SAMARINDA— Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) merupakan kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dibantu petugas kesehatan dengan tujuan diantaranya menurunkan Angka Kematian Bayi, Ibu Hamil dan Nifas, membudayakan Norma Keluarga Kecil yang Bahagia Sejahtera (NKKBS) serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan kesehatan.

Sayangnya kegiatan Posyandu ini belum sepenuhnya mendapat respon positif dari seluruh masyarakat. Hal ini terlihat pada kunjungan di Posyandu Mawar Loa Bakung yang hanya didominasi oleh Ibu Rumah Tangga. Selebihnya enggan datang dengan alasan kesibukan di tempat kerja termasuk masalah pemahaman masyarakat yang masih minim tentang pentingnya kegiatan Posyandu itu sendiri.

Salah satu petugas Posyandu, Juandi, menuturkan selama ini petugas kesehatan di Posyandu tempat dirinya bertugas sudah terus meningkatkan pelayanan agar masyarakat tertarik untuk datang, tetapi menurutnya  pengaruh Ibu yang bekerja sehingga tak sempat dan kurang tertarik sehingga hanya Ibu yang di rumah saja yang kebanyakan datang.

“Mungkin juga menurut mereka kurang menarik karena pelayanan seperti itu saja seolah-olah hanya pelayanan, padahalkan mereka harus menimbang, rutin melihat perkembangan, pertumbuhan anak mereka. Kita sih berharap mereka lebih peduli dan mendukung keberadaan Posyandu di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka,” ungkapnya.

Keberadaan Posyandu sendiri lanjutnya, salah satunya  untuk mendukung perbaikan gizi dan kesehatan balita. Di Posyandu inilah orang tua akan mendapatkan pendidikan dan pengetahuan tentang gizi dan kesehatan balita serta makanan-makanan yang baik untuk mendukung pertumbuhan balita. (Diskominfo / Cht)

 

SAMARINDA — Tim Computer Assissted Test (CAT) dari Kantor Regional Badan Kepegawaian Negara (Kanreg BKN) VIII Banjarmasin melakukan kroscek di Gedung Assessment Center (AC) Provinsi Kaltim Jl. Kartini yang bakal menjadi tempat penyelenggaraaan tes SKD seleksi rekrutmen CPNS Pemprov Kaltim 2019, Sabtu (1/2)

Rombongan yang berjumlah empat orang itu ditemani Kabid Mutasi, Hj Kustiningsih, Kepala UPT Pengukuran Kompetensi, Yuli Fitrianti dan beberapa staf BKD Provinsi Kaltim.

Adapun tujuan dari kroscek tersebut oleh tim CAT BKN ingin memastikan keseluruhan Sarana dan Prasarana (Sarpras) yang digunakan untuk tes SKD digelar besok minggu (2/2/2020) terpenuhi, sehingga diharapkan event nasional ini berjalan lancar.

Diantaranya, pengecekan keseluruhan fisik seperti, ruangan tes, komputer, sistem CAT, jaringan, serta kebutuhan nonteknis lainnya.

Berikut, tim BKN menilai bahwa gedung asssesment center memenuhi syarat dan juga representatif. “Setelah tadi melihat keseluruhan kami rasa (gedung AC) memenuhi syarat kok untuk tes skd, semua kebutuhan terpenuhi, layak lah, ini event penting besok sudah dimulai mudahan semua berjalan lancar,” ujar Kabid Pengembangan dan Supervisi Kanreg BKN VIII Banjarmasin, Subekti Agus Irianto salah satu tim CAT.

Sebagai informasi, berdasarkan hasil seleksi administrasi, jumlah peserta yang dinyatakan memenuhi syarat (MS) dan berhak mengikuti SKD sebanyak 4.882 orang.

Dengan banyaknya jumlah peserta maka jadwal pelaksanaan tes secara bergiliran. SKD dimulai 2-11 Februari. Per harinya dibagi menjadi lima sesi, kecuali hari Jumat hanya empat sesi, tiap sesi 100 orang dan diberi waktu selama 90 menit mengerjakan tes.

Untuk menampung peserta tes SKD disiapkan dua ruangan Full AC dengan 100 unit komputer dan 10 cadangan, dibagi masing-masing ruangan 50 komputer. Ditambah loker penitipan barang, ruang tunggu/video simulasi CAT untuk peserta, mushola dan kamar kecil.

SAMARINDA — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menyelenggarakan Jalan Sehat bagi Keluarga FKUB Kaltim dan Keluarga Besar Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kaltim, Sabtu (1/2).

Jalan sehat dilepas secara resmi oleh Gubernur Kaltim, Isran Noor diwakili Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekprov Kaltim, Moh Jauhar Efendi dengan pengguntingan pita. Sebelumnya didahului pelepasan balon udara oleh Wakil Walikota Samarinda, Barkati didampingi Kakanwil Kemenag Kaltim, Sofian Nur, Ketua FKUB Kaltim, Asmuni Ali serta para tamu undangan yang hadir.

Gubernur dalam arahanya berharap jalan sehat ini dapat dijadikan sebagai momentum yang tepat bagi FKUB Kaltim memberikan sumbangsih dan kepeduliannya untuk kehidupan masyarakat di Kaltim khususnya, dan untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia pada umumnya.

“Kita ingin melalui kegiatan yang positif ini dapat membuat masyarakat Kaltim menjadi maju sejahtera dan kuat, serta berkarakter,” harap Gubernur Isran dalam sambutan yang disampaikan Plt. Asisten I, Moh Jauhar Efendi.

Dia berharap kerukunan umat beragama tidak hanya ditunjukkan dalam acara jalan sehat saja, tetapi perlu dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Berkenaan dengan akan dilaksanakannya Pilkada serentak 2020 di 9 kabupaten/kota di Kaltim yang akan berlangsung, gubernur mengimbau semua agar ikut menyukseskan bersama.

FKUB Kaltim diajak turut berpartisipasi dengan memberikan pembelajaran kepada masyarakat akan pentingnya berdemokrasi secara sehat dan bertanggung jawab.

“Ciptakan situasi yang aman damai dan kondusif, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan baik dan pembangunan juga dapat kita laksanakan dengan baik pula. Mari kita berdemokrasi secara dewasa. Hindari pertentangan dan pertikaian meskipun diantara kita ada yang berbeda dukungan dan pilihan,” serunya.

Jalan sehat juga dirangkai pernyataan sikap menciptakan kondisi rukun dan damai serta menyukseskan pilkada serentak di Kaltim oleh organisasi dan tokoh keagamaan Kaltim serta penyerahan berbagai hadiah doorprize mulai dari motor, lemari es, dan puluhan sepeda gunung.