Jakarta – Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) Tahun 2019 dilaksanakan di Hotel Sultan & Residence Jakarta pada Selasa (3/12) kemarin dihadiri dan diikuti oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) se Indonesia.

Selain jajaran DPMPD, rapat yang dibuka Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar ini juga diikuti  Bappeda pada 31 provinsi, serta 75 kabupaten, dan Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides).

Kegiatan menghadirkan beberapa pemateri. Sesi I membahas tentang isu strategis, arah kebijakan, peluang dan tantangan Kementerian/Lembaga dalam konteks PKP dan sesi II membahas masalah Pengembangan Ekonomi Skala Kawasan Perdesaan Melalui Pendekatan Kemitraan.

Banyak hal yang menarik dari paparan para narsumber. Satu di antaranya adalah paparan dari Tokopedia. Judulnya tentang “Strategi Pemasaran Produk Unggulan Kawasan Perdesaan melalui Digital Platform”. Dijelaskan bahwa omset Tokopedia selama Tahun 2019 saja diperkirakan tembus 222 triliun rupiah.

Berdasarkan penulusuran Jauhar lewat Wikipedia, Tokopedia mulai dibangun Tahun 2009 oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison. Dalam satu dasawarsa ini Tokopedia telah bertransformasi menjadi sebuah unicorn yang berpengaruh tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara.

Saat ini menurut Head of Public and Government Relations Tokopedia, Sari Kacaribu, Tokopedia memiliki lebih dari 4.700 karyawan. Lebih dari 90 juta pengguna aktif per bulan. Lebih dari 6,4 juta penjual. Lebih dari 200 juta pilihan produk. Lebih dari 100.000 titik pembayaran. Lebih dari 50 moda pembayaran, dan menjangkau 97 kecamatan di Indonesia. Tahun 2020 ditargetkan memiliki 500 Tokopedia Center.

“Pada sesi tanya jawab, saya berkesempatan menanyakan, Apakah ketika awal membangun Tokopedia pernah bermimpi seperti yang dirasakan sekarang ini. Jawabnya tegas, “tidak”,” urainya.

Selanjutnya dia meminta agar BUMDes yang ada di Kaltim bisa digandeng dalam jaringan Tokopedia. “Alhamdulillah, dapat respon yang positif untuk mengisi ceruk pengembangan Tokopedia Center di wilayah Timur, termasuk Kaltim,” timpal Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekprov Kaltim ini.

Semoga, kata dia, peluang ini dapat diambil para pelaku BUMDes di Kaltim untuk memperluas pasarnya. Harapannya produk unggulan desa yang dikembangkan melalui unit usaha BUMDes bisa semakin maju. Gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Rakor sendiri mengangkat tema “Sinergitas Kementerian/Lembaga Membangun Indonesia Unggul Melalui Percepatan Pembangunan Kawasan Perdesaan”. Menteri Abdul Halim Iskandar saat membuka Rakor mengatakan, bahwa pembangunan desa tidak akan berhenti.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa PKP merupakan perpaduan pembangunan antar desa yang dilaksanakan dalam upaya mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Tema ini menurut hemat saya sangatlah tepat. Hal ini dikarenakan tanpa sinergitas semua level pemerintahan, Program PKP mustahil dapat diwujudkan. Bukan hanya itu, sinergitas juga harus dimaknai yang lebih luas. Yaitu berhimpunnya para pemangku kepentingan untuk mewujudkan percepatan pembangunan kawasan perdesaan,” sambung Jauhar.

Usai pembukaan, dilanjutkan dengan Diskusi Panel dengan menghadirkan berbagai narasumber. Untuk sesi I membahas tentang isu strategis, arah kebijakan, peluang dan tantangan Kementerian/Lembaga dalam konteks PKP. Narasumber berasal dari Pemerintah, yaitu Kementerian PPN, Kementerian PUPR, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sesi II membahas masalah Pengembangan Ekonomi Skala Kawasan Perdesaan Melalui Pendekatan Kemitraan. Salah satu narasumbernya adalah Wakil Menteri Desa PDTT. Narasumber yang lain dari Perusahaan Perdagangan Indonesia, BNI, PT Pegadaian, Tokopedia, dan PT. Vale Indonesia.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan dokumen Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) kepada 10 bupati di Indonesia. Satu di antara Bupati tersebut adalah Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mantan anggota DPRD Kaltim dan sekaligus pemilik Perumahan Elite Villa Tamara Samarinda.

Nampak hadir mendampingi Jauhar, Kepala Seksi Pembangunan Kawasan Perdesaan, Esthi Susila Rini bersama staf.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *