Samarinda– Lonjakan jumlah kasus Covid-19 di Kaltim terus bertambah, untuk itu masyarakat perlu menjaga kesehatan dengan meningkatkan imunitas diri agar tidak mudah tertular.

“Meningkatakan imunitas diri sangat penting kita lakukan untuk membentengi diri semaksimal mungkin agar lebih baik, sehat dan bugar,”ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak saat rilis harian melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Kamis (24/9/2020).

Melihat angka kasus yang ada bahwa potensi penularan masih sangat tinggi di luar sana, sehingga tentunya harus dituntut kepedulian semua masyarakat saling menjaga, dan melindungi dengan meningkatkan semaksimal mungkin protokol kesehatan.

“Bila kita ingin tetap aman dari penularan Covid-19 dan juga aman tidak menularkan kepada yang lain mari kita terus meningkatkan kepedulian, saling membantu untuk tidak menambah lagi kasus positif baru dengan terus meningkatkan upaya pencegah,”tuturnya

Selain itu, bedasarkan data yang dirilis Gugus Tugas penambahan pasien positif Covid terus naik, hari ini tercatat 195 kasus positif di Kaltim yang terdistribusi dari Berau 12 kasus, Kutai Kartanegara 40 kasus, Kutai Timur 24 kasus, Paser 13 kasus, Penajam Paser Utara 1 kasus, Balikpapan 104 kasus dan Samarinda 1 kasus.

Sedangkan pasien sembuh ada penambahan 123 kasus tersebar di Berau 20 kasus, Kutai Barat 1 kasus, Kutai Kartanegara 13 kasus, Balikpapan 78 kasus dan Samarinda 11 kasus.

Sementara kasus Covid-19 yang meninggal dunia, Andi melaporkan ada penambahan 5 kasus dari Kutai Timur 1 kasus, Penajam Paser Utara 1, Balikpapan 1 kasus dan Samarinda 2 kasus.

“Hingga hari ini total kasus yang meninggal di Kaltim berjumlah 286 kasus,” ungkapnya

Kemudian jumlah kasus terkonfirmasi positif Kaltim 7.459 kasus, sembuh 5.025 kasus, proble 24 kasus, dirawat 2.148 kasus dan dalam proses 1.560 kasus.

 

KUKAR – Dalam rangka melatih prajurit dalam pembinaan satuan dibidang latihan, baik latihan perorangan maupun latihan tingkat satuan maka Korem 091/ASN menyelenggarakan Latihan Tingkat Batalyon (Latisyon) yang dibuka secara langsung oleh Komandan Korem 091/ASN Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro di Lapangan Sepak Bola Makoyonif 611/Awang Long Operasi KM. 2,5 Loa Janan, Kutai Kartanegara, Kamis, (24/09/2020).

Dalam Sambutannya Danrem menuturkan, Yonif 611/Awl sebagai satuan tempur dibawah langsung Korem 091/ASN dituntut untuk selalu siap operasi dan digerakan dalam rangka menghadapi perkembangan situasi dan kontinjensi yang terjadi diwilayah Kaltim maupun seluruh wilayah NKRI.

Untuk meningkatkan dan memelihara kemampuan baik perorangan maupun satuan maka di selenggarakan Latihan Taktis Tingkat Batalyon (Latisyon) yang diharapkan dapat mengantarkan pada standar kemampuan operasional sebagai Satuan Tempur yang handal dan terlatih.

Dalam simulasi latihan, Batalyon Infanteri 611/Awl melaksanakan operasi lawan gerilya di wilayah Kaltim dalam rangka mendukung tugas poko Kodam VI/Mlw. Agar latihan dapat berjalan dengan baik serta dapat tercapai sasaran latihan yang sudah ditentukan dalam direktif latihan, maka setiap prajurit dituntut untuk mampu mengaplikasikan teknik dan taktik.

Diharapkan dengan mekanisme latihan yang sudah direncanakan dan dipersiapkan oleh Korem 091/ASN selaku penyelenggara Lattis ini dapat bermanfaat untuk menyempurnakan serta meningkatkan kesiapan dan profesionalisme personel Yonif 611/Awl sebagai Satuan Tempur Korem 091/ASN.

Penrem 091/ASN

Sebanyak 100 paket sembako diserahkan Wakil Gubernur Kaltim H. Hadi Mulyadi, akan dibagikan ke 4 yayasan antara lain Panti Asuhan Ruhama, I Care, Rumah Singgah Fissabilillah, Panti Ilham. Masing-masing yasasan dibagi 25 paket, isi dari bantuan ini antara lain beras, telur, mie instan, susu dan kornet

 

 

 

 

 

 

 

 

Samarinda – Penyerahan bantuan sembako secara simbolis oleh Wakil Gubernur Kaltim H. Hadi Mulyadi di Aula Asran Bulqis Kantor Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur kalan Basuki Rahmat No.76 Samarinda, Kamis (24/9/2020).

“Sebanyak 100 paket sembako, akan dibagikan ke 4 yayasan antara lain Panti Asuhan Ruhama, I Care, Rumah Singgah Fissabilillah, Panti Ilham. Masing-masing yasasan dibagi 25 paket, isi dari bantuan ini antara lain beras, telur, mie instan, susu dan kornet,” Papar Kabid Banjamsos Dinsos Kaltim H. Ahmadin sebelum acara dimulai.

Ini hanya bagian kecil perhatian pemerintah untuk masyarakat, diharapkan dengan bantuan ini yayasan atau orang yang menerima akan tercukupi kebutuhan pangannya.

Kepala Dinas Sosial Kaltim HM. Agus Hari Kesuma “Penyerahan bantuan ini perintah Kaltim Berdaulat, kami terus berjuang membantu masyarakat yang terkena dampak Covid -19, Ini merupakan bantuan ke 15 yang dilakukan oleh Dinas Sosial Provinsi Kaltim,” Jelasnya.

Sudah ada 139 calon vaksin Corona, 25 Vaksin masuk uji klinis 1, 17 Vaksin masuk uji klinis 2 dan 7 Vaksin masuk uji klinis 3. Dan kabarnya di tahun 2021 Vaksin akan disebar keseluruh dunia.

Ada hal yang lebih penting lagi “Kebiasaan hidup sehat, hidup sehat ini bukan aja bisa menangkal virus corona tapi bisa menangkal virus dan penyakit lain,” Pesan Hadi Mulyadi.

Gubernur Kaltim H Isran Noor menyerahkan kendaraan pelayanan keliling Adminduk untuk lima kabupaten. Yakni, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser.

Kendaraan yang berfungsi untuk pelayanan administrasi kependudukan itu diberikan demi memudahkan masyarakat yang hingga saat ini masih belum bisa melakukan perekaman e-KTP karena alasan geografi yang jauh dari pusat pemerintahan.

“Selamat kepada lima daerah yang menerima bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Gunakan fasilitas yang sangat baik ini untuk pelayanan administrasi kependudukan di masing-masing kabupaten,” kata Gubernur Isran Noor di teras Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (24/9/2020).

Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Hj Halda Arsyad di tempat yang sama menyampaikan rencana ini sudah disiapkan sejak tahun lalu.

Dasar pertimbangannya adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Timur. Termasuk menjangkau kawasan-kawasan yang masih terkendala untuk perekaman karena alasan geografi.

Halda juga menjelaskan, mobil pelayanan adminduk ini dilengkapi fasilitas perekaman, pencetakan e-KTP dan dilengkapi juga dengan media untuk sosialisasi kependudukan kepada masyarakat.

Ini sangat penting sehingga Disdukcapil di daerah bisa lebih mudah melayani masyarakat. Sebab ini menyangkut hak sipil masyarakat yang harus dipenuhi,” beber Halda.

Apalagi, tahun ini adalah tahun pilkada. Mereka yang akan menggunakan hak suara tentu harus memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan). Maka secara langsung, bantuan ini diharapkan juga bisa membantu masyarakat demi kelancaran pilkada.

Acara serah terima bantuan mobil pelayanan Adminduk dihadiri Bupati PPU H Abdul Gafur Mas’ud, Wakil Bupati Paser H Kaharuddin, Wakil Bupati Kutai Kartanegara H Chairil Anwar dan pejabat terkait dari Kutai Timur dan Kutai Barat. (sul/yans/humasprovkaltim)

BALIKPAPAN – Gubernur Kalimantan Timur Dr. H Isran Noor menghadiri pelantikan kepengurusan Media Online Indonesia (MOI) DPW Kaltim masa bhakti 2020-2023 yang digelar di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Rabu (23/9/2020)

Pelantikan tersebut mengangkat tema “dengan profesional, kritis, konstruktif, sinergi membangun Kaltim”. Dalam kepengurusan ini terpilih Jerison Togelang sebagai Ketua MOI Kaltim.

Dalam sambutannya, Isran sangat menghormati dan menghargai atas terbentuknya kepengurusan MOI di Kaltim. Dikatakannya, Nilai-nilai moral positif yang memang harus diinformasikan kepada seluruh masyarakat.

“Apalagi kondisi saat ini di Indonesia termasuk di Kaltim mengalami hal yang sama ditimpa musibah Covid-19,”ungkapnya.

Isran berharap mudah-mudahan dapat melaksanakan tugas-tugas yang bermoral dan nilai spirit kebersamaan.

Proses pelantikan hanya dihadiri pengurus inti dan beberapa tamu undangan. Peserta lainnya mengikuti secara daring melalui aplikasi online.

Sumber : Humas Pemprov Kaltim

Tana Paser – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Paser akan mengevaluasi program wawasan kebangsaan untuk menguatkan rasa nasionalisme di kalangan masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesbangpol Paser M Tauhid mengatakan evaluasi tersebut merupakan tindak lanjut dari operasi yustisi yang mendapati sejumlah pemuda tidak menghafal Pancasila.

“Kemungkinan mereka gugup karena saat operasi yustisi, tapi kalo memang seperti itu dilapangan ini jadi evaluasi bagi kami kedepan,” Kata M Tauhid Saat dihubungi di Tana Paser Rabu (23/9/2020).

Sebelumnya kata Tauhid Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Paser menggelar operasi yustisi penegakan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sanksi yang diberikan kepada warga yang melanggar lanjut dia, diantaranya menghafal Pancasila, membersihkan lingkungan dan push up di tempat.

“Operasi yustisi untuk menegakkan Peraturan Bupati (Perbub) 78 Tahun 2020 di Kabupaten Paser,” ujar Tauhid.

Tauhid mengemukakan sejauh ini Kesbangpol Paser telah melaksanakan program penguatan wawasan kebangsaan di tingkat SD hingga SLTA.

“Sebelumnya kami datang ke sekolah sekolah untuk tingkatkan wawasan kebangsaan mulai dari menyanyikan lagu kebangsaan termasuk menghafal Pancasila ” ujar Tauhid.

Sementara itu Kabag Ops Polres Paser Kompol Sarman mengatakan hampir 30 persen pemuda yang terjaring selama operasi yustisi tidak mampu menghafal Pancasila.

“Jadi saat operasi yustisi ada didapati pemuda tidak pakai masker kemudian kami suruh sebutkan pancasila tapi ngk halap Kira-kira 30 persen anak-muda tidak hafal,” ujarnya.

Tana Paser – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Paser akan mengevaluasi program wawasan kebangsaan untuk menguatkan rasa nasionalisme di kalangan masyarakat.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesbangpol Paser M Tauhid mengatakan evaluasi tersebut merupakan tindak lanjut dari operasi yustisi yang mendapati sejumlah pemuda tidak menghafal Pancasila.

“Kemungkinan mereka gugup karena saat operasi yustisi, tapi kalo memang seperti itu dilapangan ini jadi evaluasi bagi kami kedepan,” Kata M Tauhid Saat dihubungi di Tana Paser Rabu (23/9/2020).

Sebelumnya kata Tauhid Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Paser menggelar operasi yustisi penegakan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sanksi yang diberikan kepada warga yang melanggar lanjut dia, diantaranya menghafal Pancasila, membersihkan lingkungan dan push up di tempat.

“Operasi yustisi untuk menegakkan Peraturan Bupati (Perbub) 78 Tahun 2020 di Kabupaten Paser,” ujar Tauhid.

Tauhid mengemukakan sejauh ini Kesbangpol Paser telah melaksanakan program penguatan wawasan kebangsaan di tingkat SD hingga SLTA.

“Sebelumnya kami datang ke sekolah sekolah untuk tingkatkan wawasan kebangsaan mulai dari menyanyikan lagu kebangsaan termasuk menghafal Pancasila ” ujar Tauhid.

Sementara itu Kabag Ops Polres Paser Kompol Sarman mengatakan hampir 30 persen pemuda yang terjaring selama operasi yustisi tidak mampu menghafal Pancasila.

“Jadi saat operasi yustisi ada didapati pemuda tidak pakai masker kemudian kami suruh sebutkan pancasila tapi ngk halap Kira-kira 30 persen anak-muda tidak hafal,” ujarnya.

Tana Paser – Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Paser melakukan pendampingan terhadap 17 anak yang terlibat kasus kekerasan seksual periode Januari hingga Agustus 2020.

“Ada 17 anak dibawah umur yang menjadi korban kami berikan pendampingan,” kata Kepala DP2KBP3A Paser Hadijah, Selasa (22/09/2020).

Hadijah mengatatakan selama kurun waktu Januari hingga Agustus 2020 DP2KBP3A Paser mendampingi total 9 kasus kekerasan seksual melibatkan anak.

“’Dari awal tahun hingga bulan Agustus terdapat 9 Kasus yang menimpa anak dibawah umur di Kabupaten Paser,” ujar Hadijah.

Ia menambahkan dari 17 anak korban kekerasan itu, 13 diantaranya korban kekerasan seksual lawan jenis dan 4 diantaranya kekerasan sesama jenis.

“Empat orang anak korban pelecehan sesama jenis dan 13 orang pelecehan seksual korbannya semua anak- anak,” tuturnya.

Hadijah berharap tidak ada lagi kasus serupa sehingga anak-anak di Paser dapat hidup layaknya anak-anak lain

“Saya harap Kedepan kasus kasus serupa tidak terjadi lagi pada anak di Kabupaten Paser ” tutup Hadijjah.

SAMARINDA–Ditengah pandemi yang melanda, semua masyarakat Kaltim diajak untuk selalu disiplin membetengi diri dari Covid-19.

Ajakan tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak saat rilis harian melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Rabu (23/9/2020).

Andi membeberkan penularan saat ini begitu tinggi dan masif di masyarakat karena sudah semakin luasnya penularan secara lokal. Penularan ini terjadi karena masih belum patuhnya masyarakat secara maksimum dengan protokol kesehatan dimanapun berada.

“Kondisi pandemi di Kaltim sudah semakin mengkhawatirkan, penularan semakin banyak dan kondisi saat ini tidak normal atau keadaan bencana non alam,”terangnya

Kondisi ini menurutnya harus dipahami masyarakat untuk berfikir dan berusaha keluar dari kebiasaan untuk memastikan diri agar tidak menambah kasus baru yaitu senantiasa menjaga jarak dengan orang lain, menggunakan masker dengan benar, rutin cuci tangan dengan sabun menggunakan air menggalir atau menggunakan hand Sanitizer.

Selain itu Andi juga menyampaikan penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kaltim sebanyak 196 kasus yakni dari Kabupaten Kutai Barat empat kasus, Kabupaten Kutai Kartanegara 30 kasus, Kabupaten Kutai Timur 28 kasus, Kabupaten Mahakam Ulu satu kasus, Kabupaten Paser tujuh kasus, Kota Balikpapan 83 kasus, Kota Bontang enam kasus dan Kota Samarinda 37 kasus.

Sementara untuk pasien sembuh dari Covid-19 ada penambahan 222 kasus dari Kabupaten Kutai Barat delapan kasus, Kabupaten Kutai Kartanegara 90 kasus, Kabupaten Kutai Timur satu kasus, Kota Balikpapan 37 kasus, Kota Bontang lima kasus dan Kota Samarinda 81 kasus.

Untuk kasus kematian akibat Covid-19 juga bertambah Empat kasus dari Kabupaten Berau satu kasus, Kabupaten Kutai Kartanegara satu kasus, Kota Balikpapan satu kasus dan Kota Samarinda satu kasus.

Dengan begitu total kasus positif di Kaltim menjadi 7.264 kasus, sembuh 4.902 kasus, meninggal 281 kasus, pasien yang dirawat 2.081 kasus dan dalam proses laboratorium 1.654 kasus.