Jakarta – Situs website Dinas Perkebunan Kaltim dengan alamat URL https://disbun.kaltimprov.go.id ditetapkan sebagai pemenang Lomba Inovasi TIK Kementerian Pertanian Tahun 2019.

Juara pertama untuk kategori website terbaik se Indonesia yang diselenggarakan Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementerian Pertanian.

Adapun pemenang kedua lomba ini diraih Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Riau dan ketiga oleh Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan.

“Prestasi kita yang ketiga untuk juara pertama. Setelah tahun 2015 dan 2017,” ungkap Kepala Disbun Kaltim Ujang Rachmad usai menerima penghargaan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada upacara HUT ke-48 Korpri Tahun 2019 di Halaman Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Prestasi ini lanjutnya, luar biasa berkat kerja yang luar biasa pula. Sebab, untuk lolos dan meraih juara harus
menyisihkan 62 peserta dari instansi/dinas/badan di lingkup Kementerian Pertanian di seluruh Indonesia.

“Pendaftar awal 82 peserta, namun lolos administrasi sekitar 62 peserta dan itulah pesaing kita. Hingga masuk 3 besar dan akhirnya meraih juara pertama ketiga kalinya,” sebut Ujang.

Ujang menerangkan pengelolaan data perkebunan menjadi salah satu strategi utama bagaimana menyediakan data yang tersedia cepat dan akurat. Tentunya prestasi yang diraih ini akan terus mendorong jajarannya meningkat kinerja dan pelayanan publik. Khususnya melalui media informasi (website) berbasis spasial.

Prestasi kali ini menjadi penghargaan tingkat nasional untuk kedelapan kalinya dalam Lomba Inovasi TIK Kementerian Pertanian. Terdiri juara kedua sebanyak lima kali (tahun 2005, 2011, 2012, 2014 dan 2016). Juara pertama tiga kali yakni pada 2015, 2017 dan 2019.

SAMARINDA—-Angka Inflasi Provinsi Kalimantan Timur pada November 2019 tercatat 0,21 persen dengan tingkat inflansi tahun kalender sebesar 1,25 persen dan tingkat inflansi tahun ke tahun sebesar 1,80 persen.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Anggoro Dwithjahyono pada konfresi persnya yang berlangsung di Kantor BPS Kaltim, Senin (2/12)

“Inflansi Kaltim jauh lebih rendah dibandingkan inflasi Nasional sebesar 2,37 persen,”katanya

Anggoro mengatakan Inflasnsi di Kaltim dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok bahan makanan yang mengalami inflansi sebesar 0,88 persen diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,24 persen, kelompok kesehatan dengan inflansi sebesar 0,10 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,05 persen dan kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga dengan inflansi sebesar 0,02 persen. Sementara itu kelompok transportasi dan komunikasi mengalami deflasi sebesar -0,01 persen dan kelompok sandang dengan inflansi sebesar -0,32 persen.

Di sisi lain pada bulan November 2019 lima kelompok yang memberikan andil positif yaitu kelompok bahan makanan dengan andil sebesar 0,163 persen, kelompok makanan jadi minuman rokok dan tembakau sebesar 0,049 persen. Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar dengan andil sebesar 0,02 persen kelompok kesehatan dengan Andre sebesar 0,05 persendan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga dengan andil 0,002 persen. Untuk kelompok transportasi dan komunikasi memberikan andil -0,01persen dan kelompok sandang dengan andil sebesar 0,018 persen.

Lanjutnya, Berdasarkan kota pembentukannya, Anggoro mengatakan pada November 2019 Samarinda mengalami inflasi 0,27 persen denganIHK 139,8 dan kota Balikpapan mengalami inflansi sebesar 0,14 persen dengan IHK 140,69. Pada bulan November 2019 inflasi tahun kalender Kota Samarinda sebesar 1,29 persen dan inflansi tahun kota Samarinda sebesar 1,59 persen. Sedangkan inflasitahun kalender kota Balikpapan yaitu sebesar 1,19 persen dan inflasi tahun ke tahun kota Balikpapan pada November 2019sebesar 2,06 persen

Tambahnya dari 82 kota pantauan Indeks Harga Konsumen (IKH) Nasional bulan November 2019 yaitu sebanyak 57 kota mengalami inflansi dan 25 kota lainnya mengalami deflasi. Inflansi tertinggi terjadi di kota Manado sebesar 3,30 persen dan terendah terjadi di kota Malang sebesar 0,01persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Padang sebesar -1,06 pesen dan terendah Kota Batam dan Denpasar sebesar -0,01persen.

Samarinda—Guna meningkatkan skill/kemampuan administatif bagi para pegawainya, Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Kaltim menggelar aneka program pelatihan yang di gelar di Ruang Cempaka, Senin(2/12).

Kegiatan tersebut merupakan inisiasi dari Bapelkes bekerja sama dengan LPK Borneo dan PT. Warna Barokah Media selama enam hari (2-7 Desember) 2019 yang meliputi, pelatihan Microsoft Office dasar (word,excel,dan power point), pelatihan fotografi jurnalistik, penulisan jurnalistik serta web desain.

Kepala UPTD Bapelkes Provinsi Kaltim Sri Sedono Iswandi mengungkapkan sebagai lembaga yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan di sektor kesehatan perlu mengenal dan memanfaatkan teknologi informasi dalam menunjang aktifitas lembaga.

“Memang saat ini banyak rekan-rekan senior di Bapelkes mengeluhkan tentang kemampuan serta pemahaman berbasis teknologi, maka dari itu kami bekerja sama dengan pihak LPK dan Media untuk menggelar pelatihan ini,”ujarnya.

Selain itu Dalam era digital ini (4.0), berbagai pengetahuan terbaru banyak tersedia melalui media website dan dunia maya.

“Belajar teknologi itu penting, apalagi kita telah memasuki industri 4.0. Kita dituntut harus menguasai teknologi,”tutur Sri Sedono Iswandi.

Dirinya menambahkan terkait website yang ada di Bapelkes sendiri, dulu sudah pernah di operasikan. Namun seiring berjalannya waktu menemui kendala teknis.

“Untuk website sendiri sebenarnya sudah ada, namun sepertinya macet. Untuk itu perlu adanya pengelolaan yang baik terutama peningkatan sumber daya manusianya,”tambahnya.

Untuk itu dirinya mengimbau keseriusan dari para peserta pada pelatihan ini sampai berakhirnya kegiatan, sehingga mampu menyerap ilmu yang disampaikan oleh narasumber.

“Saya harapkan kepada teman-teman di lingkungan Bapelkes agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius sehingga meningkatkan kemampuan administratifnya dan semoga ilmu yang kita dapat hari ini dapat bermanfaat bagi kedepannya,”tutupnya.(Diskominfo/Rey)