Launching 3 aplikasi inovasi Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Timur dan penandatanganan kesepakatan bersama PTA Kalimantan Timur dengan Gubernur Kaltim dengan kepala kantor wilayah kementrian agama Kaltim, Kepala kantor wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Radio Republik Indonesia di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (12/11).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Samarinda- Media yang semakin canggih dengan berbagai macam aplikasi medsos sebagai penghubung komunikasi antar sesama pengguna medsos , memungkinkan para pengguna media sosial menulis berbagai konten dari yang positif hingga negatif.

Kehidupan para pengguna medsos di dunia maya dapat di telusuri,jejak Digital mereka sangat mudah ditemukan.

Dampak dari berselencar di dunia maya bisa berimbas ke kehidupan nyata, seperti pada saat wawancara kerja atau masuk perguruan tinggi, para HRD selain menyeleksi berkas, mereka juga melihat rekam jejak Digital si pelamar.
Bila terdapat konten negatif atau yang berbau sara , maka dipastikan tidak akan lolos seleksi.

Di kutip dari siaran pers Gerakan Anti Hoax kalimantan Timur 10/11, carles sebagai ketua wartawan Gerakan Anti Hoax mengungkapkan, Bahwa Jejak Digital yang negatif berbahaya Bagi masa depan.

“Ketika kelak masuk perguruan tinggi dan melamar kerja di swasta maupun pemerintahan, jejak digital bisa menjadi faktor penentu lolos seleksi,” pungkasnya.

Maka dari itu himbauan untuk membersihkan jejak digital mulai dari sekarang, atau mengisi dengan konten-konten posirif . Agar terhindar melanggar undang undang ITE

Ujoh Bilang – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan survey jaringan telecenter dan interkoneksi jaringan intra pemerintah di Kabupaten Mahakam Ulu, Rabu (6/11).

Kepala bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Dianto dan Kepala bidang Pengawasan dan Pengendalian (WASDAL) , Agung Masuprianggono bersama stafnya menuju kantor Diskominfo Kabupaten Mahakam Ulu dan bertemu dengan Kabid Infrastruktur Teknologi Informasi dan Telematika, Evodius Awang.

“Mendorong Kabupaten lain di Provinsi Kalimantan Timur untuk mencontoh semangat dan kerja keras Kabupaten Mahakam Ulu dalam mengembangkan wilayahnya di sektor telekomunikasi,” Ujar Dianto Kabid TIK Diskominfo Kaltim.

Usai bertemu Kabid Infrastruktur Teknologi Informasi dan Telematika kami diajak bertemu dengan Kepala Dinas Diskominfo Kabupaten Mahakam Ulu, Nasution Hibau Djaang.

Kabupaten Mahakam Ulu dianggap berhasil dalam membuka keterisoliran wilayah melalui jaringan telekomunikasi. Bagaimana tidak Kabupaten termuda dengan luas wilayah 15.315 km2 ini berkomitmen pada tahun 2020 Mahakam Ulu merdeka sinyal.

“Ya itulah upaya kita dengan kondisi daerah seperti ini, pertama kali membangun Kabupaten Mahakam Ulu dari nol semua kondisinya dari nol. ya sekarang ada perkembangan, sekarang kami sudah menikmati jaringan 4g walaupun kadang menurun,” Ungkap Ibau sapaan angkap Kadis Kominfo Mahulu.

Melakukan koordinasi, komunikasi secara intens dan bekerjasama dengan BAKTI Kominfo dan penyedia layanan telekomunikasi seperti Telkomsel, Indosat. Ini merupakan cara jitu agar Kabupaten Mahakam Ulu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat.

Pesan pak Bupati sebelum saya dilantik “Tolong perbaikan jaringan, yang penting kita bisa telepon dan SMS, yang lain kita kerjakan sedikit demi sedikit,” Tambahnya.

Ujoh Bilang – Kabupaten Mahakam
Ulu (Mahulu) adalah daerah pemekaran dari Kabupaten Kutai Barat kini menjadi salah satu daerah yang perlu mendapat perhatian lebih karena masuk daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) tidak hanya dari Pemerintah daerah
saja melainkan juga dari Pemerintah pusat.

Diskominfo Kabupaten Mahakam Ulu mempunyai komitmen kuat untuk membebaskan masyarakatnya dari keterisoliran wilayah dengan cara memberikan pelayanan telekomunikasi yang baik.

Dari 50 desa yang ada di Mahulu terdapat 3 desa yang masih blankspot antara lain desa Long Pakaq Kecamatan Long Pahangai, Long Pakaq Lama Kecamatan Long Pahangai dan Delang Krohong Kecamatan Long Apari.

“3 desa ini hanya memerlukan 1 tower untuk mencakup jangkauan karena ada daerah yang tinggi, tower akan kita bangun disitu,” Ujar Evodius Awang Kabid Infrastruktur Teknologi Informasi dan Telematika.

Untuk menikmati layanan telekomunikasi Diskominfo Mahulu terus berupaya mengusulkan ke Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) yang berada dibawah Kementerian Komunikasi dan informatika RI (Kemenkominfo).

“Kami terus berkomunikasi dengan pihak BAKTI agar target kami di tahun 2020 Mahulu bebas blankspot,” Tambahnya.

Dalam upaya meningkatkan jaringan telekomunikasi di Mahulu ia mengaku telah sering berkunjung ke kantor BAKTI di gedung menara merdeka wilayah Jakarta Pusat, bersama pihak terkait di Mahulu melakukan pertemuan dengan BAKTI

“Agar dapat meningkatkan kualitas jaringan yang dulunya 2g beralih ke 3g atau bahkan kalo bisa ke 4g,” Tambah Evo.

Samarinda-kuliah umum yang dilakukan oleh Fakultas Fisipol UNMUL Program studi ilmu komunikasi, dengan mengusung tema Literasi Digital 4.0,menuju Masyarakat informasi dalam menyambut tantangan Ibu kota Negara Baru indonesia. Dilaksanakan Ball Room Hotel Grand Viktori (8/11).

Dalam acara tersebut Hatifah anggota DPR RI komisi X dan Diddi Rusdiansyah kepala dinas kominfo provinsi kaltim sebagai  pengisi kuliah umum tersebut.

Hatifah menyampaikan dalam kuliah umumnya, Informasi di masa sekarang sangat cepat diterima oleh masyarakat, dengam adanya media sosial serta gaget yang mereka miliki. Kehawatiran dampak negatif (Hoax) dari informasi yang sangat mudah diperoleh dapat merusak kesatuan dan kesatuan bangsa, maka dari itu kuliah umum ini kita sama menyaring dan memahami bermedia sosial dengan baik.

Pemanfaatan media sosial secara bijak sangat pengaruh besar terhadap kehidupa dimasa sekarang khusuanya dalam komunikasi,

“Literasi elemen kultural sangat penting, karena setiap konten harus ada tanggung jawab ,daya kritis , kreatif dan pemberdayaan sosial media” ucap Hatifah dalam menyampaikan kuliah umum .

Dalam menyambut IKN persiapan untuk smart city ,penggunanya juga harus smart dalam berkomunikasi dengan teknologi canggih. Informasi dan layanan publik kedepanya akan sangat maju, maka dari itu segala sesuat harus dipersiapkan dari sekarang .

“Kita harus melek teknologi yang terus berkembang,Maka dari itu kita harus siap dalam menghadapinya” tegas Diddi

Di era digital ini masyarakat indonesia sekarang sudah terhubung dengan internet,60% menggunakan HP dan 8 jam bermedia sosial ria . Sembilan bahan pokok sekarang mengalami tambahan yaitu Internet .

Penajam Paser Utara—Pemanfaatan dan penerapan Teknologi Informasi dalam penyelenggaraan pemerintahan perkembangannya masih dipandang jauh dari optimal, bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang sudah terlebih dulu menerapkan penyelenggaraan pemerintahan berbasis Teknologi Informasi, Negara kita masih jauh tertinggal.

Memang masing-masing badan pemerintahan telah membangun sistem berbasis elektronik yang sudah cukup canggih, namun sistem tersebut belum terintegrasi, artinya sistem yang dibangun masih berdiri sendiri.

Hal ini mengakibatkan setiap lembaga/instansi pemerintahan masih melakukan pola birokrasi lama, sehingga, terjadi kesenjangan pemanfaatan teknologi informasi antara satu lembaga dengan yang lainnya.

Kepala Seksi Infrastruktur TIK dan Pengembangan Diskominfo Penajam Paser Utara (PPU)  Junaidi mengungkapkan, sementara ini untuk misi integrasi di Kominfo PPU masih belum bisa jalankan dikarenakan kendalanya yang pertama sewa bandwidth di usulkan untuk tahun 2019 masih belum bisa dipenuhi dan yang kedua untuk server hardware maupun softwarenya masih di adakan pembenahan.

“Jadi kita susun ulang lagi device atau alat apa aja yang sebenarnya kita perlukan tapi belum kita penuhi itu kita inventarisir,”ujarnya di Kantor Dinas Kominfo PPU, Kamis(7/11).

Dirinya membeberkan, rata-rata kabupaten/kota menginginkan Smart City menjadi tujuan Fokus utama nya, namun sebelum berbicara tentang smart city integrasi data aplikasi dan sebagainya yang paling utama pondasi awal yang di bentuk harus mempunyai Data Center yang pertama.

Termasuk yang didalamnya ada penunjangnya server dan lain-lain. Selain itu ternyata persyaratan yang kedua juga memiliki Disaster Recovery Center (DRC).

“Itu diperlukan sebagai backup data kita apabila sewaktu-waktu Data Center kita atau data-data yang berada di server kita mengalami gangguan atau crash dan sebagainya, sehingga itu kita bisa melihat backupnya di DRC tadi,”jelasnya.

Ia menambahkan, tak terlepas dari itu semua ternyata pengetahuan dari SDM itulah letak kuncinya semua ini. “Jadi kita harapkan monitoring yang dilakukan oleh rekan-rekan diskominfo Kaltim bisa inventarisir, bahwa memang melihat data-data informasi yang digali dari setiap kabupaten/kota rata-rata sumber daya manusianya yang masih perlu di maksimalkan,”bebernya.

Seiring dengan pengumuman yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah pusat sebagai ibukota negara baru di sini (PPU) nantinya mulai awal tahun 2020 sudah mulai progres pembangunan untuk tahap menuju pembangunan ibukota negara.

“Jadi Kalimantan Timur khususnya (PPU) terutama, sangat menyiapkan untuk itu semua baik dari infrastruktur jaringan telekomunikasi dan sumber daya manusianya terutama. Dan harapan kami semoga progres yang dilakukan oleh rekan-rekan dari Provinsi bisa ditindaklanjuti secepatnya,”ucapnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Seksi Pengelolaan Data dan Integrasi Sistem Informasi Diskominfo Kaltim Fahmy Asa mengatakan, setelah dapatkan data-data dan aplikasi dari  Kominfo Penajam Paser Utara (PPU) tentang sistem informasi tersebut, ternyata di pemkab PPU tersebut masih belum terintgrasi dan pengelolaannya masih dilakukan oleh masing-masing OPD.

“Kita akan coba pola integrasi seperti apa yang tepat untuk dilakukan. Dan Diskominfo Kaltim juga akan memberikan bantuan ke pemerintah kabupaten/kota terutama kominfo PPU, supaya mereka juga dengan cepat mendorong terjadinya integrasi sistem informasi di sana,”Ujar Fahmy Panggilan akrabnya.

Dirinya mengungkapkan, ada beberapa kabupaten kota yang pengelolaan data-datanya sudah terintegrasi seperti pemkot Balikpapan, Bontang, Kutai Timur.

“Kemaren kita juga sudah meninjau ke beberapa wilayah yakni Balikpapan, Bontang, Kutim. untuk Bontang sudah cukup baik pelaksanaan sistem informasinya dan Balikpapan mereka juga sudah terintegrasi dengan beberapa aplikasi. Dan itu memang sudah di hosting di kominfo masing-masing, artinya mereka tidak hosting di luar,”ungkapnya.

Fahmy juga menuturkan dengan memperkenalkan API.Kaltimprov.go.id ke masing-masing kabupaten/kota di harapkan agar daerah tersebut bisa saling berbagi data, terjadi efisiensi, menjamin ke sahihan dan faliditas data, dan menjamin keamanan data.

“Karena itu sudah sejalan dengan tupoksi seksi di pengelolaan data dan integrasi sistem informasi salah satunya memberikan layanan pusat API ke daerah,”tuturnya

Untuk diketahui, API adalah singkatan dari Application Programing Interface dan memungkinkan developer untuk mengintegrasikan dua bagian dari aplikasi atau dengan aplikasi yang berbeda secara bersamaan.

API terdiri dari berbagai elemen seperti function, protocols, dan tools lainnya yang memungkinkan developers untuk membuat aplikasi. Tujuan penggunaan API adalah untuk mempercepat proses development dengan menyediakan function secara terpisah sehingga developer tidak perlu membuat fitur yang serupa.

Dalam kunjungannya Fahmy juga berharap kepada semua pihak terutama Diskominfo yang ada di Kabupaten/Kota agar terus mengupdate informasi dan saling berkoordinasi, sehingga dari sisi pengelolaan data integrasi dan sistem informasi tidak hanya di level Provinsi tapi juga Kabupaten/Kota.

“mudah-mudahan kedepan kita upayakan bisa terwujud,”pungkasnya.(Diskominfo/Rey)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Samarinda-Lomba Kaltim Code 2019 yang di adakan oleh Dinas Kominfo Prov. Kaltim bekerjasama dengan Dinas Perindagkop prov. Kaltim dan Relawan IT, bertempat di Hotel selyca. mengumpulkan para programer handal yang semuanya merupakan anak muda yang berbakat, untuk membantu solusi UMKM berbasis teknologi. (5/11)

Di ikuti 10 tim dari berbagai kalangan dari pelajar,mahasiswa, dan umum. Mereka di uji dengan menampilkan karya terbaik mereka dengan cara mempersentasikan kegunaan dan manfaat aplikasi yang sudah di buat.

Para juri sangat antusias menguji apakah layak aplikasi tersebut di pergunakan kepada halayak ramai.juri terdiri dari kominfo bidang aptika , perindakop bidang UMKM dan Relawan IT.

“Kami akan mempersiapkan programer handal yang positif anak muda yang berkemampuan IT untuk UMKM berbasis teknologi agar produknya dapat berkembang menjadi kerjasama simbiosis mutualisme” ucap Diddi

Peserta asal bontang menjadi juara pertama ajang kaltim code,juara kedua dan ketiga di raih oleh mahasiswa asal samarinda.

Solusi teknologi informasi UMKM zaman sekarang diperlukan, karena banyak hal bisa dilakukan dengan menggunakan aplikasi khususnya dalam berbisnis,
Hal tersebu membantu para pelaku UMKM mengembangkan produk.

 

Samarinda – Permasalahan pembanguanan sektor TIK seperti cakupan akses, keterjangkauan biaya, kemampuan adopsi inovasi penting untuk mengetahui perubahan-perubahan yang berimplikasi terhadap beragam hal yang timbul di masyarakat baik dari sisi positif maupun negatif.

Balai Pengembangan SDM dan Penelitian (BPSDMP) Kominfo Banjarmasin melalui UPT Badan Litbang SDM melaksanakan kegiatan penyusunan laporan akhir penelitian survei penggunaan TIK serta implikasinya terhadap aspek sosial budaya dan ekonomi masyarakat Kaltim di Aula Kudungga Diskominfo Kaltim, Selasa (5/11).

Firda Zulivia Abraham Peneliti BPSDMP Kominfo Banjarmasin mengatakan Pusat Pengembangan Literasi dan Profesi SDM mempunyai tugas dalam melaksanakan pengembangan di bidang literasi dan profesi SDM informatika. Dalam pelaksanaan tugas tersebut menyelenggarakan fungsi penyusunan rencana, program dan pelaksanaan penelitian pengembangan serta evaluasi pelaporan dan dokumentasi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata tentang penggunaan TIK serta aspek sosial budaya yang dipengaruhi dan mempengaruhi penggunaannya oleh rumah tangga maupun individu,” ujar Firda.

Diketahui saat ini BPSDMP telah melaksanakan survey penggunaan TIK di Tiga Kabupaten Provinsi Kaltim diantaranya Kabupaten Kutai Timur, Kutai Kartanegara serta Paser.

“Kami berharap kegiatan survei penggunaan internet ini akan dimiliki seluruh OPD yang ada, serta untuk mengetahui perubahan yang berimplikasi terhadap hal yang timbul di masyarakat,” terangnya. (Diskominfo – Rzk)

Samarinda– Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur menggelar lomba video kreatif dan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) yang diperuntukkan bagi para milenial yang telah dimulai sejak bulan Agustus lalu.

Sebanyak 32 peserta mengikuti lomba terdiri dari 15 video kreatif dan 17 ILM. Setelah melalui proses penilaian cukup panjang, puncak lomba ini dihelat di Hotel Harris dan ditutup Kepala BKKBN Kaltim Eli Kusnaeli yang diwakili Sekretaris BKKBN Kaltim Ahmad Taqdir di Hotel Harris Samarinda, Senin (28/10)

Menurut Ahmad Taqdir kegiatan ini merupakan terobosan baru dalam upaya merangkul generasi milenial dan memberikan kesempatan kepada para remaja di Kota Samarinda untuk menjadi seorang konten creator Keluarga Berencana dan Kependudukan.

“Dengan kegiatan ini saya mengapresiasi kepada remaja-remaja milenial yang berpartisipasi dalam rangka Lomba Video Kreatif dan Iklan Layanan Masyarakat. Karena ini terobosan baru dalam upaya merangkul generasi milenial. Agar pesan yang ingin disampaikan tepat sasaran, makanya kami adakan lomba ini, supaya sesuai selera anak-anak milenial,” ujar Takdir.

Ditambahkannya, ajang ini merupakan suatu upaya dalam meningkatkan jumlah materi dan isi pesan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang dikemas dengan menarik dan sesuai dengan tuntutan zaman.

Dirinya berharap melalui pembuatan video ini dapat mengedukasi kaula muda di Kaltim untuk lebih memperhatikan tentang kependudukan dan keluarga berencana yang selama ini jarang diketahui oleh para generasi milenial.

“Ide dan kreatifitas dari para millenial akan menjadi sarana Advokasi, Promosi Program KKBPK kepada masyarakat nantinya. Kami berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan dengan kualitas dan kuantitas lebih baik lagi. Penyelenggaraan perdana ini akan kami evaluasi untuk perbaikan pelaksanaan berikutnya,” harapnya.

Sammarinda-Kementrian Kerindustrian melalui dinas Perindag provinsi Kaltim mengadakan pelatihan WUB Aplikasi Game produk industri kreatif disamarinda berlangsung dari tanggal 28 Oktober s/d 1 November bertempat di hotel Midtown.(28/10)

SUBSEKTOR Aplikasi dan Pengembang Permainan Meningkatnya penetrasi pemanfaatan gawai oleh masyarakat tak lepas dari peran aplikasi yang tertanam di dalamnya. Masyarakat sudah fasih menggunakan berbagai jenis aplikasi digital seperti peta atau navigasi, media sosial, berita, bisnis, musik, penerjemah, permainan dan lain sebagainya. Berbagai aplikasi tersebut didesain supaya mempermudah pengguna dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Maka tak heran jika potensi subsektor aplikasi dan pengembang permainan sangat besar.

Di lain pihak, subsektor ini masih menghadapi berbagai tantangan. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) baik secara kuantitas atau kualitas, sedikitnya minat investor pada industri ini, dan belum adanya kebijakan proteksi yang memihak pada kepentingan developer domestik. Situasi inilah yang menyebabkan ekosistem subsektor ini belum terbangun secara maksimal.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengelola subsektor aplikasi dan pengembang permainan lebih serius. Bekraf bisa melakukan beberapa hal, yaitu menginisiasi munculnya lebih banyak inkubator pengembang aplikasi dan permainan, memasukkan unsur-unsur aplikasi dan permainan ke dalam dunia pendidikan, memproteksi para pengembang lokal, dan membantu mereka dalam mempromosikan karya-karyanya.

“Ekonomi kreatif dan game adalah kumpulan dari kegiatan atau aktivitas ekonomi dengan produk atau jasa yang dihasilkan melalui proses kreatif,dipadukan dengan teknologi digital Aplikasi Game menjadi Usaha baru yang menjanjikan di era industri 4.0 sekarang yang semua aktivitas dilakukan dengan praktis. Harapan dengan pelatihan tersebut menjadikan SDM dibidang IT untuk industri aplikasi game sebagai usaha baru”ujar Fuad Asaddin.

Dengan peningkatan SDM muda dapat memberikan peluang bagi para pelaku usaha kreative aplikasi game lainya untuk melakukan kreasi kedepanya khususnya di bidang WUB aplikasi Game .