Samarinda– Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) utama dan pembantu memiliki peran strategis dalam menginformasikan kebijakan, program dan kegiatan serta hasil pembangunan kepada masyarakat. Melihat hal tersebut, praktisi PPID punya peran penting mengedukasi dan memberi pemahaman kepada masyarakat tentang capaian pembangunan maupun kebijakan pemerintah.

PPID berkaitan erat dengan pelayanan publik dengan menyediakan dan melayani permintaan informasi secara cepat, tepat waktu, biaya ringan, proporsional, dan dengan cara sederhana.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim Endro S Efendi yang juga pakar Hypnoterapi mengungkapkan, dalam pelaksanaan pelayanan pada PPID, bisa menerapkan lima bahasa cinta untuk masyarakat yang datang ingin mendapatlan informasi. Tak sekedar hanya melayani, namun harus memberikan pelayanan yang membekas di hati masyarakat.

“Ada lima bahasa cinta yang bisa diterapkan. Bahasa cinta ini meski terlihat sederhana namun menjamin yang dilakukan memiliki dampak positif. Bisa positif untuk PPID juga masyarakat,” ucapnya saat memberikan materi pada pertemuan PPID lingkup OPD Pemprov Kaltim beberapa waktu lalu.

Kelima bahasa cinta tersebut pertama yakni pujian. Dengan memuji seseorang yang datang untuk mendapatkan informasi akan memberi kesan ramah dan menyenangkan.

Kedua adalah sentuhan. Dengan berjabat tangan mengawali pertemuan juga akan memberikan kesan kuat dan hubungan yang hangat. Ketiga adalah pelayanan, keempat yaitu waktu berkualitas. Dua hal ini bisa dilakukan oleh praktisi PPID untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin dengan memberikan pelayanan yang berkualitas.

Terakhir adalah hadiah. memberikan hadiah sekecil apapun semisal hanya pulpen atau gantungan kunci kepada seseorang yang datang. Hal tersebut akan memperoleh nilai tambah untuk pelayanan.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *