SAMARINDA – Banjir melanda Kota Samarinda, Kalimantan Timur sejak Sabtu, 11 Januari 2020 yang lalu. Berdasarkan perkiraan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, korban banjir di Ibu Kota Provinsi Kaltim ini telah mencapai 18 ribu jiwa.

Banjir di Samarinda, terjadi setiap tahun. Faktor utama yang mengundang bencana ini adalah daerah resapan makin sempit, kondisi drainase dipenuhi sampah, curah hujan tinggi, serta perilaku masyarakat yang buang sampah sembarangan.

BPBD Kota Samarinda mencatat, banjir menerjang lima kecamatan, yakni Samarinda Utara, Sambutan, Sungai Pinang, Palaran, dan Samarinda Ulu. Sedikitnya, 8 RT yang tersebar di tiga Kelurahan yakni Gunung Linggai (5 RT), Lempake (1 RT), dan Sempaja Timur (2 RT), yang parah.

Untuk menghindari hal tersebut puluhan Prajurit Korem 091/ASN diturunkan guna membersihkan sungai Karang Mumus dari sampah-sampah akibat banjir yang lalu di Jl. Glatik Kelurahan Temindung Permai Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda, Minggu (27/1/2020).

Kapenrem 091/ASN, Kapten Arh Asrul Azis menuturkan walau hari Minggu libur, tanpa ada kata ragu lagi semua Prajurit di terjun langsung berbaur bersama Relawan BPBD Samarinda dan Masyarakat membersihkan tumpukan Sampah yang menyumbat Aliran Sungai Karang Mumus, bau Sampah yang menyengat hidung tak dihiraukannya yang penting hari ini satu pekerjaan di laksanakan bersama Masyarakat bisa tuntas seketika.

Kegiatan ini melibatkan Relawan dan Warga Masyarakat sekitarnya dengan semangat yang tinggi untuk membersihkan sampah yang menyumbat di aliran sungai tersebut.

“Kerja sama inilah yang selalu di bangun oleh Korem 091/ASN bersama dengan seluruh Elemen masyarakat, kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan kerja samanya ini,“ ujar Moh. Fathan Ibrahim Malik Selaku Kepala Lurah Temindung Permai.

Sedangkan masyarakat sekitar sangat berterima kasih dengan adanya Korem 091/ASN yakni Kodim 0901 Samarinda, sehingga sedikit demi sedikit banyak menimbulkan motivasi untuk mengerti tentang apa itu menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.

Di akhir kegiatan gotong-royong, Wadan Ramil 0901-02/Samarinda Ilir, Kapten Inf Sujadi mengimbau, agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan terutama di sungai, karena dampaknya bisa mengakibatkan aliran sungai tersumbat dan aliran sungai menjadi tidak lancar sehingga air sungai bisa meluap dan membanjiri perkampungan serta areal pertanian, imbaunya.

Penrem 091/ASN

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *