Samarinda – Untuk meningkatkan budaya literasi dan minat baca di Indonesia khususnya Provinsi Kalimantan Timur, Bank Indonesia perwakilan Kaltim menginisiasi beberapa kegiatan yang disebut sebagai Pekan Literasi Bersama Bank Indonesia (KALIBRASI). Sebagai satu rangkaian dengan pengukuhan kepala Bank Indonesia perwakilan Kaltim, Senin (16/9).

“Indonesia saat ini menghadapi budaya literasi minat baca yang dianggap relatif rendah, ini setidaknya ditunjukan beberapa indikator.
Menurut UNESCO tingkat literasi membaca di Indonesia hanya 0,001%, ini berarti dari 1000 orang hanya 1 orang yang memiliki minat baca tinggi,” Ujar Tutuk.

Rendahnya tingkat literasi membaca suatu negara menunjukan bahwa negara tersebut belum mampu mengoptimalkan kemampuan anak untuk berfikir ktiris dalam menghadapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif.

Hal ini akan berdampak pada rendahnya daya saing ekonomi suatu negara, jika ekonomi suatu negara kurang bersaing maka akan berdampak pula kepada terbatasnya kemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga negaranya.

“Kegiatan KALIBRASI juga sejalan dengan Visi Provinsi Kalimantan Timur yaitu Berani Untuk Kaltim Berdaulat yang salah satunya untuk melahirkan SDM berkarakter, berkualitas dan memiliki daya saing,” Tambah Cucuk.

Budaya literasi melibatkan pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kegemaran membaca ditengah tantangan era transformasi media informasi, Bank Indonesia ikut mengambil peran dengan memperkenalkan perpustakaan Bank Indonesia Perwakilan Kaltim.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *