Kunjungan Kerja Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kabupaten Belitung Timur ke Dekranasda Kota Samarinda disambut oleh Ketua Dekranasda Kaltim Ibu Puji Setyowati di Rumah Jabatan Walikota Samarinda, Jumat (1/11). Ibu Puji Setyowati menyambut didepan pintu rumah jabatan, menggunakan kebaya berwarna merah muda dan bawahan bermotif sarung samarinda tampak serasi dengan pengurus dekranasda kota Samarinda yang hadir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Samarinda – Kunjungan Kerja Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kabupaten Belitung Timur ke Dekranasda Kota Samarinda disambut oleh Ketua Dekranasda Kaltim Ibu Puji Setyowati di Rumah Jabatan Walikota Samarinda, Jumat (1/11).

Ibu Puji Setyowati menyambut didepan pintu rumah jabatan, menggunakan kebaya berwarna merah muda dan bawahan bermotif sarung samarinda tampak serasi dengan pengurus dekranasda kota Samarinda yang hadir.

Dalam sambutannya bu Puji mengajak untuk menyusuri Kota TEPIAN menggunakan kapal wisata dan belanja Sarung Samarinda di Citra Niaga.

“Jika malam hari pancaran lampu jembatan Mahkota 2 dan Mesjid Islamic Center sangat indah,” Terang Ketua Dekranasda Kota Samarinda.

Ibu Susi Siswari Yuslih Ihza, ketua Dekranasda Kabupaten Belitung Timur dan rombongan yang sudah beberapa hari di Kota TEPIAN tampaknya betah.

Kabupaten Belitung Timur ingin belajar bagaimana cara membesarkan kerajinan khas yang ada di Samarinda, seperti sarung samarinda dan kerajinan manik.

“Sarung samarinda terus dibudayakan oleh Dekranasda dan Pemerintah Kota Samarinda dengan mengeluarkan Perwali untuk menggunakan pakaian bermotif sarung samarinda setiap hari Kamis. Jangan lupa nanti sebelum pulang mampir ke desa wisata pampang ” Tambah Bu Puji.

Tampak hadir ketua bidang dokumentasi dan kehumasan Dekranasda Kaltim Nurulita bersama anggota Heru Apriyadi.

Sajian Khas Samarinda yaitu Nasi Kuning dan Soto Banjar mengakhiri kunjungan kerja ini.

SAMARINDA— Kebudayaan memegang peranan penting dalam memajukan suatu bangsa. Keberagaman kebudayaan daerah merupakan kekayaan dan identitas bangsa yang sangat diperlukan untuk memajukan kebudayaan Nasional Indonesia.

Dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal, Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov. Kaltim menggelar pembinaan dalam rangka memasyarakatan Tari Olah Bebaya di lingkungan Pemprov Kaltim, di Aula Korpri Prov. Kaltim, Rabu (30/10)

Kasubag Pendidikan dan Kebudayaan Biro Kesra Setdaprov Kaltim Rusdiana mengatakan selaku unsur tugas pokok koordinasi pembinaan dan pemberian bimbingan monitoring dan evaluasi perlu mengembangkan budaya yang ada dalam rangka memasyarakatkan tari budaya sekaligus mempromosikan kepada masyarakat luas agar Kaltim dikenal dengan kekayaan budayanya, disamping keragaman dan keunggulan komparatif sumber daya alamnya di tengah-tengah dikenalnya tari senam olahraga rekreasi dari luar daerah oleh masyarakat.

“Upaya pelestarian dan pengembangan budaya juga diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kepedulian terhadap budaya,”ucapnya

Dirinya juga menjelaskan maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai media dan sarana guna menumbuh kembangkan kreativitas berkesenian seni tari masyarakat Kalimantan Timur yang memadukan gerak tari dan olahraga yang biasa dengan olahraga rekreasi.

Dalam kegiatan tersebut dibagi dua tahap yaitu tahap pertama adalah pengenalan tari olah bebaya langsung dipraktekkan oleh instruktur dan tahap kedua adalah tahap evaluasi sampai mana peserta menyerap gerakan tarian tersebut untuk disosialisasikan di perangkat Daerah masing-masing.

100 Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut jelasnya adalah perwakilan dari perangkat Daerah di lingkungan Pemprov dan perwakilan dari kabupaten kota se Kaltim tang dilaksanakan selama satu hari.

Tari olah bebaya berjudul goyang olah bebaya berdurasi 6 menit merupakan karya anak muda Kaltim. Untuk aransement dan lirik lagu dibuat oleh Ari Budiman dan gerakan tari oleh Zin Layli dan Zin Titis. (diskominfo/ris)

Samarinda—Puluhan anak muda generasi milenial Kaltim antusias mengikuti rangkaian acara Festival Pemuda Kreatif dan gelar produk wirausaha pemuda di halaman Kantor RRI Samarinda, Jalan M. Yamin, Sabtu(26/10).

Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan inisiasi oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim bekerja sama dengan RRI Samarinda yang juga merupakan rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-91.

Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim Syirajudin mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut tidak lain adalah untuk mendorong kreatifitas pemuda dalam berkreasi guna membuka peluang-peluang berwirausaha.

“Melalui kegiatan tersebut, kami berharap agar pemuda dapat termotivasi untuk turut berwirausaha dan menghasilkan kreatifitas produk yang memiliki nilai jual di pasaran,”ucap Kadis yang dikenal murah senyum tersebut.

Dirinya juga menambahkan, melalui kegiatan ini terlihat bagaimana peran pemuda ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah, apalagi Kaltim sudah di tunjuk sebagai ibukota negara, tentunya pembangunan Sumber Daya Manusia menjadi hal yang harus di perisapkan.

“Saya yakin, pemuda di kaltim siap menyambut kaltim sebagai ibu kota baru. Untuk itu pemuda harus siap dengan skillnya. banyak yang harus di siapkan guna mempersiapkan hal tersebut. Dan saya berharap pemuda di kaltim jangan sampai jadi penonton di rumah sendiri,”harapnya sekaligus membuka langsung kegiatan tersebut.

Sementara itu ketua panitia Juliah menyampaikan, gelar karya dan produk sendiri akan berlangsung selama 2 hari (26-27) Oktober, dengan mengangkat Tema “Bersama kita maju”.

“Ini merupakan tahun kedua dan mudah-mudahan tahun depan kegiatan ini terus di laksanakan,”ucapnya.

Ia mengatakan selain gelar produk wirausaha pemuda, kegiatan juga diisi dengan diskusi tentang “Young Inspiration” dan pertunjukan kopi.

Diskusi ini akan memberikan gambaran bagaimana pembicara Michael Angelo Ryanto Chaniago, pemilik Karma Speciality Coffee and Indie Creative membangun usahanya sehingga mampu memotivasi sekaligus bertukar pemikiran kewirausahaan

Senada Kabag Tata Usaha Drs. Tauhid mewakili Kepala RRI Samarinda mengungkapkan RRI senantiasa memberikan ruang kepada seluruh komponen baik pemuda dan organisasi lainnya untuk hal yang positif.

Dalam hal ini ia juga mengajak para generasi melenial dalam memasuki era industri 4.0, dunia digital agar cerdas dan bijak menggunakan sosial media terutama melawan berita negatif atau hoax.

“Diharapkan kegiatan tersebut bisa dan mengkonter berita-berita negatif. Kegiatan ini juga memberikan energi positif kepada para pemuda untuk bangsa ini. Sekali lagi RRI Samarinda sangat antusias untuk kegiatan seperti ini,”pungkasnya.

Acara di rangkai dengan pemberian penghargaan kepada Pemuda Berpretasi, Organisasi dan Komunitas Pemuda diantaranya Penghargaan Mitra Teraktif kepada Komunitas Sahabat Pelita Bunda, Forum Kewirausahaan Pemuda Kaltim, dan Pemuda Relawan Indonesia.

Forum Pemuda Disabilitas Kreatif (FPDK) Kaltim mendapat penghargaan Partisipan Aktif Dispora Kaltim, dan Nominator Duta Wirausaha Muda Pemula masing-masing kepada Desy Gamelina, Indah Purnamasari, Flora Irawati dan Johan Irawan.

Turut Hadir Istri Wakil Gubernur Kaltim Erni makmur, Kadis Kominfo Kaltim Diddy Rusdiansyah, serta pejabat Struktural Di lingkungan Pemprov Kaltim.(Diskominfo/Rey)

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang melepas Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kabupaten Kutai Timur yang akan mengikuti kegiatan Pesparawi Tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di halaman Kantor Bupati, Jumat (18/10/2019) dihadiri Ketua Pengadilan Agama Sangatta, H Ahmad Asy Syafi’I, staf ahli bupati, panitia dan sebagian peserta Pesparawi.

Pesparawi tingkat Provinsi Kaltim akan digelar di Kabupaten Kutai Barat pada 20 – 25 Oktober 2019 menyelenggarakan 12 kategori lomba. Dari 9 Kabupaten/Kota se-Kaltim hanya dari Kabupaten Paser yang tidak mengirimkan perwakilan untuk acara tersebut.

Dalam sambutannya Kasmidi Bulang menyampaikan bahwa Kutim adalah gudang prestasi, karena dibuktikan setiap perwakilan Kutim yang berlaga di lomba apa saja mampu meraih hasil yang memuaskan dan membawa nama harum Kutim baik di level provinsi, nasional maupun internasional.

“Saya mendapat informasi bahwa tim ini sudah berlatih selama 3 bulan dan dalam seminggu 3 kali latihan dengan durasi 2 jam setiap latihan. Bukan hanya itu tim Pesparawi ternyata juga berdikari mencari tambahan dana untuk keperlluan kostum dengan bernyanyi di beberapa gereja setiap minggunya. Saya sangat mengapresiasi perjuangan seperti ini dan layak disupport apalagi membawa nama Kutim,” tegas Kasmidi, pria yang hobi berpetualang dengan motocross ini.

Ia menambahkan mudah-mudahan dengan perjuangan dan usaha yang sangat gigih kurang lebih 3 bulan ini, tim Pesparawi juga bisa memberikan yang terbaik dan membawa kebanggaan dan nama harum Kutim.

“Saya juga ingatkan kepada seluruh peserta untuk menjaga kesehatan dengan baik mengingat perjalanan yang bakal ditempuh kurang lebih 15 jam ke Sendawar Kubar. Dibutuhkan stamina yang prima apalagi menyangkut olah suara ini, kurang fit sedikit saja bisa tidak maksimal. Dan atas nama Pemkab Kutim, saya menyampaikan selamat berjuang, jaga kekompakan dan nama baik Kutim,” ungkap Kasmidi.

Sebelumnya Kementerian Agama Kutim, dalam hal ini Bimas Agama Kristen, Nakuleni menyebutkan nantinya Pesparawi akan mengikuti berbagai kegiatan lomba dalam ajang tingkat provinsi tersebut. Terdapat delapan bidang lomba, mulai dari paduan suara dewasa campuran, paduan suara wanita, vocal grup remaja putra putri, solo remaja putra-putri, dan cerdas-cermas Alkitab.

“Tim Pesparawi berterimakasih atas dukungan dari Bupati Ismunandar dan Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Ketua DPRD Kutim Hj Encek UR Firgasih, PT KPC, gereja –gereja serta seluruh donatur yang sudah berkontribusi, terhadap kegiatan yang melibatkan 120 orang dalam ajang Pesparawi tingkat provinsi Kaltim. Rencananya akan dibuka langsung oleh Gubernur Kaltim Isran Noor di Stadion Sepakbola Swas Gunaq Kecamatan Barong Tongkok Kubar,” ungkap wanita beparas lembut ini.

Informasi dari pihak Kementerian Agama Provinsi Kaltim, ada 12 cabang lomba yang ditampilkan dan akan menggunakan beberapa gedung pertemuan umum untuk kegiatan tersebut diantaranya Balai Pertemuan Umum (BPU) Tanaa Purai Ngeriman, Gedung PKK, hingga Aji Tullur Jejangkat di Kantor Pemkab Kubar.

“Kegiatan Pesparawi tingkat provinsi ini merupakan ajang dalam melekatkan beragam nilai-nilai kemanusian dan persaudaraan, seperti saling hormat-menghormati. Sebagai umat beragama , dalam hal ini umat kristiani di Kaltim, tentu kita harus mencipatkan harmoni dalam kesatuan berbangsa dan bertanah air. Untuk itu melalui Pesparawi, diharapkan wakil dari Kutim dapat mengharumkan nama daerah,” jelas Nakuleni.

Rapat kerja teknis DEKRANASDA Kaltim dengan nara sumber, Ihwan Asrin, Sekjen Dekranas, Kresensia Rikam, Wakil Ketua Harian Dekranasda Kutai Barat, Fuad Asadin, Kadis Perindagkop Kaltim, Di Sekretariat Desranasda Kaltim Jalan H.A.M Rifaddin, Rabu (16/10).

 

 

 

 

 

Pengukuhan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kaltim Periode 2018 -2023 di Sekretariat DEKRANASDA Jalan H.A.M Rifaddin Samarinda, Rabu (16/10).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Samarinda— Pengurus harian Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kaltim periode 2018 – 2023 resmi dikukuhkan oleh Ketua Dekranasda Kaltim Hj. Noorbaiti Isran Noor di Kantor Dekranasda Kaltim Jalan HM Rifaddin, Rabu (16/10).

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Gubernur Kaltim Isran Noor. Dalam sambutannya Isran mengatakan dengan adanya kepengurusan Dekranasda ini sebagai upaya memaksimalkan potensi produk lokal. Menurutnya, pengurus memiliki tugas yang tidak lepas dengan tugas pemerintah mengembangkan industi kerajinan dan memajukan ekonomi masyarakat pengerajin. 

“Semua punya tangung jawab. Karenanya seluruh pengurus Dekranasda Kaltim dan Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota beserta pengurus diajak mewujudkan program pokok Dekranasda dimaksud. Termasuk diharap terus meningkatkan kepedulian agar mampu selalu melestarikan dan memaksimalkan produk lokal yang ada di daerah,” katanya. 

Terpenting, kata dia, tidak berhenti membina pengerajin dengan meningkatkan kapasitas dan kreatifitasnya agar bersaing. Bila hasil kerajinannya sudah semakin baik dan kreatif, langkah selanjutnya Dekranasda bisa meningkatkan promosi untuk meluaskan pasar dalam dan luar negeri. 

“Produk lokal tidak akan berdaya saing jika tidak dikembangkan,” sebut Isran. 

Disisi lain, ia mengajak seluruh pengurus Dekranasda meningkatkan kekompakan untuk menghadapi tantangan kedepan. Dengan kompak dan kerjasama baik diharap bisa mencapai tujuan bersama, yakni melestarikan dan mengembangkan kerajinan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan pengerajin.

“Karenanya disarankan terus meningkatkan kerajinan yang menjadi kekhasan lokal masing-masing. Dengan menonjolkan kekhasan yakin akan unggul, karena tidak bisa ditiru daerah dan negara lain,” imbuhnya. 

Samarinda – Melakukan promosi melalui media sosial sangat ampuh dan terbukti manjur dari waktu ke waktu. Bagi perusahaan dan penggiat produk lokal media sosial bisa digunakan untuk melakukan promosi produk atau jasa, agar para konsumen bisa melihat produknya langsung dari handphone, Hal ini yang diinginkan oleh ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Kaltim Noorbaiti, Senin (14/10).

Secara khusus Ketua DEKRANASDA Kaltim menyebut Diskominfo Kaltim, Untuk dapat memberikan perhatian khusus kepada pengerajin lokal “Diskominfo kami harapkan bisa promosi melalui teknologi informasi maupun televisi dan media elektronik yang berbasis untuk promosi kerajinan lokal Kalimantan Timur, promosi ini yang harus terus laksanakan,”Ujar Noorbaiti.

Kerajinan lokal di Kalimantan Timur ini sangat unik dan berbeda, contoh saja olahan dari rotan banyak olahan rotan yang bisa dijadikan produk unggulan salah satunya lampit, kursi. Terlebih olahan manik yang ada di Kaltim sangat bagus coraknya

“Anak sekolah bisa berkunjung ke DEKRANASDA Kaltim untuk melihat pengerajin sedang membatik, menenun dengan jadwal yang sudah diusulkan sebelumnya, namum kita harus persiapkan terlebih dahulu secara matang,” Harapnya

Dengan anak-anak muda yang berkunjung kesini dapat memotivasi untuk menjadi pengerajin produk adalan Kalimantan Timur.

“Sekarang yang saya liat banyak pengerajin lokal yang sudah sepuh, usianya sudah 70 tahun lebih masih memintal benang, belum ada anak-anak muda. Harapan kami dengan berkunjungnya anak-anak muda kesini mereka tergugah untuk menjadi pengusaha di sektor kerajinan lokal Kalimantan Timur, Tambahnya.