TPP Harus Optimalkan Kinerja Pendampingnya

Sangatta – Tenaga Pendamping Profesional (TPP) yang melakukan penandatanganan kontrak kerja diingatkan harus mengoptimalkan kinerja pendampingnnya. TPP harus berpacu meningkatkan status desa yang didampingi agar status Indek Desa Membangun (IDM) nya terus meningkat.

“Jika sekarang berkembang, kedepan harus meningkat menjadi maju dan mandiri,” seru Kepala DPMPD Kaltim, Moh Jauhar Efendi saat menghadiri penandatanganam kontrak kerja TPP Kabupaten Kutai Timur, di Kantor Bupati Kutai Timur, Senin (20/1).

Peran pendamping kata dia sangat penting mendukung desa memaksimalkan pemanfaatan Dana Desa (DD) untuk pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayan Masyarakat Desa (P3MD).

“Pendamping memang sudah sepatutnya harus lebih ahli dari yang didampingi. Harus ada di lokasi penugasan membantu desa,”katanya.

Kedepan dia berharap serapan anggaran harus lebih baik. Terlebih format penyaluran Dana Desa 2020 berbeda dengan 2019 yakni 40 persen tahap I, 40 persen tahap II, dan 20 persen tahap III.

Termasuk mekanisme penyalurannya lebih cepat dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Desa (RKD), tidak perlu melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) seperti tahun-tahun sebelumnya.

Terkait penandatanganan kontrak kerja, Jauhar berharap TPP yang diperpanjang kontraknya dapat bekerja optimal. Sebab tidak semua yang bertugas diperpanjang kontrak kerjanya.

Sebelum diperpanjang kontrak kerjanya TPP terlebih dahulu dilakukan evaluasi kinerjanya. Mereka yang tidak memenuhi persyaratan tidak akan dilanjutkan kontraknya.

“Beberapa waktu lalu bahkan ada Tenaga Ahli yang di PHK karena tidak memenuhi standar. Dan ada yang demosi atau penurunan setingkat dari posisi sebelumnya,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Jauhar berharap TPP dapat mendukung pencapaian target RPJMD Kaltim 2019 – 2023 mengentaskan desa dengan status tertinggal. Selama lima tahun ditarget meningkatkan status 150 desa dari 518 desa sangat tertinggal dan tertinggal di Kaltim menjadi berkembang.

KUTAI TIMUR — Pentingnya rumah ibadah menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat untuk dapat mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Rumah ibadah diharapkan dapat menjadi sarana untuk siapa pun yang berada ditempat tersebut untuk meneladani sifat-sifat Sang Pencipta yang penuh dengan cinta kasih, pemaaf, serta selalu menebarkan kebaikan tanpa memandang kepada siapa.

Hal ini pun selaras dengan misi pertama kabupaten Kutai Timur yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Bupati Kutai Timur Ismunandar menjelaskan bahwa kian hari semangat masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Kutai Timur semakin religius terus meningkat. Hal itu terlihat dari banyaknya rumah ibadah yang dibangun.

Pembangunan terbaru sarana ibadah terbaru dilaksanakan pada (16/1) melalui peletakan pertama pemancang air dan slop Masjid Raudhatul Jannah, di RT 028 Gang Melati, Jalan Inpres, Sangatta Utara.

“Masjid tersebut mulai dibangun dengan cara swadaya masyarakat, InsyaAllah Pemerintah Kabupaten Kutai Timur akan hadir dan ikut membantu peningkatan sarana serta prasana yang dibutuhkan untuk tempat ibadah masyarakat.”jelas Ismu.

Saya berharap misi kita menjadikan Kutim sebagai daerah yang religius semakin cepat terwujud. Setelah selesai dibangun, tugas kita bersama adalah senantiasa memakmurkan masjid-masjid yang ada. (DISKOMINFO/Lely)

Samarinda – Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim tengah melakukan persiapan dalam rangka tahapan penjaringan calon anggota Komisioner Komisi Informasi (KI) Kaltim periode 2020-2024 yang rencananya akan digelar pada bulan Februari 2020.

Kepala Dinas Kominfo Prov. Kaltim, Diddy Rusdiansyah saat dikonfirmasi diruang kerjanya pada Senin (20/1) mengatakan bahwa penjaringan calon Komisioner yang digelar ini, seiring dengan berakhirnya masa bakti komisioner KI Kaltim pada tahun ini.

Adapun komisioner yang akan berakhir masa jabatannya itu masing-masing yakni Muhammad Khaidir (Ketua KI Prov. Kaltim), Lilik Rukitasari (Wakil Ketua KI Prov Kaltim), HM Balfas Syam (Komisioner Koordinator Bidang ESA), Rudi Taufana (Komisioner Koordinator Bidang PSI) dan Sencihan (Komisioner Koordinator Bidang Kelembagaan).

“Untuk Pendaftaran akan langsung di kantor Kominfo, setelah memenuhi persyaratan-persyaratan yang diminta. Akan ada penyeleksian administrasi dan dilanjutkan dengan tes potensial, psikotes yang dilakukan oleh Tim Seleksi (Timsel)” ujar Diddy

Mengenai Timsel, Diddy mengatakan bahwa untuk Timsel masih menunggu SK Gubernur dengan susunan personil yang telah diajukan Ketua KI Pusat, Akademisi Unmul, Pengamat Hukum, Tokoh Masyarakat, Unsur Pemerintah dan Unsur Wartawan.

“Timsel melibatkan sejumlah unsur yakni dari KI Pusat, Akademisi, pengamat, tokoh masyarakat dan unsur pemerintah. Kami sudah menyusun personilnya dan masih menunggu SK dari Gubernur.” katanya

Samarinda— Beberapa waktu lalu, seluruh pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Prov Kaltim mendengarkan sosialisasi dan diberikan pelatihan mengenai layanan aplikasi Electronic Office (e-office). Aplikasi ini dikembangkan oleh Bidang Aplikasi dan Telematika Diskominfo Kaltim dengan mengusung konsep meminimalisir penggunaan kertas.

Kepala Diskominfo Kaltim Diddy Rusdiansyah menegaskan kepada seluruh pegawai untuk segera memantapkan penggunaan aplikasi e-office guna memperlancar kegiatan berkaitan dengan administrasi perkantoran.

“Perlahan kita mulai penggunaan aplikasi e-office diawali dari sekretariat. Memulai itu memang susah tapi kita harus yakin dan segera mantapkan penggunaannya,” tegasnya saat arahan apel pagi di Kantor Diskominfo, Senin (20/1).

Diddy menyebut aplikasi e-office sebagai salah satu bentuk perwujudan e-government, yang bertujuan Selain itu juga untuk meningkatkan transparansi, kontrol serta akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih.

“Kita akan gunakan, jika tidak digunakan kita tidak tahu aplikasi ini sempurna atau tidak, kedepan pasti akan ada perbaikan. 1 Februari 2020 kita akan menerapkan aplikasi secara penuh dimulai dikantor kita terlebih dahulu,” imbuhnya.

 

MAHAKAM ULU— Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan soft skill bagi anak-anak di perbatasan, Satgas Pamtas Yonif Raider 303/SSM Kostrad gelar outbound bagi anak-anak Sekolah Dasar di Pos Komando Taktis (Kotis), Kampung Batu Majang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu pada Sabtu kemaren (18/1)

Pada pelaksanaan kegiatan out bound yang dipimpin oleh, Sertu JW Sitompul ini dimulai dengan materi tentang pertolongan pertama dalam kecelakaan khususnya luka luar kepada 70 orang siswa-siswi SDN 005 Batu Majang yang diberikan langsung oleh Pratu Irwan yang menjabat sebagai tamtama kesehatan Satagas Pamtas Yonif Raider 303/SSM.

Selain memberikan pengetahuan tentang kesehatan anggota pos kotis juga mengadakan beberapa perlombaan outbound guna meningkatkan keterampilan, semangat dan memotivasi siswa-siswi SDN 005 Batu Majang. Beberapa materi outbound yang diperlombakan antara lain lomba memindahkan bola secara estafet dengan kepala, lomba bakiak dan lomba estafet karet gelang dengan sedotan.

Outbound ini bertujuan untuk memupuk rasa kebersamaan, motivasi serta soft skill anak-anak SD didalam melaksanakan setiap kegiatan.

Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 303/SSM Kostrad, Letkol Inf Taufik Ismail,S.Sos, M.I.Pol., mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu cara anggota Pos Kotis untuk menjalin kerjasama, kebersamaan, kekeluargaan, hubungan sosial dan juga persaudaraan terhadap masyarakat di wilayah tugas di perbatasan. Selain itu juga merupakan bagian dari program TNI mengajar yakni selain mengajar di dalam ruang kelas juga memberikan pengajaran di luar ruangan kelas.

Selain itu, kegiatan yang dilaksanakan merupakan salah satu pola untuk memberikan wawasan serta pengetahuan dan secara tidak langsung mengajak anak-anak perbatasan untuk menjaga kesehatan dan kesegaran jasmani dengan cara melaksanakan perlombaan yang dilaksanakan pada outbound kali ini.

Fransiskus Ajang, S.Pd, selaku Kepala sekolah SDN 005 Batu majang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada personel Satgas atas pelaksanaan kegiatan outbound ini, ia berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anak perbatasan untuk lebih meningkatkan kemampuan dan semangat belajar serta meningkatkan kerjasama sehingga dapat menciptakan rasa kebersamaan antar sesama.

Dalam akhir acara, ditutup dengan pembagian bingkisan berupa susu sachet dan buku kepada setiap siswa-siswi dan keliling bersama menggunakan truk militer di seputaran Kampung Batu Majang.

Samarinda – Kota Samarinda menjadi agenda kedua kunjungan kerja Menteri Ketenagakerjaan R, Hj. Ida Fauziyah berlangsung di BLK Samarinda, Sabtu (18/1). Ibu Kota Negara (IKN) telah ditetapkan di Kalimantan Timur, Menaker berpesan “IKN butuh kesiapan SDM, pengelolaan investasi atau apapun terkait IKN sangat membutuhkan dukungan masyarakat sekitar IKN,” Ungkap Menaker Ida. Harapan Presiden RI Joko Widodo jangan kemudian kota penyangga sekitar IKN tidak ada kesenjangan, oleh karena itu betapa pentingnya menyiapkan SDM guna mendukung IKN.

 

 

 

 

 

 

 

 

Samarinda – BLK Komunitas adalah unit pelatihan kerja yang didirikan di lembaga pendidikan keagamaan atau lembaga keagamaan non pemerintah yang bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan teknis berproduksi atau keahlian vokasi sesuai kebutuhan pasar kerja dan bagi komunitas masyarakat sekitarnya sebagai bekal untuk mencari kerja atau berwirausaha.

Dalam kesempatan ini Menaker Ida Fauziyah memberikan arahan kepada 14 perwakilan BLK Komunitas yang ada di Pulau Kalimantan. BLK Komunitas merupakan instrumen strategis dalam pengembangan SDM yang mudah diakses oleh masyarakat yang tempat tinggalnya jauh dari kota

“Presiden RI menyadari ini kebutuhan yang tidak bisa ditunda, karena tahun 2020 Presiden memerintahkan untuk memperbanyak pelatihan dari tahun sebelumnya,” Ungkap Ida.

Besar harapan kita semua untuk menjadikan BLK sebagai sarana pelatihan, oleh karena itu perlu pengelolaan BLK yang baik. Kementrian Ketenagakerjaan RI akan terus melakukan pendampingan, Pada tahun ini sudah ada 4 paket pelatihan.

“Berikutnya kita mendorong untuk tetap mengefektifkan pelaksanaan pengelolaan BLK Komunitas, kami berharap agar terus melakukan inisiasi dan inovasi kemudian kreativitas itu juga muncul dari kita semua,” Tegasnya.

Kementrian Ketenagakerjaan akan membantu mencari mitra strategis. Kemudian pengelolaan BLK Komunitas ada ditangan masing-masing harapannya setiap BLK Komunitas juga harus membangun kemitraan dengan siapapun.

Tahun 2019 Kemnaker akan membangun dan mengembangkan BLK komunitas di 1000 lokasi. Sementara tahun 2020 ditargetkan terwujud 2.000 BLK Komunitas, dan saat ini sudah berdiri 1113 BLK Komunitas. Terobosan merevitalisasi BLK dan gencarnya aktivitas BLK di seluruh Indonesia sebagai upaya menggenjot peningkatan dan peningkatan kompetensi kualitas SDM agar berdaya saing di pasar kerja.