Samarinda—- Dalam kurun waktu 2 pekan jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 semakin hari semakin bertambah di Provinsi Kalimantan Timur.

Berdasarkan laporan harian yang disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak mengatakan ada penambahan 17 kasus di Hari Minggu 12 Juli 2020. Berikut sebagan kasusnya :

Berau 1 Kasus

  1. BRU 50 Wanita 47 tahun warga Berau, merupakan OTG kontak erat (istri) dengan BRU 45, kasus di rawat di RSUD A Rivai.

Kutai Kartanegara 1 kasus

  1.  KKR 83 Perempuan 28 tahun warga Kutai Kartanegara, merupakan OTG yang bekerja di Samarinda, kasus dirawat di RSUD IA Moeis Samarinda

Kutai Timur 1 Kasus

  1.  KTM 75 Laki-laki 34 tahun warga Samarinda, merupakan OTG yang bekerja di Kutai Timur dengan rapid test reaktif, kasus dirawat di RSUD Kudungga Sangatta

Balikpapan 9 Kasus

  1. BPN 261 Laki-laki 35 tahun, BPN 262 Laki-laki 40 tahun dan BPN 263 Wanita 35 tahun, merupakan OTG yang kontak erat dengan kasus BPN 175 , kasus di rawat di RS Pertamina Balikpapan.
  2. BPN 264 Laki-laki 36 tahun dan BPN 265 Wanita 30 tahun, merupakan OTG yang mengikuti pemeriksaan mandiri dari perusahaan karena terindikasi kontak dengan kasus Positif Covid-19, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
  3. BPN 266 Laki-laki 60 tahun warga Balikpapan, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan yang dirawat di RSUD Kanudjoso dengan keluhan demam, batuk, mual, nyeri ulu hati dan sesak nafas serta gamban Pneumonia pada foto thorak, pasien mempunyai komorbid Hipertensi, dilakukan pemeriksaan laboratorium tanggal 11 Juli dengan hasil terkonfirmasi Positif Covid-19, pada pk. 21.04 WITA pasien meninggal dunia.
  4. BPN 267 Laki-laki 36 tahun warga Balikpapan, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan dengan keluhan demam dan gambaran Pneumonia pada foto thoraks , kasus di rawat di RS Restu Ibu Balikpapan.
  5. BPN 268 Laki-laki 22 tahun dan BPN 269 Laki-laki 41, merupakan OTG yang sedang bertugas di Balikpapan, kasus dirawat di RST Hardjanto Balikpapan

Samarinda 5 kasus

  1. SMD 83 Laki-laki 50 tahun warga Jawa Timur, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Samarinda yang dirawat di RSUD AW Syahranie dengan keluhan demam, batuk, sesak nafas dan gambaran foto thoraks Pneumonia, pasien mempunyai komorbid DM dengan Hiperglikemia, dilakukan pemeriksaan laboratorium tanggal 11 Juli dengan hasil terkonfirmasi Positif Covid-19, pada pk. 16.00 WITA pasien dinyatakan meninggal dunia.
  2. SMD 84 Wanita 60 tahun warga Samarinda, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Samarinda yang dirawat di RSUD AW Syahranie dengan keluhan sesak nafas dan gambaran foto thoraks Pneumonia, pasien mempunyai komorbid DM dan Hipertensi, dilakukan pemeriksaan laboratorium tanggal 11 Juli dengan hasil terkonfirmasi Positif Covid-19, pada pk. 13.09 WITA pasien dinyatakan meninggal dunia.
  3. SMD 85 Wanita 48 tahun warga Samarinda, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim Klinis dan DKK Samarinda dengan keluhan dyspepsia dan didapatkan gambaran Pneumonia, kasus dirawat di RSUD AW Syahranie Samarinda.
  4. SMD 86 Laki-laki 46 tahun warga Jawa Barat, merupakan OTG yang kembali bekerja di Samarinda, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes Samarinda.
  5. SMD 87 Laki- laki 48 tahun warga Jawa Tengah merupakan OTG yang baru kembali dari Jakarta, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes.

Andi juga melaporkan kasus terkonfirmasi Covid-19 yang dilaporkan meninggal dunia sebanyak 4 Kasus. Informasi pertama dari Kota Samarinda sebanyak 2 Kasus (SMD 83 dan SMD 84) dan Balikpapan sebanyak 1 Kasus (BPN 266) yang dilaporkan terkonfirmasi Covid-19. Kemudian Dari Kabupaten Berau 1 kasus (BRU 45 (Laki-laki 49 tahun) merupakan kasus Pada tanggal 6 Juli terkonfirmasi Covid-19, pada tanggal 11 Juli pukul 16.15 WITA pasien meninggal dunia.

“Ada 3 kasus dilaporkan sembuh dari Covid-19, mereka dinyatakan sembuh setelah 2 kali dinyatakan hasil negatif serta hasil pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19 tersebut,”jelasnya melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Minggu (12/7/2020).

Sedangkan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) terjadi penambahan 9 kasus, sehingga total ODP sebanyak 13.183 kasus, selesai pemantauan 12.558 kasus dan masih dalam proses pemantauan 625 kasus.

Sementara, Distribusi kasus yang dilakukan pemeriksaan Laboratorium sebanyak 5.466 kasus berdasarkan kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) 230 kasus, Orang Tanpa Gejala (OTG) 4.353 kasus dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) 883 kasus.

Dengan begitu total kasus terkonfirmasi positif di Kaltim menjadi 690 kasus, negatif 3. 910 kasus, sembuh 493 kasus, probable 1 kasus, meninggal dunia 16 kasus dan pasien yang dirawat 181 kasus.

Seperti yang diketahui bahwa terjadi peningkatan kasus kematian dari Covid-19, ini menunjukkan tingkat penularan sangat variasi. Disadari bahwa virus Covid-19 mudah mengalami mutasi dan sangat mudah untuk melakukan penularan serta penularannya tinggi.

Oleh karena itu, dituntut kewaspadaan dan juga kepedulian untuk senanntiasa menjaga diri agar tidak tertular dari Covid-19.

Sabtu, 11 Juli 2020

BALIKPAPAN-Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty, mengatakan terdapat 17 hasil swab PCR (Polymerase Chain Reaction) delapan pasien terkonfirmasi positif dan sembilan pasien terkonfirmasi negatif, Sabtu (11/7/2020).

Delapan pasien terkonfirmasi positif, BPN 253 laki-laki (35) KTP Makassar merupakan karyawan, melakukan rapid tes untuk kembali ke Makassar, hasilnya reaktif dan dilanjutkan swab PCR dah hasilnya terkonfirmasi positif.

Kemudian, BPN 254 perempuan (74) KTP Balikpapan merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT), riwayat kontak erat dengan BPN 218.

BPN 255 perempuan (15) KTP Balikpapan, riwayat kontak erat dengan 218. Selanjutnya, BPN 256 perempuan (34) KTP Balikpapan merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT), riwayat kontak erat dengan 218.

Ketiganya merupakan satu keluarga, Yakni BPN 254, 255 dan BPN 256. “BPN 257 laki-laki (33) KTP Balikpapan, masuk rumah sakit, merupakan status PDP kemudian dilakukan pemeriksaan swab PCR dan hasilnya terkonfirmasi positif,” ungkapnya.

“BPN 258 perempuan (58) KTP Balikpapan merupakan perluasan tracking kontak erat dengan BPN 252. BPN 259 laki-laki (44) KTP Balikpapan merupakan PDP, masuk rumah sakit penyakit lain, dilanjutkan swab PCR hasilnya terkonfirmasi positif,” katanya.

“BPN 260 perempuan (56) KTP Balikpapan merupakan kontak erat dengan BPN 228,” ujarnya.

“Sembilan pasie terkonfirmasi negatif, setelah dilakukan swab dua kali berturut-turut, sehingga dapat meninggalkan rumah sakit, BPN 212 laki-laki (49) KTP Balikpapan dinyatakan sembuh dari RS. Pertamina Balikpapan,” ucapnya.

“BPN 214 laki-laki (61) KTP Tanggerang dinyatakan sembuh dari RS. Pertamina Balikpapan, merupakan perluasan tracking dari BPN 129, 145 dan BPN 193,” urainya.

“BPN 215 laki-laki (31) KTP Jakarta dinyatakan sembuh dari RS. Pertamina Balikpapan, merupakan hasil tracking BPN 129, dan BPN 193,” jelasnya.

“BPN 216 laki-laki (39) KTP Jakarta dinyatakan sembuh dari RS. Pertamina Balikpapan, merupakan hasil perluasan tracking BPN 129, 145 dan BPN 193,” bebernya.

“BPN 218 laki-laki (41) KTP Balikpapan dinyatakan sembuh dari RS. Pertamina Balikpapan, merupakan hasil tracking BPN 145. BPN 220 perempuan (27) KTP Balikpapan, dinyatakan sembuh dari RS. Pertamina Balikpapan,” kata dia.

“BPN 211 laki-laki (44) KTP Penajam Paser Utara (PPU), dinyatakan sembuh dari RS. Pertamina Balikpapan, hasil tracking BPN 145, BPN 222 laki-laki (22) KTP Sulawesi Selatan, dinyatakan sembuh dari RS. Pertamina Balikpapan,” tuturnya.

“BPN 225 laki-laki (61) dinyatakan sembuh dari RS. Pertamina Balikpapan. Sehingga total pasien positif 260 orang, pasien dalam perawatan 64 orang, pasien sembuh 191 orang, pasien meninggal dunia lima orang,” pungkasnya.

Demikian disampaikan, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan sekaligus Walikota Balikpapan Rizal Effendi, didampingi Dandim 0905 Balikpapan Kolonel Arm I Gusti Putu Agung Sujarnawa, Wakapolresta Balikpapan AKBP Sebril Sesa dan Kepala Dinas Kesehatan Andi Sri Juliarty, di Media Center COVID-19, Pemkot Balikpapan.(ay)

BERAU – Berita duka datang dari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Satu pasien positif Covid-19 meninggal dunia, Sabtu (11/7).

Informasi tersebut dibenarkan Bupati Berau, H Muharram dalam acara pres release yang digelar di Gedung Balai Mufakat, Jalan Cendana, Tanjung Redeb.

Bupati H Muharram mengatakan, pasien yang meninggal adalah JS 49 tahun (Berau 45). JS meninggal dunia setelah menjalani rawat isolasi di RSUD dr Abdul Rivai sejak 5 Juli 2020.

“Kasus ini merupakan kasus kematian pertama di Berau, almarhum meninggal sekitar pukul 16.19 Wita,” kata Bupati H Muharram.

“Selama menjalani perawatan kondisi kesehatan pasien JS terus memburuk sehingga mengalami gagal pernafasan hingga ke paru-paru,” terangnya.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah langsung dimakamkan di lokasi yang telah ditentukan, jalan Bukit Ria.

“Proses pemakaman dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan,” tuturnya.

“JS di makamkan sekitar pukul 16.00 Wita dengan dibantu oleh tim gugus tugas,” jelasnya.

Bupati juga mengumunkan adanya tembahan satu pasien positif Covid-19 berinisial RIA 47 tahun. Pasien yang baru dinyatakan positif itu kini telah menjalani rawat isolasi di RSUD dr Abdul Rivai.

“Pasien RIA ini merupakan kontak serumah dengan Berau 45, warga Bedugun dengan hasil PCR positif,” ungkapnya.

“Saya imbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti protokol kesehatan karena saat ini wabah virus corona ini belumlah berakhir,” pungkasnya.

Samarinda— Melansir data yang disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak melalui aplikasi zoom cloud video meeting, pasien terkonfirmasi positif di Kaltim meroket tajam.

Tercatat pada Sabtu, 11 Juni 2020 terjadi penambahan pasien Covid-19 Sebanyak 31 kasus. Kasus baru hari ini tersebar di lima Kabupaten/kota yakni :

Kabupaten Paser 12 Kasus

  1. PSR 43 Perempuan 53 tahun, PSR 44 Perempuan 14 tahun, PSR 45 Perempuan 12, PSR 46 Laki-laki 53 tahun, PSR 47 Wanita 46 tahun, PSR 48 Wanita 56 tahun, PSR 49 Laki-laki 2 tahun, PSR 50 Laki-laki 14 tahun, PSR 51 Laki-laki 3 tahun, PSR 52 Wanita 51 tahun, PSR 53 Laki-laki 11 tahun dan PSR 54 Wanita 58 tahun merupakan OTG yang kontak erat dengan kasus PSR 23, PSR 32, PSR 33 dan PSR 34 , kasus dirawat di Rumah Isolasi Covid-19 Kabupaten Paser.

Kota Balikpapan Delapan Kasus

  1. BPN 253 Laki-laki 35 tahun warga Sulawesi Selatan, merupakan OTG yang bekerja di Balikpapan akan berangkat ke Makassar, kasus di rawat di RSUD Kanudjoso Balikpapan.
  2. BPN 254 Wanita 74 tahun, BPN 255 Wanita 15 tahun dan BPN 256 Wanita 34 tahun merupakan OTG yang kontak erat dengan kasus BPN 218, kasus dirawat di RSUD Kanudjoso Balikpapan.
  3. BPN 257 Laki-laki 33 tahun merupakan PDP yang ditaetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan dengan keluhan demam, batuk, pusing, mual dan nyeri ulu hati, gambaran hasil foto thorak menunjukkan adanya Pneumonia, kasus di rawat di RSUD Kanudjoso balikpapan.
  4. BPN 258 Wanita 53 tahun warga Balikpapan merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan yang mempunyai keluhan demam, batuk, pilek, mual dan muntah dan merupakan kontak erat kasus BPN 252, kasus dirawat di RSUD Kanudjoso Balikpapan.
  5. BPN 259 Laki-laki 44 tahun warga Balikpapan, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan, kasus dirawat di RSKD Balikpapan.
  6. BPN 260 Wanita 66 tahun warga Balikpapan, merupakan OTG yang kontak erat dengan kasus BPN 228, kasus di rawat di RSUD Kanudjoso Balikpapan.

Kota Samarinda Empat kasus

  1. SMD 79 Wanita 21 tahun, merupakan OTG warga Jakarta yang datang ke Samarinda, kasus di rawat di RS Karantina Bapelkes.
  2. SMD 80 Laki-laki 36 tahun warga Samarinda, merupakan OTG kontak erat BPN 183, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes Samarinda.
  3. SMD 81 Laki- laki 39 tahun warga Samarinda merupakan OTG yang baru Kembali dari Jakarta, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes.
  4. SMD 82 Wanita 60 tahun tahun warga Samarinda merupakan OTG kontak erat kasus KKR 73, kasus dirawat di Karantina Wisma Atlit Tenggarong Seberang.

Kabupaten Kutai Kartanegara Lima kasus

  1. KKR 78 Perempuan 41 tahun warga Kutai Kartanegara, merupakan OTG
    yang kontak dengan KKR 73, kasus dirawat di Wisma Atlit Tenggarong
  2. KKR 79 Laki-laki 34 tahun warga Kalimantan Selatan, KKR 80 Laki-laki 39 tahun dan KKR 81 Laki-laki 48 tahun merupakan warga Jawa Tengah, KKR 82 Laki-laki 51 tahun warga Jawa Timur merupakan OTG yang mengikuti pemeriksaan mandiri dari perusahaan karena terindikasi kontak erat dengan KKR 75 dan KKR 76, kasus dirawat di Wisma Atlit Tenggarong

Kabupaten Kutai Timur Dua kasus

  1. KTM 73 Laki-laki 57 tahun warga Kutai Timur, merupakan ODP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Kutai Timur dengan keluhan demam, pilek dan terdapatgambaran Bronchopeumonia, kasus dirawat di RSUD Kudungga Sangatta.
  2. KTM 74 Laki-laki 18 tahun warga Kutai Timur, merupakan OTG yang melakukan pemeriksaan mandiri untuk keperluan Kembali bekerja, kasus dirawat di RSUD Kudungga Sangatta.

Kemudian penambahan Kasus terkonfirmasi Covid 19 yang dilaporkan Sembuh bertambah 13 Kasus terdiri dari Kutai Timur Satu kasus, Kota Samarinda tiga kasus dan Kota Balikpapan sembilan kasus.

“Mereka dinyatakan sembuh setelah dua kali dinyatakan hasil negatif serta hasil pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19 tersebut,” sebutnya dalam rilisnya melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Sabtu (11/7/2020).

Sedangkan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) terjadi penambahan emapt kasus, sehingga total ODP sebanyak 13.174 kasus, selesai pemantauan 12.558 kasus dan masih dalam proses pemantauan 616 kasus.

Sementara, Distribusi kasus yang dilakukan pemeriksaan Laboratorium sebanyak 5.333 kasus berdasarkan kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) 215 kasus, Orang Tanpa Gejala (OTG) 4.239 kasus dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) 879 kasus.

Dapat disimpulkan kasus terkonfirmasi positif di Kaltim menjadi 673 kasus, negatif 3.870 kasus, sembuh 490 kasus, probable 1 kasus, meninggal dunia 12 kasus dan pasien yang dirawat 171 kasus.

“Kami yakin dengan kebersamaan kita mampu memgatasi covid 19 ini, ayo kita tegakkan dan laksanakan protokol kesehatan secara disiplin disemua aktivitas,”tegasnya.

 

 

BONTANG – Pemerintah dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bontang menyalurkan bantuan paket sembako bagi 393 guru swasta se-Kota Bontang.

Bantuan dari dana zakat tersebut diserahkan langsung Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, di Pendopo Rujab Wali Kota, Kamis (9/7/2020). Hadir pada kegiatan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) beserta jajaran, Inspektur Daerah, Ketua Persatuan Guru Swasta (PGS), dan Kepala Baznas Kota Bontang.

Dalam sambutan singkatnya, Neni Moerniaeni menekankan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan guna memutus mata rantai Covid-19.

Neni juga meminta seluruh guru untuk melakukan inovasi dalam metode pembelajaran, mengingat saat ini proses belajar masih dilakukan secara daring.

Metode pembelajaran, diterangkannya, harus dapat menyenangkan para murid, orang tua, dan guru. Sebab, hal itu dinilai penting untuk membangun karakter anak.

“Jadi ketika kita mendapatkan ujian (Covid-19) ini, bahwa bapak dan ibu guru harus tetap punya inovasi-inovasi yang bisa membangun (karakter) anak-anak kita,” ujar Neni.

Diketahui bersama, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 telah nihil di Kota Bontang. Kondisi ini diharapkan bertahan hingga 28 hari ke depan sehingga status Kejadian Luar Biasa (KLB) dapat dicabut. Begitu pun dengan proses belajar dan mengajar dapat dilakukan kembali dengan tatap muka di sekolah.

Untuk itu, Neni meminta kepada Disdikbud bersama OPD terkait lainnya untuk merumuskan sistem pembelajaran di sekolah sesuai dengan protokol kesehatan sebagai upaya antisipasi agar gelombang ke dua Covid-19 tidak terjadi di Kota Taman.

“Karena virus itu tidak bisa dilihat oleh mata, ya kita sekarang hidupnya sama Covid-19. Harus hati-hati, tidak boleh ada kluster baru, kita tidak boleh lengah,” imbuhnya.

“Sekali terima kasih pengabdiannya sebagai guru swasta, tetap Istiqomah karena guru itu digugu dan ditiru. Oleh karena itu, karena guru itu teladan, (maka) jadilah teladan yang bisa membangun karakter anak-anak,” pungkas Neni.

Di kesempatan yang sama, apresiasi datang dari Ketua PGS Kota Bontang, Baidlowi. Menurutnya, kebijakan ini merupakan wujud perhatian Pemkot Bontang kepada guru swasta yang terdampak Covid-19.

“Di kesempatan ini, kami (mengucap) terima kasih atas nama PGS Kota Bontang atas kebijakan beliau (Wali Kota Bontang). Karena kalau beliau tidak tahu dampaknya Covid-19, mungkin kita tidak akan dapat bantuan,” kata Baidlowi.

Lebih jauh, ia pun berharap bantuan ini dapat terus berlanjut ke depannya. “Mudah-mudahan ini menjadi berkah dan menjadi manfaat,” ucapnya.

Sementara itu, di tempat terpisah Pemkot Bontang kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap III untuk warga terdampak Covid-19.

Dijadwalkan, serah terima bantuan tersebut dilakukan simbolis oleh Wali Kota Bontang di Kelurahan Belimbing, Kelurahan Gunung Telihan, dan Kelurahan Kanaan, Kamis (9/7/2020). (*)

 

BERAU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau, Kalimantan Timur kembali merilis perkembangan kasus Covid-19 di Bumi Batiwakkal, Jumat (10/7).

Melalui kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi menyebutkan jika terdapat penambahan satu pasien positif terjangkit virus corona.

Pasien tersebut ialah Tuan BR berusia 40 tahun, warga Kelurahan Bugis, Kecamatan Tanjung Redeb yang merupakan pelaku perjalanan dari Kota Makassar dengan hasil PCR Positif (Berau 49).

“Pasien ini dinyatakan positif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium di klinik Tirta Medika Center dan kini telah menjalani rawat isolasi di RSUD dr Abdul Rivai,” ujarnya.

“Pasien positif merupakan karyawan perusahaan yang melakukan perjalanan cuti kerja ke Makasaar,” jelasnya.

Dengan demikian, hingga hari ini, tanggal 10 Juli 2020 rekapitulasi ODP, PDP dan kasus terkonfirmasi sebagai berikut:

ODP : 168 kasus (masih pemantauan 1)
PDP : 72 kasus ( masih pengawasan 1)
Kasus Konfirmasi : 49 kasus ( masih perawatan 9 )

Berdasarkan kasus Covid-19 yang belum berakhir dan masih terdapat pelaku perjalanan yang berpotensi terinfeksi Covid-19 masuk ke wilayah Berau, maka diimbau untuk tetap waspada.

“Wabah corona belum berakhir, tolong tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan yang ada,” tandasnya.

Samarinda—- Dalam sehari Provinsi Kalimantan Timur menambah 19 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Penambahan tersebut diketahui dari Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Kenaikan jumlah pasien positif menurut Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak dari Kabupaten Paser, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur. Berikut sebarannya :

Kabupaten Paser Lima Kasus

  1. PSR 38 Laki-laki 27 tahun warga Aceh, PSR 39 Laki-laki 32 tahun warga Jawa Tengah merupakan OTG yang mengikuti pemeriksaan mandiri dari perusahaan sebagai persyaratan untuk kembali bekerja , kasus dirawat di RSUD Panglima Sebaya.
  2.  PSR 40 Perempuan 8 tahun warga DKI Jakarta merupakan kontak erat PSR 31, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
  3. PSR 41 Laki-laki 59 tahun warga Paser, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Paser dengan keluhan demam, batuk, nyeri tenggorokan dan sesak nafas serta mempunyai komorbid DM dan Hipertensi, kasus dirawat RSUD Panglima Sebaya.
  4. PSR 42 Laki-laki 64 tahun warga Paser, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Paser dengan keluhan demam, mual dan sesak nafas serta mempunyai komorbid DM dan Penyakit Ginjal Kronis, kasus dirawat di RSUD Panglima Sebaya.

Kota Balikpapan Enam Kasus

  1. BPN 247 Laki-laki 37 tahun merupakan OTG warga Surabaya yang mengikuti pemeriksaan mandiri sebagai persyaratan kembali bekerja, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
  2. BPN 248 Laki-laki 34 tahun warga DKI Jakarta, BPN 249 Laki-laki 30 tahun warga Jawa Barat, BPN 250 Laki-laki 39 tahun warga Sulawesi Selatan dan BPN 251 laki-laki 30 tahun warga DKI Jakarta merupakan OTG yang mengikuti pemeriksaan mandiri dari perusahaan, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.
  3. BPN 252 Wanita 49 tahun warga Balikpapan merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Balikpapan yang mempunyai keluhan demam, batuk, sesak nafas, mual dan penciuman menurun, gambaran hasil foto thorak menunjukkan adanya Pneumonia , kasus dirawat di RSUD Kanudjoso Balikpapan.

Kota Samarinda Lima kasus

  1. SMD 74 Wanita 51 tahun, merupakan OTG warga Nusa Tenggara Timur yang datang ke Samarinda dan mempunyai kontak erat dengan KBR 31 dan KBR 32, kasus isolasi mandiri di Kutai Barat.
  2. SMD 75 Wanita 20 tahun, merupakan OTG warga Sulawesi Selatan yang melakukan perjalanan ke Samarinda, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes Samarinda.
  3. SMD 76 Wanita 21 tahun warga Samarinda merupakan OTG kontak erat SMD 72, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes.
  4.  SMD 77 Laki-laki 20 tahun warga Samarinda merupakan OTG pelaku perjalanan dari Jawa Timur, kasus dirawat di RS Karantina Bapelkes.
  5. SMD 78 Wanita 57 tahun warga Kalimantan Selatan, merupakan PDP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Samarinda dengan hasil rapid test/IFA positif dan pada tanggal 7 Juni dilakukan pengambilan swab, tanggal 9 Juli dengan hasil terkonfirmasi positif Covid-19 dan pada tanggal 10 Juli pasien meninggal dunia.

Kabupatenn Kutai Kartanegara Satu kasus

  1. KKR 77 Laki-laki 38 tahun warga Jawa Timur, merupakan OTG kontak erat KKR 74, kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan.

Kabupaten Berau Satu Kasus

  1. BRU 49 Laki-laki 40 tahun warga Sulawesi Selatan, merupakan OTG yang akan kembali bekerja di Berau, kasus dirawat di RSUD A Rivai Berau.

Kabupaten Kutai Timur Satu kasus

  1.  KTM 72 Laki-laki 39 tahun warga Sulawesi Selatan, merupakan ODP yang ditetapkan oleh tim klinis dan DKK Kutai Timur dengan keluhan demam, kasus dirawat di RSUD Kudungga Sangatta.

Kemudian untuk kasus sembuh bertambah dilaporkan bertambah sebanyak Sembilan Kasus terdiri dari Kabupaten Paser Satu kasus, Kota Samarinda Satu kasus dan Kota Balikpapan tujuh kasus.

“Mereka dinyatakan sembuh, karena dari hasil laboratorium Rujukan Covid-19 dinyatakan 2 kali dengan hasil negative serta hasil pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19,”ujarnya dalam rilisnya melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Jum’at (10/7/2020).

Sedangkan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) terjadi penambahan 41 kasus, sehingga total ODP sebanyak 13.170 kasus, selesai pemantauan 12.558 kasus dan masih dalam proses pemantauan 612 kasus.

Sementara, Distribusi kasus yang dilakukan pemeriksaan Laboratorium sebanyak 5.226 kasus berdasarkan kriteria Orang Dalam Pemantauan (ODP) 212 kasus, Orang Tanpa Gejala (OTG) 4.139 kasus dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) 875 kasus.

Dapat disimpulkan kasus terkonfirmasi positif di Kaltim menjadi 642 kasus, negatif 3.856 kasus, sembuh 477 kasus, probable 1 kasus, meninggal dunia 12 kasus dan pasien yang dirawat 153 kasus.

Kutai Timur – Penambahan kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kutai Timur (Kutim) ternyata hingga kini belum menunjukkan trend penurunan dan berakhir. Bahkan hari ini, Jum’at (10/7), Tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kutim melalui Dinas Kesehatan Kutim, kembali mengumumkan penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah Kutim, yakni KTM-72.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Bahrani Hasanal melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp menyebutkan jika penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kutim, yakni KTM-72, merupakan karyawan perusahaan batubara di Kalimantan Selatan (Kalses), yang datang ke Kutim untuk menjalani cuti dan bertemu dengan keluarganya.

“Ada penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dari Kutim, hari ini. KTM-72, seorang laki-laki berumur 40 tahun dan merupakan karyawan perusahaan batubara di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dan tiba di Kutim pada tanggal 24 Juni 2020. Sehari sebelumnya, pasien tiba di Balikpapan mengunakan pesawat terbang, kemudian menggunakan kendaraan travel dari Balikpapan ke Sangatta. Kedatangan KTM-72 ini ke Kutim dalam rangka cuti dan bertemu keluarganya di Sangatta,” sebut Bahrani.

Lanjutnya, setiba di Sangatta, KTM-72 ini langsung melakukan isolasi mandiri di rumah. Pada Tanggal 28 Juni 2020, timbul gejala demam selama 3 hari, namun hanya siang hingga sore hari. Kemudian pada tanggal 30 Juni 2020, KTM-72 melakukan pemeriksaan kesehatan ke RSUD Kudungga di poli penyakit dalam dan melakukan cek laboratorium Widal, dengan titer 1/320.

NPada tanggal 1 Juli 2020, KTM-72 melakukan pemeriksaan rapid test dengan hasil Non Reaktif. Kemudian pada tanggal 4 Juli 2020, melakukan pemeriksaan ke poli paru dengan keluhan demam hari ke delapan. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan swab pertama pada hari Jumat tanggal 07 Juli 2020 dan pada hari Sabtu tanggal 8 Juli 2020 melakukan swab kedua, dengan hasil swab pertama dinyatakan positif.

“Sebelum melakukan perjalanan pulang ke Kutim, KTM-72 ini sudah melakukan test swab di Kalsel pada tanggal 17 Juni 2020 dan hasilnya dinyatakan negatif. Namun setelah empat hari tiba di Kutim, KTM-72 ini mengaku mengalami demam dan memeriksakan kesehatannya di RSUD Kudungga. Kemudian pada tanggal 4 Juli 2020, melakukan pemeriksaan ke poli paru dengan keluhan demam hari ke delapan. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan swab pertama pada hari Jumat tanggal 07 Juli 2020 dan pada hari Sabtu tanggal 8 Juli 2020 melakukan swab kedua, dengan hasil swab pertama dinyatakan positif. Kami sudah melakukan tracing kontak dengan orang-orang yang serumah dengan KTM-72 dan besok akan dilakukan rapid tes. Sementara untuk yang kontak dengan istrinya (KTM-72, red), juga sdh dilakukan tracing hari ini dan dilakukan bertahap pula rapid tesnya mulai hari ini,” jelas Bahrani.

Namun tidak hanya menyampaikan kasus penambahan COVID-19, Bahrani juga menyampaikan kabar gembira, yakni adanya penambahan kasus sembuh dari Kutim. Adalah pasien KTM-51, seorang laki-laki berumur 24 tahun dan merupakan karyawan sub kontraktor perusahaan batubara di Kutim. Pasien KTM-51 ini merupkan karyawan yang melakukan cuti pada tanggal 21 Maret 2020 hingga 16 Juni 2020 di Jogyakarta.

Tiba di Sangatta pada tanggal 24 Juni 2020 dan kemudian keesokan harinya menjalani swab test di salah satu hotel di Kota Sangatta yang memang ditunjuk sebagai hotel karantina COVID-19 oleh Gugus Tugas COVID-19 Kutim. Pada tanggal 29 Juni 2020, pasien KTM-51 dinyatakan positif COVID-19.

“Setelah menjalani perawatan di instalasi COVID-19 RSUD Kudungga selama sebelas hari di instalasi khusus COVID-19 RSUD Kudungga, hari ini, pasien KTM-51 dinyataknn sembuh, dengan hasil swab dua kali berturut-turut dinyatakan negative COVID-19. Dengan adanya penambahan pasien terkonfirmasi positif dan juga pasien sembuh COVID-19, maka hingga hari ini, Jum’at 10 Juli 2020, jumlah pasien terkonfirmasi positif COVId-19 di Kutim total ada sebanyak 72 kasus, sementara yang dinyatakan sembuh ada sebanyak 42 kasus” ujar Bahrani.

Samarinda—Ekonomi Kalimantan Timur Triwulan 1 2020 tumbuh positif 1,27%. Meskipun lebih lambat dibandingkan periode sebelumnya namun capaian tersebut relatif lebih baik ditengah merebaknya COVID-19 dibandingkan beberapa provinsi lain yang mengalami kontraksi.

Memasuki Juni 2020, keyakinan masyarakat terhadap ekonomi Kaltim mulai membaik sebagaimana terlihat dari peningkatan indeks keyakinan konsumen dalam Survei Konsumen (SK) Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur.

“Sebagaimana provinsi dengan kontribusi ekonomi terbesar di Pulau Kalimantan dinamika Kalimantan secara langsung akan mempengaruhi perekonomian Kalimantan,” hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. Kaltim, Tutuk S.H Cahyono saat menggelar Webinar dengan topik peran investasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif dan berkelanjutan melalui hirilisasi di Kaltim, Jum’at (10/7/2020)

Memurutnya, ketergantungan terhadap lapangan usaha pertambangan menjadikan kemampuan fiskal Kaltim turut bergerak Senada dengan performa tambang. Padahal, batubara maupun Crude Palm Oil (CPO) Kaltim cukup potensial untuk dikembangkan lebih lanjut dalam rangka mendukung perekonomian yang lebih resilien melalui industri turunannya.

CPO harus terus dikembangkan hingga produk turunannya seperti B30 dan industri makanan. Begitu juga dengan batubara, minyak dan Gas sebagai sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui harus diperpanjang rantai industrinya melalui hilirisasi. Investasi yang mulai masuk ke Kaltim juga harus diarahkan kepada industri turunan dan green industry.

Lokasi geografi Kalimantan Timur membuka peluang untuk terciptanya green industry seperti pengolahan mineral, gasifikasi batubara ataupun pengolahan biodiesel hingga energi bersih untuk menunjang ibu Kota Negara.

Lanjutnya, ditingkat Nasional Pemerintah memiliki rencana untuk mengembangkan PLTA di seluruh Indonesia sehingga pengembangan green industry memiliki prospek yang cukup baik. Kalimantan Timur memiliki 5 lokasi potensi investasi hydro dengan kapasitas total sebesar 1,1 GW. Disamping fokus untuk menggali potensi investasi, persiapan sumber daya manusia (SDM) juga memegang peranan penting dalam keberlanjutan industri. Untuk itu, perlu persiapan sejak dini kapasitas SDM lokal sehingga nantinya sudah siap untuk menjadi agen penerima transfer ilmu.

Dipilihnya Sepaku dan Samboja menjadi lokasi Ibu Kota Negara baru (IKNB), juga nantinya akan mempengaruhi struktur ekonomi Kaltim secara keseluruhan. Tentunya akan menjadi daya tarik baru untuk investor baik domestik maupun asing. Meskipun seluruh keputusan terkait pembangunan IKNB menjadi wewenang pemerintah pusat tetapi Kalimantan Timur terus mempersiapkan diri menjadi daerah penunjang IKNB. Hal ini dapat dilakukan melalui persiapan infrastruktur fasilitas, konektivitas serta industri Sehingga nantinya pergerakan ekonomi di juga dapat dirasakan di wilayah Lain Kalimantan Timur.

Samarinda – Widagdo Budi Prayogo, narasumber pelatihan olah vokal dan musik bagi para pemuda disabilitas tuna netra yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur mengaku sempat ragu ketika diminta melatih para pemuda tersebut.

“Jujur saya akui dalam 3 (tiga) hari ini membuka wawasan saya, ketika pertamakali diminta menjadi pelatih, saya ragu dan bingung, bahkan sedikit underestimated apakah saya mampu melatih dan mengangkat kemampuan mereka. Namun ternyata kemampuan mereka menerima setiap materi berada jauh diatas yang saya pikirkan, sangat luar biasa,”aku salah satu penggiat seni di Benua Etam itu.

Dirinya pun berpesan kepada para anak didiknya agar tak berhenti hingga pelatihan ini saja, karena tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa asal mau rutin berlatih, bertanya, dan mencoba. Dan yang paling penting jangan pernah merasa berpuas diri dengan kemampuan yang ada saat ini.

“Dispora sudah memberikan kalian kunci untuk ke langkah selanjutnya, harapan saya agar tak berhenti di sini, setelah ini harus ada tujuan lagi yang lebih tinggi, ini hanya langkah awal, tapi langkah selanjutnya tak pernah berhenti dan tak pernah terbatas, kalian harus terus berkembang karena saya yakin dengan kemampuan yang kalian miliki,”katanya.

Dirinya pun berpesan agar D’Nettkre selalu menjaga kekompakan, karena bermain band itu dalam satu kelompok, meskipun banyak jiwa dan banyak tubuh tapi mereka adalah satu serta harus setara, tidak boleh ada yang merasa lebih dari yang lain.

Sementara, pelatih Batik Cap dari Klub Origami Indonesia, Linda Marlina mengatakan dirinya ketika diminta melatih para pemuda disablitas sangat antusias.

“Sebetulnya yang banyak belajar itu saya, karena saya terinspirasi dengan semangat kalian yang luar biasa, teruskan, karena kalian saya yakin akan berhasil, jangan lupa untuk terus latihan dan digali ke depan,”pesannya kepada peserta pelatihan batik cap dari pemuda tuna daksa.

Dirinya pun percaya dan yakin dengan pembinaan dan bimibingan seriusa seperti yang dilakukan Dispora Kaltim maka ke depan karya-karya meeka akan diterima dan diminati masyarakat.

Dwi salah satu peserta pelatihan batik cap mengaku sangat senang mendapat ilmu dan teman baru, bisa ketemu teman yang sama. Dirinya pun berharap kedepan ada pelatihan lagi khusunya bagi mereka para penyandang disabilitas agar tidak menganggur serta dapat terus berkembang dan berkarya.

“Saya sangat senang dapat ilmu, teman dan pengalaman baru, bisa ketawa dan ketemu teman yang sama, sebelumnya saya tidak bisa ngapai-ngapain, Dispora Kaltim terus merangkul saya dengan mengikutkan saya di pelatihan-pelatihan, seperti sebelumnya saya diikutkan pelatihan tekhnisi perbaikan handphone. Jadi orang-orang seperti kami dapat memiliki kemampuan dan keterampilan,”ujanya.

Dwi yang kini telah menerima perbaikan telepon genggam kecil-kecilan di rumahnya, mengaku bersyukur atas kekikutsertaannya dalam pelatihan, dan berharap dirinya dan teman-teman disabilitas lainnya ke depan dapat berkarya dan berwirausaha sendiri dan tak tergantung dengan orang lain. (rdi)

 

Sumber : Dispora Kaltim