Tana Paser – Kampung Dongeng Paser, Kabupaten Paser membentuk relawan di 10 kecamatan guna menggiatkan budaya membaca sejak usia dini.

“Sudah terbentuk di 10 kecamatan. Seperti di Kuaro mereka aktif melakukan kegiatan ke sekolah-sekolah,” kata Ketua Kampung Dongeng Paser Kasrani, Jumat (15/5).

Sejauh ini kata Kasrani sudah ada 22 pendongeng yang aktif di berbagai kegiatan.

“Para pendongeng kami dari berbagai profesi. Ada guru, polisi, tenaga kesehatan,” ujarnya.

Ia menambahkan saat ini para pendongeng masih membutuhkan jam terbang atau pengalaman lebih banyak.

“Makanya kami nanti mau perbanyak workshop bagi pendongeng. Memang sebagian sudah ada yang banyak pengalamannya,” katanya.

Wakil Ketua Kampung Dongeng Paser, Sulistyo Joko Purnomo mengatakan saat ini sudah ada delapan sekolah yang bekerjasama untuk kegiatan dongeng setiap pekannya.

“Mereka memiliki komitmen untuk menggiatkan budaya literasi disekolah,” ujar Joko.

Bahkan kata ia, ada sekolah di Kecamatan Muara Komam yang sudah menindaklanjutinya berupa kerjasama dengan perusahaan.

Joko berharap budaya literasi anak terutama mendongeng dapat ditumbuhkan sejak dini.

Untuk mewujudkan itu, beberapa orangtua pun juga sudah ada yang dilibatkan dengan diberikan pelatihan cara mendongeng.

“Terutama di sini ada peran orangtua sehingga kegiatan mendongeng bisa mulai dipraktekan di rumah,” ujarnya.

 

SAMARINDA – Jambore Pemuda Daerah (JPD) bertujuan untuk meningkatkan kualitas calon peserta dan menetapkan calon peserta Jambore Pemuda Indonesia (JPI) asal Kaltim yang layak dan baik mewakili Benua Etam di ajang tahunan tersebut yang rencananya di tahun 2020 diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur.

Pun demikian di tahun 2020 ini saat dunia dilanda pandemic Virus Corona (Covid 19) penyelenggaraan JPI masih belum ada kepastian mengenai jadi tidaknya dilaksanakan dari Kemenpora RI.
Hal ini disampaikan Kadispora Kaltim, Muhamammad Syirajudin saat memimpin rapat Dispora se-kaltim yang dilaksanakan dengan Video Conference Zoom, Senin (4/5/2020).


“Hingga pelaksanaan rapat ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga belum memastikan jadi atau tidaknya kegiatan yang biasanya dilaksanakan bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda tersebut dilaksanakan. Saya sudah berkomunikasi beberapa kali bertanya di WA grup Dispora Indonesia, namun tidak mendapat tanggapan dari pihak Kemenpora khususnya terkait kepastian pelaksanaan,”katanya menanggapi pertanyaan peserta rapat.

Dari rapat tersebut juga diketahui bahwa 3 Kabupaten/Kota di Kaltim memastikan diri tidak mengikuti JPD Kaltim yang akan dilaksanakan di Tenggarong, Kutai Kartanegara. Ketiga daerah tersebut yakni Kota Bontang, Kutai Timur dan Kutai Barat.

“Kami memohon maaf tidak dapat mengikuti Jambore Pemuda Daerah tahun ini dikarenakan anggaran untuk mengikuti kegiatan tersebut telah dialihkan untuk penanganan pandemi Covid 19,”ujar Kadispora Bontang, Bambang Cipto Mulyono.


Hal senada juga disampaikan oleh Kadispora Kutai Timur, Basrie. Dirinya mengutarakan sebagaimana intruksi Bupati Kutim bahwa sebagian besar anggaran dinas dialihkan untuk membantu penanganan Covid-19.

“Sangat disayangkan Kubar, Kutim dan Bontang gak mengikuti Jambore Pemuda kali ini, artinya ada 21 Pemuda, dimana tiap daerah diwakili 7 orang pemuda, yang kehilangan kesempatan menunjukkan potensinya untuk mengikuti Jambore Pemuda Indonesia dan bertemu dengan seluruh pemuda di tanah air,”sayang Syirajudin.

Kaltim sendiri sebenarnya merupakan Provinsi pertama yang menggelar JPD sebagai ajang seleksi bagi pemuda sebelum mengikuti JPI pada tahun 2012 lalu dan tahun ini sejatinya merupakan gelaran yang ke delapan.

 

Sumber : Dispora Kaltim

Samarinda— Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Samarinda Puji Setyowati resmi membuka galeri Dekranasda yang berada di Jalan S.Parman (belakang taman cerdas), Selasa (10/3).

Dalam kesempatan tersebut dirinya mengatakan galeri ini merupakan tempat sampel produk yang sudah terakurasi dengan baik oleh Dekranasda maupun pihak terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Selain itu,  galeri Dekranasda sebagai wadah untuk mengapresiasi kerajinan para pengrajin lokal.

“Produk yang ada sudah diakurasi dengan baik. Mulai dari kain tenun, kain batik, hingga berbagai hiasan manik-manik yang bisa dijadikan buah tangan dan diperkenalkan ke seluruh masyarakat yang berkunjung ke galeri,” tuturnya.

Diakui Puji, selain memajang produk kerajinan, galeri tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas mini teater yang bisa dipenuhi oleh 30 – 40 orang. Ruangan ini diperuntukkan bagi tamu yang ingin melihat perkembangan Usaha Kecil Menengah di Samarinda dalam bentuk visual.

“OPD lain bisa menggunakan, tak hanya produk UMKM saja, namun juga produk pertanian atau apapun yang berkaitan dengan pusat informasi bisa diolah dalam bentuk video dan bisa dibawa kemari maksimal 40 orang,” paparnya.

Karenanya, Puji meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah dan Perbankan untuk dapat mengarahkan para tamu yang datang ke Samarinda untuk berkunjung ke galeri Dekranasda.

“Kami titip kepada OPD dan dunia perbankan untuk bisa diarahkan kesini, kami siap untuk memberikan cinderamata terbaik kepada para tamu. Terima kasih dukungan Pemkot, ini kami persembahkan untuk masyarakat Samarinda,” ucap Puji.

Sebelum peresmian dilakukan, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Samarinda bersama Walikota Samarinda melakukan ramah tamah dengan siswa-siswi Sekolah Dasar

 

Peresmian Galeri Dekranasda oleh Ketua Dekranasda Kota Samarinda didampingi Walikota Samarinda. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2020

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan syukuran dan potong tumpeng serta doa bersama agar Galeri ini dapat bermanfaat dengan baik

 

Ketua Dekranasda dan Walikota Samarinda mencoba untuk membatik dengan menggunakan canting. Tak lupa apresiasi keduanya dengan para pengrajin dan desainer yang sudah meramaikan industri kerajinan Kota Samarinda

 

Sumber foto: @iam_cdnp

Samarinda—Sebanyak 45 calon peserta Duta Wisata dan Putri Pariwisata Kota Samarinda 2020 mengikuti pembekalan materi yang berlangsung di ruang rapat lantai 2 Balai Kota, Senin (2/3).

Adapun pemateri yang hadir pada hari ini ada dari PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) Kaltim Imam Taufik Malik , Dr. Phil Maria Teodora Ping untuk sesi english class dan sesi Beuty Class bh la tulipe LA Tulipe.

Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Samarinda melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata M. Firman menuturkan, tujuan dari pelaksanaan ini guna menambah pengetahuan bagi para duta pariwisata, berkaitan dengan materi yang di berikan pada pagi ini yakni tentang bahaya penyebaran virus HIV/AIDS.

“Inilah kita bekali, agar mereka juga bisa ikut mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya dunia kepariwisataan tentang bahaya virus HIV/AIDS,” Ujar Firman.

Firman juga menyampaikan, dari total 45 peserta terdiri 15 Putri Pariwisata, 15 Duta Wisata Putra dan 15 putri akan mengikuti rangkaian kegiatan dari tanggal 12-14 Maret 2020.

“Untuk tanggal 12 Maret mereka akan mengikuti uji kompetensi kepariwisataan dan wawasan pariwisata serta umum. Sementara tanggal 14 maret akan mengikuti uji bakat,” Jelasnya.

Dirinya berharap, Melalui pembekalan ini mampu meningkatkan kemampuan para duta wisata Kota Samarinda baik wawasan dan pengetahuan tentang potensi dan wisata daerah, maupun kepribadiannya yang berkarakter budaya. (Diskominfo/Rey)

Samarinda— Buddhist Center Samarinda Kalimantan Timur yang berada di Jalan D.I.Panjaitan Samarinda Utara, akan menggelar kegiatan yakni Cap Go Meh Art And Culture Festival pada 15-16 Februari 2020.

Ketua Perhimpunan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) Kaltim, Romo Pandita Hendri Suwito mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian perayaan Imlek 2571. Bazaar dan festival seni budaya ini sudah menjadi event tahunan bagi Buddhist Center, yakni perayaan Cap Go meh dan Moon Cake Festival.

“Sudah jadi agenda tahunan even yang ada di Buddhist Center yang pertama Cap Go meh Art And Cultur Festival  dan Moon Cake Festival ini dilaksakan berturut-turut. Sebenarnya kami hanya terlambat menginformasikan, tahun depan akan lebih cepat lagi sehingga bisa dimasukan kalender tahunan pemerintah Provinsi dan Kota,” kata Hendri.

Dikatakannya bahwa kegiatan ini tidak hanya terbatas bagi komunitas Tionghoa semata, namun terbuka untuk masyarakat umum yang ingin menikmati perayaan imlek. Kegiatan ini juga ditujukan untuk masyarakat luas agar menikmati dan merasakan bersama kebahagiaan dalam jalinan keharmonisan sebagai satu keluarga.

Direncanakan kegiatan akan dihiasi 1000 Lampion Pelangi, Bazaar Vegetarian , Foto Booth Atraktif, Berbagai Atraksi Seni Budaya Barongsai, Naga, Tarian Klasik, Dayak, Bali dan Kaligrafi, Orkestra, Borneo Cantata, Dewa Rejeki, Fashion Show dan berbagai Acara menarik lainnya. Tak ketinggalan spesial acara pertunjukkan Seniman Suling dari Bali yang sudah mendunia.

Gelaran “Saroeng Festival” 2020 masih dalam rangkaian HUT Kota Samarinda ke 352 dan Pemkot Samarinda ke 60, dimana akan ada banyak pengrajin sarung samarinda memamerkan produk unggulan kriya khas kota Tepian tersebut.

Mulai Kamis hingga hari Minggu akan memperkenalkan beberapa outlet produk unggulan sarung samarinda dan kriya unggulan seperti kerajinan manik, batik, rajut, kaos dan kayu sehingga masyarakat mengenal produk unggulan kota Samarinda

Akan ada beragam hiburan dengan mendatangkan artis untuk memeriahkan acara tersebut diantaranya acara Temu dan Jumpa artis Ria Ricis serta Elizabeth Cristine. Juga bakal di hibur oleh Ifan Seventeen, ditutup pada malam senin dengan acara Anniversary ke 3 komunitas Gibol Sparta.

Samarinda—Kepala Dinas Perindustrian Kota Samarinda H. Muhammad Faisal secara resmi membuka gelaran “Saroeng Festival” 2020 di Atrium Big Mall Samarinda, Jalan Untung Suropati, Kamis(13/2).

Dalam sambutannya Faisal mengungkapkan, acara yang berlangsung pada hari ini masih dalam rangkaian HUT Kota Samarinda ke 352 dan Pemkot Samarinda ke 60, dimana akan ada banyak pengrajin sarung samarinda memamerkan produk unggulan kriya khas kota Tepian tersebut.

“Festival ini merupakan yang pertama kali di helat, mudah-mudahan
tahun depan kita akan panggil kota-kota lain yang punya kerajinan sarung untuk datang ke Samarinda, supaya nanti event ini terus berkembang dan tahun-tahun depan tidak hanya ada sarung Samarinda, tapi juga ada sarung-sarung dari kota lain untuk ikut berpartisipasi,”Ucap mantan Kadis Kominfo Samarinda.

Ia menuturkan, mulai Kamis hingga hari Minggu akan memperkenalkan beberapa outlet produk unggulan sarung samarinda dan kriya unggulan seperti kerajinan manik, batik, rajut, kaos dan kayu sehingga masyarakat mengenal produk unggulan kota Samarinda.

“Biar semuanya tahu bahwa kita punya budaya dan kerajinan yang luar biasa. Kalau tidak kita menghargai siapa lagi,”Ujarnya.

Faisal mengatakan telah menyiapkan beragam hiburan serta mendatangkan artis untuk memeriahkan acara diantaranya, akan ada acara temu dan jumpa artis Ria Ricis serta Elizabeth Cristine yang sedang roadshow promo film Aku Tahu Kapan Kamu Mati.

“Kemudian malam minggu puncaknya nanti diacara pengundian hadiah bankaltim syariah bakal di hibur oleh Ifan Seventeen dan ditutup pada malam senin dengan acara Anniversary ke 3 komunitas Gibol Sparta,”Ujar Faisal.

Faisal juga menambahkan, acara yang di gelar tersebut murni tanpa menggunakan dana APBD sedikitpun.

”Acara ini murni tanpa APBD, tetapi kaloborasi semua pihak yang saling sinergis hingga terlaksananya acara hari ini. Dan kita harapkan dapat memberikan gambaran, inilah produk-produk unggulan di Kota Samarinda di bidang kerajinan,”tambahnya.

“Terima kasih kepada panitia yang sudah membantu untuk menyukseskan event hari ini dan saya mewakili Wali Kota Samarinda dan Ketua Dekranasda Kota Samarinda Saroeng Festival Tahun 2020 secara resmi saya nyatakan dibuka,”Tutupnya. (Diskominfo/Rey)

SAMARINDA – Gubernur Kaltim H Isran Noor menghadiri Perayaan Cap Go Meh 2020 yang dilaksanakan di Gedung Olah Bebaya Samarinda, Sabtu (8/2/2020) malam.

Atas nama pribadi, keluarga dan Pemprov Kaltim, Isran Noor mengucapkan selamat merayakan Cap Go Meh 2020, dengan harapan semuanya mendapatkan kesehatan, keberkahan dan kemakmuran abadi, serta kelimpahan kebahagiaan dari Tuhan Yang Maha Esa.

“Kita patut bersyukur, karena perayaan Cap Go Meh tahun ini terlaksana dalam suasana khidmat, penuh kekeluargaan serta aman, lancar dan damai,” ucap Isran Noor dihadapan ratusan warga Tionghoa yang mengikuti perayaan Cap Go Meh 2020.

Kondisi yang kondusif ini, lanjut Isran, kiranya dapat terus dipertahankan oleh seluruh komponen masyakat, tidak terkecuali warga Tionghoa di Benua Etam.

Kembali Gubernur mengingatkan keberagaman seperti ini harus terus dipelihara dalam menjaga keutuhan NKRI. Saling menghormati dan toleransi agar tercipta kerukunan antar umat beragama, sehingga Kaltim yang berdaulat dan sejahtera dapat terwujud.

SAMARINDA – Banjir melanda Kota Samarinda, Kalimantan Timur sejak Sabtu, 11 Januari 2020 yang lalu. Berdasarkan perkiraan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, korban banjir di Ibu Kota Provinsi Kaltim ini telah mencapai 18 ribu jiwa.

Banjir di Samarinda, terjadi setiap tahun. Faktor utama yang mengundang bencana ini adalah daerah resapan makin sempit, kondisi drainase dipenuhi sampah, curah hujan tinggi, serta perilaku masyarakat yang buang sampah sembarangan.

BPBD Kota Samarinda mencatat, banjir menerjang lima kecamatan, yakni Samarinda Utara, Sambutan, Sungai Pinang, Palaran, dan Samarinda Ulu. Sedikitnya, 8 RT yang tersebar di tiga Kelurahan yakni Gunung Linggai (5 RT), Lempake (1 RT), dan Sempaja Timur (2 RT), yang parah.

Untuk menghindari hal tersebut puluhan Prajurit Korem 091/ASN diturunkan guna membersihkan sungai Karang Mumus dari sampah-sampah akibat banjir yang lalu di Jl. Glatik Kelurahan Temindung Permai Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda, Minggu (27/1/2020).

Kapenrem 091/ASN, Kapten Arh Asrul Azis menuturkan walau hari Minggu libur, tanpa ada kata ragu lagi semua Prajurit di terjun langsung berbaur bersama Relawan BPBD Samarinda dan Masyarakat membersihkan tumpukan Sampah yang menyumbat Aliran Sungai Karang Mumus, bau Sampah yang menyengat hidung tak dihiraukannya yang penting hari ini satu pekerjaan di laksanakan bersama Masyarakat bisa tuntas seketika.

Kegiatan ini melibatkan Relawan dan Warga Masyarakat sekitarnya dengan semangat yang tinggi untuk membersihkan sampah yang menyumbat di aliran sungai tersebut.

“Kerja sama inilah yang selalu di bangun oleh Korem 091/ASN bersama dengan seluruh Elemen masyarakat, kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan kerja samanya ini,“ ujar Moh. Fathan Ibrahim Malik Selaku Kepala Lurah Temindung Permai.

Sedangkan masyarakat sekitar sangat berterima kasih dengan adanya Korem 091/ASN yakni Kodim 0901 Samarinda, sehingga sedikit demi sedikit banyak menimbulkan motivasi untuk mengerti tentang apa itu menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.

Di akhir kegiatan gotong-royong, Wadan Ramil 0901-02/Samarinda Ilir, Kapten Inf Sujadi mengimbau, agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan terutama di sungai, karena dampaknya bisa mengakibatkan aliran sungai tersumbat dan aliran sungai menjadi tidak lancar sehingga air sungai bisa meluap dan membanjiri perkampungan serta areal pertanian, imbaunya.

Penrem 091/ASN