Samarinda – Kelapa sawit menjadi salah satu sektor andalan yang menopang perekonomian Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur. Sayangnya, sejumlah petani pekebun masih mengalami kesulitan menerima informasi terbaru, khususnya informasi patokan harga penjualan hasil panen berupa tandan buah segar (TBS). Sementara itu, papan pengumuman informasi kampung terbatas dalam menyediakan informasi terkini.

Dinas Perkebunan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dengan mengembangkan inovasi layanan SMS BUNKALTIM yang memberikan informasi mengenai harga jual kelapa sawit secara cepat, murah, singkat dan lebih transparan sehingga mampu meminimalisir kecurangan dalam praktik jual beli di lapangan.

Petani pekebun cukup mengetik “HARGA SAWIT” dan mengirimkan ke nomor 08125551001. Selanjutnya admin akan menindaklanjuti permohonan yang masuk dan merespon dalam waktu 1 x 24 jam. Terakhir, pemohon informasi akan menerima balasan mengenai informasi harga tandan buah segar (TBS) melalui SMS BUNKALTIM. Setiap nomor ponsel yang masuk secara otomatis akan terdaftar dalam database, sehingga setiap bulannya langsung menerima informasi terbaru tanpa harus mengirimkan SMS permohonan lagi. Semua layanan berlangganan SMS BUNKALTIM tidak dikenakan biaya atau gratis.

Jumlah pemohon informasi setiap tahun mengalami peningkatan, karena informasi SMS BUNKALTIM berkembang pesat dan menyebar dari mulut ke mulut di kalangan petani kelapa sawit. Hingga tahun 2019, inovasi ini telah menerima 4.214 sms permohonan informasi harga kelapa sawit dan mengirimkan 257.528 sms balasan.

Inovasi ini menjadi terobosan baru dan dapat direplikasi di daerah lain yang juga mengembangkan kelapa sawit sebagai komoditi utama dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan mulai dari Dinas Perkebunan, dinas perkebunan di kabupaten/kota, GAPKI, asosiasi petani kelapa sawit, pihak perusahaan pemilik pabrik, koperasi perkebunan dan gabungan kelompok tani. Dana yang digunakan berasal dari APBD Provinsi Kalimantan Timur.

Sistem evaluasi dan pemantauan inovasi dilakukan secara berjenjang, diantaranya melalui survei terhadap tingkat kepuasan penggunanya.

Pemanfaatan inovasi memberikan nilai tambah, dimana terjadi perubahan pola pikir para petani dalam memperoleh informasi, awalnya manual menjadi lebih modern. Selain itu, inovasi dapat diterapkan pada komoditi perkebunan jenis lain seperti lada, karet, kelapa dan kakao.

 

Sumber : Disbun Kaltim

Samarinda – Sektor perkebunan menjadi sektor andalan yang menggerakkan perekonomian Indonesia. Selain menghasilkan devisa bagi negara, sektor ini mampu menyerap tenaga kerja dalam upaya pemerintah mengentaskan kemiskinan.

Dalam pengembangannya, perkebunan dihadapkan pada isu kerusakan lingkungan. Kebakaran lahan seringkali dikaitkan dengan aktivitas perkebunan kelapa sawit, korporasi dan masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar, karena hal tersebut adalah cara paling gampang dan murah.

Permasalahan mendasar dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan dan kebun yakni sarana, prasarana dan sumber daya manusia yang belum memadai untuk pengendalian. Guna menjaga iklim usaha sektor perkebunan tetap kondusif sekaligus menepis anggapan miring terkait kerusakan lingkungan tersebut, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dengan mengembangkan inovasi Sistem Informasi Perkebunan Deteksi Awal Pencegahan, Pengendalian dan Pemadaman Kebakaran di Lahan Kebun “SI BUNDA PEGEL DALAM KELAMBU” .

Inovasi dilengkapi data titik api di lapangan yang muncul pada tampilan inovasi secara spasial. Inovasi merupakan hasil modifikasi yang terintegrasi dengan inovasi  One Data One Map milik Bappeda Kaltim dan SIPONGI milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Informasi yang dihasilkan bersumber data dari Terra Aqua (LAPAN), SNPP (LAPAN) dan NOAA (ASMC) serta data cuaca dari BMKG.

Data yang disajikan lebih akurat karena mengandung informasi tentang lokasi kebakaran hingga tingkat desa beserta status kepemilikan lahannya. Data titik api diselaraskan setiap 30 menit agar data yang dihasilkan lebih akurat (near-real-time/mendekati waktu sesungguhnya). Hal ini sangat bermanfaat bagi Dinas Perkebunan untuk mengetahui lokasi kebakaran lahan secara cepat, sehingga tindak pemadaman dini dapat dilakukan sebelum kebakaran tersebut menjadi lebih besar dan sulit dikendalikan. Dampak kerusakan lingkungan akibatnya dapat diminimalisir.

Sistem ini dapat diakses secara terbuka oleh semua kalangan masyarakat melalui laman https://geospasial-perkebunan.kaltimprov.go.id/sigbun01/index.php/peta. Pelibatan aktif peran serta masyarakat menjadi sangat penting dalam pemanfaatannya. Masyarakat dapat membuat pelaporan dan berdiskusi langsung melalui aplikasi android yang terintegrasi dengan satu sistem dengan inovasi.

 

Sumber : Disbun Kaltim

SAMARINDA – Tiga program inovasi publik milik Dinas Perkebunan Kaltim berhasil lolos seleksi babak pertama dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Tahun 2020 yang digelar oleh Kementerian PAN-RB. Tiga program unggulan tersebut kini dalam proses penilaian tahap kedua untuk masuk ke babak TOP 99.

Kepala Dinas Perkebunan, Ujang Rachmad, mengatakan proposal program inovatif yang masuk ke Kementerian PAN-RB tahun ini mencapai 3.059 proposal. Dinas Perkebunan Kaltim mengirimkan tiga program, yakni Gebrak Bokar Bersih, Si Bunda Pegel Dalam Kelambu dan SMS BUNKALTIM pada awal Mei lalu dan ternyata ketiganya berhasil lolos dalam seleksi tahap pertama atau Desk Evalution.

“Saat ini kami akan menunggu hasil selanjutnya. Semua proposal program inovasi layanan publik yang lolos tahap pertama akan disaring lagi menjadi 99 proposal terbaik atau lebih dikenal dengan Top 99,” kata Ujang, Kamis (14/05/2020) .

Menurutnya, ini ketiga kali keterlibatan Dinas Perkebunan mengikuti program inovasi layanan publik dan bukan semata – mata untuk mendapatkan penghargaan, namun didasari oleh tujuan ingin memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya sektor perkebunan.

Diterangkan, melalui program Gebrak Bokar Bersih atau Gerakan Bersama Rakyat Dalam Mengelola Bahan Olahan Karet Bersih Yang Berkualitas, Dinas Perkebunan berupaya mendorong para petani untuk meningkatkan peranan dan daya saing komoditas karet, diantaranya melakukan perbaikan mutu bahan olah karet.

Selanjutnya, Si Bunda Pegel Dalam Kelambu atau Sistem Informasi Perkebunan Deteksi Awal Pencegahan, Pengendalian dan Pemadaman Kebakaran di Lahan Kebun merupakan inovasi terbaru milik Dinas Perkebunan yang difungsikan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik serta pengawasan terhadap pembangunan perkebunan di Kalimantan Timur, diantaranya adalah untuk membantu pemantauan, pencegahan dan pengendalian kebakaran di lahan perkebunan melalui deteksi dini hotspot/titik api yang disajikan secara spasial.

Sedangkan, SMS BUNKALTIM merupakan inovasi Dinas Perkebunan dalam penyampaian informasi harga tandan buah segar kelapa sawit kepada sejumlah petani pekebun melalui media sms dengan cepat, murah, singkat dan lebih transparan sehingga mampu meminimalisir kecurangan dalam praktik jual beli di lapangan. Inovasi ini pernah diikutkan pada ajang serupa pada tahun lalu dan pernah masuk nominasi 10 besar Penjaringan Perangkat daerah Berinovasi Dalam Pelayanan Kepada Masyarakat Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim.

 

Sumber : Disbun Kaltim

BALIKPAPAN -Sejalan dengan upaya Pemerintah untuk memitigasi penyebaran pandemi COVID-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dan Gojek berkolaborasi untuk mengajak masyarakat berbelanja di pasar-pasar rakyat dengan menggunakan layanan GoShop.
GoShop yang merupakan layanan Gojek untuk membeli berbagai kebutuhan dari lokasi manapun dan telah tersedia di seluruh Indonesia.

Gojek dan Pemkot Balikpapan melalui Dinas Pasar telah bekerjasama di tiga pasar utama di Balikpapan untuk pembelian kebutuhan masyarakat melalui layanan GoShop yaitu ​Pasar Klandasan, Pasar Pandansari dan Pasar Sepinggan.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi bersama Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Masud melakukan Peresmian GoShop yang di laksanakan di Pasar Klandasan Balikpapan

Rizal Effendi mengatakan, ini bagian dari protokol kesehatan, dimana transaksi jual beli di pasarnya tetap berjalan, belanjanya melalui online dari rumah. Supaya tidak kontak langsung antara pembeli dan pedagang, dilayani dengan Goshop didukung oleh perusahaan jasa transportasi Gojek.

“Ini sangat penting agar pasar tidak menjadi klaster baru dari penularan virus corona. Karena di Surabaya sudah terjadi, dan di Balikpapan sudah ada pedagang yang kena,” katanya.

Program ini diberlakukan uji coba untuk tiga pasar, yakni Pasar Sepinggan, Pasar Klandasan dan Pasar Pandansari.

“Nanti kalau sudah lancar kita berlakukan untuk semua pasar di Balikpapan,” ungkapnya. Kepala Dinas Pasar Arzaedi Rachman mengatakan, untuk harga masing-masing pasar berbeda. Tiga pasar ini yang sudah dimasukan di dalam Aplikasi.

“Nanti akan kita perlu pantau terus harganya. Untuk harga ayam sempat turun, sekarang sudah kembali ke harga normal. Seluruh UPT pasar dan Pedagang sudah diingatkan untuk jaga produk, contohnya jual ikan harus ikan yang segar,” ucapnya.

Mulawarman Head of Regional Corporate Affairs East Indonesia Gojek ​mengatakan, sangat mendukung kolaborasi yang dilakukan oleh Pemkot Balikpapan,dalam hal ini Dinas Pasar Kota Balikpapan bersama dengan Gojek.

Layanan GoShop turut membantu mitigasi penyebaran pandemi COVID-19 melalui teknologi dan program kolaboratif, termasuk dengan Pemkot Balikpapan kali ini. (*)

Kutai Timur – Tidak bisa dipungkiri, ditengah mewabahnya pandemi virus Corona atau Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), tidak melunturkan semangat masyarakat untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah, tahun ini. Bahkan sebagian masyarakat tetap melakukan aktifitas berjualan takjil atau jajanan untuk berbuka puasa secara terbuka di pinggir-pinggir jalan atau beberapa lokasi yang menjadi pasar ramadhan dadakan, tanpa takut akan bahaya penularan wabah virus Corona.

Kondisi serupa juga ditemui pada sejumlah tempat di Kota Sangatta, Kutai Timur (Kutim). Karenanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim), mengeluarkan himbauan untuk mengatur aktifitas jual-beli takjil ramadhan yang dilakukan secara terbuka, agar tetap mengikuti kaidah-kaidah keselamatan dan kesehatan dalam kondisi wabah COVID-19.

“Memang sangat dilema. Di satu pihak, pasar ramadhan dan berjualan takjil merupakan budaya yang selalu mewarnai setiap bulan puasa ramadhan. Namun disisi lain, saat ini di Kutim juga terjadi penyebaran dan penularan COVID-19. Tentu saya sangat berharap jangan ada lagi masyarakat Kutim yang terpapar hingga tertular. Tetapi jika kondisinya ada masyarakat yang berjualan takjil secara terbuka dan tidak bisa mencegah terjadinya kerumunan orang saat jual-beli, maka dikhawatirkan menjadi salah satu penyebab penularan COVID-19,” ujar Bupati Ismunandar kepada awak media, saat menggelar launching aplikasi jual-beli online MyAspal, Senin (27/4/2020).

Karenanya, untuk mengatur aktifitas jual-beli takjil ramadhan yang dilakukan masyarakat secara terbuka, Ismu menandatangani Surat Himbauan yang ditujukan bagi pedagang takjil ramadhan maupun pembeli, untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah dan kesehatan dalam mencegah penularan COVID-19. Mulai tetap menggunakan masker dan sarung tangan, kemudian menerapkan physical distancing atau menjaga jarak selama berjual-beli dan tidak melakukan kerumunan massa. Selain itu, dirinya juga menghimbau agar masyarakat tidak membangun lapak atau berjualani di atas trotoar jalan, namun cukup di dalam halaman rumah masing-masing.

“Saya sudah tandatangani himbauan, untuk kegiatan jual-beli takjil. Untuk pedagang takjil, diharapkan berjualan di rumah masing-masing dan tidak berjualan di atas trotoar, karena merupakan fasilitas umum. Kemudian untuk pedagang maupun pembeli, tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19, dengan tetap menggunakan masker, sarung tangan, serta tetap menyediakan fasilitas cuci tangan. Sementara khusus bagi pembeli, diupayakan untuk tidak mendatangi pasar ramadhan dan sebisa mungkin untuk memanfaatkan aplikasi jual-beli makanan secara daring atau online, seperti yang kita launching hari ini,” sebut Ismu.

Ditambahkan Bupati Ismu, pihaknya memang tidak bisa melakukan pelarangan terhadap aktifitas jual-beli masyarakat, dikarenakan hingga kini memang Kutim belum menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun dengan adanya kelonggaran yang diberikan pemerintah, diharapkan masyarakat bisa mematuhi dan tidak melanggar. Sebab jika tetap ada pelanggaran, seperti tetap terjadinya kerumunan massa, maka dirinya menginstruksikan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penertiban di lapangan.

“Kan sudah dikasi kelonggaran, masa tetap melangar. Kan itu namanya kebangetan. Jika tetap melanggar, tetap berjualan di atas trotoar dan terjadi kerumunan, maka saya minta Satpol PP (Satuan Polisi pamong Praja, red) untuk menertibkan,” tegas Ismu.

Penajam – Pelayanan adiminstrasi kependudukan (adminduk) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, memaksimalkan metode daring baik melalui surel, laman, dan lainnya sebagai upaya menghindari penularan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

“Dalam usaha mengurangi pelayanan tatap muka dengan masyarakat guna mencegah penyebaran COVID-19, kami memaksimalkan layanan daring melalui Capil Go Digital,” ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten PPU, Suyanto di Penajam, Senin.

Ia juga mengatakan pelayanan publik terhadap masyarakat selama Ramadhan tetap buka sesuai dengan arahan Bupati Abdul Gafur Mas’ud, namun untuk pelayanan tatap muka dengan masyarakat tentu dikurangi karena pihaknya telah memaksimalkan layanan daring.

Menurutnya, pelayanan yang dihasilkan oleh pihaknya ada puluhan antara lain KIA, KK, surat keterangan pindah, surat keterangan pindah datang, surat keterangan tempat tinggal, kelahiran, pembatalan perkawinan, pembatalan perceraian, dan surat keterangan kematian.

Sebelumnya, ia juga mengatakan bagi warga yang ingin mengurus Kartu Identitas Anak (KIA) pun bisa dilakukan secara daring, yakni ketika membuka laman resmi Disdukcapil PPU di disdukcapil.penajamkab.go.id, langsung muncul di halaman depan untuk mendaftarkan layanan KIA.

“Pelayanan yang sifatnya tatap muka dihindari, namun secara umum pelayanannya tetap buka dengan memanfaatkan teknologi informasi atau kita melakukannya secara daring, sebagai antisipasi penyebaran virus Corona yang bisa terjadi melalui kerumunan massa,” katanya.

Untuk memudahkan pelayanan daring melalui “Capil Go Digital”, maka masyarakat yang akan mengurus adminduk pun diarahkan menggunakan alamat e-mail (surel).

Namun jika ada warga yang tidak memiliki surel, maka bisa menggunakan alamat surel kantor tempat warga kerja atau surel pegawai Disdukcapil PPU.

Sedangkan dalam kepengurusan KIA secara daring, sejak tahun lalu pihaknya sudah menerapkan tanda tangan digital dalam bentuk barkode. Bahkan melalui layanan ini bisa dilakukan registrasi melalui smartphone dan secara “real time”.

Untuk akta kelahiran dan kartu keluarga sudah menggunakan tanda tangan eletronik. Pola ini selain untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat, juga dapat memudahkan pihaknya secara teknis.

“Adanya penerapan aplikasi digital melalui Capil Go Digital ini, tentu memudahkan semua pengguna, baik masyarakat maupun dari Disdukcapil, makanya perkembangan teknologi informasi ini harus kita manfaatkan,” ucap Suyanto.

Ujoh Bilang, (16/4)- Tim Gerak Cepat (TGC) Pencegahan Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kaltim, meluncurkan radio kesehatan dengan nama Team Ganyang Corona/ TGC FM, untuk mengkampanyekan sekaligus edukasi pencegahan pandemi Corona.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Mahulu, Agustinus Teguh Santoso mengatakan, tujuan peluncuran Radio TGC FM adalah untuk memberikan edukasi atau pemahaman kepada masyarakat tentang cara penanggulangan virus Corona.

Informasi yang juga perlu disampaikan ke publik terkait pandemi ini adalah mengenai kebijakan pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah kabupaten terkait penanggulangan penyebaran maupun penanganan COVID-19.

Ia menjelaskan, dalam kondisi seperti ini tidak mungkin penyuluhan kesehatan dilakukan dengan mengumpulkan masa maupun bertatap muka langsung, sehingga DKP2KB Mahulu yang menjadi Posko TGC Penanggulangan COVID-19, berinovasi dengan meluncurkan Radio TGC FM.

Program siaran yang disajikan selain menu utama saat ini adalah memberikan edukasi dan informasi mengenai penanggulangan pandemi virus, juga untuk memberikan hiburan ke masyarakat agar betah di rumah.

Radio ini mengudara pada frekuensi 99.6 Mega Hetz. Saat ini baru bisa mengudara dari pukul 16.00 hingga pukul 20.00 waktu setempat. Namun ke depan akan ditambah jam siarnya.

“Jika dimonitor menggunakan pesawat radio transistor, saat ini bisa didengar mulai dari Kampung Batu Majang sampai Kampung Mamahak Besar, namun jika dimonitor menggunakan radio bawaan smartphone, hanya bisa di seputaran Ibu Kota Mahulu, yakni di Kampung Ujoh Bilang,” katanya.

Namun, lanjutnya, adanya radio ini tentu diharapkan masyarkat bisa mengetahui informasi yang benar mengenai permasalahan dan penanggulangan COVID-19 di Mahulu.

Pihaknya juga telah menyiapkan sejumlah program, seperti akan menghadirkan beberapa narasumber baik dokter, pejabat publik, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, maupun lembaga tentang penanggulangan Corona.

Ketika ada narasumber yang hadir di studio dan dilakukan interaktif, pendengar bisa melakukan interaksi langsung melalui sambungan handphone, sehingga pendengar bisa menanyakan apa saja yang ingin diketahui terkait pencegahan maupun permasalahan dalam mengatasi pandemi ini.

“Kami harap masyarakat lebih betah di rumah, khususnya pada sore dan malam hari karena kami melalui radio ini yang akan memberikan berbagai informasi, termasuk menghibur masyarakat melalui lagu-lagu daerah, pop, dangdut dan lainnya, bahkan pendengar juga bisa pesan lagu,” katanya. (mg)

BALIKPAPAN – Kebijakan pengetatan sosial yang diterapkan Pemkot Balikpapan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 atau Virus Corona tampaknya memberi dampak positif.

Bukan saja dapat mencegah penyebaran, namun beberapa kebijakan yang mendorong untuk berkegiatan dirumah ini juga mengurangi polusi udara yang kerap dihasilkan oleh kendaraan dijalan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Suryanto mengatakan kualitas udara secara umum membaik. Bahkan ia mengklaim bahwasannya kualitas udara di Kota Minyak adalah yang terbaik dari 39 Kota lain di Indonesia.

“Kota Balikpapan masih nomer satu dibanding kota lain. Bukan kita yang menilai tapi ditingkat Menteri Lingkungan Hidup,” ujar Suryanto, Senin (13/4).

Dari data yang dihimpun, Indeks Standart Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan, dalam rata- ratanya Kota Balikpapan berada diangka 20 dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Dimana dalam indeks, rentang angka 0-50 menunjukkan tingkat kualitas udara dalam kategori baik.

Artinya tingkat kualitas udara tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan, ataupun nilai estetika.

“Kita bisa pantau kualitas udara setiap dua menit kelihatan berganti. Dan salah satu contoh kualitas udara membaik di lokasi yang selama ini padat kendaraan ada Balikpapan Baru,” terangnya.

Untuk memantau kualitas udara, DLH memiliki tiga alat yang terpasang di tiga lokasi. Yakni berada di kawasan Plaza Balikpapan, Balikpapan Baru dan Rapak. Tiga alat tersebut saat ini telah didesain secara online, sehingga data tersebut akan tersambung ke pemerintah daerah dan akan dikirim ke pemerintah pusat.

“Datanya kita kirim ke pusat, jadi merekapun bisa memantau. Dari Kementrian merek mendata lagi dan baru ditayangkan lagi bersama kota lain. Jadi layarnya ada dua bisa memantau kota sendiri dan bisa memantau kota lain juga,” jelasnya.

Menurut Suryanto, jika melihat perbandingan daerah lain, kualitas udara di Balikpapan bahkan termasuk yang terbaik di Indonesia. (*)

Samarinda—Menghadapi bulan Ramadhan,Pemerintah Kota Samarinda sepakat tidak ada membuka pasar Ramadhan, tetapi akan dilakukan jualan secara online.

Guna memudahkan hal itu Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda resmi merilis sebuah sistem aplikasi jualan secara online  yang di beri nama Behambinan.

Kepala Diskominfo Kota Samarinda Aji Syarif Hidayatullah, mengatakan ketika bulan puasa tiba, pasar ramadhan kerap menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk membeli makanan buka puasa.

Ia menuturkan, dengan adanya sistem belanja online ini bertujuan untuk mengurangi physical distancing ditengah wabah virus Corona atau Covid-19.

“Kominfo membantu masyarakat untuk tetap berjualan melalui online,” tutur Dayat sapaan akrabnya, Rabu (1/4).

Ia juga menjelaskan nama aplikasi tersebut di ambil dari bahasa daerah yakni bahasa Banjar yang berarti ‘saling menggendong dan saling menghidupi’.

Diketahui aplikasi ini hampir sama seperti fitur jual beli online pada umumnya.

“Nanti Para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Samarinda akan diajak untuk bergabung, market place. seluruhnya kita persilahkan untuk mendaftar,” terangnya.

Namun, para UMKM tersebut akan dikurasi terlebih dahulu. Gunanya untuk mengecek apakah layak atau tidak dimasukkan ke dalam aplikasi itu.

“Kami juga tidak mau aplikasi itu dikuasai oleh pengusaha besar, kita maunya semua orang saling bantu satu sama lain,” pungkasnya.

Samarinda – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kalimantan Timur mengadakan Penyerahan laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2019 unaudited menggunakan Video Conference (Vidcon), Selasa (31/3/2020).

Secara simbolis Gubernur Kaltim Isran Noor menyerahkan laporan keuangan berbentuk buku kepada Kepala BPK Kaltim Dadek Nandemar dilanutkan oleh Walikota Bontang Neni Moerniaeni, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah, Bupati Kutai Barat FX Yapan dan Bupati Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh.

“Ini merupakan agenda rutin yang disampaikan pemerintah daerah kepada BPK, pada kali ini untuk pertama kalinya penyerahan LKD unaudited tahun 2019 menggunakan video conference, ini merupakan sejarah,” Ungkap Dadek.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor bertempat diruang kerja didampingi Plt Seretaris Daerah Kaltim M. Sa’Bani, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sa’aduddin, Assisten Administrasi Umum Fathul Halim, Kadis Kominfo Kaltim Diddy Rusdiansyah, Kepala Biro Umum Setda Prov Kaltim HS. Adiyat.

“Untuk memenuhi amanat surat edaran terkait penyebaran Virus atau mengurangi dampak penyebaran Virus Corona atau COVID 19, Ini merupakan ancaman nyata tidak hanya bagi Indonesia namum seluruh dunia,” Ungkap Dadek yang berada di Kantornya jalan M.Yamin Samarinda.

Memanfaatkan kecanggihan teknologi merupakan cara tepat mengurai penyebaran Virus, “Walaupun dengan kondisi yang tidak lazim, karena menyikapi situasi yang kita hadapi yaitu mewabahnya Covid 19, Penyampaian laporan keuangn daerah merupakan amanat Pasal 13 Undang – undang No 17 tahun 2003 tentang keuangan negara dan peraturan pemerintah No 12 tahun 2019 tengtang pengelolaan keuangan daerah,” Ujar Isran.

Menurut ketentuannya mensyaratkan sebelum pertanggungjawaban penggunaan APBD disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah harus dilakukan terlebih dahulu oleh ke Badan Pemeriksa Keuangan.