SAMARINDA—-Gubernur Kaltim H. Isran Noor memastikan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) tidak akan menghambat program penurunan emisi karbon di Kaltim.

“Justru sebaliknya konsep Pembangunan IKN di Kaltim menjadi contoh pembangunan berkelanjutan yang berwawasan hijau. Kalau di Kota ruang terbuka hijau itu 30 persen dari luasan sebuah Kota, maka nanti Kita balik. Bukan 30 persen tapi kalau bisa 70 persen karena konsepnya greencity atau forest city”, ungkap Gubernur Isran usai membuka acara Launching dan Talkshow proses Pre- Negosiasi ERPA FCPF-Carbon Fund di Kaltim, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Senin (9/9)

Menurutnya, selama periode 2020 hingga 2024 Kalimantan Timur berpeluang mendapatkan insentif senilai 110 juta USD atau setara dengan pengurangan emisi 22 juta ton karbondioksida ekuivalen. Menurut Gubernur Kaltim Isran Noor angka tersebut tidak sulit diraih sebab Kaltim sendiri sudah sejak lama menerapkan konsep pembangunan hijau yang ramah lingkungan.

Ditegaskan Isran  pembangunan IKN nantinya dilaksanakan sesuai kaidah-kaidah lingkungan. Adapun kekhawatiran sejumlah pihak dampak kerusakan lingkungan ditimbulkan dapat menjadi modal pemerintah untuk membangun IKN berkonsep forest city.

Bukan saja di Indonesia Program pengurangan emisi karbon berbasis insentif seperti yang dilakukan di Kaltim adalah yang pertama kali di dunia. Pendekatan yurisdiksi menjadikan program FCPF Carbon Fund di Kaltim berbeda sebab di belahan Negara lain program ini hanya menyasar satu distrik atau lokasi berskala Kabupaten saja namun di Kaltim program penurunan emisi dilaksanakan bersamaan dan serentak di seluruh wilayah se Provinsi Kaltim. (diskominfo/ris)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *