Samarinda— Biro Organisasi Setprov Kaltim mengumpulkan jajaran ASN lingkup Kaltim yang ditugaskan sebagai operator input Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP). Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas operator input dalam mengisi informasi pelayanan publik lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing pada Aplikasi SIPP.

“Prinsipnya kita menindaklanjuti hasil pembahasan pengembangan instrumen indeks pelayanan publik yang dilaksanakan Kemenpan RB melalui peningkatan kapasitas standar pelayanan dan survei kepuasan masyarakat. Ini sebagai sumber data keterbukaan informasi pelayanan publik melalui aplikasi SIPP,” ujar Kepala Biro Organisasi Setprov Kaltim, Rozani Erawadi saat memimpin rapat peningkatan kapasitas operator input SIPP, di Ruang Rapat Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (4/3).

Setelah diberikan pembekalan, setiap OPD diminta menyerahkan nama penanggung jawab dan operator input beserta email resmi OPD. Disarankan penanggung jawab adalah kepala OPD dan operator input data SIPP pejabat pengawas yang membidangi seperti kasub umum atau tata usaha disetiap OPD.

Mekanismenya, operator inpun nantinya akan menginput data pelayanan publik lingkup OPD masing-masing. Setidaknya setiap seksi atau sub bagian harus ada satu unit pelayanan publik penjabaran Misi ke lima Pemprov Kaltim 2019-2023, yakni berdaulat dalam mewujudkan birokrasi pemerintahan yang bersih, profesional dan berorientasi pelayanan publik yang diinput kedalam aplikasi SIPP.

Harapannya bisa terinformasikan pelayanan publik yang dilaksanakan setiap unit terkecuali unit sekretariatan di OPD lingkup Kaltim. Termasuk pencapaiannya yang diukur melalui survey kepuasan masyarakat yang dilakukan OPD setiap bulan, semester atau minimal per tahun.

“Pada tahun 2020 diharap keseriusannya. Biro Organisasi akan melakukan pemantauan secara berkala. Jangan sampai kita seperti robot kemarin, hari ini dan besok sama saja. Hari ini harus lebih baik dari kemarin dan besok harus lebih baik dari hari ini. Itu konsep pelayanan publik,” katanya.

Samarinda-Penyerahan serifikat halal LPPOM MUI KALTIM kepada pelaku usaha se-kalimantan Timur dan se-Kalimantan Utara, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi menyerahkan secara langsung  serifikat  kepada pelaku usaha UMKM . Bertempat di Yen’s delight juanda 6 .(4/3)

 

Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim mengadakan Pelatihan Konvensi Hak Anak (KHA) bagi forum anak Se – Kaltim di Hotel Ibis Samarinda, Senin (2/3/2020).  KHA secara sederhana dapat dikelompokkan dalam 3 hal, Pertama, mengatur tentang pihak yang berkewajiban menanggung tentang hak yaitu negara. Kedua, pihak penerima hak yaitu anak-anak. Ketiga, memuat tentang bentuk-bentuk hak yang harus dijamin untuk dilindungi, dipenuhi dan ditingkatkan.

 

 

 

Samarinda—- Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rachmad mengatakan Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) merupakan gerakan peningkatan ekspor untuk menyatukan kekuatan seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir.

“Gerakan ini mampu meningkatkan ekspor komoditas perkebunan,” katanya belum lama ini di Samarinda.

Selain itu, Gerakan tiga kali ekspor ini mampu mempercepat laju ekspor komoditas perkebunan menuju ekosistem pertanian yang modern.

Dimana pada pola ini didalamnya sudah menggunakan dan memanfaatkan teknologi, inovasi, digitalisasi, riset dan  jejaring dengan melibatkan para milenial muda serta kerjasama yang kuat dengan semua pihak.

Terkait dengan Gratieks, sesuai keinginan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menargetkan ekspor untuk sejumlah komoditas perkebunan tumbuh tiga kali lipat dalam lima tahun ke depan, seperti kopi, kelapa, lada, pala dan vanili. Sementara disebutkannya, komoditas unggul perkebunan Benua Etam ada lima, yakni kelapa, kopi, kakao, lada dan kelapa sawit.

Lanjutnya, seperti yang diketahui bahwa Kaltim menjadi salah satu daerah penghasil lada. Tentu program nasional ini bisa memotivasi petani pekebun lada di daerah. Khususnya berupaya meningkatkan produksi dan produktifitas lada mereka.

“Untuk itu kita juga akan terus mendorong peningkatan produksi komoditas unggul perkebunan, selain kelapa sawit yang sangat mendominasi subsektor perkebunan,” ungkapnya.