Samarinda – Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur mengadakan kegiatan Pelatihan Manajemen Kasus, di ruang rapat Kartini di Kantor DKP3A Kaltim Jalan Dewi Sartika Samarinda, Selasa (18/2).

Kekerasan terhadap perempuan dan anak setiap tahunnya terus meningkat, yang dilaporkan jauh lebih sedikit dibanding kasus yang terjadi di masyarakat. Adanya kegaruan dan rasa takut juga sulitnya akses dalam mencapai layana pengaduan dan kurangnya informasi menjadi permasalahan yang ditemui.

“Data yang kami himpun pada aplikasi Simfoni, jumlah kasus kekerasan yang terjadi di Kaltim dari kurun waktu 2016 hingga 2019 berjumlah 2.384 kasus,” Ujar Noer Adenany Kadib Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Menyikapi data tersebut DKP3A Kaltim perlu penanganann terpadu dan berkelanjutan, oleh karena itu acara hari ini digelar, harapannya agar seluruh peserta dapat memproses kasus ini dengan baik mulai dari proses awal dan identifikasi, proses asesmen yang mencakup assesment awal dan lanjutan, penyusunan rencana intervensi, pelaksanaan intervensi, riview kasus dan evaluasi dan proses terminasi, Tambah Noer.

Peserta pada acara ini adalah Satgas PPA Provinsi Kaltim, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Samarinda, Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat pengelola Rumah Aman. Hadir pada acara ini Kepala DKP3A Kaltim Halda Arysad dan Entin Kurniatin Koswara UPTD PPA Kota Cilegon sebagai nara sumber.

 

SENDAWAR- Dinas  Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Dan perlindungan Anak (DP2KBP3A) diruang Pertemuan DP2KBP3A, melantik sebanyak 25 Dewan dan anggota Saka Kencana.

Pelantikan tersebut berlangsung diruang Pertemuan DP2KBP3A, Rabu 12 Februari 2020. Dihadiri Narasumber Waka Binawasa Kwarcab Kutai Barat, Siti.

Kepala Dinas DP2KBP3A, Yohana menjelaskan, hari ini telah dilaksanakan pelantikan 25 Dewan Saka Kencana beserta Orientasi Pendidikan Kependudukan dengan diikuti sebanyak 60 peserta dari SMA Sederajat. Sebagai anggota diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan dari DP2KBP3A.

Yohana menerangkan, tujuan kegiatan ini ialah mewujudkan visi dan misi DP2KBP3A melalui Saka Kencana terutama misi dari Keluarga Berencana (KB) Nasional.

Berharapkan dengan adanya tenaga kader dan orientasi yang telah dilaksanakan peserta, dapat memahami dan menghindari masalah-masalah kependudukan sedini mungkin serta dapat berbagi informasi kepada keluarga beserta lingkungannya.

Saka Kencana merupakan wadah kegiatan dan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan keterampilan praktis dan bakti masyarakat. Maka melalui kader inilah selaku perpanjangan tangan dari DP2KBP3A,” jelasnya Lebih lanjut Kepala Dinas DP2KBP3A

Selamat bagi 25 kader yang telah dilantik, dan tetap semangat untuk menjalankan perannya dimasyarakat maupun dilingkungannya. Semoga informasi kependudukan ini bermanfaat dan dapat menjadi pembelajaran kedepannya,”pungkasnya.

Mewakili Gubernur Kaltim, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim HM Jauhar Efendi menghadiri acara wisuda dan penyerahan ijazah Universitas Terbuka (UT) Kalimantan Timur Periode I Tahun Akademik 2019/2020 yang berlangsung di Ballroom Hotel Mesra, Minggu (16/2).

Diketahui sebanyak 600 ijazah diserahkan kepada wisudawan- wisudawati program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana.

Samarinda— Mewakili Gubernur Kaltim, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, HM Jauhar Efendi menghadiri acara wisuda dan penyerahan ijazah Universitas Terbuka (UT) Kalimantan Timur Periode I Tahun Akademik 2019/2020 yang berlangsung di Ballroom Hotel Mesra, Minggu (16/2).

Diketahui sebanyak 600 ijazah diserahkan kepada wisudawan- wisudawati program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana.

Acara tersebut mengangkat tema “Membangun SDM Unggul, Kreatif dan Inovatif Dalam Persiapan Menyongsong Amanah IKN di Kalimantan Timur”.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Kaltim, Jauhar mengatakan, wisuda pada hari ini merupakan refleksi keberhasilan penyelenggaraan pendidikan hendaknya tidak hanya dipandang sebagai acara seremonial rutin saja tetapi lebih dari itu, harus disikapi secara arif dan bijak untuk melakukan koreksi terhadap proses manajerial penyelenggaraan pendidikan.

Jauhar juga menyampaikan, perubahan saat ini sedang terjadi dengan begitu cepatnya dan mencakup hampir di berbagai bidang seperti bidang sosial, ekonomi, politik, media hingga pendidikan terutama dengan pindahnya ibukota ke Kalimantan Timur.

“Oleh karena itu maka peran Universitas Terbuka Kaltim dan para sarjana yang dihasilkannya akan sangat penting, karena merekalah yang akan menjadi pemimpin pelaku dan bagian dari pembangunan Kalimantan Timur untuk kemajuan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa kita,”ucapnya.

Ia menambahkan saat ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yakin pemindahan ibukota adalah merupakan langkah maju untuk merubah kesenjangan pembangunan dan jadikan sebaran kesejahteraan yang merata di kawasan luar pulau Jawa.

“Apalagi di era industri 4.0 saat ini, maka tugas kita seluruh perguruan tinggi di Kaltim termasuk Universitas Terbuka (UT) Kalimantan Timur dapat menghadirkan serta meningkatkan sumber daya manusia para lulusannya yang handal berkualitas kreatif dan inovatif guna menyongsong pembangunan ibukota negara di Kaltim, “ujar Jauhar.

“Atas nama Provinsi Kalimantan Timur mengucapkan Selamat kepada wisudawan/wisudawati yang telah di wisuda pada hari ini, ” tutupnya.

Acara juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada wisudawan/wisudawati terbaik atas nama Juliana Farma Indrawati Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan  (FKIP) indeks prestasi kumulatif 3,95 dengan predikat kelulusan pujian.

Disusul Ayu Puspita Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Indeks prestasi kumulatif 3,80 dan Nur Septiana Sasmita Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan indeks prestasi kumulatif 3,66.

Hadir Direktur Universitas Terbuka Kaltim, Drs Rusna Ristasa, Rektor Universitas Terbuka yang di wakili oleh Prof. Doktor chanif nurcholis para Dosen serta orang tua wisudawan-wisudawati. (Diskominfo/Rey).

 

Samarinda – Semakin maraknya penyebaran narkotika diseluruh wilayah tanah air memberikan kekhawatiran akan hancurnya generasi penerus pejuang bangsa. Untuk mencegah hal tersebut. Dinas Sosial Provinsi Kaltim menggelar kegiatan Sosialisasi Bahaya Penggunaan Narkoba tahun 2020, yang dilaksanakan di Aula Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Asih Manuntung Samarinda, Rabu (13/2)

Dalam sambutannya Kepala Dinas Sosial Prov. Kaltim, HM. Agus Hari Kesuma mengatakan sebagaimana diketahui bahwa Napza ialah Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya dikelompokkan menjadi zat/obat-obatan psikoaktif yang banyak dimanfaatkan dan dipergunakan bagi upaya penyembuhan terutama penyakit yang berkaitan dengan pusat saraf. Namun dewasa ini menunjukan peningkatan baik kualitas maupun kuantitas dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Agus memaparkan berdasarkan data BNN tahun 2017, angka pravelensi penyalahgunaan narkotika sebesar 1,77 persen atau setara 3.376.115 orang pada rentan usia 10-59 tahun dan tahun 2018 prevalensi penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar di 3 ibukota provinsi di Indonesia mencapai 3,2 persen atau setara dengan 2,29 juta orang, kemungkinan jumlah tersebut angkat meningkat hal ini berdasarkan informasi yang disampaikan oleh berbagai media cetak dan elektronik tentang kasus-kasus yang terungkap oleh pihak berwajib.

Dirinya menambahkan dengan melihat situasi seperti ini, Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Sosial bertekad bulat, bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan bahaya yang harus ditangani secara dini, dengan melibatkan seluruh potensi yang ada baik dari pemerintah, masyarakat, LSM dan pihak-pihak terkait lainnya.

“Melalui kegiatan ini dapat tumbuh kesadaran masyarakat terutama dikalangan anak dan remaja yang berada didalam panti asuhan khususnya LKSA Asih Manuntung tentang bahaya penyalahgunaan narkoba,” terangnya

Sebagai informasi bahwa Dinas Sosial Sosial Kaltim melalui Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial memiliki tugas dan fungsi melakukan penanganan terhadap penyandang tuna sosial salah satunya adalah Napza, tahun 2020 ini program/kegiatan yang akan dilaksanakan berupa sosialisasi bahaya penggunaan narkoba, praktek keterampilan pemantapan pengembangan usaha bagi korban penyalahgunaan Napza yang dibarengi dengan pemberian UEP kepada korban penyalagunaan Napza sebanyak 10 paket @ Rp 5.500.000.

Pada kegiatan tersebut diikuti 25 orang peserta perwakilan dari anak asuh LKSA Asih Manuntung serta mengadirkan narasumber dari Dinas Sosial Kota Samarinda dan IPWL Sekota Samarinda.

 

SAMARINDA—Ratusan Prajurit dan PNS jajaran Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) beserta Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem PD VI/Mulawarman mengikuti penyuluhan Terpadu Kumdam, Kesdam dan Bintaldam VI/Mulawarman di Aula Wira Yudha Korem 091/ASN, Selasa (11/2).

Dalam sambutan tertulisnya, Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Widi Prasetijono yang dibacakan Pasi Pers, Mayor Inf Simon Mangapa menuturkan Kegiatan ini memiliki makna yang sangat positif dan bermanfaat, karena merupakan suatu wahana untuk dapat saling berbagi pengetahuan serta pemahaman tentang Hukum, Kesehatan dan Pembinaan Mental dalam kehidupan prajurit dan PNS dalam upaya meningkatkan disiplin dan mencegah pelanggaran.

” Harus kita sadari bersama bahwa masih banyak prajurit dan PNS di lingkungan TNI AD yang belum sepenuhnya mengerti dan memahami tentang hukum, kesehatan dan pembinaan mental,”ungkapnya

Lanjutnya, penyuluhan Hukum, Kesehatan dan Pembinaan Mental bagi prajurit dan PNS TNI bertujuan agar jiwa prajurit semakin mantap, disiplin semakin meningkat, keimanan semakin kuat, sehingga bermuara pada pikiran menjadi jernih dan memungkinkan timbulnya berbagai gagasan yang baik serta kekuatan untuk dapat mencegah berbagai macam pelanggaran yang dapat merugikan bagi diri pribadi, keluarga maupun institusi.

Untuk itu, dirinya berharap kepada seluruh anggota agar mengikuti seluruh materi penyuluhan ini dengan sebaik-baiknya, simak dan perhatikan serta catat apa yang disampaikan oleh Tim Penyuluh. Manfaatkan kesempatan yang singkat ini untuk bertanya, menyampaikan saran pendapat dan saling mengisi serta bertukar pikiran dalam menghadapi permasalahan dalam rangka mendukung tugas pokok satuan.

Penyuluhan terpadu mengambil tema Disiplin dan pola hidup sehat serta menangkal munculnya paham radikalisme dapat mencegah dan meminimasir pelanggaran hukum.

Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, untuk penyuluhan Hukum dari Kumdam VI/Mulawarman, Mayor Chk Sentot Wijaya, tentang Pelanggaran Berat dan Sanksi Hukuman Sampai Pemecatan. Kemudian,  bidang Kesehatan dari Denkesyah Samarinda oleh dr. Fitri tentang kesehatan gigi, Penyuluhan Pembinaan Mental oleh Bintalrem 091/ASN Kapten Inf Samsul Fikry S.Ag tentang pembinaan mental secara umum dalam kehidupan Prajurit dan PNS dan Wahyudi Pasi Bin Komsos Siter Rem 091/ASN Mayor Inf tentang paham Radikalisme.

Penrem 091/ASN

SENDAWAR—- Kantor Kepengurusan  Gerakan Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Kutai Barat (Kubar), menerima kunjungan dari SDK Transformasi baru-baru ini.

Kunjungan sebanyak 32 murid SDK Transformasi didampingi empat guru yang terdiri dari dua wali kelas dan dua Assisten Guru diterima langsung oleh Ketua Kwarcab Pramuka Kubar, Yacobus Yamon.

Adapun kunjungan tersebut, juga dihadiri oleh kepengurusan Kwarcab Kutai Barat lainnya, seperti Waka Binawasa oleh Kak Siti, Waka Aset dan Usaha Gerakan Pramuka, Kak Hardi serta kepengurusan lainnya.

 

Yacobus Yamon mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan kunjungan ini dan juga untuk memotivasi bagi murid-murid tersebut. Tidak hanya itu Kwarcab Kutai Barat juga memberikan sedikit reward atau penghargaan bagi murid-murid yang aktif bertanya berupa perlengkapan sekolah.

Yacobus Yamon selaku Ketua Kwarcab Pramuka Kubar menjelaskan kepada para murid –murid tentang struktur kepengurusan. Selanjutnya,  Siti selaku Waka Binawasa menerangkan tentang bumi perkemahan hingga perlengkapan berkemah. Serta tanda-tanda dalam gerakan pramuka. Ditutup dengan permainan dan perkenalan lagu pramuka dari kakak- kakak andalan Pramuka.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDK Transformasi, Nova Maria Nababan melalui  Herni selaku Wali Kelas sekaligus Ketua Rombongan mengungkapkan, kunjungan tersebut, dalam rangka memasuki tema baru di Kelas 3 yaitu tema 8 “Praja Muda Karana”.

Lanjutnya, dalam menerapkan K13 dan untuk memaksimalkan pembelajaran kepada murid di SDK Transformasi setiap awal atau diakhir tema pembelajaran wali kelas wajib mempersiapkan kunjungan sehingga murid lebih memahami apa yang akan atau yang telah mereka bahas dikelas secara teori.

“Diharapkan,  dengan berkunjungan ke Kwarcab Kubar murid SDK Transformasi mendapat pengetahuan tentang Gerakan Pramuka dan lebih bersemangat mempelajari tema 8 yang berkaitan langsung dengan kegiatan Kepramukaan. Kegiatan Pramuka,  bukan hanya sekedar ekstrakulikuler biasa tetapi sebagai salah satu penunjang terbentuknya karakter siswa yang lebih baik sejak dini, ” beber Herni.

 

Yang menarik dalam kunjungan tersebut bagi murid adalah pembahasan tentang  bumi perkemahan dan perlengkapannya. Murid aktif bertanya tentang bagaimana persiapan perkemahan dan juga proses perkemahan seperti perlengkapan apa saja yg perlu dibawa saat berkemah, bagaimana cara mendirikan tenda dan lain sebagainya. Mereka juga tertarik dengan lagu-lagu yang diajarkan oleh kakak-kakak dari Kwarcab Kubar, ujarnya.

Samarinda – Komunikasi merupakan kunci utama dari sebuah keberhasilan dalam menyampaikan sebuah pesan yang akan disampaikan. Sebagai makhluk sosial, manusia tak bisa terlepas dari keinginan untuk berhubungan dengan manusia lain.

Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur, dalam dua tahun terakhir membina Forum Pemuda Disabilitas Kreatif (FPDK) yang memfasilitasi para pemuda disabilitas dengan semua latar belakangnya dan dengan prinsip bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk mereka berkarya dan mandiri.

Melalui Bidang Pengembangan Pemuda, secara aktif melakukan pembinaan Pemuda Disabilitas yang dirangkul dalam FPDK Kaltim dengan tujuan utama yakni agar pemuda-pemudi disabilitas Kaltim menjadi kreatif dan memiliki wadah untuk menghasilkan karya-karya luar biasa sekaligus sebagai pembuktian kepada non disabilitas bahwa disabilitas juga bisa berkarya. Karena pada prinsipnya Pemuda Disabiltas tidak perlu dikasihani, yang mereka butuhkan kesempatan, akses, fasilitas untuk bergabung berkumpul dalam satu wadah, dimana mereka setiap manusia memiliki kemampuan dan menggali kreatifitasnya.

Namun demikian seringkali kendala muncul dalam berkomunikasi, sehingga pesan yang ingin disampaikan menjadi kurang maksimal.

Mengingat pentingnya hal tersebut, Kadispora Kaltim, Muhammad Syirajudin bersama Kabid Pengembangan Pemuda, Hardiana Muriyani memulai program pelatihan bahasa isyarat yang dilaksanakan 2 kali seminggu atau 8 kali pertemuan dalam sebulan.

“Bahasa isyarat kami pandang perlu apalagi pemuda difabel tunarungu cukup banyak yang menjadi binaan FPDK, sehingga kami berinisiatif menggandeng pembelajar bahasa isyarat dari Ikatan Kebersamaan anak Tuli (IKAT) Samarinda dan Yayasan Difabel ID Balikpapan untuk menjadi Pemateri,”kata Hardiana.

Hardiana menambahkan bahwa bahasa isyarat menjadi bahasa non verbal berupa isyarat tangan ataupun jari agar dapat berkomunikasi baik sesama tunarungu, maupun dengan orang pada umumnya. Tentu harapannya dengan pegawai Dispora khususnya di Bidang pengembangan pemuda menguasai bahasa isyarat tidak akan terjadi distorsi komunikasi.

Seperti pada Kamis (30/1), sejumlah pegawai dengan antusias belajar sejumlah bahasa isyarat dari huruf hingga beberapa kata dasar yang umum digunakan diantaranya Kasi kepemimpinan, kepeloporan dan Kamitraan Pemuda, Syahril, Kasi Organisasi kepemudaan dan kepramukaan, Nunung Suriyani, dan Kasi Infrastruktur dan Kewirausahaan Pemuda, Nova Fachlevie dengan dipandu Agustin dan Inggit dari Ikat Samarinda yang juga penyandang Difabel tuna Rungu serta Huda dari Yayasan Difabel Id Balikpapan.

Muhammad Said, salah satu pegawai Dispora yang mengikuti pelatihan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) mengaku sangat antusias untuk mempelajari dan mengikuti setiap ilmu yang diberikan. Menurutnya hal ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi dirinya saat memberikan pelayanan kepada Pemuda Disabilitas yang berkoordinasi ke Dispora Kaltim.

Dari data Survei Penduduk Antar Sensus atau Supas BPS pada 2015 menunjukkan jumlah penyandang disabilitas Indonesia sebanyak 21,5 juta jiwa, sementara dari data Dinas Sosial Kalimantan Timur jumlah penyandang Disabilitas sebanyak 7.500 orang sebagaimana disampaikan pada Seminar Konsultasi Publik tentang Perlindungan dan Pemajuan Hak-Hak Penyandang Disabilitas melalui kerjasama ASEAN yang dilaksankan Kementerian Luar Negeri 21 Juni 2019 lalu di Universitas Mulawarman.

Sementara berdasarkan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kaltim, jumlah Pemuda penyandang Disabiltas sebanyak 116 orang terdiri dari 30 laki-laki dan 86 perempuan, namun belum semuanya bergabung ke FPDK Kaltim yang juga bertujuan untuk menanamkan kemandirian dan kepercayaan diri, dimana penyandang disabilitas cenderung minder dengan keterbatasannya sehingga akhirnya mengurung diri.

 

Sumber : Dispora Kaltim

PPU- Dalam rangka pemberian bekal kepada Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) sebelum memasuki dunia kerja, Serka Siroto bersama Sertu Sutisno dan Sertu Hijral yang merupakan anggota Kodim 0913/Penajam Paser Utara (PPU), melaksanakan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada para CPNS golongan II dan III sebanyak 79 orang di halaman Mess Pemkab PPU Kelurahan Nipah-Nipah, Kamis (22/1).

“Peraturan Baris-berbaris sendiri merupakan suatu wujud latihan ketangkasan yang diperlukan untuk menanamkan kedisiplinan dalam kehidupan militer yang diarahkan pada terbentuknya suatu sikap dan perwatakan tertentu. Pengetahuan dan ketangkasan baris berbaris juga merupakan bekal dasar yang harus dimiliki setiap pemuda sehingga mempunyai disiplin dan rasa percaya diri yang tinggi”, jelas Serka Siroto.

Ia juga menambahkan, bahwa seorang pelatih/komandan/pimpinan harus benar–benar memiliki pengetahuan dan ketangkasan PBB secara mendalam agar ia mampu membekali dan melatih segenap anggotanya dalam rangka mewujudkan bentuk sikap disiplin serta mewujudkan jiwa korsa yang handal dalam satuannya.

Tujuan pelatihan PBB kepada CPNS sendiri yakni untuk memiliki rasa disiplin, loyalitas, rasa persatuan dan kesatuan, membentuk jiwa yang tanggap, tangguh, trengginas, serta memiliki keimanan dan ketaqwaan. Lelah dan panas mungkin mereka rasakan, namun dari kegiatan ini mereka dapat mengambil manfaat yang luar biasa seperti sikap disiplin, kebersamaan, keteraturan dan konsentrasi.

Dirinya juga berharap kepada para calon PNS tersebut agar kedepannya mereka dapat mengingat dan mempraktekkan PBB di kemudian hari. Sehingga saat diperlukan seperti dalam upacara maupun apel, wawasan tentang PBB yang saat ini dilakukan dapat berguna, pintanya.

Salah satu peserta bernama Sella yang merupakan guru honorer di salah satu SMP PPU mengucapkan terima kasih kepada Serka Siroto bersama Sertu Sutisno dan Sertu Hijral yang telah berperan aktif dalam membina CPNS melalui kegiatan latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) ini.

Penrem 091/ASN

SANGATTA-Sejumlah catatan penting mencuat dalam “Rembuk Pendidikan” gelaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Timur (Kutim) yang dipusatkan di area Ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Kamis (19/12/201). Kegiatan yang turut dihadiri Seskab Irawansyah mewakili Bupati Ismunandar, Ketua DPRD Kutim Encek UR Firgasih, Kadisdik Kutim Roma Malau, perwakilan 350 orang terdiri dari UPT Pendidikan, Kepala Sekolah, guru dari 18 Kecamatan di Kutim, hingga sebanyak 176 perwakilan manajemen perusahaan dan stakeholder tersebut menargetkan keselarasan sinergitas antara Pemkab Kutim melalui Disdik lewat CSR pendidikan perusahaan mewujudkan SDM unggul dan berkualitas.

Kadisdik Kutim Roma Malau melaporkan dari data hingga 2019 jumlah siswa di 18 kecamatan Kutim mencapai 82.431 orang mulai tingkat PAUD hingga SMA yang tersebar di perkotaan, pedalaman, hingga pesisir. Dalam rembuk ini Disdik mengajak bantuan CSR perusahaan yang berada di lokasi terdekat sekolah berkontribusi dalam pengembangan kemajuan pendidikan yaitu lewat bantuan dana CSR.

“Kami mengundang bapak-ibu perwakilan perusahaan maupun stakeholder seperti PT Kaltim Prima Coal (KPC), Pertamina, hingga perusahaan perkebunan bisa bekerja sama berkomitmen dalam program mencerdaskan anak daerah terutama di Kutim dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) CSR pendidikan. Tujuan prioritas utama Disdik yaitu mengantarkan anak-anak siwa di 18 Kecamatan di Kutim mampu meraih cita-citanya menjadi SDM unggul dalam segala bidang,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Roma turut mempresentasikan program andalan Disdik yang sudah dijalankan seperti Sistem Informasi Kinerja Guru (Simaksiru) yang didalamnya terdapat laporan kinerja profesi pendidik memenuhi standar profesinya. Hasilnya memberikan jaminan pelayanan pendidikan yang paripurna di wilayah Kutim.

“Dengan berlangsungnya layanan pendidikan secara profesional serta manajemen sekolah yang berdaya guna tinggi, maka upaya menciptakan disiplin dan produktifitas profesi dibidang kependidikan akan lebih terjamin,” sebut Roma.

Ditambahkan Roma melalui Simaksiru, profesi kependidikan di Kutim akan memperoleh manfaat, diantaranya rekam jejak kinerja dan angka kredit terpantau.

“Kenaikan pangkat lebih pasti, kesejahteraan profesi lebih adil dan pembinaan profesi lebih fokus. Intinya aplikasi Simaksiru akan menguatkan pendidikan, khususnya dalam sistem pengawasan pada saat kegiatan belajar mengajar disetiap sekolah di Kutim,” paparnya.

Selanjutnya ada program Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) Bantuan Operasional Nasional (Bosnas) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dilaporkan dengan tertib administrasi, transparan, akuntabel, tepat waktu sehingga terhindar dari penyimpangan.

“Kita antisipasi terjadinya korupsi, untuk itu kita menginput data keuangan secara real sesuai fakta,” jelasnya.

Untuk Digital Learning, Disdik Kutim sudah mensosialisasikan yaitu suatu sistem informasi, komunikasi dan teknologi yang bisa memantau seluruh kegiatan siswa di satu sekolah.

“Mulai dari kegiatan belajar mengajar, kegiatan siswa, nilai ulangan, kehadiran siswa maupun guru, hingga aktifitas pendidikan lainnya,” ujarnya.

Sistem ini juga mendorong siswa lebih mandiri dalam belajar dan mendalami materi bahan ajar. Karena mereka dapat belajar kapan dan dimana saja, baik secara offline maupun online.

“Orangtua dapat memantau seluruh kegiatan anak mereka, cukup dengan menekan tombol informasi yang diinginkan,” terangnya.

Terakhir yaitu Sistem Informasi Penatapan Angka Kredit (SIMPAK) yang diterapkan Disdik Kutim yaitu menggunakan aplikasi di smartphone untuk melihat perencanaan kebutuhan guru, baik menentukan kebutuhan CPNS guru hingga lainnya.

“Ini sangat penting untuk guru untuk memperoleh angka kredit dalam pembinaan karir dan penerbitan SK tunjangan profesi pendidik,” katanya.

Sementara itu, Seskab Irawansyah dalam arahannya upaya Disdik bersinergi dengan CSR perusahaan dalam dunia pendidikan pastinya terus didukung oleh Pemkab Kutim pasalya kolaborasi ini diharapkan berjalan maksimal mencapai SDM unggul.

“Belum lama ini pendidikan yang terkait  dengan kesehatan saat ini sudah kita lakukan yaitu program strategis seperti PAUD dalam mengentaskan kemiskinan. Tentunya kedepan menjadi prioritas pertama sekali yaitu meningkatkan SDM unggul disamping juga melakukan pelatihan pendidikan. Dunia pendidkan bagaimana harus unggul dan berkarakter. Tidak hanya itu, guru-guru dengan pelaku dunia usaha bisa sejalan,” tuturnya.

Irawansyah menambahkan CSR pendidikan juga harus menyentuh peningkatan infrastruktur terutama bangunan sekolah maupun penyediaan fasilitas komputer dan jaringan internet.

“Hasilnya bagaimana membuka isolasi ketertinggalan sekolah yang berada di pedalaman maupun pesisir menghasilkan produk unggulan. Kita punya SDA melimpah seperti batu bara dan perkebunan. Tentunya perusahaan pertambangan maupun sawit mengeluarkan dana CSR nya sebagai bentuk kepedulian kemajuan pendidikan daerah. Selanjutnya peningkatan ekonomi, tanpa SDM unggul otomatis ekonomi berjalan ditempat, dan terakhir yaitu penyederhanaan peraturan lebih berjalan lancar,” tutupnya.