SAMARINDA–Berdasarkan perkembangan Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Kalimantan Timur, Badan Pusat Satistik Kaltim mencatat adanya kenaikan sebesar 106,65 atau naik 0,28 persen pada bulan Desember 2019.

Angka NTUP tersebut lebih tinggi dibanding pada bulan November 2019 yang tercatat sebesar 106,36. Hal tersebut diungkapkan Kepala BPS Kaltim Anggoro Dwithjahyono di ruang Video Conference, Kamis (2/1)

“Peningkatan NTUP terjadi karena It naik 0,32 persen sedangkan indeks BPPBM hanya naik 0,04 persen,”jelasnya

Menurutnya, jika dilihat menurut subsektor, ada tiga subsektor pertanian yang mengalami peningkatan NTUP. Ketiga subsektor yaitu subsektor tanaman pangan, tanaman perkebunan rakyat dan peternakan.

Dari tiga subsektor tersebut NTUP subsektor tanaman pangan sebesar 0,19 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,48 persen, dan subsektor peternakan sebesar 0,82 persen. Sementara itu, dua subsektor lainnya mengalami penurunan, yaitu subsektor hortikultura sebesar -1,22 persen dan subsektor perikanan sebesar -0,13 persen.

Dirinya juga mengatakan hanya NTUP pada subsektor tanaman perkebunan rakyat yang memiliki nilai rasio di bawah 100. Hal ini menunjukkan bahwa petani subsektor perkebunan rakyat mengalami penurunan.

Dalam hal perdagangan dimana harga mereka bayar khususnya untuk produksi pertanian pada subsektor perkebunan rakyat juga mengalami kenaikan lebih cepat daripada harga yang mereka terima pada tahun dasar 2012.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *