SAMARINDA— Kerberhasilan pembangunan sangat dipengaruhi oleh peranan transportasi sebagai urat nadi kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan.

Karena peranannya yang teramat strategis, maka Sumber Daya Manusia (SDM) perhubungan dituntut memperkuat kembali komitmen dan dedikasi untuk bekerja keras yang nyata di sektor transportasi. Hal ini merupakan bagian dan upaya meningkatkan kesejahteraan bangsa dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Perhubungan Prov. Kaltim, Salman Lumoindong pada Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas), di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Samarinda, Selasa (17/9)

Untuk itu, Peringatan Harhubnas dimaknai sebagai momentum untuk merenungkan kembali terhadap kinerja dan berbagai peristiwa yang terjadi di sektor Perhubungan serta menyatukan persepsi dan tekad untuk meningkatkan pelayanan masyarakat.

“Upacara kali ini untuk melakukan instrospeksi dalam sektor perhubungan,” ucapnya

Sebagai wujud nyata Bakti Insan Perhubungan pda tahun ini Kementerian Perhubungan mennyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk perhubungan mengajar di 34 Provinsi di Indonesia. Kegiatan ini merupakan salah satu cara pengenalan kepada kepeda generasi muda calon penerus yang bercita-cita akan berkiprah di bidang transportasi.

Perhubungan mengajar menitikberatkan pada empt nilai yang disingkat menjadi AGiLE yaitu aman dalam bertransportasi, giat menjadi teladan dalam berperilaku bertransportasi dan agen perhubungan, menjadi Pionir SDM unggul yang paham akan pentingnya keselamatan bertransportasi dan penyampaikan pesan dengan edukasi kepada masyarakat.

“Saya berharap peringatan Harhubnas dapat menjadi wahana meningkatkan prestasi, memperkokoh rasa persatuan Dan kekeluargaan segenap insan Perhubungan dimanapun berada,”pintanya (diskominfo/ris)

Samarinda – Untuk meningkatkan budaya literasi dan minat baca di Indonesia khususnya Provinsi Kalimantan Timur, Bank Indonesia perwakilan Kaltim menginisiasi beberapa kegiatan yang disebut sebagai Pekan Literasi Bersama Bank Indonesia (KALIBRASI). Sebagai satu rangkaian dengan pengukuhan kepala Bank Indonesia perwakilan Kaltim, Senin (16/9).

“Indonesia saat ini menghadapi budaya literasi minat baca yang dianggap relatif rendah, ini setidaknya ditunjukan beberapa indikator.
Menurut UNESCO tingkat literasi membaca di Indonesia hanya 0,001%, ini berarti dari 1000 orang hanya 1 orang yang memiliki minat baca tinggi,” Ujar Tutuk.

Rendahnya tingkat literasi membaca suatu negara menunjukan bahwa negara tersebut belum mampu mengoptimalkan kemampuan anak untuk berfikir ktiris dalam menghadapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif.

Hal ini akan berdampak pada rendahnya daya saing ekonomi suatu negara, jika ekonomi suatu negara kurang bersaing maka akan berdampak pula kepada terbatasnya kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga negaranya.

“Kegiatan KALIBRASI juga sejalan dengan Visi Provinsi Kalimantan Timur yaitu Berani Untuk Kaltim Berdaulat yang salah satunya untuk melahirkan SDM berkarakter, berkualitas dan memiliki daya saing,” Tambah Cucuk.

Budaya literasi melibatkan pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kegemaran membaca ditengah tantangan era transformasi media informasi, Bank Indonesia ikut mengambil peran dengan memperkenalkan perpustakaan Bank Indonesia Perwakilan Kaltim.

Samarinda— Sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kaltim, Norbaiti Isran Noor meminta kepada seluruh guru dan para pengelola PAUD, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta pihak lainnya yang terlibat langsung dalam pengembangan PAUD agar memberikan dukungan penuh untuk pembangunan dan pengembangan PAUD yang ada di Prov Kaltim.

“Peran dan tanggung jawab sebagai Bunda PAUD sangat berat. Keberhasilan pembangunan PAUD di Kaltim adalah sukses bersama yang kita tujukan untuk masyarakat Kaltim. Dukungan penuh untuk pembangunan PAUD dan bangsa Indonesia yang kita cintai bersama,” katanya pada peringatan HUT XIV HIMPAUDI Kaltim, di Pendopo Odah Etam Samarinda, Sabtu (14/09).

Menurutnya, keberadaan PAUD sangat penting dan strategis untuk mengembangkan anak didik usia dini yang ada di Provinsi Kaltim. Pengembangan program PAUD terus dilakukan sesuai kebutuhan dan tuntutan orang tua, keluarga, dan masyrakat yang memerlukan perluasan akses dan peningkatan mutu layanan PAUD berkualitas.

“Pengembangan TK dan PAUD kedepan harus dihadapi dengan kerja keras dan kerja nyata. Serta disongsong dengan optimisme tinggi untuk mewujudkan PAUD Kaltim yang maju dan para guru serta para pengelola TK dan PAUD menjadi sejahtera,” tuturnya. 

Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi yang mengukuhkan Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Kaltim memberikan pesan Bunda PAUD adalah penggerak perubahan, serta pengawal kebijakan di wilayahnya masing-masing. Keberadaan mereka adalah sebuah harapan agar setiap tunas-tunas bangsa bisa memperoleh hak-haknya dari orangtua, keluarga dan masyarakat dimana dia berada.

“Guru-guru disemua jenjang pendidikan, termasuk untuk guru anak usia dini agar terus meningkatkan mutu dan kompetensinya. Karena setiap anak usia dini juga harus mendapatkan pendidikan yang bermutu seiring dengan pesatnya tumbuh kembang otak,” pesan Hadi.