Samarinda—- Dalam kurun waktu 2 pekan jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 semakin hari semakin bertambah di Provinsi Kalimantan Timur.

Berdasarkan laporan harian yang disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan ada penambahan 17 kasus di Hari Minggu 12 Juli 2020. Berikut sebagan kasusnya :

Berau 1 Kasus

  1. BRU 50 Wanita 47 tahun warga Berau, merupakan OTG kontak erat (istri) dengan BRU 45, kasus di rawat di RSUD A Rivai.

Kutai Kartanegara 1 kasus

  1.  KKR 83 Perempuan 28 tahun warga Kutai Kartanegara, merupakan OTG yang bekerja di Samarinda, kasus dirawat di RSUD IA Moeis Samarinda

Kutai Timur 1 Kasus

  1.  KTM 75 Laki-laki 34 tahun warga Samarinda, merupakan OTG yang bekerja di Kutai Timur dengan rapid test reaktif, kasus dirawat di RSUD Kudungga Sangatta

Balikpapan 9 Kasus

  1. BPN 261 Laki-laki 35 tahun, BPN 262 Laki-laki 40 tahun dan BPN 263 Wanita 35 tahun, merupakan OTG yang kontak erat dengan kasus BPN 175 , kasus di rawat di RS Pertamina Balikpapan.
  2. BPN 264 Laki-laki 36 tahun dan BPN 265 Wanita 30 tahun, merupakan OTG yang mengikuti pemeriksaan mandiri dari perusahaan karena terindikasi kontak dengan kasus Positif Covid-19, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
  3. BPN 266 Laki-laki 60 tahun warga Balikpapan, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan yang dirawat di RSUD Kanudjoso dengan keluhan demam, batuk, mual, nyeri ulu hati dan sesak nafas serta gamban Pneumonia pada foto thorak, pasien mempunyai komorbid Hipertensi, dilakukan pemeriksaan laboratorium tanggal 11 Juli dengan hasil terkonfirmasi Positif Covid-19, pada pk. 21.04 WITA pasien meninggal dunia.
  4. BPN 267 Laki-laki 36 tahun warga Balikpapan, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan dengan keluhan demam dan gambaran Pneumonia pada foto thoraks , kasus di rawat di RS Restu Ibu Balikpapan.
  5. BPN 268 Laki-laki 22 tahun dan BPN 269 Laki-laki 41, merupakan OTG yang sedang bertugas di Balikpapan, kasus dirawat di RST Hardjanto Balikpapan

Samarinda 5 kasus

  1. SMD 83 Laki-laki 50 tahun warga Jawa Timur, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Samarinda yang dirawat di RSUD AW Syahranie dengan keluhan demam, batuk, sesak nafas dan gambaran foto thoraks Pneumonia, pasien mempunyai komorbid DM dengan Hiperglikemia, dilakukan pemeriksaan laboratorium tanggal 11 Juli dengan hasil terkonfirmasi Positif Covid-19, pada pk. 16.00 WITA pasien dinyatakan meninggal dunia.
  2. SMD 84 Wanita 60 tahun warga Samarinda, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Samarinda yang dirawat di RSUD AW Syahranie dengan keluhan sesak nafas dan gambaran foto thoraks Pneumonia, pasien mempunyai komorbid DM dan Hipertensi, dilakukan pemeriksaan laboratorium tanggal 11 Juli dengan hasil terkonfirmasi Positif Covid-19, pada pk. 13.09 WITA pasien dinyatakan meninggal dunia.
  3. SMD 85 Wanita 48 tahun warga Samarinda, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim Klinis dan DKK Samarinda dengan keluhan dyspepsia dan didapatkan gambaran Pneumonia, kasus dirawat di RSUD AW Syahranie Samarinda.
  4. SMD 86 Laki-laki 46 tahun warga Jawa Barat, merupakan OTG yang kembali bekerja di Samarinda, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes Samarinda.
  5. SMD 87 Laki- laki 48 tahun warga Jawa Tengah merupakan OTG yang baru kembali dari Jakarta, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes.

Andi juga melaporkan kasus terkonfirmasi Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia sebanyak 4 Kasus. Informasi pertama dari Kota Samarinda sebanyak 2 Kasus (SMD 83 dan SMD 84) dan Balikpapan sebanyak 1 Kasus (BPN 266) yang dilaporkan terkonfirmasi Covid-19. Kemudian Dari Kabupaten Berau 1 kasus (BRU 45 (Laki-laki 49 tahun) merupakan kasus Pada tanggal 6 Juli terkonfirmasi Covid-19, pada tanggal 11 Juli pukul 16.15 WITA pasien meninggal dunia.

“Ada 3 kasus dilaporkan sembuh dari Covid-19, mereka dinyatakan sembuh setelah 2 kali dinyatakan hasil negatif serta hasil pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19 tersebut,”jelasnya melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Minggu (12/7/2020).

Sedangkan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) terjadi penambahan 9 kasus, sehingga total ODP sebanyak 13.183 kasus, selesai pemantauan 12.558 kasus dan masih dalam proses pemantauan 625 kasus.

Sementara, Distribusi kasus yang dilakukan pemeriksaan Laboratorium sebanyak 5.466 kasus berdasarkan kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) 230 kasus, Orang Tanpa Gejala (OTG) 4.353 kasus dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) 883 kasus.

Dengan begitu total kasus terkonfirmasi positif di Kaltim menjadi 690 kasus, negatif 3. 910 kasus, sembuh 493 kasus, probable 1 kasus, meninggal dunia 16 kasus dan pasien yang dirawat 181 kasus.

Seperti yang diketahui bahwa terjadi peningkatan kasus kematian dari Covid-19, ini menunjukkan tingkat penularan sangat variasi. Disadari bahwa virus Covid-19 mudah mengalami mutasi dan sangat mudah untuk melakukan penularan serta penularannya tinggi.

Oleh karena itu, dituntut kewaspadaan dan juga kepedulian untuk senanntiasa menjaga diri agar tidak tertular dari Covid-19.

Sabtu, 11 Juli 2020

BALIKPAPAN-Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty, mengatakan terdapat 17 hasil swab PCR (Polymerase Chain Reaction) delapan pasien terkonfirmasi positif dan sembilan pasien terkonfirmasi negatif, Sabtu (11/7/2020).

Delapan pasien terkonfirmasi positif, BPN 253 laki-laki (35) KTP Makassar merupakan karyawan, melakukan rapid tes untuk kembali ke Makassar, hasilnya reaktif dan dilanjutkan swab PCR dah hasilnya terkonfirmasi positif.

Kemudian, BPN 254 perempuan (74) KTP Balikpapan merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT), riwayat kontak erat dengan BPN 218.

BPN 255 perempuan (15) KTP Balikpapan, riwayat kontak erat dengan 218. Selanjutnya, BPN 256 perempuan (34) KTP Balikpapan merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT), riwayat kontak erat dengan 218.

Ketiganya merupakan satu keluarga, Yakni BPN 254, 255 dan BPN 256. “BPN 257 laki-laki (33) KTP Balikpapan, masuk rumah sakit, merupakan status PDP kemudian dilakukan pemeriksaan swab PCR dan hasilnya terkonfirmasi positif,” ungkapnya.

“BPN 258 perempuan (58) KTP Balikpapan merupakan perluasan tracking kontak erat dengan BPN 252. BPN 259 laki-laki (44) KTP Balikpapan merupakan PDP, masuk rumah sakit penyakit lain, dilanjutkan swab PCR hasilnya terkonfirmasi positif,” katanya.

“BPN 260 perempuan (56) KTP Balikpapan merupakan kontak erat dengan BPN 228,” ujarnya.

“Sembilan pasie terkonfirmasi negatif, setelah dilakukan swab dua kali berturut-turut, sehingga dapat meninggalkan rumah sakit, BPN 212 laki-laki (49) KTP Balikpapan dinyatakan sembuh dari RS. Pertamina Balikpapan,” ucapnya.

“BPN 214 laki-laki (61) KTP Tanggerang dinyatakan sembuh dari RS. Pertamina Balikpapan, merupakan perluasan tracking dari BPN 129, 145 dan BPN 193,” urainya.

“BPN 215 laki-laki (31) KTP Jakarta dinyatakan sembuh dari RS. Pertamina Balikpapan, merupakan hasil tracking BPN 129, dan BPN 193,” jelasnya.

“BPN 216 laki-laki (39) KTP Jakarta dinyatakan sembuh dari RS. Pertamina Balikpapan, merupakan hasil perluasan tracking BPN 129, 145 dan BPN 193,” bebernya.

“BPN 218 laki-laki (41) KTP Balikpapan dinyatakan sembuh dari RS. Pertamina Balikpapan, merupakan hasil tracking BPN 145. BPN 220 perempuan (27) KTP Balikpapan, dinyatakan sembuh dari RS. Pertamina Balikpapan,” kata dia.

“BPN 211 laki-laki (44) KTP Penajam Paser Utara (PPU), dinyatakan sembuh dari RS. Pertamina Balikpapan, hasil tracking BPN 145, BPN 222 laki-laki (22) KTP Sulawesi Selatan, dinyatakan sembuh dari RS. Pertamina Balikpapan,” tuturnya.

“BPN 225 laki-laki (61) dinyatakan sembuh dari RS. Pertamina Balikpapan. Sehingga total pasien positif 260 orang, pasien dalam perawatan 64 orang, pasien sembuh 191 orang, pasien meninggal dunia lima orang,” pungkasnya.

Demikian disampaikan, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan sekaligus Walikota Balikpapan Rizal Effendi, didampingi Dandim 0905 Balikpapan Kolonel Arm I Gusti Putu Agung Sujarnawa, Wakapolresta Balikpapan AKBP Sebril Sesa dan Kepala Dinas Kesehatan Andi Sri Juliarty, di Media Center COVID-19, Pemkot Balikpapan.(ay)

Samarinda— Melansir data yang disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak melalui aplikasi zoom cloud video meeting, pasien terkonfirmasi positif di Kaltim meroket tajam.

Tercatat pada Sabtu, 11 Juni 2020 terjadi penambahan pasien Covid-19 Sebanyak 31 kasus. Kasus baru hari ini tersebar di lima Kabupaten/kota yakni :

Kabupaten Paser 12 Kasus

  1. PSR 43 Perempuan 53 tahun, PSR 44 Perempuan 14 tahun, PSR 45 Perempuan 12, PSR 46 Laki-laki 53 tahun, PSR 47 Wanita 46 tahun, PSR 48 Wanita 56 tahun, PSR 49 Laki-laki 2 tahun, PSR 50 Laki-laki 14 tahun, PSR 51 Laki-laki 3 tahun, PSR 52 Wanita 51 tahun, PSR 53 Laki-laki 11 tahun dan PSR 54 Wanita 58 tahun merupakan OTG yang kontak erat dengan kasus PSR 23, PSR 32, PSR 33 dan PSR 34 , kasus dirawat di Rumah Isolasi Covid-19 Kabupaten Paser.

Kota Balikpapan Delapan Kasus

  1. BPN 253 Laki-laki 35 tahun warga Sulawesi Selatan, merupakan OTG yang bekerja di Balikpapan akan berangkat ke Makassar, kasus di rawat di RSUD Kanudjoso Balikpapan.
  2. BPN 254 Wanita 74 tahun, BPN 255 Wanita 15 tahun dan BPN 256 Wanita 34 tahun merupakan OTG yang kontak erat dengan kasus BPN 218, kasus dirawat di RSUD Kanudjoso Balikpapan.
  3. BPN 257 Laki-laki 33 tahun merupakan PDP yang ditaetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan dengan keluhan demam, batuk, pusing, mual dan nyeri ulu hati, gambaran hasil foto thorak menunjukkan adanya Pneumonia, kasus di rawat di RSUD Kanudjoso balikpapan.
  4. BPN 258 Wanita 53 tahun warga Balikpapan merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan yang mempunyai keluhan demam, batuk, pilek, mual dan muntah dan merupakan kontak erat kasus BPN 252, kasus dirawat di RSUD Kanudjoso Balikpapan.
  5. BPN 259 Laki-laki 44 tahun warga Balikpapan, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan, kasus dirawat di RSKD Balikpapan.
  6. BPN 260 Wanita 66 tahun warga Balikpapan, merupakan OTG yang kontak erat dengan kasus BPN 228, kasus di rawat di RSUD Kanudjoso Balikpapan.

Kota Samarinda Empat kasus

  1. SMD 79 Wanita 21 tahun, merupakan OTG warga Jakarta yang datang ke Samarinda, kasus di rawat di RS Karantina Bapelkes.
  2. SMD 80 Laki-laki 36 tahun warga Samarinda, merupakan OTG kontak erat BPN 183, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes Samarinda.
  3. SMD 81 Laki- laki 39 tahun warga Samarinda merupakan OTG yang baru Kembali dari Jakarta, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes.
  4. SMD 82 Wanita 60 tahun tahun warga Samarinda merupakan OTG kontak erat kasus KKR 73, kasus dirawat di Karantina Wisma Atlit Tenggarong Seberang.

Kabupaten Kutai Kartanegara Lima kasus

  1. KKR 78 Perempuan 41 tahun warga Kutai Kartanegara, merupakan OTG
    yang kontak dengan KKR 73, kasus dirawat di Wisma Atlit Tenggarong
  2. KKR 79 Laki-laki 34 tahun warga Kalimantan Selatan, KKR 80 Laki-laki 39 tahun dan KKR 81 Laki-laki 48 tahun merupakan warga Jawa Tengah, KKR 82 Laki-laki 51 tahun warga Jawa Timur merupakan OTG yang mengikuti pemeriksaan mandiri dari perusahaan karena terindikasi kontak erat dengan KKR 75 dan KKR 76, kasus dirawat di Wisma Atlit Tenggarong

Kabupaten Kutai Timur Dua kasus

  1. KTM 73 Laki-laki 57 tahun warga Kutai Timur, merupakan ODP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Kutai Timur dengan keluhan demam, pilek dan terdapatgambaran Bronchopeumonia, kasus dirawat di RSUD Kudungga Sangatta.
  2. KTM 74 Laki-laki 18 tahun warga Kutai Timur, merupakan OTG yang melakukan pemeriksaan mandiri untuk keperluan Kembali bekerja, kasus dirawat di RSUD Kudungga Sangatta.

Kemudian penambahan Kasus terkonfirmasi Covid 19 yang dilaporkan Sembuh bertambah 13 Kasus terdiri dari Kutai Timur Satu kasus, Kota Samarinda tiga kasus dan Kota Balikpapan sembilan kasus.

“Mereka dinyatakan sembuh setelah dua kali dinyatakan hasil negatif serta hasil pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19 tersebut,” sebutnya dalam rilisnya melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Sabtu (11/7/2020).

Sedangkan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) terjadi penambahan emapt kasus, sehingga total ODP sebanyak 13.174 kasus, selesai pemantauan 12.558 kasus dan masih dalam proses pemantauan 616 kasus.

Sementara, Distribusi kasus yang dilakukan pemeriksaan Laboratorium sebanyak 5.333 kasus berdasarkan kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) 215 kasus, Orang Tanpa Gejala (OTG) 4.239 kasus dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) 879 kasus.

Dapat disimpulkan kasus terkonfirmasi positif di Kaltim menjadi 673 kasus, negatif 3.870 kasus, sembuh 490 kasus, probable 1 kasus, meninggal dunia 12 kasus dan pasien yang dirawat 171 kasus.

“Kami yakin dengan kebersamaan kita mampu memgatasi covid 19 ini, ayo kita tegakkan dan laksanakan protokol kesehatan secara disiplin disemua aktivitas,”tegasnya.

 

 

BONTANG – Pemerintah dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bontang menyalurkan bantuan paket sembako bagi 393 guru swasta se-Kota Bontang.

Bantuan dari dana zakat tersebut diserahkan langsung Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, di Pendopo Rujab Wali Kota, Kamis (9/7/2020). Hadir pada kegiatan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) beserta jajaran, Inspektur Daerah, Ketua Persatuan Guru Swasta (PGS), dan Kepala Baznas Kota Bontang.

Dalam sambutan singkatnya, Neni Moerniaeni menekankan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan guna memutus mata rantai Covid-19.

Neni juga meminta seluruh guru untuk melakukan inovasi dalam metode pembelajaran, mengingat saat ini proses belajar masih dilakukan secara daring.

Metode pembelajaran, diterangkannya, harus dapat menyenangkan para murid, orang tua, dan guru. Sebab, hal itu dinilai penting untuk membangun karakter anak.

“Jadi ketika kita mendapatkan ujian (Covid-19) ini, bahwa bapak dan ibu guru harus tetap punya inovasi-inovasi yang bisa membangun (karakter) anak-anak kita,” ujar Neni.

Diketahui bersama, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 telah nihil di Kota Bontang. Kondisi ini diharapkan bertahan hingga 28 hari ke depan sehingga status Kejadian Luar Biasa (KLB) dapat dicabut. Begitu pun dengan proses belajar dan mengajar dapat dilakukan kembali dengan tatap muka di sekolah.

Untuk itu, Neni meminta kepada Disdikbud bersama OPD terkait lainnya untuk merumuskan sistem pembelajaran di sekolah sesuai dengan protokol kesehatan sebagai upaya antisipasi agar gelombang ke dua Covid-19 tidak terjadi di Kota Taman.

“Karena virus itu tidak bisa dilihat oleh mata, ya kita sekarang hidupnya sama Covid-19. Harus hati-hati, tidak boleh ada kluster baru, kita tidak boleh lengah,” imbuhnya.

“Sekali terima kasih pengabdiannya sebagai guru swasta, tetap Istiqomah karena guru itu digugu dan ditiru. Oleh karena itu, karena guru itu teladan, (maka) jadilah teladan yang bisa membangun karakter anak-anak,” pungkas Neni.

Di kesempatan yang sama, apresiasi datang dari Ketua PGS Kota Bontang, Baidlowi. Menurutnya, kebijakan ini merupakan wujud perhatian Pemkot Bontang kepada guru swasta yang terdampak Covid-19.

“Di kesempatan ini, kami (mengucap) terima kasih atas nama PGS Kota Bontang atas kebijakan beliau (Wali Kota Bontang). Karena kalau beliau tidak tahu dampaknya Covid-19, mungkin kita tidak akan dapat bantuan,” kata Baidlowi.

Lebih jauh, ia pun berharap bantuan ini dapat terus berlanjut ke depannya. “Mudah-mudahan ini menjadi berkah dan menjadi manfaat,” ucapnya.

Sementara itu, di tempat terpisah Pemkot Bontang kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap III untuk warga terdampak Covid-19.

Dijadwalkan, serah terima bantuan tersebut dilakukan simbolis oleh Wali Kota Bontang di Kelurahan Belimbing, Kelurahan Gunung Telihan, dan Kelurahan Kanaan, Kamis (9/7/2020). (*)

Samarinda—- Dalam sehari Provinsi Kalimantan Timur menambah 19 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Penambahan tersebut diketahui dari Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Kenaikan jumlah pasien positif menurut Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak dari Kabupaten Paser, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur. Berikut sebarannya :

Kabupaten Paser Lima Kasus

  1. PSR 38 Laki-laki 27 tahun warga Aceh, PSR 39 Laki-laki 32 tahun warga Jawa Tengah merupakan OTG yang mengikuti pemeriksaan mandiri dari perusahaan sebagai persyaratan untuk kembali bekerja , kasus dirawat di RSUD Panglima Sebaya.
  2.  PSR 40 Perempuan 8 tahun warga DKI Jakarta merupakan kontak erat PSR 31, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
  3. PSR 41 Laki-laki 59 tahun warga Paser, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Paser dengan keluhan demam, batuk, nyeri tenggorokan dan sesak nafas serta mempunyai komorbid DM dan Hipertensi, kasus dirawat RSUD Panglima Sebaya.
  4. PSR 42 Laki-laki 64 tahun warga Paser, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Paser dengan keluhan demam, mual dan sesak nafas serta mempunyai komorbid DM dan Penyakit Ginjal Kronis, kasus dirawat di RSUD Panglima Sebaya.

Kota Balikpapan Enam Kasus

  1. BPN 247 Laki-laki 37 tahun merupakan OTG warga Surabaya yang mengikuti pemeriksaan mandiri sebagai persyaratan kembali bekerja, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
  2. BPN 248 Laki-laki 34 tahun warga DKI Jakarta, BPN 249 Laki-laki 30 tahun warga Jawa Barat, BPN 250 Laki-laki 39 tahun warga Sulawesi Selatan dan BPN 251 laki-laki 30 tahun warga DKI Jakarta merupakan OTG yang mengikuti pemeriksaan mandiri dari perusahaan, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
  3. BPN 252 Wanita 49 tahun warga Balikpapan merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan yang mempunyai keluhan demam, batuk, sesak nafas, mual dan penciuman menurun, gambaran hasil foto thorak menunjukkan adanya Pneumonia , kasus dirawat di RSUD Kanudjoso Balikpapan.

Kota Samarinda Lima kasus

  1. SMD 74 Wanita 51 tahun, merupakan OTG warga Nusa Tenggara Timur yang datang ke Samarinda dan mempunyai kontak erat dengan KBR 31 dan KBR 32, kasus isolasi mandiri di Kutai Barat.
  2. SMD 75 Wanita 20 tahun, merupakan OTG warga Sulawesi Selatan yang melakukan perjalanan ke Samarinda, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes Samarinda.
  3. SMD 76 Wanita 21 tahun warga Samarinda merupakan OTG kontak erat SMD 72, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes.
  4.  SMD 77 Laki-laki 20 tahun warga Samarinda merupakan OTG pelaku perjalanan dari Jawa Timur, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes.
  5. SMD 78 Wanita 57 tahun warga Kalimantan Selatan, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Samarinda dengan hasil rapid test/IFA positif dan pada tanggal 7 Juni dilakukan pengambilan swab, tanggal 9 Juli dengan hasil terkonfirmasi positif Covid-19 dan pada tanggal 10 Juli pasien meninggal dunia.

Kabupatenn Kutai Kartanegara Satu kasus

  1. KKR 77 Laki-laki 38 tahun warga Jawa Timur, merupakan OTG kontak erat KKR 74, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.

Kabupaten Berau Satu Kasus

  1. BRU 49 Laki-laki 40 tahun warga Sulawesi Selatan, merupakan OTG yang akan kembali bekerja di Berau, kasus dirawat di RSUD A Rivai Berau.

Kabupaten Kutai Timur Satu kasus

  1.  KTM 72 Laki-laki 39 tahun warga Sulawesi Selatan, merupakan ODP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Kutai Timur dengan keluhan demam, kasus dirawat di RSUD Kudungga Sangatta.

Kemudian untuk kasus sembuh bertambah dilaporkan bertambah sebanyak Sembilan Kasus terdiri dari Kabupaten Paser Satu kasus, Kota Samarinda Satu kasus dan Kota Balikpapan tujuh kasus.

“Mereka dinyatakan sembuh, karena dari hasil laboratorium Rujukan Covid-19 dinyatakan 2 kali dengan hasil negative serta hasil pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19,”ujarnya dalam rilisnya melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Jum’at (10/7/2020).

Sedangkan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) terjadi penambahan 41 kasus, sehingga total ODP sebanyak 13.170 kasus, selesai pemantauan 12.558 kasus dan masih dalam proses pemantauan 612 kasus.

Sementara, Distribusi kasus yang dilakukan pemeriksaan Laboratorium sebanyak 5.226 kasus berdasarkan kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) 212 kasus, Orang Tanpa Gejala (OTG) 4.139 kasus dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) 875 kasus.

Dapat disimpulkan kasus terkonfirmasi positif di Kaltim menjadi 642 kasus, negatif 3.856 kasus, sembuh 477 kasus, probable 1 kasus, meninggal dunia 12 kasus dan pasien yang dirawat 153 kasus.

Samarinda – Widagdo Budi Prayogo, narasumber pelatihan olah vokal dan musik bagi para pemuda disabilitas tuna netra yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur mengaku sempat ragu ketika diminta melatih para pemuda tersebut.

“Jujur saya akui dalam 3 (tiga) hari ini membuka wawasan saya, ketika pertamakali diminta menjadi pelatih, saya ragu dan bingung, bahkan sedikit underestimated apakah saya mampu melatih dan mengangkat kemampuan mereka. Namun ternyata kemampuan mereka menerima setiap materi berada jauh diatas yang saya pikirkan, sangat luar biasa,”aku salah satu penggiat seni di Benua Etam itu.

Dirinya pun berpesan kepada para anak didiknya agar tak berhenti hingga pelatihan ini saja, karena tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa asal mau rutin berlatih, bertanya, dan mencoba. Dan yang paling penting jangan pernah merasa berpuas diri dengan kemampuan yang ada saat ini.

“Dispora sudah memberikan kalian kunci untuk ke langkah selanjutnya, harapan saya agar tak berhenti di sini, setelah ini harus ada tujuan lagi yang lebih tinggi, ini hanya langkah awal, tapi langkah selanjutnya tak pernah berhenti dan tak pernah terbatas, kalian harus terus berkembang karena saya yakin dengan kemampuan yang kalian miliki,”katanya.

Dirinya pun berpesan agar D’Nettkre selalu menjaga kekompakan, karena bermain band itu dalam satu kelompok, meskipun banyak jiwa dan banyak tubuh tapi mereka adalah satu serta harus setara, tidak boleh ada yang merasa lebih dari yang lain.

Sementara, pelatih Batik Cap dari Klub Origami Indonesia, Linda Marlina mengatakan dirinya ketika diminta melatih para pemuda disablitas sangat antusias.

“Sebetulnya yang banyak belajar itu saya, karena saya terinspirasi dengan semangat kalian yang luar biasa, teruskan, karena kalian saya yakin akan berhasil, jangan lupa untuk terus latihan dan digali ke depan,”pesannya kepada peserta pelatihan batik cap dari pemuda tuna daksa.

Dirinya pun percaya dan yakin dengan pembinaan dan bimibingan seriusa seperti yang dilakukan Dispora Kaltim maka ke depan karya-karya meeka akan diterima dan diminati masyarakat.

Dwi salah satu peserta pelatihan batik cap mengaku sangat senang mendapat ilmu dan teman baru, bisa ketemu teman yang sama. Dirinya pun berharap kedepan ada pelatihan lagi khusunya bagi mereka para penyandang disabilitas agar tidak menganggur serta dapat terus berkembang dan berkarya.

“Saya sangat senang dapat ilmu, teman dan pengalaman baru, bisa ketawa dan ketemu teman yang sama, sebelumnya saya tidak bisa ngapai-ngapain, Dispora Kaltim terus merangkul saya dengan mengikutkan saya di pelatihan-pelatihan, seperti sebelumnya saya diikutkan pelatihan tekhnisi perbaikan handphone. Jadi orang-orang seperti kami dapat memiliki kemampuan dan keterampilan,”ujanya.

Dwi yang kini telah menerima perbaikan telepon genggam kecil-kecilan di rumahnya, mengaku bersyukur atas kekikutsertaannya dalam pelatihan, dan berharap dirinya dan teman-teman disabilitas lainnya ke depan dapat berkarya dan berwirausaha sendiri dan tak tergantung dengan orang lain. (rdi)

 

Sumber : Dispora Kaltim

Samarinda – Pelatihan Kewirausahaan Pemula bagi Pemuda Disabilitas khususnya tuna netra dan tuna daksa yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (10/7/2020) resmi ditutup oleh Plt. Kadispora Kaltim, H Muhammad Syirajudin di salah satu Hotel di bilangan jalan Bhayangkara Samarinda.

Dalam sambutannya, Syirajudin mengaku terkesima dengan hasil batik cap yang dihasilkan oleh para peserta tuna daksa, dimana dengan waktu hanya 3 (tiga) hari mampu menghasilkan karya yang sangat fantastis, bahkan menurutnya kalau disandingkan dengan pemuda non disabilitas, hasilnya pasti sejajar.

“Saya terkesima dengan hasil batik cap yang dihasilkan hanya dengan waktu 3 (tiga) hari tapi hasil karyanya yang sangat fantastis, ini kalau disandingkan dengan pemuda non disabilitas, hasilnya pasti sejajar. Untuk itu saya berharap pemuda disabilitas ke depan harus menjadi orang yang terdepan dalam berwirausaha, kalau bisa jangan menjadi karyawan tapi manajer batik cap,”ujarnya.

Dirinya yakin dan percaya pada saatnya nanti, dengan kerja keras dan keseriusan teman-teman untuk menyongsong masa depan melalui pelatihan ini, karya-karya para pemuda disabilitas akan dilirik pihak luar baik swasta ataupun sektor pemerintah.

Oleh karenanya Syirajudin berpesan melalui Dispora, dapat menjembatani dengan menawarkan produk batik cap mereka seperti pembuatan tas atau kaos untuk peserta pelatihan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain di Pemerintah Provinsi Kaltim ataupun Kabupaten/Kota

“Pemerintah tak hanya sekedar mendampingi pada saat pelatihan tapi juga harus hadir dengan diimplementasikan memberikan mereka pekerjaan atau menjadi mata pencaharian kedepan, karena tangan-tangan terampil mereka mampu menghasilkan karya-karya yang memiliki nilai pasar. Kepada taman-teman Dispora, agar pelatihan-pelatihan seperti ini kedepan tetap dilaksanakan, karena saya yakin masih banyak pemuda disabilitas di luar sana yang perlu dirangkul agar dapat lebih percaya diri dan setara dengan pemuda non disabilitas lainnya,”pesannya.

Dirinya mengatakan meski sudah tidak memimpin Dispora Kaltim, pria yang kini mengemban tugas baru sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim tersebut akan terus memantau dan mengikuti perkembangan para pemuda disabilitas sebagai bagian dari masyarakat yang perlu diberdayagunakan menjadi SDM yang berkualitas.

Menutup sambutannya, Syirajudin menyampaikan terimakasih kepada para pelatih yang cukup sabar dan telaten memberikan materi-materi pelatihan dan meningkatkan kemampuan peserta, serta panitia yang juga terus mendampingi selama pelatihan, semoga ini menjadi nilai ibadah untuk kalian semua.

Yulia selaku ketua Forum Pemuda Disabilitas Kreatif (FPDK) Kaltim berharap pelatihan ini dapat ditambah lagi untuk menambah kemampuan dan wawasan mereka dalam bidang pelatihan yang diikuti.

“Meski demikian, walaupun waktu pelatihan cukup singkat, namun ilmu yang diterima sangat banyak. Saya dan teman-teman tentu masih merasakan kurang, oleh karenanya ke depan kami berharap dapat mengikuti pelatihan peningkatan kualitas baik batik cap, batik tulis serta olah vokal dan musik, sehingga dapat menciptakan karya-karya yang luar biasa dan dapat diterima masyarakat,”harapnya.

Dirinyapun mengucapkan terimakasih atas perhatian Dispora Kaltim yang sangat membantu mereka, sehingga memiliki harapan baru bagi teman-teman baik daksa, tuli dan netra.

Dalam acara penutupan ini, D’Nettkre Band D’Nettkre yang personilnya merupakan para pemuda disabilitas tuna netra menampilkan perkembangan kemampuan dalam bermusik yang diperoleh mereka selam 3 hari pelatihan sejal 8 Juli 2020 lalu.

Band D’Nettkre yang berarti dimensi netra tanpa batas berkeatif melalui drummernya, Wahyu, mengaku siap bila ada pihak-pihak lain mengundang mereka untuk tampil, dan berjanji tidak akan mengecewakan.

Penampilan D’Nettkre pun menjadi penutup dari rangkaian dari kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi 25 pemuda disabilitas ini, yang terdiri dari 8 (delapan) peserta dari pemuda disabiltas tuna netra yang mengikuti pelatihan alat musik dan vokal serta 7 (tujuh) pemuda disabilitas tuna daksa untuk pelatihan batik cap dan 10 pemuda disabilitas teman tuli untuk pelatihan batik tulis. (rdi)

 

Sumber : Dispora Kaltim

PENAJAM– Dalam rangka menyambut HUT ke- 62 Kodam IV/Mulawarman (Mlw) Tahun 2020, Kodim 0913/PPU menggelar kegiatan bhakti Sosial donor darah, dengan melibatkan dari beberapa instansi yang bertempat di ruang Unit Transfusi Darah RSUD Ratu Aji Butong Jl. Provinsi KM 09 Kelurahan Nipah-Nipah Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim, Kamis (9/7/2020).

Dandim 0913/PPU, Letkol Inf Mahmud, S.Ip menyampaikan kegiatan donor darah ini dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT ke- 62 Kodam IV/Mulawarman untuk membantu sesama bagi masyarakat yang sedang membutuhkan darah terutama bagi saudara-saudara kita yang sedang sakit.selain itu juga untuk kemanusiaan apalagi di musim pandemic ini.

“Darah yang kita sumbangkan ini sangat berharga sekali bagi yang membutuhkan karena stok darah di PMI harus selalu terpenuhi dengan adanya kegiatan ini semoga rekan – rekan kita yang sedang sakit dan membutuhkan darah segera sembuh dan bisa kembali berkumpul beserta keluarga serta melakukan aktivitas kembali,” ucap Dandim.

Dandim juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta donor darah yang sukarela mendonorkan darah untuk keperdulian sesama.

“Saya berikan penghargaan yang setinggi-tinginya kepada para pendonor yang mana dengan ikhlas dan secara sukarela mau memberikan sumbangsih darahnya kepada yang membutuhkan karena setetes darah yang kita berikan sangatlah berarti bagi mereka yang membutuhkan sekaligus sebagai upaya untuk menanamkan sikap peduli kepada sesama,” tutupnya .

Sementara itu dari penyampaian Tim Medis (Kesdim) Kodim 0913/PPU yang dipimpin oleh Peltu Nuril Huda mengatakan pada pelaksanaan donor darah kali ini yang ikut absain 68 orang dan dari sekian orang yang memenuhi persyaratan untuk donor sebanyak 37 orang sedang yang lain di nyatakan tidak bisa mendonorkan darahnya di karenakan tidak memenuhi persyaratan,diantaranya tekanan tinggi ,HB kurang serta habis minum obat .

Penrem 091/ASN

Tenggarong—Mendekati Hari Raya Idul Adha 1441 H. Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kaltim, melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban untuk memastikan hewan tersebut sehat, dibeberapa lokasi penjualan hewan kurban di Tenggarong, Jum’at (10/7).

Kepala DPKH Kaltim, Dadang Sudarya mengatakan, kegiatan ini rutin dilakukan menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha setiap tahun kita memeriksa hewan kurban, baik yang dipelihara di Kaltim maupun hewan kurban dari luar Kaltim dan kegiatan ini guna memastikan hewan kurban semua dalam keadaan sehat.

“Kalau hewan kurban yang dipelihara oleh para peternak lokal itu kami rutin memeriksakan kesehatan hewannya karena ada petugas di lapangan, sementara hewan kurban dari luar kita pastikan juga lakukan pemeriksaan guna memastikan hewan tersebut dalam keadaan sehat, ” ungkapnya.

Dadang Sudarya juga memastikan, tahun ini pihaknya dalam penyediaan kebutuhan hewan kurban lebih besar dari biasanya dan saat ini kebutuhan hewan kurban di Kaltim kita bisa suplai 55 Hingga 60 persen dari peternak lokal.

“Karena sebagian besar peternak lokal di Kaltim kini melakukan pemeliharaan dan penggemukan hewan kurban mandiri yang akan dijual, ” terangnya.

Sementara itu, Kepala Distanak Kukar Sutikno menuturkan, jika semua hewan kurban telah di periksa sehat dan keluar hasilnya kita akan memasang label atau peneng agar masyarakat aman membeli hewan kurban yang sehat.

“Jadi masyarakat jangan asal membeli hewan kurban, karena kita sudah mengecek semua hewan kurban di tempat penjualan maka masyarakat kami imbau cek apakah sudah ada label atau peneng nya di hewan kurban apa belum, karena yang sudah di peneng maka kami pastikan hewan kurban tersebut dalam keadaan sehat, ” tutupnya

 

 

Tana Paser – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIb Tanah Grogot Kabupaten Paser menyediakan fasilitas video call sebagai pengganti dari kebijakan peniadaan kunjungan selama masa pandemi COVID-19.

“Karena tidak ada kunjungan, kami fasilitasi keluarga untuk video call dengan tahanan,” ujar Kepala Rutan Kelas IIb Tanah Grogot Dawa’i, Kamis (08/07/2020).

Dawa’i mengatakan fasilitas tersebut diberikan untuk keluarga tahanan yang ingin berkomunikasi.

“Buat keluarga bisa dengan video call,” katanya.

Sebagaimana instruksi dari Kementerian Hukum dan Ham, kata Dawai, kebijakan tersebut diterapkan untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Untuk mengantisipasi penularan COVID-19, kami tiadakan jam besuk bagi keluarga maupun kerabat warga binaan sampai saat ini hanya dengan Video call,” katanya.

Rutan Tanah Grogot lanjut dia, telah menyiapkan 8 untuk tempat komunikasi video call antara tahanan dengan keluarganya.

“Ada 8 bilik masing-masing kami fasilitasi dengan empat unit komputer dan 4 buah handphone,” ucapnya.

Masing- masing warga binaan diberikan waktu untuk berkomunikasi selama 3 menit untuk menghubungi keluarga.

“Jadi untuk berkomunikasi warga binaan diberikan waktu selama 3 menit yang untuk menghubungi keluarga,” tuturnya.

Dawa’i mengatakan penggunaan telepon seluluer tidak diperkenankan selama di dalam rutan.

Rutan Tanah Grogot kata dia masih memperbolehkan pembesuk mengantar makanan untuk tahanan.

“Kalau untuk keluarga maupun kerabat yang ingin mengantarkan makan masih diperbolehkan dan dititipkan pada petugas,” tutupnya.