Samarinda—Ketua Gerakan Jurnalis Anti Hoax Kaltim Charles Siahaan menyebut pihaknya dan masyarakat Kaltim siap mendukung Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Gerakan ini lahir dari keresahan Pemerintah yang melihat fenomena penyebaran berita bohong atau hoax semakin marak dan berpotensi memecahbelah kesatuan dan persatuan

Menurutnya, gerakan ini memiliki tujuan mulia  yakni mengajak warganet (netizen) Indonesia berperan aktif menyebarkan konten positif secara konsisten di dunia maya.

“Kita akui perkembangan era digital sangat memudahkan warganet memperoleh informasi. Namun, tidak jarang menjadi boomerang yang memicu penyebaran berita bohong (hoaks), cyberbullying, dan online radicalism yang dapat ditangkal melalui aksi positif”, ungkapnya baru-baru ini.

Dalam gerakan siberkreasi tersebut, lanjutnya, Pemerintah bersama komunitas masyarakat menjadi buzzer yang memproduksi materi-materi positif dan melawan konten-konten hoax yang merusak keharmonisan hidup masyarakat. Ruh dalam kegiatan ini menurut Charles Siahaan ialah meningkatkan literasi atau pemahaman netizen tentang tata cara bermedia sosial secara bijak.

“Kami siap dukung Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi kalau dilaksanakan di Kaltim. Tujuannya positif, dan kita bisa menyelamatkan bangsa ini dari hoaks yang sering meresahkan. Termasuk mengedukasi masyarakat mengenai hoaks,” imbuhnya.

Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi Netizen digelar pertama kali di Jakarta pada Oktober 2017. Hingga saat ini, siberkreasi diketahui telah berhasil mewadahi 103 lembaga atau komunitas dari berbagai unsur, menjangkau 442 lokasi dengan lebih dari 200.000 peserta aktif serta bersinergi dengan lebih dari 12.000 relawan lokal seperti Relawan TIK Indonesia dan Pandu Digital.

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *