SAMARINDA — Instagram menjadi satu diantara banyak media sosial yang memiliki pengguna terbanyak,tidak terkecuali di Indonesia. Terdapat 56 juta pengguna instagram di negara ini dan menjadikan Indonesia sebagai negara pengguna instagram terbanyak ke-empat di dunia, setelah Amerika Serikat, Brazil, dan India. Ini juga menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pengguna instagram terbanyak di kawasan asia pasifik.

Instagram merupakan platform media sosial yang berfokus pada visual, itu menjadi alasan mengapa instagram menjadi satu diantara platform yang dirasa paling pas digunakan dalam mempromosikan konten digital, salah satunya pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Aldi Riandana selalu Konten Kreator yang juga menjabat sebagai anggota dari komunitas Exotic Kaltim saat memberikan pemaparan kepada finalis Putri dan Duta Wisata Provinsi Kalimantan Timur 2019 beberapa saat lalu.

“Terlebih kini industri sudah masuk di Era 4.0, begitu juga pariwisata sudah masuk ke era Tourism 4.0 atau sering disebut dengan Tourism Digital Marketing (TDM) yang menjadikan generasi muda harus melek akan dunia yang berbasis digital salah satunya Instagram,”jelas Aldi.

Ditambahkannya instagram menyediakan berbagai kemudahan bagi pengguna dalam mengaplikasikannya. Salah satu fitur yang paling sering digunakan adalah instagram stories. Karena fitur ini menjadi fitur aktif digunakan pengguna karena sifatnya yang fleksibel, update dan mudah digunakan.

Tentunya tidak terkecuali bagi sektor pariwisat menjadi salah satu topik paling banyak disebarkan melalui fitur ini. Karena banyak pengguna media sosial akan lebih percaya terhadap suatu brand apabila tersebar baik di media sosial, salah satu instagram.

Sehingga diharapkan melalui pemanfaatkan instagram sebagai tourism digital dapat menjadikan salah satu amunisi terbaik dalam mempromosikan pariwisata di Kaltim. (DISKOMINFO/Lely)

SAMARINDA — Rinanda Maharani resmi dinobatkan sebagai Putri Pariwisata Kalimantan Timur 2019. Mahkota yang yang sebelumnya dikenakan oleh Natasya Priyanka kini disematkan oleh Siswa SMA 2 Sangata Utara tersebut.

Rinanda menjelaskan bahwa sebagai puteri daerah yang tumbuh dan berkembang di Kalimantan Timur, membuat gadis beumur 17 tahun ini ingin berkontribusi dan berdedikasi bagi Kalimantan Timur terutama pada sektor Pariwisata, karna melihat banyaknya potensi Pariwisata yang dimiliki.

Tentunya diperlukan niat dan tekad yang kuat, usaha serta kepercayaan diri untuk dapat mengemban Tugas sebagai Puteri Pariwisata.

“Program Kerja saya kedepab adalah Kelas Budaya Unggulan yang merupakan singkatan dari ‘Kenali Pelajari Lestarikan Budaya yang Unik Berguna Adil dan Nyaman’ dimana saya akan memperkenalkan ini melalui misi 321 yaitu 3 Actions; Promosi, Sosialisasi, dan Kolaborasi, 2 Media; Face to Face dan Digital, 1 Tujuan; meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengenali, menggali, dan melestarikan budaya dan pariwisata di Kalimantan Timur dan meningkatkan kesadaran Masyarakat Kalimantan Timur bahwa mereka merupakan Tuan Rumah sekaligus Tamu di tanah mereka sendiri,”jelas Rinanda, (3/11).

Dijelaskan pula bahwa kini bersaam masyarakat sudah dipersiapkan untuk memasuki Revolusi Industri 4.0, tentunya Generasi Millenial juga sudah semakin dekat dengan Teknologi Digital. Dimana yang kita ketahui, Pariwisata pun sudah menuju Digital Tourism 4.0, Hal ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin sebagai Generasi Millenial terutama dalam mempromosikan Pariwisata dan Budaya yang ada melalui Teknologi yang semakin canggih dan efektif, terutama Sosial Media.

Harapan kedepan, peran Putri Pariwisata dapat membantu Dinas Pariwisata Kalimantan Timur dalam memajukan Pariwisata yang ada di Kalimantan Timur, dapat memberikan Branding yang baik pada setiap tempat wisata yang ada, dapat menginfluence generasi millenial untuk dapat menjadi Ujung Tombak Pariwisata di Kalimantan Timur, karena saya percaya, Kalimantan Timur akan menjadi Nomor Satu jika Masyarakatnya bersatu. (DISKOMINFO/Lely)




SAMARINDA — Malam Grand Final Pemilihan Puteri Pariwisata dan Duta Wisata Provinsi Kalimantan Timur 2019 menjadi salah satu ajang bergengsi bagi generasi muda Kaltim untuk menunjukan kemampuan sebagai agen perubahan yang siap mempromosikan pariwisata daerah.

Pasalnya, seluruh perwakilan dari 10 Kabupaten/Kota akan mengirimkan putra dan putri terbaiknya untuk mengikuti ajang ini.

Sri Wahyuni sebagai Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim yang merupakan Ketua Panitia menyampaikan bahwa ajang pemilihan ini merupakan sarana pengembangan potensi bakat, kreatifitas, kecerdasan pada generasi muda untuk menjadi figure yang dapat berperan aktif dalam mempromosikan kekayaan seni budaya dan pariwisata.

“Pemilihan ini para finalis Puteri maupun Duta Wisata dapat memiliki disiplin, dedikasi dan tanggungjawab yang tinggi untuk membantu Pemerintah daerah dalam mengajak masyarakat menjaga budaya bersih, indah, tertib, bermoral, bermental baik serta diharapkan dapat mempromosikan objek-objek wisata yang ada di Kaltim,”jelas Sri, (2/11) bertempat di Ballroom Hotel Swissbell Samarinda.

Tentunya, selain memilih putra putri terbaik Kaltim yang akan membantu promosi pariwisata baik ditingkat lokal, nasional maupun internasional. Nantinya, Puteri Pariwisata dan Duta Wisata terpilih akan dikirim ketingkat nasional sebagai wakil dari Kalimantan Timur.

Besar harapan melalui generasi muda Kaltim, pariwisata dapat menjdi sektor yang meningkatkan pendapatan ekonomi daerah dan menjadikan tingkat kunjungan wisatawan semakin bertambah setiap tahunnya. Sehingga, Kaltim dapat menjadi salah satu destinasi wisata pilihan di Indonesia. (DISKOMINFO/Lely)

SAMARINDA — Bimbingan Teknis Pemahaman Branding Wonderful Indonesia dan Konten Marketing XXIV menjadi salah satu agenda Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk terus mempromosikan pariwisata daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur dalam sambutannya sebagai tuan rumah menjelaskan bahwa masyarakat harus memahami apa makna dari branding Wonderful Indonesia.

“Kegiatan ini hadir untuk mempersiapkan masyarakat Kalimantan Timur dalam menyambut pariwisata Ibu Kota Negara”,jelas Sri, (2/11) bertempat di Hotel Selyca Samarinda.

Dijelaskan bahwa bukan hal baru lagi ketika pariwisata kini menjadi sebuah kebutuhan primer masyarakat yang ingin rehat dari rasa penat selepas bekerja maupun masyarakat yang ingin rekreasi bersama keluarga dihari libur.

Sehingga, Kalimantan Timur harus bersiap untuk membangun sektor pariwisata. Pasalnya, perlu kerja keras dan kerjasama untuk melakukan branding agar memiliki karakter yang sesuai dengan pariwisata IKN. Salah satunya mengenai nilai- nilai IKN yang akan diangkat.

Harapannya dengan Bimtek ini, kerjasama antara Kementerian Pariwisata bersama dengan Pariwisata Kalimantan Timur dapat membangun sinergi dan pemahaman tidak hanya antar pemerintah pusat dan daerah melainkan kepada seluruh pendukung pembangunan pariwisata demi Kaltim yang Berdaulat.

Samarinda—Event kalender tahunan Festival Mahakam (Fesma) XIX resmi dibuka Tim Pelaksana Calendar of Event (CoE) Kemenpar Raseno Arya, di Amphiteater Tepian Mahakam, Jalan Gajah Mada Samarinda yang dipusatkan di Tepian Mahakam Samarinda, Jalan Gajah Mada sejak 1-3 November 2019.

Dalam kesempatan itu Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor yang diwakili Kadis Pariwisata Sri Wahyuni mengatakan, event tersebut merupakan salah satu calendar of event (CoE) pariwisata nasional dari Provinsi Kaltim untuk Indonesia.

“Event ini bukan hanya sebagai ruang aktulisasi seni budaya daerah, juga sebagai pintu masuk bagi pengunjung ke destinasi wisata lainnya.Kita harapkan event ini menjadi pintu gerbang bagi pengunjung untuk mengetahui destinasi wisata yang ada di Kota Tepian,”Ujar Sri Wahyuni, Jum’at (1/11)

Melalui event ini, bukan hanya Festival Mahakam yang dikunjungi para wisatawan, tetapi obyek-obyek wisata lainnya yang ada di Ibu Kota Provinsi Kaltim. Misal, makan malam di wisata kuliner nasi kuning Lambung Mangkurat.

Menurutnya nama besar Mahakam telah melekat dengan Samarinda, terlebih festival ini sudah terlaksana hingga 19 tahun. Selain itu, melalui event tersebut, diharapkan dapat dikembangkan potensi investasi pariwisata.

“Untuk itu, setelah memiliki Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPARDA), Samarinda perlu membuat turunan dari Ripparda ini berupa rencana detail kawasan strategis yang memuat bisnis model bagi investasi pariwisata,”Ucapnya.

Dirinya berharap sebagai bagian dari kawasan Ibu Kota Negara (IKN) ada kajian yang mengulas tentang sejarah dan keagungan Sungai Mahakam bagi masyarakat Kaltim. Arti dan makna serta nama besar Sungai Mahakam ini patut diketahui sebagai aset alam di IKN Kaltim.

“Tahun depan Pemprov Kaltim secara khusus akan melaksanakan kegiatan promosi investasi pariwisata di Kaltim sebagai kawasan IKN baru,”tutupnya.(Diskominfo/Rey)




 

Samarinda-Kegiatan lomba karya tulis di ikuti puluhan siswa siswi SMA se-kaltim tentang sejarah kaltim yang diadakan oleh mahasiswa FKIP unmul jurusan sejarah .bertempat di aula serbaguna dinas pendidikan provinsi. (22/10)

Tujuan diadakannya lomba karya tulis ilmiah ini untuk mengenalkan para siswa siswi tentang sejarah yang ada dikaltim seperti Kars sangkulirang, dimana peninggalan situs sejarah kehidupan dimasa lampau sangkulirang yang mulai terlupakan oleh anak anak milenial.

Pengetahuan sejarah yang menjadi bahan karya tulis ilmiah oleh peserta lomba sebagai pengalaman untuk mereka dalam menghadapi IKN dan bekal di jenjang perkuliahan.

“Diharap kan dengan adanya lomba karya tulis ilmiah ini, situs budaya sejarah yang ada di kaltim menjadi terangkat, serta akan menjaga kelestarian situs sejarah kaltim”tegas M Fitra wahyudi selaku ketua panitia

Samarinda—Event tahunan berskala Nasional yakni Festival Mahakam XIX 2019 bakal kembali di helat. Guna membicarakan persiapan tersebut, Dinas Pariwisata Kota Samarinda, Dinas Komunikasi dan Informatika Samarinda beserta instansi terkait melakukan coffee morning dengan sejumlah wartawan media cetak dan online yang berlangsung di Yen’s Delight Cafee, jalan Juanda,Senin (21/10).

Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Samarinda I Gusti Ayu Sulistiani mengatakan, guna menyukseskan event tersebut pihaknya membutuhkan dukungan media yang ada di Samarinda.

“Untuk menyukseskan Event Nasional tersebut mengajak rekan-rekan media untuk turut andil dalam mempromosikan pariwisata yang ada di Samarinda. Hal ini dilakukan, agar pariwisata di Samarinda mudah dikenal oleh masyarakat luar dan dalam negeri,”tuturnya.

I Gusti Ayu Sulistiani mengungkapkan, Pariwisata termasuk penyumbang devisa terbesar di Kaltim. Potensi besar di bidang pariwisata, karena disini punya banyak budaya dan banyak sekali alam yang harus di benahi menjadi tempat wisata

“Tinggal bagaimana membangun, membangkitkan dan mengembangkan pariwisata yang ada di Kota Samarinda.”ungkapnya.

Salah satu contoh pembahasan kali ini seperti Budaya di Desa Pampang yang akan dikembangkan dan bagaimana solusi agar Desa Pampang bisa sesuai dengan harapan masyarakat.

Selain itu potensi besar lainnya seperti wisata di Sungai Mahakam, yaitu Kapal Wisata Mahakam yang menjadi daya tarik bagi wisatawan dalam kota maupun luar kota.

“Pengunjung Kapal Wisata Mahakam ini selalu meningkat setiap harinya, ini harus dikembangkan lagi.” tegasnya

Dirinya juga menambahkan, kedepan Dinas Pariwisata akan konsen untuk menyusun desain wisata yang bersifat Global, dengan harapan kunjungan wisatawan mancanegara akan semakin meningkat.

“Harapannya bukan hanya wisatawan lokal, namun wisatawan mancanegara bisa menjadi sasaran,” tutupnya.

Dalam Event Festival Mahakam yang akan dilaksanakan pada tanggal 1-3 November 2019 tersebut akan diadakan berbagai perlombaan antara lain, lomba ketinting, lomba menyeberang Sungai Mahakam dan lomba tambangan.

Untuk diketahui, lomba tambangan ini merupakan salah satu transportasi air di Samarinda yang hampir punah.

Dan untuk tahun ini juga ada tambahan yaitu Samarinda Tourism, Trip & Investment, Rembuk Pariwisata, Lomba fotografi, dan Jelajah Mahakam.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Walikota Samarinda M. Barkati, Kepala Satpol PP Kota Samarinda Muhammad Darham, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Ismansyah.(Diskominfo/Rey)

SAMARINDA — Rapat Koordinasi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata II dilaksanakan bertemnpat di Hotel Senyiur Samarinda, (16/10) diyakini mampu menjadi menjadi event yang mencangkup Kabupaten/Kota terkhusus dalam memberikan cerminan sebagai Ibu Kota Negara.

Dalam upaya meningkatkan kunjungan wisata maka pemerintah telah mencanangkan tiga program unggulan, yakni peningkatan promosi dan digitalisai, kemudahan konektivitas antar destinasi baik laut, udara dan darat serta pengembangan dan pengelolaan homestay. Ketersediaan informasi di destinasi wisata adalah suatu keniscayaan. Saran promosi pada hakekatnya adalah rumah informasi kepada wisatawan serta adanya interaksi promosi dengan wisatawan berkunjung ke destinasi tujuan.

“Provinsi Kalimantan Timur mempunyai potensi wisata yang cukup beragam diantaranya wisata alam, wisata bahari wisata budaya dll. Sebagai salah satyu daerah tujuan wisata di Indonesia, Kalimantan Timur setiap tahunnya kedatangan ribuan wisatawan mancanegara,”jelas Kabid Pengembangan Pemasaran Pariwisata Irvan Rivai.

Ditambahkannya bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan dalam mengembangkan dan membangun pariwisata. (DISKOMINFO/Lely)