Samarinda- Komisi V DPR RI berkunjung ke Kalimantan Timur, meninjau Bendungan Benanga ditemani  Walikota Kota Samarinda, H. Syaharie Jaang. ( 23/1).

Adapun kunjungan tersebut membahas tentang masterplan penanggulangan banjir yang akan di kembangkan oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Anang Muchlis. Serta berkordinasi dengan Pemkot Samarinda, untuk mereview tataruang kota yang sekarang mengalami masalah khususnya banjir.

Kunjungan  Komisi V DPR RI ini dalam rangka Kunjungan Kerja Spesifik Peninjauan Infrastruktur dan Transportasi Ke Provinsi Kaltim, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua rombongan H. Syarif Abdullah Alkadrie yang merupakan Politikus dari Partai Nasdem daerah pemilihan Kalimantan Barat I, berharap dengan perencanaan ini dapat mengatasi persoalan banjir tersebut. Pemerintah mempersiapkan dana untuk menangani banjir sebesar RP 26 M di Tahun 2020.

Ia menambahkan, desain yang seharusnya ukuran Sungai Karang Mumus itu 40 meter dalamnya 5 meter dan faktanya sekarang cuma 15 meter saja. Maka dari itu kawasan hijau yang seharusnya bebas dari pemukiman, menjadi masalah sosial di bantaran Sungai Karang Mumus. Mengakibatkan apabila terjadi luapan di Bendungan Benanga , anak Sungai tidak mampu lagi menampung debit air, “jelasnya.

Lanjutnya, Balai Wilayah Sungai Kalimantan III sekarang membuat kolam epertensi di kawasan GOR Madya Sempaja, agar banjir di wilayah tersebut dapat tertanggulangi dengan cepat.
Saat ini, ada beberapa aliran hulu sungai ( Bendungan Benanga) Samarinda yang bermuara di Sungai Mahakam, nantinya akan dikendalikan melalui pintu pengendali debit air yang ada di beberapa anak sungai.

Kedepannya perencanaan yang paling penting pembuatan pintu kanal akan dibuat di anak Sungai Karang Mumus agar debit air dapat dikontrol dan mengadakan mesin pompa apabila kelebihan debit air dari Hulu Sungai.

Harapan dari komisi V DPR RI , agar Balai Wilayah Sungai Kalimantan III sebagai penerus pusat dapat merencanakan sebaik-baiknya, supaya banjir yang menjadi persoalan Kota Samarinda dapat terselesaikan di kemudian hari, harap Syarif Abdullah Alkadrie.

Diketahui, Sungai Karang Mumus merupakan anak Sungai Mahakam yang memiliki panjang aliran 34,7 kilometer di wilayah Kota Samarinda.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *