau dan 8 atlet asal Samarinda. Karena virus ini, kita minta untuk bertahan dulu di daerahnya masing-masing,” ucapnya.

 

 

Samarinda – Sebagai upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga menunjang Prestasi di Benua Etam, Dispora Kaltim menggelar Pelatihan Pelatih Fisik Level Dasar Nasional Provinsi Kaltim tahun 2020 yang diikuti 30 Pelatih Cabang Olahraga dari Kabupaten/Kota se Kaltim.

Sebelum dibuka, terlebih dahulu disampaikan Protokol Kesehatan yang dikeluarkan Pemerintah untuk umum, penyelenggara acara dan peserta sebagaimana menjadi harapan pemerintah Indonesia dalam rangka mengurangi dan mengehentikan penyebaran COVID-19.

Kegiatan ini rencananya akan berlangsung dari Selasa (17/3/2020) hingga Jumat (20/3/3030) dengan pemateri ahli pelatihan Fisik,  Dr Dikdik Zafar Sidik Luki Afari dari Universitas Pendidikan indonesia (UPI) Bandung.

Dalam sambutannya, Kadispora Kaltim, H Muhammad Syirajudin, menghimbau peserta agar mengikuti materi dengan sebaik-baiknya dan kemudian dapat diimplementasikan  di lapangan. “Dengan pelatihan ini diharapkan saudara dapat memahami dan mengerti dalam membuat program fisik yang menunjang prestasi atlet. Jangan sampai mencontek atau menyadur program yang ternyata  tidak sesuai dengan kebutuhan atlet, dimana hal tersebut akan berimbas pada atlet itu sendiri,“paparnya.

Kadispora pun berharap tersedianya data mengenai ketersediaan pelatih fisik yang ada di Kaltim dengan bersinergi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia  (KONI) Kalimantan Timur.

Ketua KONI Kaltim, Dr Zuhdi Yahya yang hadir dan memberikan sambutan pada acara pembukaan pelatihan, Selasa (17/3/2020) di salah satuHotel di bilangan jalan KH. Khalid Samarinda, menyambut baik kegiatan pelatihan ini.

“Dari beberapa pantauan yang saya lakukan kita lihat memang dibutuhkan keberadaan pelatih fisik. Saat ini dalam rangka persiapan PON Papua, Koni Kaltim  menyiapkan ruang konsultasi khusus untuk pelatih fisik, dan ada ruang khusus untuk cidera atlet,” katanya.

Ditambahkannya, meskipun tehknik dan mental bagus apabila tidak ditunjang fisik maka hasilnya akan tidak sesuai dengan harapan. Untuk itu Koni Kaltim akan melibatkan konsultan fisik termasuk dalam menentukan promosi degradasi atlet yang akan mengikuti PON Papua, bahkan bukan tidak mungkin bagi atlet yang tidak memenuhi standar fisiknya tidak akan dikirim.

Sementara itu, Luki Apari menyampaikan harus ada perubahan mindset dimana pelatih tekhnik bukan kerja borongan karena juga harus melatih fisik, mindset ini haris diubah.
“Dengan melibatkan pelatih Fisik, maka hal-hal kecil akan tertangani dengan baik, kemudian beban kerja akan jauh lebih ringan, performa atlet akan terwujud dengan baik karena kerja pelatih fisik lebih detail,”jelasnya.
Disampaikannya bahwa hingga saat ini untuk tingkat nasional masih kekurangan pelatih fisik, padahal kebutuhan pasar akan pelatih fisik semakin besar dan mendesak.

“Salah satu faktor meningkatnya prestasi di Sea Games filiphina karena sejumlah cabor telah didampingi pelatih fisik, sehingga harapan kami ke depan akan ada pelatihan lagi sebagai tindak lanjut dalam memberikan pelatihan yang sistematis, sehingga lahir pelatih-pelatih fisik yang mumpuni di Indonesia,” tutupnya.

Berdasarkan laporan Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Agus Tianur, selaku Ketua Panitia Penyelenggara Pelatihan, didamping Kasi Promosi Olahraga dan Olahraga Prestasi, Rasman, bahwa peserta akan mendapatkan sejumlah materi yakni prinsip-prinsip latihan, norma latihan, latihan fleksibilitas, latihan kecepatan, latihan kekuatan, latihan daya tahan, kemudian sistem monitoring latihan fisik dan terakhir ilmu gizi.

 

Sumber : Dispora Kaltim

Samarinda—Wakil Walikota Samarinda HM, Barkati secara resmi membuka kejuaraan terbuka tenis lapangan senior dan veteran “Walikota Samarinda open 2020” yang digelar di lapangan tenis komplek Stadion Segiri Samarinda, Jum’at(13/3).

Untuk diketahui, kejuaraan tersebut dilaksanakan mulai dari tanggal 12 sampai 15 Maret 2020, dengan mempertandingkan beberapa nomor diantaranya beregu putra (maksimal 16 tim) ganda veteran (40, 50, 55, dan 60 Tahun).

Sementara untuk nomor ganda putra perorangan yakni Putra Prestasi dan Veteran umum. Kejuaraan kali ini diikuti sebanyak 91 orang, hampir dari seluruh Indonesia ikut berpartisipasi diantaranya, ada dari Medan, Karawang, Lampung, Bandung, Jogja, Semarang, Blitar, Kediri, Madura, Probolinggo, Jember, Malang, Surabaya, Bekasi, Makassar, Pare-Pare, Pontianak, Tarakan, Manado, Bulungan, Berau, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Timur , Samarinda dan Balikpapan.

Turnamen ini nantinya juga akan memperebutkan dengan total hadiah sebesar Rp. 125 juta antara lain, untuk juara I beregu 15 juta, juara II beregu Rp. 10 juta, juara III beregu masing-masing 5 juta plus trofi.

Untuk yang perorangan juara I mendapatkan Rp.1,7 juta, juara II Rp. 5 juta, juara III Rp. 3 juta.

Dalam kesempatan itu Barkati mengatakan, tujuan digelarnya turnamen ini tidak lain ialah menjaring bibit-bibit atlet tenis yang handal dan berprestasi serta sebagai ajang bersilahturahmi antar pemain.

“Melalui Turnamen ini yang tak lain untuk bersilahturahmi dan menyalurkan hobi, juga dapat memacu atlet kita semakin berkembang guna kemajuan cabang olahraga tenis di Indonesia,”ujar Barkati yang juga Ketua Pelti Samarinda.

Dirinya juga mengapresiasi kepada seluruh pemain yang sudah datang jauh-jauh untuk mengikuti turnamen ini. (Diskominfo Rey)

SAMARINDA — Jelang perhelatan 75 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2020 mendatang, maka salah satu hal yang tidak dapat terlepas serta menjadi moment paling ditunggu adalah detik-detik pengibaran Sang Merah Putih.

Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Samarinda dalam hal ini setiap tahunnya memiliki agenda rutin dalam rangka menyukseskan HUT RI tersebut dengan melakukan Seleksi Anggota Paskibraka Tingkat Kota Samarinda jenjang SMA/SMK, MA Negeri/Swasta.

Tentunya paskibraka menjadi bagian penting dalam detik-detik pengibaran Sang Merah Putih, namun bukan menjadi perkara mudah untuk menentukan pemuda-pemudi terbaik daerah terpilih yang nanti akan mewakili tidak hanya ditingkat kota saja melainkan hingga ketingkat Nasional.

Di hari pertama kurang lebih 106 pelajar melakukan seleksi tahap pertama dimulai dengan pengukuran tinggi badan dan berat badan, tes tertulis, PBB dan pemeriksaan fisik serta tes bahasa inggris.

Fawzi Irawan selaku Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Samarinda menyebutkan saat mengumumkan 24 besar yang terdiri dari 12 laki-laki dan 12 perempuan bahwa siapapun yang terpilih maupun tidak tetap menjadi perwakilan terbaik dari masing-masing sekolah.

“Poin penting dalam seleksi paskibra kali ini adalah menciptakan sistem yang bersih dan netral tanpa ada intervensi dalam penilaian,”jelasnya.

Selain itu Fawzi juga menyemangati seluruh pelajar tersebut bahwa kemampuan dalam baris berbaris tidak hanya semata untuk digunakan dalam menjadi pasukan pengibar saja melainkan banyak event yang sering dilaksanakan salah satunya lomba PBB.

Harapannya pemuda-pemudi Kota Samarinda dapat menjadi cerminan generasi unggul yang memiliki sikap kepemimpinan serta pendidikan kewarganegaan yang baik sebagai teladan dari sikap nasionalisme dan cinta Tanah Air di kalangan anak-anak muda. (DISKOMINFO/Lely)

Samarinda – Bertempat di ruang kerjanya, lantai 2 Kantor Gubernur Kaltim, Senin (2/3/2020), menerima audiensi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, Zuhdi Yahya, bersama  Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Syirajuddin beserta jajarannya.

Adapun maksud audiensi ini adalah mempresentasikan persiapan kontingen Kaltim pada Pekan Olahraga Nasional XX tahun 2020 di Provinsi Papua yang akan berlangsung pada Oktober 2020 mendatang.

Gubernur Kaltim mengapresiasi persiapan kontingen Kaltim untuk PON tersebut, dan menyampaikan bahwa Pemprov Kaltim siap mengakomodir keperluan kontingen Kaltim dari yang akan berjuang di PON Papua khususnya mempertahankan prestasi Kalltim minimal sebagaimana hasil PRA PON yang bErada di dalam 5 besar perolehan medali.

“Semoga persiapannya lancar. Kita juga perlu melibatkan pihak ketiga, seperti perusahaan-perusahaan di Kaltim, untuk menjadi sponsor pendanaan per cabang olahraga. Kedepan kita harus bisa mencetak atlet andal yang murni dari daerah. Artinya putra putri asli Kaltim. Yang siap berjuang dan membela nama Kaltim di kancah nasional,”pesan Isran.

Dari paparan yang disampaikan Zuhdi mengungkapkan berdasarkan hasil Pra PON, Kaltim dapat meloloskan 437 atlet untuk 33 cabang olahraga (cabor) dari 37 cabor yang dipertandingkan pada PON XX yang pertamakali digelar di tanah Papua tersebut.

Berdasarkan catatan KONI Kaltim per Desember 2019, Kaltim sukses meraih  47 emas, 59 perak dan 54 perunggu dan bila disandingkan dengan hasil kontingen provinsi lain, Kaltim berada di posisi 4 besar dibawah Jawa Barat, Jawa Timur dan DKI Jakarta.

“Dari jumlah tersebut ada 326 atlet yang masuk zona medali. Sejak Februari sampai Agustus 2020 ini kita terus mengikuti tahapan pendaftaran keikutsertaan, agar tidak ada atlet yang sudah lolos tetapi tidak terdaftar di panitia penyelenggara. Jika tidak ada halangan Mei kita akan mulai pemusatan pelatihan dan uji coba, hingga hari pelaksanaan PON di Papua pada Oktober mendatang,” jelas Zuhdi.

PON XX Papua akan digelar dari 20 Oktober hingga 2 November 2020 dengan menggulirkan 37 cabang olahraga dari yang sebelumnya direncanakan 47 cabor melalui sejumlah pertimbangan oleh Kemenpora dan KONI memangkas menjadi 37 cabor yakni aerosport, aquatik, anggar, angkat berat, atletik, baseball, bermotor, biliar, bola basket, bola tangan, bola voli, bulu tangkis, catur, kriket, dayung, gulat, hoky, judo, karate, kempo, layar, menembak, muaythai, panahan, panjat tebing, pencak silat, rugby ,Selam, senam, sepakbola, sepak takraw, sepatu roda, taekwondo, tarung drajat, tenis, tinju, wushu.

Untuk venue pertandingan 37 cabor akan dipusatkan 3 Kabupaten/Kota besar yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mimika.

 

Sumber : Dispora Kaltim

 

Balikpapan – Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor mengharapkan perbaikan, penyempurnaan dan revitalisasi keolahragaan renang di benua etam sehingga kelak semakin mengangkat prestasi dan pembinaan olahraga renang di Provinsi Kaltim sehingga mampu membangun keunggulan di kancah nasional di masa yang akan datang.

Hal ini disampaikan Gubernur dalam sambutannya yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltim, Muhammad Syirajudin, ketika menghadiri pelantikan Pengurus Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kaltim, sekaligus membuka Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan (KRAP) se Kalimantan dan Sulawesi, Sabtu (29/2/2020) di Kolam Renang Mulawarman Balikpapan.

“Dengan diadakannya pelantikan pengurus PRSI Kaltim masa bakti 2019-2023 ini, nantinya senantiasa mampu menjadikan semangat baru untuk mendulang prestasi dan melanjutkan berbagai program kerja sesuai visi dan misi khususnya bagi kemajuan prestasi dunia olahraga renang  di Provinsi Kaltim, apalagi mengaca dari hasil POPNAS lalu Renang Kaltim mempu menyembahkan 1 emas 1 perak,” katanya.

Terkait sarana dan prasarana, Gubernur mengharapkan PRSI Kaltim mau memanfaatkan kolam renang Eks PON di Kompleks Stadion Utama Palaran.

“Kaltim memiliki sarana kolam renang berstandar internasional, saya harapkan nantinya PRSI Kaltim yang baru dilantik segera berkoordinasi untuk pemanfaatan kolam tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua PRSI Kaltim, Dayang Donnas Faroek menyampaikan harapanya agar di setiap Kabupaten / Kota memiliki Kolam renang standar yang tentunya akan menunjang bagi Atlet dalam meraih prestasi.

“Tentu kita akan sinergikan antara kesiapan sarana dengan kualitas SDM Pelatih berkualitas yang menjadi kunci bagi atlet untuk terus berkembang dan mencapai hasil maksimal dalam setiap event yang diikuti, kalau perlu kita upayakan pelatih kualitas internasional,”tegasnya.

Ketua PB PRSI, Anindya Novyan Bakrie dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kaltim sebagai salah satu daerah yang mampu menyumbangkan atlet untuk tingkat nasional.

“Saya melihat Kalimantan Timur tak pernah absen dalam menyumbang kekuatan atlet di level nasional, tentu saya berharap hal ini dapat terus ditingkatkan. Saya berharap Pengurus PRSI Kaltim mampu menjalankan amanah yang diembannya untuk berkarya diawali tentunya dengan meningkatkan pembinaan bagi para atlet usia dini secara berjenjang dan berkesinambungan sehingga prestasinya juga akan terus meningkat,” pesannya.

Walikota Balikpapan, Rizal Effendi yang juga hadir pada acara tersebut mengatakan pihaknya tengah berupaya agar Balikpapan sebagai penyanggah Ibukota Negara (IKN) yang baru memiliki kolam renang berstandar Internasional.

Pada kesempatan tersebut, usai acara pelantikan dilaksanakan penekanan tombol sirine tanda dimulainya Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan (KRAP) se Kalimantan dan Sulawesi oleh Kadispora Kaltim, Ketua PB PRSI, Walikota Balikpapan, Wakil Ketua Pengurus Besar (PB) PRSI, Sarman Simanjorang, Ketua Pengprov PRSI Kaltim serta perwakilan KONI Kaltim.

Sumber : Dispora Kaltim

Samarinda – Wakil Gubernur Kaltim, H Hadi Mulyadi melepas ribuan peserta gowes dan jalan sehat olahraga sehat gembira. Dihadapan ribuan peserta olahraga sehat gembira tersebut Wagub mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kesehatan dengan rajin berolahraga.

“Dengan berolahraga  menjadikan  badan sehat. Oleh karena itu mari memasyarakatkan olahraga dan menggolahragakan masyarakat serta melaksanakan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Dengan Germas, kita akan terbas dari penyakit,” ujarnya saat melepas peserta gowes dan jalan sehat di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (28/2).

Dia berharap kegiatan memasyarakatkan olahraga seperti olahraga sehat gembira tidak berhenti di sini, tapi terus diselenggarakan secara rutin.

“Selain sehat diharap dapat meningkatkan hubungan silaturahmi dalam membangun daerah,” ucap Hadi.

Kegiatan olahraga sehat gembira yang diselenggarakan atas kerjasama Korpri Unit Setdaprov Kaltim, Biro Umum dan Biro Kesra Setprov Kaltim ini juga melibatkan jajaran instansi vertikal, TNI dan Polri.

Goweser menempuh jarak tempuh sekitar 16 kilometer dengan rute start dari Kantor Gubernur – Jl Kinibalu, Jl Jendral Sudirman, Jl Awang Long, Taman Samarendah – Jl Bhayangkara – Jl Pahlawan – Jl Soetomo – Mall Lembuswana – Jl M Yamin – Jl Wahid Haysim I – Jl AW Syahrani – Jl Juanda – Jl Antasari – Muara – Finish di Kantor Gubernur.

Sedangkan jalan sehat menempuh jarak sekitar 2,8 kilometer dengan ruter start Kantor Gubernur, Makorem 091/ASN, Kantor Pos, Pasar Pagi, Masjid Raya, Pintu Pelabuhan (perobekan kupon), dan kembali ke arah Kantor Gubernur.

Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltim mengelola program Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang merupakan program dari Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olahraga) untuk membangun talenta-talenta yang berprestasi di usia muda.

Saat ini di seluruh Provinsi di Indonesia memiliki PPLP yang dikelola oleh Dispora untuk menampung para atlet yang memiliki potensi di berbagai cabang olahraga (cabor).

Di Kaltim tak hanya PPLP, namun Pemprov Kaltim sejak tahun 2009 telah mencanangkan pendirian Sekolah Olahraga bertaraf Internasional yang kemudian mulai tahun ajaran 2010/2011 memulai pembelajaran dengan lebih dikenal dengan SKOI Kaltim.

Kedua program ini memiliki tujuan yang sama yakni pembibitan atlet usia pelajar untuk menjalani program pelatihan yang terarah dan berkesinambungan sehingga diharapkan mampu menghasilkan atlet potensial di masa mendatang.

Awalnya SKOI Kaltim dikelola langsung oleh Dispora Kaltim dengan didukung Kemenpora hang diwujudkan dalam Surat Perjanjian Kerjasama. Seiring berjalannya waktu SKOI dan PPLP kemudian berada dalam satu asrama di Palaran yang diharapkan mampu berjalan beriringan mengingat perbedaan sumber anggaran dari kedua program ini.

Unifikasi SKOI dan PPLP Kaltim pun mendapat apresiasi dari Kementerian Bappenas, Kemenpora, dan Kemendikbud mengingat belum satupun daerah di Indonesia yang berhasil melakukannya. Namun kebersamaan SKOI dengan Dispora berakhir sesuai arahan kemendagri di awal tahun 2018 lalu.

Pun demikian sinkronisasi program terus dijalankan keduanya, sebagaimana dilakukan pada Kamis (13/2/2020) di ruang kerja Kadispora Kaltim.

Dari Dispora Kaltim hadir Kadispora, Muhammad Syirajudin, didampingi Plt Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Agustianur, Kasih Olahraga Pendidikan dan Sarana Olahraga, Achmad Sophian serta Kasi Pembibitan Olahraga, Masturi Akbar T. Sementara dari SKOI Kaltim hadir Kepala SKOI, Suprayogi didampingi Wakil Kepala Sekolah SKOI, Hendra Saputra.

Beberapa hal yang dibahas disamping sinkronisasi program yakni persiapan Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWIL)  IV yang akan berlangsung September 2020 di Kaltim, kemudian optimalisasi venue latihan di Komplek Stadion Palaran dan yang terakhir rencana kegiatan Forum Group Discussion (FGD) napak tilas 10 tahun perjalanan SKOI Kaltim.

Untuk PPLP, Kadispora meminta membahas lebih lanjut dengan pengelolaan PPLP dengan aturan  mengikuti peraturan yang telah ada di SKOI.

“Untuk POPWIL mendatang saya berharap tumpuan atlet berada pada SKOI, PPLP  dan Pengprov cabor, tentu yang terbaik akan di lakukan pemusatan latihan di SKOI atau TC hingga jelang POPWIL berlangsung,”katanya.

Terkait mengenai optimalisasi venue, Kadispora menyarankan agar SKOI Kaltim dapat berkomunikasi serta berkoordinasi dengan UPTD Pengelola Prasara Olahraga Seksi Pengelolaan Stadion Palaran.

“Saya mendukung dan mempersilahkan venue yang ada di manfaatkan agar tidak muncul berita negatif mengenai pengelolaaan seperti stadion terbengkalai, dan tidak terawat, padahal sejauh ini di gunakan secara maksimal untuk pembinaan atlet, baik SKOI maupun PPLP,”tegasnya.