Samarinda— Sebanyak tiga pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim menduduki jabatan baru sebagai pejabat administrator eselon IV. Ketiganya resmi dilantik oleh Gubernur Kaltim di Pendopo Odah Etam, Senin (2/3).

Tiga pegawai tersebut yakni Sri Rezeki Marietha sebagai Kepala Seksi Pengolahan Informasi Publik, Agus Eko sebagai Kepala Seksi Keamananan Jaringan Informasi dan Komunikasi serta Eva Yusefa sebagai Kepala Seksi Infrastruktur.

Kepala Diskominfo Kaltim Diddy Rusdiansyah menyatakan rasa bahagia karena beberapa jabatan yang kosong akhirnya diisi oleh pegawai yang berasal dari Diskominfo Kaltim sendiri. Pasalnya, mereka dirasa lebih mengetahui seluk beluk pekerjaan yang akan mereka hadapi.

“Kita patut berbangga, rekan-rekan kita dari Diskominfo bisa dipercaya mengisi jabatan baru saat ini. Kita harap agar mereka bisa bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menghasilkan inovasi-inovasi terbaru sesuai dengan tupoksi yang ada,” harap Diddy. 

Untuk diketahui, Gubernur Kaltim Isran Noor memimpin upacara Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji 86 Pejabat Administrator  dan 213 Pejabat Pengawas. Acara dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulydi, Plt Sekretaris Daerah M. Sa’bani, Forkopimda serta pejabat eselon II lingkup Pemprov Kaltim.

Samarinda— Gubernur Kaltim Isran Noor memimpin upacara Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji 86 Pejabat Administrator  dan 213 Pejabat Pengawas di Lingkungan Pemprov Kaltim di Pendopo Odah Etam, Senin (2/3).

Gubernur menegaskan rakyat dan negara memerlukan pejabat Aparatur sipil negara yang berintegritas tinggi serta mampu melaksanakan amanah penuh tanggungjawab. Isran meminta pejabat pengawas menjadi ujung tombak perubahan dalam mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih terutama memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Harapannya sesuai sumpah yang diucapkan, disaksikan Allah SWT, disaksikan para pejabat, keluarga dan diri sendiri, agar yang sudah dilantik bisa bekerja sebaik-baiknya dengan tulus untuk negara dan rakyat Kaltim,” harap Isran.

Dalam kesempatan tersebut hadir Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, Plt Sekretaris Daerah M. Sa’bani, Forkopimda serta pejabat eselon II lingkup Pemprov Kaltim.

Samarinda-Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara penerimaan jemaah Umroh, terkait antisipasi penyebaran virus corona.22 negara yang dilarang masuk ke arab saudi salah satunya termasuk indonesia.

kementrian agama republik indonesia saat ini sedang bernegoisasi ke pihak pemerintah saudi untuk memperpanjang visa dan penerbangan  ,sehingga masa berlakunya bisa di jadwalkan ulang .

Pada saat ditemui di kantor wilayah Kementrian Agama Provinsi Kaltim, kepala bidang penyelenggaraan Haji dan umroh, Ahmad Ridani menghimbau kepada masyarakat yang ingin melakukan perjalanan umroh di waktu dekat diharap bersabar.

“kami menghimbau kepada agen penyelenggara umroh agar menyetop sementara keberangkatan jamaah umroh, hingga batas yang belum di tentukan” pungkas Ahmad (2/3)

Jemaah umrah dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, untuk sementara waktu ditangguhkan.  kebijakan itu diambil Kementerian Luar Negeri Saudi atas rekomendasi Kementerian Kesehatan.

Berikut negara yang dicegah memasuki Saudi untuk sementara waktu: China, Iran, Italy, Korea, Japan, Thailand, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Iraq, Philippine, Singapore, India, Lebanon, Syria, Yemen,Azerbaijan, Kazakhstan,Uzbekistan, Somalia, Vietnam.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menetapkan untuk menyetop izin kunjungan ibadah Umrah dan akses ke makam Nabi Muhammad di Madinah untuk sementara akibat wabah virus corona yang kian meluas.

“Kunjungan masuk ke Kerajaan Arab Saudi untuk tujuan Umrah dan atau kunjungan ke Makam Nabi di Madinah untuk sementara ditutup,” tegas Kementerian Luar Negeri Arab Saudi di akun Twitter-nya, Selasa (27/2/2020).

 

 

 

 

SAMARINDA. – Kepala Seksi Logistik (Kasi Log) Korem (Rem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Kolonel Inf Erwin Ferdinand, selaku Irup Upacara Bendera Awal Bulan Maret 20202, Senin (2/3) di Lapangan Upacara Makorem 091/ASN.

Kasi Log Korem 091/ASN mengatakan, upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang dilaksanakan ini mempunyai makna dan arti yang sangat penting bagi prajurit dan PNS TNI.

Dikatakan, makna dan arti penting dalam setiap upacara pengibaran Bendera Merah Putih adalah untuk mengingat kembali dan menghormati jasa para pahlawan Kusuma Bangsa yang telah berjuang memperebutkan kemerdekaan Indonesia tanpa pamrih, mengorbankan jiwa dan raga bahkan hartanya demi kemerdekaan Indonesia.

“Kita sebagai generasi penerus perjuangan bangsa, tidak boleh melupakan sejarah perjuangan bangsa, bangsa Indonesia ada karena berkat para leluhur kita yakni para pejuang kusuma bangsa,” ujarnya

Menurutnya, sebagai generasi pewaris bangsa, harus terus melanjutkan apa yang telah diwariskan para pendahulu dengan melaksanakan kegiatan positif untuk membangun bangsa ini agar bangsa maju dan menjadi bangsa pemenang.

Upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang dilaksanakan di setiap minggunya atau pada peringatan hari besar nasional, lanjut Kasi Log Korem 091/ASN, merupakan bentuk penghargaan kepada para pendahulu bangsa.

Disamping itu, Upacara pengibaran Bendera Merah Putih, sebagai sarana komando untuk menjalin komunikasi antara pimpinan dengan para anggotanya di satuan masing-masing. Dengan demikian, setiap kebijakan/instruksi, arahan dan informasi akan mengalir, tepat waktu dan tepat sasaran.

Penrem 091/ASN

SAMARINDA—- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Prov. Kaltim, Anggoro Dwithjahyono menyebutkan pada bulan Februari 2020 Provinsi Kaltim mengalami inflansi sebesar 0,40 persen atau terjadi perubahan indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,42 pada bulan Januari 2020 menjadi 103,83 pada bulan Februari 2020.

“Dengan kondisi tersebut, hingga Februari 2020 inflansi tahun kalender mencapai 0,72 persen dan inflansi tahun ke tahun tercatat 2,08 persen,”ucapnya pada Press Release di Ruang Vidio Conference BPS Kaltim, Senin (2/3)

Jika dirinci menurut Kota pada bulan Februari, Kota Samarinda mengalami inflansi sebesar 0,36 persen dengan IHK 104,16, Kota Balikpapan mengalami inflansi 0,44 persen dengan IHK 103,41. Sedangkan, pada bulan Februari 2020 inflansi tahun kalender kota Samarinda sebesar 0,74 pereen dan inflansi tahun ke tahun sebesar 2,34 persen. Sementara inflansi tahun kalender Kota Balikpapan sebesar 0,70 persen dan inflansi tahun ke tahun sebesar 1,75 persen.

Menurutnya, Inflansi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukan dari 11 kelompok pengeluaran. Yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,13 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,28 persen.

Selanjutnya, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,43 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,04 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,30 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,05 persen. kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,31 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,48 persen.

Sedangkan yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok transportasi sebesar – 0,37 persen dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,07 persen.

Pada bulan Februari 2020 dari 90 kota pantauan IHK Nasional jelasnya, ada 73 kota mengalami inflansi dan 17 kota lainnya mengalami deflasi. Untuk nflansi tertinggi di Kota Sintang (Kalimantan Barat) sebesar 1,21 persen dan terendah terjadi di Kota Pare-Pare (Sulawesi Selatan) sebesar 0,02 pereen.

Sementara deflasi tertinggi di kota Tanjung Padan (Kepulauan Bangka Belitung) sebesar -1,20 persen dan terendah di Kota Padang Sidenpuan (Sumatera Utara) sebesar -0,01 persen.

Balikpapan – Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor mengharapkan perbaikan, penyempurnaan dan revitalisasi keolahragaan renang di benua etam sehingga kelak semakin mengangkat prestasi dan pembinaan olahraga renang di Provinsi Kaltim sehingga mampu membangun keunggulan di kancah nasional di masa yang akan datang.

Hal ini disampaikan Gubernur dalam sambutannya yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltim, Muhammad Syirajudin, ketika menghadiri pelantikan Pengurus Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kaltim, sekaligus membuka Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan (KRAP) se Kalimantan dan Sulawesi, Sabtu (29/2/2020) di Kolam Renang Mulawarman Balikpapan.

“Dengan diadakannya pelantikan pengurus PRSI Kaltim masa bakti 2019-2023 ini, nantinya senantiasa mampu menjadikan semangat baru untuk mendulang prestasi dan melanjutkan berbagai program kerja sesuai visi dan misi khususnya bagi kemajuan prestasi dunia olahraga renang  di Provinsi Kaltim, apalagi mengaca dari hasil POPNAS lalu Renang Kaltim mempu menyembahkan 1 emas 1 perak,” katanya.

Terkait sarana dan prasarana, Gubernur mengharapkan PRSI Kaltim mau memanfaatkan kolam renang Eks PON di Kompleks Stadion Utama Palaran.

“Kaltim memiliki sarana kolam renang berstandar internasional, saya harapkan nantinya PRSI Kaltim yang baru dilantik segera berkoordinasi untuk pemanfaatan kolam tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua PRSI Kaltim, Dayang Donnas Faroek menyampaikan harapanya agar di setiap Kabupaten / Kota memiliki Kolam renang standar yang tentunya akan menunjang bagi Atlet dalam meraih prestasi.

“Tentu kita akan sinergikan antara kesiapan sarana dengan kualitas SDM Pelatih berkualitas yang menjadi kunci bagi atlet untuk terus berkembang dan mencapai hasil maksimal dalam setiap event yang diikuti, kalau perlu kita upayakan pelatih kualitas internasional,”tegasnya.

Ketua PB PRSI, Anindya Novyan Bakrie dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kaltim sebagai salah satu daerah yang mampu menyumbangkan atlet untuk tingkat nasional.

“Saya melihat Kalimantan Timur tak pernah absen dalam menyumbang kekuatan atlet di level nasional, tentu saya berharap hal ini dapat terus ditingkatkan. Saya berharap Pengurus PRSI Kaltim mampu menjalankan amanah yang diembannya untuk berkarya diawali tentunya dengan meningkatkan pembinaan bagi para atlet usia dini secara berjenjang dan berkesinambungan sehingga prestasinya juga akan terus meningkat,” pesannya.

Walikota Balikpapan, Rizal Effendi yang juga hadir pada acara tersebut mengatakan pihaknya tengah berupaya agar Balikpapan sebagai penyanggah Ibukota Negara (IKN) yang baru memiliki kolam renang berstandar Internasional.

Pada kesempatan tersebut, usai acara pelantikan dilaksanakan penekanan tombol sirine tanda dimulainya Kejuaraan Renang Antar Perkumpulan (KRAP) se Kalimantan dan Sulawesi oleh Kadispora Kaltim, Ketua PB PRSI, Walikota Balikpapan, Wakil Ketua Pengurus Besar (PB) PRSI, Sarman Simanjorang, Ketua Pengprov PRSI Kaltim serta perwakilan KONI Kaltim.

Sumber : Dispora Kaltim

Samarinda—Sebanyak 45 calon peserta Duta Wisata dan Putri Pariwisata Kota Samarinda 2020 mengikuti pembekalan materi yang berlangsung di ruang rapat lantai 2 Balai Kota, Senin (2/3).

Adapun pemateri yang hadir pada hari ini ada dari PKBI (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia) Kaltim Imam Taufik Malik , Dr. Phil Maria Teodora Ping untuk sesi english class dan sesi Beuty Class bh la tulipe LA Tulipe.

Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Pariwisata Kota Samarinda melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata M. Firman menuturkan, tujuan dari pelaksanaan ini guna menambah pengetahuan bagi para duta pariwisata, berkaitan dengan materi yang di berikan pada pagi ini yakni tentang bahaya penyebaran virus HIV/AIDS.

“Inilah kita bekali, agar mereka juga bisa ikut mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya dunia kepariwisataan tentang bahaya virus HIV/AIDS,” Ujar Firman.

Firman juga menyampaikan, dari total 45 peserta terdiri 15 Putri Pariwisata, 15 Duta Wisata Putra dan 15 putri akan mengikuti rangkaian kegiatan dari tanggal 12-14 Maret 2020.

“Untuk tanggal 12 Maret mereka akan mengikuti uji kompetensi kepariwisataan dan wawasan pariwisata serta umum. Sementara tanggal 14 maret akan mengikuti uji bakat,” Jelasnya.

Dirinya berharap, Melalui pembekalan ini mampu meningkatkan kemampuan para duta wisata Kota Samarinda baik wawasan dan pengetahuan tentang potensi dan wisata daerah, maupun kepribadiannya yang berkarakter budaya. (Diskominfo/Rey)