KUKAR — Kantor Perwakilan BI Kaltim secara aktif mengembangkan UMKM Ulap Doyo “Pokant Takaq” melalui model Local Economic Development. Hal ini dalam rangka mendorong pengembangan UMKM, khususnya UMKM pendukung sektor pariwisata dan berorientasi ekspor di Kalimantan Timur.

Pengembangan UMKM Ulap Doyo ini perlu dilakukan karena memiliki beberapa keunikan dan kelebihan. Kain tradisional Ulap Doyo ini merupakan warisan budaya khas suku Dayak Benuaq yang ramah lingkungan dan sudah dilestarikan oleh para penenun wanita lokal sejak berabad-abad silam, dimana diduga usianya hampir sama dengan keberadaan kerajaan Kutai. 

Sesuai namanya, Ulap Doyo dikembangkan dari tanaman atau daun Doyo yang awalnya tumbuh liar di pedalaman Kaltim, yang saat ini terus didorong untuk dapat menjadi benang sebagai bahan baku tenun tradisional yang berkualitas tinggi khas Kaltim. Kekhasan inilah yang menjadikan Ulap Doyo pantas menjadi salah satu keunggulan dalam pengembangan UMKM yang berdaya saing dan berorientasi ekspor, sekaligus mendukung sektor pariwisata khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara dan umumnya di Provinsi Kalimantan Timur.

“Guna mendorong lebih jauh pengembangan UMKM Ulap Doyo KUB Pokan Takaq ini, kami mengusulkan untuk melakukan renovasi pada workshop atau “lamin” yang selama ini digunakan oleh kelompok pengrajin untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti menenun, pertunjukan tari, atau berbagi pengetahuan antar pengrajin maupun kepada para pengunjung,”ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Tutuk S.H. Cahyono, (8/10)

Dalam sambutannya pada Penyerahan Program Sosial Bank Indonesia oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Ibu Rosmaya Hadi, Tutuk menjelaskan bahwa Melalui renovasi workshop Ulap Doyo milik KUB Pokant Takaq diharapkan dapat mampu meningkatkan produksi sekaligus produktivitas para pengrajin kain tradisional.

Selain itu, dengan adanya renovasi workshop ini pada akhirnya dapat mendukung keberadaan UMKM Ulap Doyo ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kutai Kartanegara, yang mampu meningkatkan jumlah dan pengeluaran belanja para wisatawan nusantara maupun mancanegara. (DISKOMINFO/Lely)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *