Samarinda—Bank Indonesia (BI) Kaltim menggelar acara bedah buku berjudul Seni Mendidik Anak Dengan Delapan (8) Sentuhan karya Wakil Gubernur Kaltim H. Hadi Mulyadi yang berlangsung di Kantor BI Samarinda lantai 4, Jalan Gajah Mada, Minggu (22/9).

Acara tersebut bekerja Sama dengan Otoritas Jasa Keuangan Kaltim (OJK),

Dalam kesempatan itu Hadi yang menjadi narasumber bedah buku tersebut menerangkan, ada delapan inti nasehat didalam buku yang di buatnya. Kedelapan tips tersebut memang diakui membuat para pendengarnya antusias dan merasa perlu memerlukan buku tersebut.

Diantaranya sentuhan hati, sentuhan lisan, sentuhan fisik, sentuhan media, sentuhan awal, sentuhan potensi, sentuhan lingkungan, dan yang terakhir adalah sentuhan doa. Menurutnya ke delapan Point tersebut sangat berpengaruh bagi pendidikan dini anak oleh orang tua.

Wakil Gubernur H. Hadi Mulyadi menjadi narasumber di acara bedah buku yang berjudul Seni Mendidik Anak Dengan Delapan (8) Sentuhan.

“Kita harus melahirkan bibit bibit anak yang luar biasa, apalagi kedepan daerah kita akan menjadi ibu kota negara, jadi sudah seharusnya dari sekarang orang tua lebih mengedepankan pembinaan melalui 8 point’ tersebut,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Bank Indonesia (BI) Kaltim Tutuk SH Cahyono menjelaskan, kegiatan bedah buku tersebut ialah salah satu rangkaian pengukuhan yang di kemas dalam tema Kalibrasi oleh Bank Indonesia Kaltim.

“Ini masuk di salah satu agenda atas pengukuhan saya, kami ambil Tema Kalibrasi, pekan Literasi. Kenapa literasi, karna literasi itu masih sangat rendah. Kita kan sangat sedikit orang, jadi kita ingin membangkitkan daya minat, moment bedah buku, pojok BI, Lomba, perpustakaan, kita buat semuanya ke Literasi, semua untuk membangun Kaltim dan SDM nya akan unggul, apa lagi kita ini sudah IKN, SDM itu penting, dari literasi ini lah kita mulai membangun,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini murni program BI Kaltim yang dimana tanpa bagian dari program turunan BI Pusat.

“Sebelumnya kami sudah kroscek, memang Kaltim sangat butuhkan Literasi, kami akan bangun minat baca, bahkan bukan hanya baca, pemahaman soal keuangan juga perlu, dan sosial ekonomi. Kami akan berupaya untuk membentuk SDM dengan kesiapan kompetensi agar bisa lebih siap menjadi Tuan rumah Ibu Kota Negara (IKN) nantinya,” jelas Tutuk

Dirinya Berharap melalui kegiatan ini mampu menjadi tolak ukur perubahan bagi masyarakat di Kaltim. Selain dari literasi yang gencar digerakkan oleh BI Kaltim, Tutuk juga berfokus pada pengenalan Media, yaitu sistem penggunaan uang digital.

“Kita saat ini berada di era Digital, maka masyarakat harus lekas mengerti dan diberi pemahaman,kedepan masyarakat harus mulai belajar menggunakan uang melalui digital, nontunai harus kita gala kan, biar lebih transparan, lebih efisien dan lebih baik,” Tutupnya.

Salah satu undangan, Rahmawati (34) tahun, mengaku sangat kagum atas materi yang sampaikan Hadi Mulyadi. Namun Rahma menyayangkan, karena buku tersebut belum tercetak.

“Ini buku sangat saya tunggu tunggu, semoga pak Hadi segera menerbitkan buku ini. Ibu seperti saya pasti sangat memerlukan buku ini, yah kedepannya untuk membantu mengarahkan kami ibu-ibu ini bagaimana seharusnya mendidik anak dengan rasa, seperti yang disampaikan bapak tadi,” tutur Rahma.

Kegiatan tersebut diikuti 500 peserta terdiri mahasiswa dan organisasi wanita serta komunitas di Kaltim. Turut Hadir Kepala OJK Kaltim Dwi Ariyanto, Ketua Dewan Pendidikan Kaltim Hj Encik Widyani, pimpinan OPD dan instansi vertikal di Kaltim.(Diskominfo/Rey)

Samarinda-Gelaran diskusi panel ikatan alumni Unmul, yang membahas kepindahan Ibu Kota Negara Indonesia di Kaltim. Diikuti ratusan mahasiswa berbagai Universitas di Samarinda, bertempat di lingkungan Kantor Gubernur Prov Kaltim, gedung serba guna Olah Bebaya (19/9).

Diskusi tersebut membahas tentang kesiapan masyarakat Kaltim menjadi warga Ibu Kota Negara Indonesia, agar mampu bersaing dengan jutaan pendatang nantinya.

Dalam sambutanya Rektor Unmul H. Masjaya menerangkan tentang asumsi masyarakat yang sering bertanya apakah kaltim mampu dan siap menjadi Ibu Kota Negara Indonesia.

“Keputusan sebagai Ibu Kota Negara Indonesia di Kaltim bukan merupakan keputusan politik. Hal ini adalah demi keseimbangan dan meratanya pembangunan yang ada di Indonesia”, ujar Masjaya.

Kaltim sebagai Ibu Kota nantinya perlu dukungan dari masyarakat dan anak muda.

Dengan tata letak pembangunan Ibu Kota di daerah hutan konservasi, harus tetap menjaga keasrian tumbuhan endemik Kaltim.  Diharapkan ciri khas budaya Kaltim juga harus dikedepankan .

Perguruan Tinggi yang ada di Kaltim juga akan diprioritaskan agar dapat bersaing dengan Perguruan Tinggi di Ibu Kota sebelumnya.

Samarinda – Bimbingan Teknis (BIMTEK) penyusunan rencana aksi Kelompok Kerja (POKJA) Pengarusutamaan Gender (PUG) Kabupaten/Kota Se-Kalimantan Timur Tahun 2019 dilakukan oleh Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi Kalimantan Timur di Ballroom Hotel Midtwon Samarinda, Rabu (19/9).

Bimbingan teknis ini akan menghasilkan peningkatan komitmen dan peran POKJA di Kabupaten/Kota guna mendukung percepatan pelaksanaan PUG di daerah terutama di Kaltim, Sekretaris DKP3A Kaltim Zaina Yurda yang membacakan laporan Kepala Dinas.

“PUG sebagai strategi pembangunan telah menjadi komitmen dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera. Hal itu tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 yang menyatakan dengan tegas bahwa isu-isu gender harus terintegrasi dalam proses penyusunan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Hal tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan fungsional di semua instansi dan lembaga pemerintah, baik di tingkat pusat dan daerah,” Ujar Zaina Yurda.

Disusul dengan terbitnya Peraturan Daerah Kalimantan Timur Nomor 02 Tahun 2016 tentang Pengarusutamaan Gender Dalam Pembangunan Daerah, pembentukan Sekretariat Bersama PPRG melalui SK Gubernur Kalimantan Timur Nomor 463/K.237/2019, pembentukan Tim Kelompok Kerja (POKJA) PUG beserta Tim Focal Point dan Tim Teknis yang beranggotakan seluruh OPD di lingkup Provinsi Kalimantan Timur. Pada tahun ini juga Provinsi Kalimantan Timur sedang memperbaharui rencana aksi daerah pengarusutamaan gender yang dilaksanakan dengan menggunakan APBD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2019.

Dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender di daerah “Provinsi Kaltim telah menginisiasi diantaranya dengan menerbitkan Peraturan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Nomor 85 Tahun 2012 tentang Rencana Aksi Daerah Pengarusutamaan Gender Provinsi Kalimantan Timur,” Tambah Yurda.

Kesepakatan bersama bahwa pelaksanaan PUG akan difokuskan pada prioritas pembangunan daerah dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Disinilah kita harus memberikan ruang partisipasi dalam perumusan kebijakan, meminimalkan konflik dan menguatkan modal sosial antara para pemangku kepentingan. Kemudian menyediakan ide serta sumberdaya yang bervariasi diantaranya dengan mengoptimalkan kolaborasi dan sinergi antara instansi pemerintah dan berbagai pihak terkait.

SAMARINDA— Tingkatkan kualitas pelayanan Pemerintah, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSM) kembali menggelar Pendidikan dan Pelatihan Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP), di aula kantor BPSDM, Selasa (17/9).

Acara yang dibuka langsung oleh Plt Kepala BPSDM Kaltim Aswin, diikuti  49 peserta, terdiri dari 23 peserta angkatan I dan 26 peserta angkatan II, dilaksanakan selama 4 hari mulai 17-20 September 2019.

“Mudah-mudahan hasil pelatihan ini tidak hanya masuk ke otak saja, tetapi hal yang paling penting bagaimana mampu memengaruhi orang di atasnya,” ucap Aswin

Dalam arahannya Aswin juga mengatakan sebagai Perangkat Daerah yang diberi tugas melaksanakan pelatihan bagi ASN di Kaltim, BPSDM turut melaksanakan Visi Kaltim 2018-2023 yaitu Berani untuk Kalimantan Timur yang Berdaulat. Terutama misi pertama yaitu berdaulat dalam pembangunan SDM yang berahlak mulia dan berdaya saing. 

Kemudian misi kelima yaitu berdaulat dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, profesional dan berorientasi pelayanan publik. 

Aswin berharap dengan adanya pendidikan dan pelatihan ini membuat Kaltim lebih baik dan bisa memanfaatkan segala sesuatu untuk kepentingan kita bersama.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis BPSDM Kaltim Buyung Dodi Gunawan menegaskan Pemerintah mewajibkan setiap instansi pemerintah dan unit kerja untuk menyusun laporan akuntabilitas kinerjanya sebagai wujud pertanggungjawaban atas segala tugas dan kewajibannya.

Selain itu, diklat penyusunan LKIP ini dilaksankan dalam angka meningkatkan penyelenggaraan Pemerintahan.

SAMARINDA —- Indonesia saat ini menghadapi budaya literasi atau minat baca yang dianggap masih relatif rendah. Hal ini setidaknya ditunjukkan dari beberapa indikator seperti laporan World’s Most Literate Nation yang diterbitkan oleh Central Connecticut State Univeristy (CCSU) di tahun 2016 yang menyatakan Indonesia mendapatkan peringkat ke-2 terendah dalam daftar tingkat literasi negara-negara di dunia.

Selain itu, berdasarkan penelitian Program for International Student Assessment(PISA) pada tahun 2015 Indonesia berada pada posisi ke-62 dari 70 negara yang diteliti. Dan menurut UNESCO, tingkat literasi membaca di Indonesia hanya 0,001%. Ini berarti dari 1000 orang, hanya 1 orang Indonesia yang memiliki minat baca tinggi.

Dalam sambutannya Tutuk S.H. Cahyono selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur menjelaskan Dampak dari relatif rendahnya tingkat literasi ini, menurut PISA akan berpengaruh pada kemampuan atau daya saing ekonomi suatu negara. Rendahnya tingkat literasi disuatu negara menunjukkan bahwa negara tersebut belum mampu mengoptimalkan kemampuan anak untuk berpikir kritis dan analitis dalam menghadapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif.

“Hal ini tentunya pada gilirannya dapat berdampak pada rendahnya daya saing Ekonomi negara di kancah global”, jelasnya dalam Grand Launching Kalibrasi dan Penandatanganan PKS BI Jangkau,” (17/9).

Ditambahkannya jika ekonomi suatu negara tersebut kurang dapat bersaing, maka akan berdampak pula kepada terbatasnya kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga negaranya.

Oleh karena itu, dalam upaya untuk meningkatkan budaya literasi di Indonesia khususnya di Provinsi Kalimantan Timur, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur menginisiasi beberapa kegiatan yang kami sebut sebagai Pekan Literasi Bersama Bank Indonesia (disingkat KALIBRASI) sebagai satu rangkaian dengan pengukuhan kepala Perwakilan Provinsi Kaltim.

Kegiatan KALIBRASI ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2018-2023 yaitu “Berani untuk Kalimantan Timur Berdaulat”, yang salah satunya bertujuan untuk melahirkan sumber daya manusia yang berkarakter, berkualitas dan memiliki daya saing.

Diharapkan kedepan melalui peningkatan kualitas SDM dapat menjadi modal dasar bagi Indonesia untuk mewujudkan visinya menjadi negara maju. (DISKOMINFO/Lely)

Samarinda—Suara sirine telah berbunyi sebagai tanda peresmian launching Program Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) oleh Gubernur Kaltim Isran Noor yang berlangsung di Ruang Heart of Borneo (HoB) Lantai 2 Kantor Gubernur, Senin (16/09).

Dalam tahap awal peluncuran, Pemprov Kaltim menyediakan 11.106 ruang bagi calon penerima beasiswa untuk semua tingkat pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.

BKT dibagi menjadi dua bagian, Kaltim Tuntas dan Stimulan. Kaltim Tuntas terdiri dari penerima umum, khusus dan kerja sama. Sedangkan Stimulan hanya dibagi menjadi penerima umum dan khusus.

Dalam kesempatan itu Isran mengungkapkan, program beasiswa ini bukan program yang baru namun hanya namanya saja di ganti.

Gubernur Kaltim H. Isran Noor Secara resmi melaunching Beasiswa Kalimantan Timur (BKT)

“Ini bukan program baru, hanya namanya saja diganti. Program ini sudah masuk dalam Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang sekarang dikelola oleh Kementerian Keuangan,” urai Isran.

Isran menjelaskan, BKT merupakan program inovatif karena memberikan beasiswa sampai tuntas dan selesai
dengan harapan, Kaltim memiliki SDM yang unggul dalam pendidikan khususnya dengan hal yang ingin dikuasai.

“Saya ingin Kaltim memiliki siswa-siswi yang menguasai bidang yang mereka ingin kuasai. Niat dan cita-cita saya, ada anak atau putra-putri bangsa yang ahli di bidang yang mereka kuasai, khususnya teknologi contohnya dibidang nuklir. Tentunya untuk membangun reaktor nuklir untuk kepentingan damai, bukan untuk perang serta ada Putra-Putri bangsa yang mampu menguasai banyak bahasa asing semoga itu berasal dari Kaltim,” harapnya.

Ia berharap, dengan di luncurkan program BKT ini, bisa bermanfaat bagi generasi muda agar dapat menimba ilmu tanpa setinggi-tingginya dengan penuh semangat.

“Saya berharap ini bisa bermanfaat. Jangan sampai kita mengeluarkan biaya tapi mereka tidak selesai, itu harus dipertanggung jawabkan dan tentunya tetap semangat untuk menuntut ilmu yang ditempuh,” pungkasnya.

Untuk dapat mengakses infomasi tersebut silahkan masuk kedalam web ini. https://www.kaltimtuntas.id

Turut hadir Plt. Sekda Prov. Kaltim M. Sya’bani, Asisten II Fatul Halim, Ketua Badan Pengelola BKT Iman Hidayat Pejabat Struktural di lingkungan Pemprov Kaltim.(Diskominfo/Rey)

Samarinda— Sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kaltim, Norbaiti Isran Noor meminta kepada seluruh guru dan para pengelola PAUD, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta pihak lainnya yang terlibat langsung dalam pengembangan PAUD agar memberikan dukungan penuh untuk pembangunan dan pengembangan PAUD yang ada di Prov Kaltim.

“Peran dan tanggung jawab sebagai Bunda PAUD sangat berat. Keberhasilan pembangunan PAUD di Kaltim adalah sukses bersama yang kita tujukan untuk masyarakat Kaltim. Dukungan penuh untuk pembangunan PAUD dan bangsa Indonesia yang kita cintai bersama,” katanya pada peringatan HUT XIV HIMPAUDI Kaltim, di Pendopo Odah Etam Samarinda, Sabtu (14/09).

Menurutnya, keberadaan PAUD sangat penting dan strategis untuk mengembangkan anak didik usia dini yang ada di Provinsi Kaltim. Pengembangan program PAUD terus dilakukan sesuai kebutuhan dan tuntutan orang tua, keluarga, dan masyrakat yang memerlukan perluasan akses dan peningkatan mutu layanan PAUD berkualitas.

“Pengembangan TK dan PAUD kedepan harus dihadapi dengan kerja keras dan kerja nyata. Serta disongsong dengan optimisme tinggi untuk mewujudkan PAUD Kaltim yang maju dan para guru serta para pengelola TK dan PAUD menjadi sejahtera,” tuturnya. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi yang mengukuhkan Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Kaltim memberikan pesan Bunda PAUD adalah penggerak perubahan, serta pengawal kebijakan di wilayahnya masing-masing. Keberadaan mereka adalah sebuah harapan agar setiap tunas-tunas bangsa bisa memperoleh hak-haknya dari orangtua, keluarga dan masyarakat dimana dia berada.

“Guru-guru disemua jenjang pendidikan, termasuk untuk guru anak usia dini agar terus meningkatkan mutu dan kompetensinya. Karena setiap anak usia dini juga harus mendapatkan pendidikan yang bermutu seiring dengan pesatnya tumbuh kembang otak,” pesan Hadi. 

Samarinda – Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Muhammad Sa’bani pimpin apel rutin pagi yang dilaksanakan dihalaman Kantor Gubernur Kaltim, Senin (16/9). Dalam sambutannya Sa’bani menyampaikan, Gubernur akan melakukan launching atau meluncurkan program Beasiswa Kaltim Tuntas.

“Ini adalah bagian program strategis untuk mewujudkan pendidikan Kaltim lima tahun kedepan yang ingin dicapai. Sesuai misi menciptakan SDM yang berakhlak mulia dan berdaya saing,” ucap Sa’bani.

Lanjutnya, lima tahun kedepan harus meraih posisi itu. Untuk dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena ini, dua hal strategis untuk menunjang pemerintahan. Khususnya RPJMD dibawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur sekarang ini.

Kebijakan untuk mencapai misi itu adalah mereformulasi kurikulum pendidikan khususnya sekolah-sekolah menengah kejuruan. “Supaya nanti pada saatnya tidak menjadi pilihan ketiga atau keempat, tetapi menjadi pilihan pertama,” terangnya.

Selain itu, Biro Organisasi untuk mengevaluasi semua organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dengan pelayanan publik, “Evaluasi standar pelayanan mereka, mana yang kurang, mana yang sudah memadai, mana yang memang sudah paripurna. Yang belum untuk kita isi apa yang harus dilakukan karena banyak standar pelayanan yang minimal belum dipenuhi,” jelasnya.

Ini menjadi perhatian kita semua dan masing-masing mengevaluasi kinerjanya. Kurang lebih 3,5 bulan lagi akan berakhir pelaksanaan anggaran 2019.

“Target capaian yang sudah ditetapkan tolong dievaluasi mana yang terhambat, mana yang sudah dicapai. Mana yang memerlukan dorongan untuk melakukan meraih capaian targetnya,” harapnya. (Diskominfo – Rzk)

Kukar – Dalam upaya penguatan kelembagaan petani khususnya petani pekebun, Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim melaksanakan kegiatan dinamika Kelompok Tani yang melibat petani lada di dua kecamatan di Kutai Kartanegara, yakni Muara Badak dan Muara Kaman. Kegiatan ini dilakukan, karena pada umumnya yaitu permasalahan manajemen pengelolaan kelompok tani (poktan) yang kurang baik dan tidak tepat sasaran.

Kepala Disbun diwakili Kepala Bidang Pengembangan Komoditi, Bambang Fajrul Fallah mengatakan bahwa Dinamika Kelompok merupakan salah satu upaya Disbun Kaltim dalam hal penguatan kelembagaan. Selama ini banyak poktan hanya berdasarkan kegiatan swadaya masyarakat saja, namun dengan pembinaan yang dilakukan oleh Disbun, poktan  tersebut akan bisa lebih maju.

“Pelatihan Dinamika Kelompok merupakan salah satu upaya kami dalam memperkuat kelembagaan petani pekebun. Banyak poktan yang tidak sehat karena kurang adanya pembinaan,” ujar Bambang, Senin (9/9) kemarin.

Pada tahap ini, Bambang menerangkan, Disbun memfokuskan kegiatan pada Pelatihan Penumbuhan Kebersamaan/Dinamika Kelompok yang diikuti sebanyak 60 orang peserta dari 1 kelompok tani di kecamatan Muara Badak dan 1 kelompok tani dari kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara.

“Dengan adanya kegiatan dinamika kelompok ini, diharapkan kelompok tani tersebut akan semakin kuat dan berkembang. Wawasan pemahaman dan penghayatannya dalam hal pengelolaan kelompok tani melalui sistem kebersamaan ekonomi berdasarkan manajemen kemitraan,” Tutup Bambang.

SAMARINDA—– Masih dalam rangkain memperingati Hari Ulang Tahun Radio Republik Indonesia (RRI) ke-74 tahun 2019, Pagi ini RRI Samarinda kembali menggelar Lomba Mars Angkasawan RRI Tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), di Halaman RRI Samarinda, Selasa (10/9)

Kepala RRI Samarinda, Khalidiraya dalam sambutannya mengatakan perlombaan yang RRI gelar pada hari ini adalah salah satunya untuk memperkenalkan Mars Angkasawan RRI kepada anak usia dini.

Semboyan “Sekali Di Udara Tetap Di Udara” amat dekat dengan RRI selama berpuluh-puluh tahun. Selama 74 tahun lebih RRI menemani masyarakat indonesia.

“Anak-anak pada usia dini harus mengetahui bahwa RRI adalah alat pemersatu bangsa,”tegasnya

Dirinya juga mengatakan, kegiatan Lomba Mars angkasawan RRI ini diikuti sebanyak 16 Taman Kanak-Kanak yang ada di Kota Samarinda terdiri dari TK.Islam Al-Kausar, TK Asisi, TK.Tunas Rimba 2 TK. Fajar Harapan,TK. Bhayangkari 2 dan TK. Budi Bhakti serta TK.Kebun Kita Samarinda, dimana masing-masing peserta berjumlah 15 hingga 20 orang.

Tambahnya, khususnya dalam penilain RRI Samarinda mengahdirkan tiga dewan juri. Sementara untuk penilaian terdapat tiga kategori diataranya kekompakan dalam pengucapakan, keseragaman dan Penampilan. (diskominfo/ris)