KUKAR—Momentum peringatan Hari Ibu ke 91 tahun 2019 dimanfaatkan Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Provinsi, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) beserta Gabungan Organisasi Wanita Kaltim mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan kelas II A Samarinda, di Tenggarong, Kamis (26/12).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KUKAR—Momentum peringatan Hari Ibu ke 91 tahun 2019 dimanfaatkan Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) beserta Gabungan Organisasi Wanita Kaltim mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan kelas II A Samarinda, di Tenggarong, Kamis (26/12)

Kunjungan dipimpin Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kaltim, Nor Baiti Isran Noor didampingi  Erni Makmur Hadi Mulyadi beserta segenap pengurus TP PKK Kaltim dan organisasi wanita lainnya.

Kegiatan tersebut juga dibarengi dengan penandatanganan Memorandum Of Undrestanding (MOU) antara Lapas Perempuan kelas II A dengan Lembaga khursus dan pelatihan Dian Family.

Dalam sambutannya Ketua Tim Penggerak PKK Kaltim Hj. Norbaiti Isran Noor mengatakan kegiatan ini merupakan silaturahmi dalam rangkaian peringatan Hari ibu ke 91.

“Alhamdullilah kunjungan disini mendapat sambutan yang hangat dari kepala Lapas dan warga binaan,”ujarnya

Lanjutnya, PKK akan menggandeng Balai Latikan Kerja (BLK) Samarinda maupun Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltim untuk pelatihan keterampilan warga binaan. Harapannya setelah keluar mempunyai berbagai keterampilan yang dapat menjadi sumber pendapatan mereka.

Karenanya pada kesempatan itu, dia menjanjikan akan membangun kerjasama dengan LAPAS Perempuan Kelas II A Samarinda dalam hal pelatihan keterampilan dan promosi produk hasil kreasi warga binaan.

Dengan peringatan hari ibu ini, diharapkan warga binaan mendapat semangat dan support dari semua ibu-ibu di Kaltim, sehingga perempuan yang berada di Lapas perempuan bisa membuat kegiatan yang dapat bermanfaat bagi dirinya maupun masyarakat.

Terkait kunjungan, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Samarinda, Sri Astiani merasa senang dan bangga karena gabungan organisasi wanita peduli terhadap warga binaan Lapas Perempuan II A Samarinda.

Asti menjelaskan terdapat 315 warga binaan di Lapas Perempuan II A yang terdiri dari 309 narapidana, 6 orang tahanan 6 orang dan 1 anak bawaan warga binaan berusia 2 bulan.

Dengan adanya kegiatan ini, dirinya juga berharap dapat menjalin kerjasama dalam rangka pemasaran hasil karya warga binaan dan menfasilitasi pembinaan kemandirian serta kepribadian.

Samarinda – Sudah menjadi kewajiban Mejelis Pembimbing (Mabi) di Gerakan Pramuka untuk terus memberikan dorongan dan dukungan kepada Pembina dalam menyusun program pelatihan yang terarah dan bermanfaat bagi Peserta Didik. Hal ini disampaikan Gubernur Kaltim, H. Isran Noor selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) yang diwakilI Kadispora Kaltim, Muhammad Syirajudin ketika membuka Kursus Orientasi Kepramukaan bagi Majelis Pembimbing.

“Pramuka sejak masih berbentuk kepanduan memilki tujuan yang mulia yakni pembentukan karakter terhadap peserta didik sehingga mampu menjadi kekuatan dan harapan bagi bangsa dan negara yang kita cintai bersama. Oleh Karenanya Atas nama Pemerintah Provinsi Kaltim, Saya menyampaikan selamat mengikuti Orientasi dalam upaya meningktakan kerjasama dan koordinasi, serta menambah wawasan yang lebih luas lagi bidang Kepramukaan,”katanya di hadapan para peserta di Aula Kwartir daerah Gerakan Pramuka Kaltim, Jalan M Yamin Samarinda, Rabu (18/12).

Lebih lanjut Gubernur menekankan peranan orientasi Kepramukaan sebagai wadah pembentukan karakter bagi kaum muda. Dalam kaitan tersebut, Gubernur yakin dan percaya bahwa peranan Gerakan Pramuka sangat strategis dan penting.

“Gerakan Pramuka akan menjamin terbentuknya karakter, watak kepribadian dan akhlak mulia kaum muda dan harus menjadi yang terdepan melaksanakan revolusi mental, revolusi menjadi bangsa memiliki karakter yang baik, jujur, disiplin beretos kerja , tangguh dan bertanggungjawab dengan bersandar nilai-nilai budayanya yang bai,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Kaltim, Hatta Zainal. dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang manfaat dan tujuan dari Gerakan Pramuka itu sendiri.

“Kwarda Kaltim akan terus turut berperan dalam mencetak generasi-genarasi bangsa agar tumbuh nati kedepan pemimpin-pemimpin dari Gerakan Pramuka dan semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Usai sambutan, Kadispora Kaltim atas nama Ketua Mabida Kaltim menyerahkan Bendera Kegiatan kepada Ketua Kwarda Kaltim, yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kepada Ketua Pusdiklatda, Asli Arpani sebagai tanda dimulainya kegiatan Orientasi kepramukaan bagi Mabi Daerah, Mabi Satuan Karya, Pimpinan Saka, serta Andalan Kwartir daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Timur.

 

 

Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim H Hadi Mulyadi didaulat menyampaikan arahan dan membuka Raker dan Anev Semester II 2019 Satgas Saber Pungli UPP Provinsi Kaltim di Kartanegara Room Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Senin (23/12).

Tampak hadir Irwasda Polda Kaltim Kombes Polisi Edhy Moestofa selaku Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli UPP Provinsi Kalimantan Timur, Wakil Ketua I HM Kurniawan yang juga Plt Inspektur Wilayah Provinsi Kaltim, Wakil Ketua lainnya yaitu Asisten Pengawas Kejati dan Irdam VI/Mulawarman. Serta Kelompok Ahli dan 4 Pokja, yaitu Intelijen, Pencegahan, Penindakan dan Yustisi.

Samarinda—Momentum Peringatan Hari Ibu (PHI) diharapkan mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan kemajuan perempuan Indonesia sebagai sumber daya potensial pembangunan.

Hal itu di sampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Samarinda Dr. H. Sugeng Chairuddin saat membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, I Gusti Bintang Darmawati pada upacara peringatan Hari Ibu (PHI) ke- 91 yang berlangsung di Rumah Jabatan Walikota, Jl. S. Parman, Senin (23/12).

Peringatan tersebut mengangkat tema Perempuan Berdaya, Indonesia Maju.

Bertugas sebagai inspektur upacara Sugeng mengatakan, peringatan hari ibu sebagai pengingat seluruh rakyat Indonesia sekaligus momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta perjuangan perempuan yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Ia mengatakan, perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang harus sadar bahwa mereka mempunyai akses dan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk memperoleh sumber daya, seperti akses terhadap ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya.

“Begitu juga pengasuhan dalam keluarga, peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam pengasuhan anak tidak hanya orang tua namun perlu didukung oleh semua pihak.” ujar Sugeng.

Sugeng menuturkan, PHI diharapkan sebagai momen penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan guna memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan.

“Dan pada akhirnya memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai motor penggerak dan sekaligus agen perubahan.” tuturnya.

Usai di temui selepas upacara Ketua TP PKK kota Samarinda Puji Setyowati Jaang mengungkapkan, dilihat dari perspektif secara umum, hari ibu merupakan gerakan bersama kaum perempuan Indonesia untuk mempersiapkan generasi muda yang tangguh cerdas dan berakhlak mulia.

Namun secara aplikatif dilapangkan bagaimana sebuah ketahanan keluarga itu tercipta tidak hanya hanya perspektif gender yang terjadi dalam sebuah keluarga saling menghargai membangun sebuah komunikasi yang lancar.

“Melalui hari ibu, perempuan juga bisa mempunyai kemitraan yang sama bisa berkiprah banyak dalam rangka menyiapkan generasi muda dan mengeluarkan dedikasi membangun bangsa, negara terutama untuk kota Samarinda khususnya.” ungkap legislator Karang Paci tersebut.

Puji juga menambahkan, peringatan hari ibu tidak hanya dilakukan secara seremonial hari ini tetapi sudah ada beberapa rangkaian seperti kegiatan berziarah, bakti sosial hingga kunjungan ke panti asuhan dan panti jompo untuk memberikan edukasi kepada mereka bahwa perempuan siap tampil menjadi yang terbaik untuk mewujudkan Indonesia maju tahun 2020.

“Karena untuk menyambut IKN tidak hanya infrastruktur saja yang dibutuhkan untuk menjadi bangsa yang besar. Kaltim sebagai IKN bisa terwujud dengan baik dengan mempersiapkan sumber daya manusia yang baik pula, khususnya mencetak para ibu-ibu yang hebat.” pungkasnya.

Acara dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah perempuan berdaya, berprestasi dan berjasa yang meliputi berbagai bidang yakni Kesehatan, pemerintahan, pendidikan dan penggerak PKK serta pemberian penghargaan untuk 6 orang kebaya terbaik kota Samarinda.(Diskominfo/Rey)

BALIKPAPAN— Almamater Tamtama Angkatan Dua Ribu (Altaduri) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) wilayah Kalimantan Timur, menggelar syukuran dan reuni ke-19, Altaduri Multi Corps Kaltim-Kaltara, di pusatkan di Balikpapan, Minggu (22/12).

Kegiatan yang  bertema “Reuni Altaduri yang ke III, Memupuk Persaudaraan Kita Selama 19 Tahun Wilayah Kaltim-Kaltara”,  sekaligus syukuran dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-19 leting angkatan tahun 2000 TNI AD (ALTADURI) dan temu kangen bersama keluarga besar serta seluruh Prajurit ALTADURI beserta keluarga yang berada di Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara).

Ketua panitia Reuni Akbar ALTADURI ke sekaligus Ketua, Sertu Zainal Aqli menyampaikan peringatan yang diselenggarakan setahun sekali itu baru dapat terlaksana, karena banyak kegiatan Letting di satuan masing-masing. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menambah kekompakan dan semangat jiwa korsa. “Satu sakit semua sakit, satu seneng semua seneng,” ungkapnya.

“Suasana kegiatan juga terlihat akrab walaupun hujan deras melanda kota Balikpapan, seluruh Prajurit dan keluarganya nampak gembira penuh canda tawa terpancar pada acara reuni tersebut dan untuk anak-anak juga di beri beberapa permainan yang ada di pantai Manggar Balikpapan”, ungkapnya.

“Diusia yang sudah 19 tahun berdinas di TNI ini semoga ke depan kita semua bisa berjumpa kembali dan tetap menjaga solidaritas, kekompakan, silaturahmi serta menjaga persatuan dan kesatuan leting ALTADURI,”ucapnya.

Di tempat terpisah Kapenrem 091/ASN Kapten Arh Asrul Aziz turut mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-19 kepada seluruh Almamater ALTADURI di jajaran Korem 091/ASN dan dimanapun berada, semoga dengan adanya kegiatan syukuran dan Reuni Akbar tersebut akan dapat lebih meningkatkan Esprit De Corps atau jiwa korsa antar sesama Prajurit yang merupakan ikatan batin yang dimiliki sebagai modal dasar dalam setiap pelaksanaan tugas pengabdian kepada Negara dan Bangsa.

Penrem 091/ASN

SANGATTA-Sejumlah catatan penting mencuat dalam “Rembuk Pendidikan” gelaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kutai Timur (Kutim) yang dipusatkan di area Ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Kamis (19/12/201). Kegiatan yang turut dihadiri Seskab Irawansyah mewakili Bupati Ismunandar, Ketua DPRD Kutim Encek UR Firgasih, Kadisdik Kutim Roma Malau, perwakilan 350 orang terdiri dari UPT Pendidikan, Kepala Sekolah, guru dari 18 Kecamatan di Kutim, hingga sebanyak 176 perwakilan manajemen perusahaan dan stakeholder tersebut menargetkan keselarasan sinergitas antara Pemkab Kutim melalui Disdik lewat CSR pendidikan perusahaan mewujudkan SDM unggul dan berkualitas.

Kadisdik Kutim Roma Malau melaporkan dari data hingga 2019 jumlah siswa di 18 kecamatan Kutim mencapai 82.431 orang mulai tingkat PAUD hingga SMA yang tersebar di perkotaan, pedalaman, hingga pesisir. Dalam rembuk ini Disdik mengajak bantuan CSR perusahaan yang berada di lokasi terdekat sekolah berkontribusi dalam pengembangan kemajuan pendidikan yaitu lewat bantuan dana CSR.

“Kami mengundang bapak-ibu perwakilan perusahaan maupun stakeholder seperti PT Kaltim Prima Coal (KPC), Pertamina, hingga perusahaan perkebunan bisa bekerja sama berkomitmen dalam program mencerdaskan anak daerah terutama di Kutim dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) CSR pendidikan. Tujuan prioritas utama Disdik yaitu mengantarkan anak-anak siwa di 18 Kecamatan di Kutim mampu meraih cita-citanya menjadi SDM unggul dalam segala bidang,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Roma turut mempresentasikan program andalan Disdik yang sudah dijalankan seperti Sistem Informasi Kinerja Guru (Simaksiru) yang didalamnya terdapat laporan kinerja profesi pendidik memenuhi standar profesinya. Hasilnya memberikan jaminan pelayanan pendidikan yang paripurna di wilayah Kutim.

“Dengan berlangsungnya layanan pendidikan secara profesional serta manajemen sekolah yang berdaya guna tinggi, maka upaya menciptakan disiplin dan produktifitas profesi dibidang kependidikan akan lebih terjamin,” sebut Roma.

Ditambahkan Roma melalui Simaksiru, profesi kependidikan di Kutim akan memperoleh manfaat, diantaranya rekam jejak kinerja dan angka kredit terpantau.

“Kenaikan pangkat lebih pasti, kesejahteraan profesi lebih adil dan pembinaan profesi lebih fokus. Intinya aplikasi Simaksiru akan menguatkan pendidikan, khususnya dalam sistem pengawasan pada saat kegiatan belajar mengajar disetiap sekolah di Kutim,” paparnya.

Selanjutnya ada program Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) Bantuan Operasional Nasional (Bosnas) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dilaporkan dengan tertib administrasi, transparan, akuntabel, tepat waktu sehingga terhindar dari penyimpangan.

“Kita antisipasi terjadinya korupsi, untuk itu kita menginput data keuangan secara real sesuai fakta,” jelasnya.

Untuk Digital Learning, Disdik Kutim sudah mensosialisasikan yaitu suatu sistem informasi, komunikasi dan teknologi yang bisa memantau seluruh kegiatan siswa di satu sekolah.

“Mulai dari kegiatan belajar mengajar, kegiatan siswa, nilai ulangan, kehadiran siswa maupun guru, hingga aktifitas pendidikan lainnya,” ujarnya.

Sistem ini juga mendorong siswa lebih mandiri dalam belajar dan mendalami materi bahan ajar. Karena mereka dapat belajar kapan dan dimana saja, baik secara offline maupun online.

“Orangtua dapat memantau seluruh kegiatan anak mereka, cukup dengan menekan tombol informasi yang diinginkan,” terangnya.

Terakhir yaitu Sistem Informasi Penatapan Angka Kredit (SIMPAK) yang diterapkan Disdik Kutim yaitu menggunakan aplikasi di smartphone untuk melihat perencanaan kebutuhan guru, baik menentukan kebutuhan CPNS guru hingga lainnya.

“Ini sangat penting untuk guru untuk memperoleh angka kredit dalam pembinaan karir dan penerbitan SK tunjangan profesi pendidik,” katanya.

Sementara itu, Seskab Irawansyah dalam arahannya upaya Disdik bersinergi dengan CSR perusahaan dalam dunia pendidikan pastinya terus didukung oleh Pemkab Kutim pasalya kolaborasi ini diharapkan berjalan maksimal mencapai SDM unggul.

“Belum lama ini pendidikan yang terkait  dengan kesehatan saat ini sudah kita lakukan yaitu program strategis seperti PAUD dalam mengentaskan kemiskinan. Tentunya kedepan menjadi prioritas pertama sekali yaitu meningkatkan SDM unggul disamping juga melakukan pelatihan pendidikan. Dunia pendidkan bagaimana harus unggul dan berkarakter. Tidak hanya itu, guru-guru dengan pelaku dunia usaha bisa sejalan,” tuturnya.

Irawansyah menambahkan CSR pendidikan juga harus menyentuh peningkatan infrastruktur terutama bangunan sekolah maupun penyediaan fasilitas komputer dan jaringan internet.

“Hasilnya bagaimana membuka isolasi ketertinggalan sekolah yang berada di pedalaman maupun pesisir menghasilkan produk unggulan. Kita punya SDA melimpah seperti batu bara dan perkebunan. Tentunya perusahaan pertambangan maupun sawit mengeluarkan dana CSR nya sebagai bentuk kepedulian kemajuan pendidikan daerah. Selanjutnya peningkatan ekonomi, tanpa SDM unggul otomatis ekonomi berjalan ditempat, dan terakhir yaitu penyederhanaan peraturan lebih berjalan lancar,” tutupnya.

SAMARINDA—- Pelaksanaan kegiatan kajian perempuan kepala rumah tangga miskin yang mempunyai usaha ekonomi merupakan salah satu upaya yang perlu dilaksanakan dalam pemberdayaan ekonomi rakyat khususnya kebudayaan perempuan dan kesetaraan gender.

Fakta menunjukkan bahwa tidak sedikit rumah tangga miskin dipimpin oleh perempuan dengan kapabilitas seadanya, sehingga para perempuan ini harus berjuang menghadapi rumah tangga yang rata-rata terdiri dari lima orang. Padahal rumah tangga yang dipimpin oleh seorang perempuan lebih beresiko untuk terjerembab ke dalam kemiskinan.

“Para perempuan kepala rumah tangga baru inilah yang perlu diperdayakan baik dalam peran dan kualitas hidupnya,” hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Kesetaraan Gender Dwi Hartini mewakili Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (DKP3A) Kaltim Hj. Halda Arsyad, pada acara Seminar Kajian Perempuan Dalam Rumah Tangga Miskin Yang Mempunyai Usaha Ekonomi, di Ruang Tepian I Kantor Gubernur Kaltim, Jum’at (20/12)

Dwi mengatakan jumlah penduduk Kaltim pada tahun 2018 mencapai 3.648.835 jiwa denga penduduk laki-laki 1.912.919 dan perempuan 164.136 kepala rumahbtangga perempuan.

Dari data tahun 2018, dirinya menyebutkan bahwa sumbangan pendapatan perempuan adalah 23,64 persen angka tersebut menunjukkan bahwa perempuan belum banyak berperan dalam memberikan kontribusi terhadap pendapatan keluarga. Ditambah lagi dengan angka kekerasan pada anak yang cukup tinggi di Kaltim akan memunculkan para perempuan kepala rumah tangga rentan terhadap berbagai masalah sosial kemiskinan.

Dengan data informasi pada kegiatan ini tentunya akan tersedia data dalam bentuk buku yang komprehensif tentang perempuan kepala rumah tangga di Kaltim kususnya Kota Samarinda kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur.

Selain itu juga, akan terpetakan persoalan-persoalan yang dihadapi sehari-hari oleh keluarga perempuan kepada rumah tangha di Kaltim dan adanya rekomendasi untuk mengintervensi masalah-masalah tersebut.

Melalui kegiatan ini juga tambahnya, dapat disusun perencanaan program dan kegiatan yang terarah dan disesuaikan dengan kebutihan para perempuan kepala rumah tangga tersebut berdasarkan rekomendasi hasil kajian.

SAMARINDA– Rangkaian peringatan Hari Ibu ke 91 diwarnai dengan upacara dan ziarah Rombongan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Samarinda, yang pimpin langsung oleh Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kaltim, Hj. Erni Makmur Hadi Mulyadi, Jum’at (20/12)

Prosesi Ziarah diawali dengan Penghormatan kepada arwah Pahlawan dilanjutkan dengan peletakan rangkaian bunga dimonumen TMP dan Tabur bunga di pusara makam pahlawan.

Seluruh rangkaian kegiatan ini bersifat sederhana, khidmat, tertib, merata dan penuh makna serta memberikan kesan yang mendalam dan bermanfaat bagi kaum perempuan.

Ketua TP PKK Kaltim, Norbaiti Isran Noor mengatakan, ziarah ke makam pahlawan untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

“Perjuangan itu tidak gampang, perjuangan itu membutuhkan kerja keras dan tekat agar semua bisa rasakan seluruh masyarakat di kaltim khususnya di Samarinda,” ucapnya

Khususnya di peringatan Hari ibu diirinya menghimbau kepada seluruh ibu-ibu di Kaltim tetap harus semangat melaksanakan tugas dengan iklas dan kerja keras.

Acara tersebut di hadiri Ketua TP PKK Kota Samarinda Puji Setyowati, Bhayangkari, Persit Kartika Chandra Kirana, BKOW, DWP, DKP3A, IKWI dan beberapa organisasi wanita di Kaltim.

Samarinda – Setelah melalui perjuangan panjang, kini Kaltim secara resmi mendapatkan sertifikat indikasi geografis lada putih Malonan dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Sub Direktorat Indikasi Geografis Kementerian Hukum dan HAM, Fajar Sulaeman kepada Gubernur Kaltim diwakili Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kaltim HS Fathul Halim yang didampingi Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rachmad, Selasa (17/12) di Kantor Dinas Perkebunan Kaltim, Samarinda. Penyerahan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Perkebunan ke-62 tahun 2019.

Ujang Rachmad mengatakan, nama Lada Putih Malonan mulai diajukan oleh pihaknya yang melibatkan Dinas Perkebunan Kukar sejak tahun 2018 yang lalu. Sertifikat indikasi geografis ini diberikan berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh Tim Ahli Indikasi Geografis Ditjen HKI secara berjenjang, yakni dari segi kepemilikan produk khas yang dimiliki daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, yakni lada putih Malonan, melalui dokumen permohonan yang telah diajukan.

“Dokumen tersebut berupa deskripsi indikasi yang memuat informasi, termasuk reputasi, kualitas dan karakteristik barang atau produk yang terkait dengan faktor geografis dari lada putih malonan. Kami juga mengapresiasi partisipasi pihak Disbun Kukar dan Kanwil Kemenhumkam Provinsi Kaltim dalam upaya untuk mendapatkan pengakuan pemegang hak atas indikasi geografis lada putih Malonan ini,” ujarnya.

Dikatakan, sertifikasi indikasi geografis merupakan upaya untuk melindungi produk suatu daerah agar tidak diklaim dan dipatenkan oleh daerah lain. Melalui perlindungan indikasi geografis akan diperoleh manfaat seperti memperjelas identifikasi produk dan menetapkan standar produk dan proses di antara para pemangku kepentingan indikasi geografis, menghindari praktik persaingan curang, memberikan perlindungan konsumen dan penyalahgunaan reputasi indikasi geografis.

Lada asli Kaltim merupakan varietas unggul nasional yang dinamakan Malonan 1, memiliki sejumlah keunggulan diantaranya mengandung minyak atsiri sebesar 2,35%, oleoserin 11,23% dan piperin 3,82% atau lebih tinggi dari oleoserin dan piperin lada putih varietas Petaling 1 yang hanya 10,66% dan 3,03%. Termasuk juga lada enteng dengan kandungan minyak atsiri 2,90%, piperin 3,96%, dan oleserin 12,59%.

Sedangkan lada hitam Kaltim memiliki kandungan minyak atsiri 2,61%, oleoserin 15,60% dan piperin 3,18% atau lebih tinggi dari oleoserin dan piperin lada hitam varietas Natar 1 (11,29% dan 2,35%).

Selain itu, Malonan 1 memiliki toleran terhadap penyakit busuk pangkal batang dan mampu berproduksi sepanjang tahun dengan rata-rata produksi 2,17 ton/hektare per tahun.

Ujang menambahkan, saat ini pihaknya bersama Dinas Perkebunan Berau dalam proses pengajuan sertifikasi indikasi geografis komoditi kakao, dan kedepannya juga akan melakukan hal yang sama terhadap komoditi aren genjah.