KUKAR — Kini kondisi perekonomian global cenderung tidak stabil dan dalam tren melambat, tentunya hal juga saat sangat berdampak kepada Kaltim secara langsung. 

Disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Tutuk S.H. Cahyono dalam Penyerahan Program Sosial Bank Indonesia oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Ibu Rosmaya Hadi, (8/10) bahwa perlu adanya upaya mitigasi risiko atas perlambatan tersebut sekaligus mencari berbagai terobosan baru untuk terus mendorong meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang dapat mengurangi CAD dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas secara seimbang dan berkesinambungan.

“Dorongan pertumbuhan yang berasal dari sektor usaha/ industri berskala besar, kami lakukan antara lain dengan terus mendorong meluasnya hilirisasi berbagai produk bernilai tambah dan berdaya saing tinggi yg berbasiskan kekayaan alam Kaltim seperti CPO, Batubara, perikanan, migas, lada, karet dll. Adapun dorongan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah juga tidak kalah penting untuk dilakukan karena diyakini dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,”jelasnya di Workshop Ulap Doyo Pokant Takaq.

Ditambahkannya bahwa Bank Indonesia memiliki kebijakan utama yang dilakukan melalui beberapa strategi dalam pengembangan sektor UMKM di Kaltim seperti mendorong pengembangan UMKM Komoditas volatile food, dalam rangka mengurangi tekanan inflasi dari sisi pasokan, mendorong berkembangnya UMKM pendukung pariwisata, mendorong UMKM yang orientasi ekspor, mengembangkan UMKM syariah dalam rangka meningkatkan peran ekonomi syariah di Indonesia serta mendorong pemanfaatan teknologi digital demi memperluas akses pemasaran, transaksi maupun pembiayaan terhadap UMKM.

Tentunya hal tersebut menjadi langkah besar bagi Bank Indonesia sebagai bank sentral yang berkomitmen untuk berkontribusi secara nyata terhadap perekonomian Indonesia.

Harapannya, peran UMKM sebagai punggung perekonomian dapat membawa perubahan ekonomi Indonesia khususnya Kaltim menjadi lebih baik serta kondisi makro ekonomi Indonesia juga menjadi lebih tahan banting terhadap ketidakpastian global di tahun-tahun mendatang. (DISKOMINFO/Lely)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *