KUKAR —- Penutupan Festival Erau 2019 diawali dengan persiapan rombongan Keraton yang akan mengantarkan Naga Bini dan Naga Laki ke Kutai Lama secara berbarengan serta serangkaian ritual lainnya di depan Keraton Kutai,(15/9).

Rangkaian ritual ini tersebut dimulai dengan beumban, begorok, rangga titi, dan berakhir dengan belimbur yang tidak hanya menjadi ritual terakhir dari rangkaian ini, tetapi juga menjadi puncak rangkaian.

Dalam sambutannya sebelum menutup Erau 2019, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya bersama dalam melestarikan adat istiadat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang telah menjadi warisan budaya Indonesia.

“Upacara adat Erau ini harus terus dijaga dan dipelihara,”jelasnya.

Ditambahkannya juga dalam pelaksanaan Festival Erau 2019 kali ini Pemkab Kukar menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Delegasi Kesenian, Kuliner dan Usaha Kecil Mikro serta Tim Permainan Tradisional dari 18 Kecamatan yang di bawah Koordinasi Dinas Pariwisata dan Dinas Pemuda dan Olahraga kabupaten Kutai Kartanegara yang telah ikut meramaikan dan mensukseskan kemeriahan upacara adat Erau di luar Keraton selama perhelatan upacara adat Erau berlangsung.

Ini tentunya menjadi dukungan besar dalam apresiasi seni serta dukungan atas pelaksanaan Festival Seni Budaya Pasar dan lomba-lomba permainan tradisional yang sudah berlangsung di sekitar Keraton.

Kedepan, partisipasi ini diharap dapat menjadi pemicu agar upacara adat Erau menjadi salah satu agenda promosi kesenian dan pariwisata yang melekat di hati masyarakat tidak hanya Kabupaten Kutai Kartanegara saja melainkan hingga kepelosok Nusantara. (DISKOMINFO/Lely)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *