Samarinda—Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memberikan Sosialisasi fasilitas baru berupa Sosialisasi Punic Button dan Nomor Panggilan Darurat 112 ke beberapa kecamatan yang dilaksanakan di Kantor Camat Samarinda Kota Jalan Arief Rahman Hakim, Rabu(11/12).

Sosialisasi ini dilakukan secara bertahap dimulai dari kecamatan Samarinda Ilir yang dilaksanakan pada hari Senin (10/12/2019) lalu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda Aji Syarif Hidayatullah mengungkapkan,panggilan darurat 112 kota samarinda merupakan salah satu bentuk perwujudan dalam mengembangkan kota smart city.

“Samarinda dinobatkan oleh pemerintah pusat menjadi kota cerdas, ciri-cirinya yaitu bagaimana pendekatan antara pemerintah dan masyarakat. Maka itu, kita buat terobosan-terobosan untuk memudahkan serta mensejahterakan masyarakat Samarinda dan ini merupakan keinginan Walikota, bapak Syaharie Jaang,”Ujar Dayat panggilan akrabnya

Selain itu Aji juga membeberkan, dalam waktu 1 bulan setelah launchingnya Panic Button dan Panggilan Darurat 112 oleh Walikota Samarinda Syaharie Jaang pada Oktober lalu, ada lebih kurang 58.131 panggilan yang masuk.

“kategori panggilan yang telah ditangani antara lain kesehatan atau permintaan  ambulan, kepolisian, kebakaran, PDAM dan Perhubungan, yang meliputi permasalahan narkoba, perkelahian, kemacetan, kebakaran, pipa PDAM yang pecah, gardu PLN  yang terbakar dan lainnya.”bebernya.

Selain itu, Pemerintah Kota Samarinda saat ini juga telah menerapkan E-Kelurahan guna memudahkan masyarakat apabila mengalami kesulitan berurusan tentang surat keterangan dan lainnya.

Aplikasi e-Kelurahan ini merupakan program yang dicanangkan untuk kemajuan tata kelola pemerintahan yang diharapkan bisa memudahkan semua urusan proses administrasi mulai dari tingkat kelurahan.

“Saat ini hanya beberapa lurah yang kami buatkan tanda tangan digital, namun nanti akan kita buatkan semua lurah untuk bisa tanda tangan digital,”ucapnya.

Ia mengimbau, agar lurah yang belum mendapatkan aplikasi tanda tangan digital, untuk segera ke Kominfo.

Dirinya berharap, melalui sosialisasi ini masyarakat dapat memahami alur prosedur dalam menggunakan layanan-layanan tersebut dan menggunakannya secara bijak.

“Jadi harapan kita kedepan, ketua RT memberikan pemahaman kepada warganya supaya memanfaatkan fasilitas itu dengan baik, jangan main-main dengan fasilitas itu karena ada sanksi hukumnya apabila menyalahgunakannya. misalnya tidak ada kebakaran tapi ditelepon ada kebakaran. Pada saat kita ke sana, tidak ada. Itu akan kami cari karena nomornya teregistrasi di aplikasi kami. Jadi masyarakat untuk hati-hati itu ada sanksi hukumnya pidana undang-undang penyalahgunaan tersebut.”pungkasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pelayanan Aplikasi e-Government Suparmin menjelaskan, panggilan 112 dan Panic Button adalah inovasi yang baik untuk meningkatkan kredibilitas pelayanan.

Untuk Panic Button merupakan aplikasi yang ada di smartphone berbasis android, dan hanya RT saja yang memiliki. Tiap Ketua RT akan diberikan sandi tersendiri sesuai dengan NIK yang dimiliki. Sedangkan panggilan 112, hanya sebagai penunjang lainnya.

“Karena seperti yang dilihat bahwa ada beberapa masyarakat yang belum memiliki smartphone, maka kekurangan yang tidak bisa ditutupi oleh Panic Button, bisa dihandle oleh panggilan 112,”jelasnya.

Usai ditemui saat acara, Camat Samarinda Kota Anis Siswantini, sangat mendukung langkah-langkah yang di lakukan oleh diskominfo kota Samarinda dalam mewujudkan smart city.

Menurutnya, dengan adanya aplikasi da layananan tersebut masyarakat bisa sangat terbantu jika sewaktu-waktu mereka menghadapi kondisi darurat.

“Tentu dengan sosialisasi seperti ini, masyarakat kita akan semakin terbantu ketika menghadapi kondisi darurat. Untuk itu Kita akan terus ikut serta mendukung jika hal tersebut demi kebaikan bersama,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Jika ingin mengakses layanan tersebut bisa langsung menekan tombol di handphone 112 tanpa di kenakan biaya pulsa.

Layanan 112 menanggapi beberapa kondisi gawat darurat seperti adanya peredaran narkoba, kebakaran, bencana alam, tindak kriminal dan kejahatan, jika menemukan hewan buas (berbisa), adanya pohon tumbang, terorisme, kecelakaan lalu lintas, adanya tindak kekerasan pada perempuan dan anak serta memanggil ambulan gawat darurat.

Sementara untuk layanan panic button bisa mendownload aplikasi melalui playstore yang terdapat di smartphone yakni “panic button SMR”.

Selanjutnya langkah awal adalah login dengan email yang sudah diberikan.
Jika ingin mengubah data login silahkan akses di website panic.samarindakota.co.id profile.

Kemudian klik izinkan allow gps pada smartphone anda agar aplikasi dapat menentukan lokasi secara otomatis.

Jangan lupa menggeser status aman (berwarna kuning) ke status darurat (yang berwarna merah) lalu klik kejadian yang ingin di laporkan.(Diskominfo/Rey)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *