SANGATTA – Puncak hari jadi dua dekade Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ditandai dengan pelaksanaan upacara gabungan di Halaman Kantor Bupati, Sabtu (12/10/2019). Bertindak selaku inspektur upacara adalah Bupati Kutim H Ismunandar. Secara umum upacara berlangsung lancar dan hikmad diikuti oleh ribuan peserta upacara di lapangan dan para pejabat lingkup Pemkab Kutim serta undangan di panggung kehormatan.

Upacara HUT ke 20 Kutim ini juga turut dihadiri Wakil Bupati Kutim H Kasmidi Bulang, Sekretaris Kabupaten H Irawansyah bersama seluruh pejabat structural Pemkab Kutim. Tak hanya itu Ketua DPRD Kutim Ny Hj Encek UR Firgasih bersama anggota legislative juga terlihat duduk dijajaran kursi VIP. Termasuk undangan perwakilan perusahaan dan organisasi kemasyarakatan. Disekeliling lapangan upacara nampak ribuan masyarakat Sangatta menyaksikan jalannya prosesi upacara dengan antusias.

Pembacaan sejarah singkat Kabupaten oleh Asisten Pemkesra Suko Buono mengawali rangkaian inti upacara. Dirangkai mengheningkan cipta dipimpin oleh inspektur upacara, pembacaan Visi Misi Kabupaten Kutim dan Prinsip Tata Pemerintahan yang Baik.

Bupati Kutim H Ismunandar pada kesempatan kali ini menyebut rangkaian peringatan HUT ke 20 Kutim dilaksanakan secara sederhana. Meski demikian tak mengurangi makna dan semangat hari jadi kabupaten.

“Peringatan Hari Ulang Tahun ke-20 Kutai Timur kali ini mengangkat tema ‘Dengan Hari Jadi Kabupaten Kutai Timur Ke-20 Kita Maju Bersama Untuk Kutai Timur Berjaya’. Berkenaan dengan tema tersebut saya mengimbau kepada seluruh jajaran aparatur pemerintah dan masyarakat Kutai Timur untuk selalu menjaga tali silaturahim dan kebersamaan yang didasari oleh kesatuan dan persatuan yang kokoh. Serta toleransi antar umat beragama dalam mendukung program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Kutai Timur secara fokus dan tuntas,” imbau Ismu yang bergelar Pangeran Surya Praja dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Dengan mengenakan pakaian adat Kutai warna putih, Ismu menjelaskan bahwa peringatan HUT ke-20 Kutim kali ini, dilaksanakan sederhana. Namun tidak mengurangi makna kemeriahaan secara keseluruhan. Sejumlah kegiatan juga telah dilaksanakan seperti lomba-lomba Olah Raga Tradisional,  Hiburan dan Pentas Seni, Pawai Budaya dan Fashion Carnival serta Pameran Pekan Raya Kutim Expo. Pameran Pekan Raya Kutim Expo ini bertujuan untuk memberikan informasi capaian hasil pembangunan Kabupaten Kutim selama ini. Semua itu dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur ke hadirat Allah SWT atas pertambahan umur yang diberikan kepada Kabupaten Kutim.

“Dalam usia ke-20 tahun Kutai Timur terus berpacu dengan waktu dalam berbagai geliat pembangunan. Sungguh nikmat yang luar biasa melihat rakyat Kutai Timur dapat hidup sejahtera dan harmonis, tenang serta damai lahir batin,” tambahnya.

Penyerahan belasan penghargaan ikut mengisi rangkaian puncak hari ulang tahun kabupaten. Termasuk persembahan penampilan dua marching band. Yakni Gita Ananta Santika dari Yonzipur Kodam VI Mulawarman dan Waditra Prima Sangatta dari PT KPC. Seluruh rangkaian upacara berakhir dengan suguhan tarian massal dari 200 siswa SMPN 1 Sangatta Utara. Dengan judul tarian “Majulah Kutimku Jayalah Negeriku”.

SAMARINDA –Menjaga patok perbatasan serta penyelundupan barang barang ilegal dari penyusupan asing, sudah menjadi tugas Tentara Nasional Indonesia (TNI) di perbatasan RI – Malaysia.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, namun mereka diharuskan mampu melaksanakan seluruh tugasnya dengan baik.

Selain menjalani tugas pokok sebagai penjaga perbatasan dan mengamankan perbatasan, TNI juga harus mampu membina warga lokal, bekerja sama dengan masyarakat setempat memberi penyuluhan pertanian, berkebun serta memanfaatkan lahan- lahan kosong yang dapat bermanfaat bagi penduduk di sekitaran daerah perbatasan.

Di samping tugas pokok pengamanan perbatasan RI tersebut, TNI juga memiliki kemampuan manunggal dengan rakyat melalui Pembinaan Teritorial. Dengan kata lain, Selama ini, TNI sesuai jati dirinya (sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional), selain mampu melaksanakan tugas pengamanan perbatasan sebagai tugas pokoknya Satgas Pamtas, juga mampu membantu masyarakat sekitar perbatasan dengan hal yang sangat baik dan sangat dirasakan langsung manfaatnya, seperti ikut berkebun bersama masyarakat dengan ikut membantu warga sekitar pos-pos penjagaan perbatasan untuk berkebun dan memanen bersama dan ikut membantu dalam menjajalkan hasil kebun yang di olah bersama masyarakat guna untuk memberikan contoh kepada warga masyarakat di sekitaran pos penjagaan perbatasan dalam memanfaatkan lahan, karna begitu berharganya sayur- sayuran di tapal batas RI-Malaysia.

Saat dikonfirmasi Personil Satgas Pamtas Yonif Raider 600/Modan, Letkol Inf Ronald Wahyudi menuturkan sebelum berangkat tugas operasi mereka di bimbing serta mendapatkan banyak pembekalan terutama di bidang pertanian, perkebunan serta perternakan.

Lanjutnya, tahap demi tahap dalam peroses perkebunan yang di dapatkan dalam pembekalan sebelum berangkat tugas di laksanakan pada saat bercocok tanam di daerah perbatasan serta ke uletan dan kesabaran agar mendapatkan hasil yang maksimal serta sayur – sayuran yang segar untuk dapat di nikamati warga di sekitaran pos perbatasan.

Hal tersebut mendapat respon positif dari masyarakat sekitar, masyarakat sekitar Pos Sei. Ular Satgas Yonif Raider 600/Modang berencana akan terus melanjutkan dan menambah dalam pengelolaan lahan kosong dalam berkebun untuk meningkatkan hasil panen sayu- sayurannya.

“Selama ini dapat menjadi contoh untuk warga masyrakat sekitaran simanggaris untuk menarik minat warga dalam berkebun. Rencana program ini akan kami jadikan program tetap kami dan akan kami sosialisasikan ke seluruh jajaran Pos Satgas Yonif Raider 600/Modang supaya dapat lebih dekat dengan masyarakat sekitar”, tegasnya

Penrem 091/ASN

SANGATTA – Pekan Raya Kutim Expo (PRKE) 2019 menjadi salah satu agenda yang dilaksanakan Pemkab Kutim demi memeriahkan hari jadi ke-20 Kabupaten. PRKE yang dipusatkan di Graha Expo Sangatta, dibuka Wakil Bupati Kutim H Kasmidi Bulang didampingi Sekretaris Kabupaten H Irawansyah, ditandai dengan pengguntingan pita. (8/10)

Wabup mengatakan puncak peringatan HUT ke-20 Kutim akan digelar upacara, pada 12 Oktober 2019 nanti. Hari ini adalah pembukaan Pekan Raya Kutim Expo. Tujuannya, PRKE adalah menyampaikan pesan, baik pesan moril maupun pesan – pesan yang lain, kepada masyarakat yang berkunjung. Pesan berkaitan dengan progres kegiatan, prestasi – prestasi yang sudah dicapai.

“Tanpa terasa  sudah satu tahun, ditahun ini kita sudah banyak mendapat prestasi, penghargaan dan kegiatan – kegiatan sosial, baik itu tingkat OPD, Pemerintah maupun instansi swasta, perkebunan, tambang, selanjutnya dari instansi vertikal, TNI/Polri.

Wabup menambahkan, PRKE kali ini diikuti 261  stan pameran, baik indoor maupun outdoor. Jumlah ini menandakan besarnya animo masyarakat atau instansi, baik vertikal, swasta dan pemerintah, untuk menyampaikan pesan – pesan moril.

Intellectual and Solidarity Mulawarman Economic Event 5 Tahun 2019 (It’s Mee 5th 2019) yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Kaltim, H. Hadi Mulyadi, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin (7/10)

Dr. Irwan Gani, SE, M.Si memberikan sedikit sambutan akan Event yang dilaksanakan selama lima hari sejak tanggal 7 hingga 11 Oktober 2019 diikuti 12 Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia dengan berbagai lomba seperti Lomba Karya Tulis Ilmiah, Lomba Debat, Lomba poster tingkat Nadional, Seminar Nssional dan konferensi Internasional Ilmu Ekonomi.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis : Prof. Dr. Hj. Syarifah Hudayah,M.Si juga memberikan sambutan mengatakan untuk saat ini masyarakat dituntut untuk meningkatkan teknologi dan tidak boleh ketinggalan lagi dengan teknologi kalau Tertinggal berarti kita tidak akan pernah maju.

Wakil Gubernur Kaltim H. Hadi Mulyadi mengatakan untuk meraih kesuksesan diperlukan keseriusan dalam berusaha. Apabila tidak punya visi dan misi kehidupan maka apa yang dirasakan adalah kelelahan dan ketidak nyamanan dalam hidup.

Foto bersama Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi beserta Dekan Fakultas Ekonomi Unmul Syarifah Hudayah, Ketua Prodi Ekonomi dan Bisnis Dr. Irwan Gani, SE, M.Si dan Dosen Fakultas Ekonomi Unmul Samarinda.

 

BALIKPAPAN — Batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) yang pada tanggal 2 Oktober 2009 ditetapkan UNESCO sebagai Hari Batik Nasional. Ini merupakan momentum perayaan nasional Indonesia yang menjelaskan bahwa batik merupakan warisan budaya dunia dan memiliki pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia.

Hal tersebut juga menjadi semangat yang terus memotivasi terkhusus bagi seluruh provinsi di Indonesia untuk menciptakan berbagai bentuk batik yang merepresentasikan daerah tersebut. Salah satunya Balikpapan sebagai gerbang utama Kalimantan Timur.
“Hingga 2019 Balikpapan mempunyai 35 design batik, dimana 10 diantaranya sudah mempunyai Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI),” jelas Arita Rizal, (2/10).

Ditambahkannya bahwa motif-motif dari batik Balikpapan banyak terinspirasi dari alam sekeliling Balikpapan contohnya pakis, jahe balikpapan hingga beruang madu.
Akar Mangrove Graha Indah menjadi salah satu motif terbaru yang dikenalkan di Kota Beriman.

“Masih banyak lagi design dengan motif yang bisa kita nikmati dari alam sekeliling kita,”ucap Arita. (DISKOMINFO/Lely)

SAMARINDA — Kampanye Sosial dalam rangka Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas di Provinsi Kalimantan Timur berlangsung di Hotel Selyca mulia Samarinda, (1/10) dan dibuka oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Prov. Kaltim.

 

Dalam sambutannya Hairul Saleh menjelaskan bahwa perubahan paradigma tentang penyandang disabilitas merupakan Hak Asasi Manusia (HAM), penyandang disabilitas didudukkan sebagai subjek yaitu sebagai individu yang memiliki kesempatan, hak dan kewajiban yang sama dalam berbagai aspek kehidupan sebagai warga negara tanpa adanya diskriminasi.

 

“Kampanye ini disampaikan sebagai informasi dan memberikan pemahaman kepada semua lintas sektoral,”jelasnya.

 

Ditambahkannya bahwa ini merupakan program antara pemerintah danmasyarakat serta dunia usaha agar memberikan hak bagi para penyandang disabilitas sesuai dengan amanat UU No.8 Tahun 2016 serta diharapkan dapat lebih meningkatkan kepedulian guna mewujudkan kesejahteraan penyandang disabilitas agar menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri dalam melaksanakan fungsi sosialnya dimasyarakat.

 

“Kami yakin melalui dorongan, bimbingan dan bantuan dari semua pihak sesuai dengan kewenangannya masing-masing akan mampu membantu mengurangi permasalahan sosial dimasyarakat khususnya para penyandang disabilitas,”ucapnya mengakhiri sambutan. (DISKOMINFO/Lely)

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) M. Sa’duddin mewakili Wakil Gubernur Kaltim memberi sambutan sekaligus membuka acara Sarasehan Percepatan Elektronifikasi Transaksi Keuangan Kaltim 2019 di Aula Maratua Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Senin 30/9/2019.

 

Pemprov Kaltim terus mendukung upaya untuk mengubah transaksi dari tunai menjadi non tunai di lingkungan Pemerintah daerah guna efisiensi serta transparansi pengelolaan keuangan daerah

 

Kepala Perwakilan BI Kaltim Tutuk Cahyono mengatakan tujuan kegiatan ini adalah itu percepatan dan perluasan transaksi non tunai

 

Foto bersama Sekda Kutai Timur Irawansyah, Kepala Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional Rahmat Hernowo, Kepala Bapenda Kaltim, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Sosial

 

Acara Stadium Generale Kesiapan dan Prospek Pengembangan Kaltim sebagai Ibu Kota Negara diikuti ratusan Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Samarinda pada Rabu (25/9).

 

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi didaulat menjadi pembicara dalam Acara tersebut.

 

Wakil Rektor Bidang akademik Prof Dr Mustofa Agung Sardjono saat memberikan sedikit Sambutan.

 

Dekan fakultas Teknik Muhammad Dahlan balfas.

 

Rangkaian Acara di akhiri dengan Foto bersama

Samarinda- Dharama Wanita persatuan Provinsi Kaltim mengadakan pertemuan arisan gabungan sekaligus mensosialisasikan gerakan Anti Hoax kepada ibu ibu Darma wanita yang hadir. Acara berlangsung di Dinas kominfo gedung Kudungga.(25/9)

Tujuan diadakan kegiatan ini selain silahtuhrahmi dan arisan, para istri ASN OPD Provinsi kalimantan timur dapat mendapat wawasan langsung dari narasumber tentang pengertian Hoax, agar dapat mengantiaipasi terjadinya hoax,dari pada itu mereka juga harus mensosialisasikan dan mengajarkan pengertian hoax ini kepada teman terdekat dan keluarga mereka.

Narasumber yang di hadirkan dari Jurnalis senior Carles Siahaan, saran beliau dalam memberikan edukasi tentang Hoax dan bermedia sosial yang baik.

“Bijaklah bermedia sosial,tipsnya iyalah Saring dulu sebelum dishare, stop share dikita saja, ancamanya membuat hoax iyalah dosa dan pidana”, ujar Carles

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab audiens ke narasumber dan bagi-bagi hadiah undian, setelah itu ditutup dengan makan siang bersama.

Samarinda– Peringatan Hari Hak Untuk Tahu Sedunia (Right To Know Day) diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi (KIP) Kalimantan Timur di Hotel Horison Samarinda,  Senin (28/9).

Ketua KIP Kaltim M. Khaidir menyatakan, kegiatan ini merupakan peringatan untuk memberikan ruh atau semangat kepada masyarakat bahwa ada Hari Hak Untuk Tahu bagi mereka. Utamanya hak untuk mengetahui kebijakan penyelenggaraan pemerintah.

“Esensi utama dari Hak untuk Tahu adalah memberikan ruh atau semangat dan menjamin masyarakat mendapatkan akses Informasi Publik pada Badan Publik yang akurat, benar dan tidak menyesatkan serta sesuai aturan. Keterbukaan Informasi Publik telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008,” kata Khaidir saat ditemui usai membuka acara.

Undang-undang ini, lanjut Haidir, menjamin hak masyarakat  atas akses informasi di Badan-Badan publik baik pemerintah dan non pemerintah. Bagian penting  dari Undang-Undang diantaranya  adalah menekankan pada kesiapan dari badan publik untuk  menyediakan informasi baik setiap waktu, berkala dan serta merta.

“Informasi Publik itu harus akurat, benar, dan tidak menyesatkan. Informasi dapat diakses dengan baik, mudah dan efisien. Di Kaltim, secara kuantitas respon terhadap Hari Hak Untuk Tahu belum maksimal. Namun disinilah peran badan Publik. Kalau dalam hal ini badan publik tak memberikan respon baik maka masyarakat masih saja kurang punya hak untuk tahu terhadap persoalan publik,” terangnya.

Menurut Khaidir, Badan publik harus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Serta aktif dan proaktif mensosialisasikan Undang-Undang keterbukaan informasi. “Harapan KIP, masyarakat sudah tahu bahwa mereka punya hak untuk tahu. Artinya masyarakat punya peran besar dalam pembangunan daerah ini, hak untuk tahu kebijakan yang dilakukan pemerintah, memberikan kritikan yang bersifat membangun,” imbuhnya.