Samarinda– Sosialisasi Duta Pelajar Sadar Hukum Jenjang SMA/SMK/MA/SLB Negri/Swasta Se-Provinsi Kalimantan Timur, kegiatan tersebut bekerjasama antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov Kaltim dan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur. Bertempat di lantai dasar ruangan serbaguna Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Kaltim . (9/3)

Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim, Chaerul Amir menerangkan, kedepannya akan diadakan lomba karya tulis bagi siswa/siswi tingkat SMA/SMK/MA/SLB Negri/Swasta Se-Kalimantan Timur. Dimana materi lomba tersebut seputar tentang pengetahuan kesadaran  hukum yang berlaku, kemudian akan  dipresentasikan di depan audiens. Setiap perwakilan Kabupaten/kota bisa mengikuti perlombaan ini.

Adapun tujuan dari perlombaan Sosialisasi Sadar Hukum tersebut, yang menjadi Juara akan menjadi Duta Hukum  Se-indonesia. Dimana nantinya tugas Duta tersebut akan mensosialisasikan tentang kesadaran Hukum bagi para pelajar, agar mengurangi tindak pidana kepada para pelajar .

Ia menjelaskan, Peserta  pelajar yang sudah mendaftar  Lomba  Sosialisasi sadar hukum ini mencapai 187 orang. Terdiri dari satu tim 2 orang putra dan putri dari masing – masing sekolah yang ada di kabupaten/kota provinsi Kaltim. Buku panduan untuk lomba akan dibagikan di setiap sekolah peserta dengan bahan materi yang sama .

Kegiatan mencari Duta Hukum tingkat pelajar  baru pertama kali dilakukan di Indonesia, Provinsi Kaltim menjadi yang pertama dalam gelaran ini,  Kejaksaan Tinggi Kaltim  bekerjasama Dinas Pendidikan Kalimantan Timur pencetus dalam lomba ini.

Harapan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim Chaerul Amir Pemenang Tingkat Kabupaten/kota  akan diberi hadiah berupa piala dan penghargaan, di tingkat provinsi akan diberikan beasiswa hingga ke perguruan tinggi  hingga selesai dimana saja dia akan melanjutkan, pungkas Amir .

Samarinda–Dinas Perindustrian Kota Samarinda kembali menggelar bimbingan teknis (Bimtek) tentang Pengelolahan Produk Berbahan Dasar Pisang yang berlangsung di gedung Graha Ruhui Rahayu, Jalan Juanda, Senin(9/3).

Untuk diketahui kegiatan ini berlangsung Selama dua hari ini (9-10) Maret.

Kepala Dinas Perindustrian Kota Samarinda, HM Faisal mengungkapkan, untuk program tahun ini ada 2 target bagi para peserta yang pertama mengupgrading pengetahuan antara Industri Kecil Menengah yang sudah punya usaha dan yang kedua menumbuhkan wirausaha baru.

“Jadi setahun sudah 16 kali kita adakan bimtek ini ada dari kedua itu ada yang menumbuhkan wirausaha baru ada yang mengupgrade. Jadi mudah-mudahan  dapat menumbuhkan IKM yang berkualitas,”imbuhnya.

Dirinya mengatakan, nantinya peserta Bimtek akan mendapatkan beberapa materi dari narasumber yang kompeten diantaranya Fakultas Pertanian Unmul lain, Ir Hj. Hudaida Syahrumsyah mengenai produk pisang dan kualitasnya.

Kemudian seorang pengusaha kripik pisang merk Kenko, Hera Hajrawati yang
akan berbagi pengalamannya serta membimbing kegiatan selama praktek.

“Untuk hari ini kita akan berikan materi dulu bagi para peserta, ada dari dosen Fisipol Unmul Silviana Purwanti berkaitan dengan strategi pemasaran dan juga chief financial officer (CFO) la momi mochi kang Asep Surnarya yang akan menjelaskan masalah kemasan kreatif mengenai pembuatan tas dari kertas koran bekas,”ujar Mantan Kadis Kominfo Samarinda.

Sementara Asisten II Kota Samarinda, Nina Endang Rahayu yang hadir pada kegiatan tersebut sangat mengapresiasi bimtek tersebut.

Nina mengungkapkan, menurutnya ini adalah merupakan kunci pembuka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di sektor perekonomian.

Dirinya berharap kepada para peserta bimtek agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan seksama dan sungguh-sungguh, sehingga nanti dapat terwujud wirausaha baru di kota Samarinda,

“Oleh sebab itu momentum seperti ini tolong di manfaatkan dengan baik. Kalau bisa bapak ibu sekalian yang akan menjadi agen perubahan di wilayahnya masing-masing.

“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda acara Bimtek Pengelolahan produk berbahan dasar pisang pada hari ini saya nyatakan resmi di buka,”pungkasnya. (Diskominfo/Rey).

Samarinda – Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Timur (DKP3A) mengadakan kegiatan monitoring dan evaluasi pengarusutamaan gender (Monev PUG) di ruang rapat Repetapa Bappeda Kaltim, Senin (9/3/2020).

Pemenuhan 7 (tujuh) prasyarat PUG sebagai prasyarat awal yang menjadi dasar bagi terlaksananya PUG di semua sektor mutlak dilakukan agar tujuan yang ingin dicapai yaitu kesetaraan dan keadilan gender dapat terwujud. Prasyarat awal PUG tersebut yaitu adanya KOMITMEN dari para pengambil keputusan, KEBIJAKAN dan program yang disusun, pengembangan KELEMBAGAAN yang mendorong strategi PUG, SUMBERDAYA, DATA TERPILAH, TOOL /alat dan jejaring atau networking.

“Pada tahun 2020 ini, Monev PUG akan dilaksanakan melalui pengisian aplikasi APE (Anugerah Parahita Ekapraya) yang dihandle langsung oleh Kementerian PPPA dengan hasil akhir yakni terpetakannya pemenuhan 7 prasyarat awal PUG dalam level/tingkatan PRATAMA, MADYA, UTAMA dan MENTOR,” Ujar Halda Arysad Kepala DKP3A Kaltim.

Terkait kebijakan sebagai salah satu prasyarat PUG tercermin dalam RPJMD Provinsi Kalimantan Timur yakni dalam visi dan misi 1 Gubernur Kalimantan Timur “Berdaulat dalam pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berdaya saing terutama perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas”.

“Sebagai informasi terkait penghargaan APE sebagai wujud keberhasilan pembangunan pemberdayaan perempuan dan pelaksanaan PUG, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah meraih tingkat Pratama (2011), Madya (2012), Madya (2013), 2014 dan 2015 tidak ada evaluasi dari KPPPA, lalu tahun 2016 peringkat PRATAMA, dan 2018 peringkat MADYA. Harapan kita bersama di tahun 2020 ini bisa meraih UTAMA,” Tambah Halda.

Monitoring dan Evaluasi (Monev) PUG dilakukan bukan semata-mata untuk mendapatkan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) akan tetapi agar pemenuhan hak baik laki-laki dan perempuan dapat dilaksanakan secara optimal demi terwujudnya kesetaraan dan keadilan gender di Provinsi Kalimantan Timur.

Nara sumber pada Monev PUG kali ini adalah Deputi Kesetaraan Gender Agustina Erni Kementrian PPPA, Kepala Bidang Sumber Daya Manusia dan Pemerintahan Hariyo dari Bappeda Kaltim dan dihadiri dari DKP3A dan BAPPEDA Se Kabupaten/Kota di Kaltim.

Balikpapan—- Jelang pemilihan Kepala Daerah serentak 23 September 2020 mendatang, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim menggelar Rapat Koordinasi Tim Pemantauan Perkembangan Politik Daerah (TP3D) se Kaltim. Acara secara resmi dibuka langsung oleh Plt. Sekprov. Kaltim, HM.Sa’bani, di Ballroom Platinum Hotel & Compention Hall, Senin (9/3)

Sa’bani mengatakan pada 23 September tahun ini, Bangsa Indonesia kembali akan menggelar hajatan besar yang akan menjadi perjalanan sejarah di negeri ini.

Jajaran KPU, tentunya akan bekerja keras menyukseskan Pilkada Serentak 2020. Demikian juga Bawaslu bersama jajaran akan melakukan pengawasan maksimal untuk menjamin terselenggaranya Pemilu yang Langsung, Umum, Bebas, Rahasia serta Adil dan Jujur (Luber dan Jurdil).

“Saya mengingatkan kepada seluruh jajaran Badan Kesbagpol se-Kaltim untuk mencermati tugas pokok yang menjadi kewajiban daerah. Terutama yang berkaitan dengan sosialisasi dan pemantauan serta kelancaran logistik Pemilu,”pintanya

Tugas utama jajaran Kesbangpol di Kaltim adalah melakukan sosialisasi dan pendidikan politik. Sebagai upaya menggugah kesadaran rakyat tentang pentingnya satu suara yang disalurkan pada Pilkada mendatang bagi kelangsungan demokrasi Kaltim.

Sementara Kabid Politik Dalam Negeri, Abdul Munif daa laporannya menyatakan Kegiatan hari untuk memastikan komitmen dan dukungan seluruh unsur TP3D dalam rangka menjaga kondusivitas daerah menjelang pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020.

Dirinya berharap dalam Rakor TP3D akan terjalinnya sinergitas di antara seluruh unsur Tim Pemantauan Perkembangan Politik Daerah baik di Provinsi dan Kab/Kota se Kalimantan Timur.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 1 hari tersebut dikuti 125 peserta dengan menghadirkan Narasumber dari Ditjen Polpum Kemendagri, KPU Kaltim dan Biro PPOD Setda Prov. Kaltim.

Balikpapan—- Jelang pemilihan Kepala Daerah serentak 23 September 2020 mendatang, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim menggelar Rapat Koordinasi Tim Pemantauan Perkembangan Politik Daerah se Kaltim. Acara tersebut dibuka langsung oleh Plt. Sekprov. Kaltim HM.Sa’bani, di Ballroom Platinum Hotel & Compention, Senin (9/3)

Kabid Politik Dalam Negeri Abdul Munif menyatakan Kegiatan hari untuk memastikan komitmen dan dukungan seluruh unsur TP3D dalam rangka menjaga kondusivitas daerah menjelang pelaksanaan Pilkada serentak Tahun 2020.

Acara diikuti 125 peserta yang terdiri dari Anggota TP3D Kab/Kota, Kepala Badan/Kantor Kesbangpol Kab/Kota, Kepala Dinas Kominfo Kab/Kota, Kapolres, Dandim, Ketua KPU Kab/kota serta Ketua Bawaslu Kab/kota

Sa’bani mengingatkan kepada seluruh jajaran Badan Kesbagpol se-Kaltim untuk mencermati tugas pokok yang menjadi kewajiban daerah. Terutama yang berkaitan dengan sosialisasi dan pemantauan serta kelancaran logistik Pemilu.

Foto bersama

 

 

Samarinda—Pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan kebijakan penangguhan umrah kepada jemaah di 23 negara, termasuk Indonesia. Keputusan ini diambil untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19), terutama di kota dan situs suci umat Islam yang ada di Arab Saudi.

Imbas dari penangguhan umrah tersebut, sempat menjadi hal yang dikhawatirkan terutama bagi jamaah yang menunggu hari keberangkatan. Kantor Kementrian Agama Provinsi Kalimantan Timur menyatakan sebanyak 3.028 jamaah umrah asal Kaltim harus menerima kenyataan tak bisa berangkat  untuk melaksanakan perjalanan ibadah  umroh tahun ini ke Tanah Suci Mekah.

“Kepada 3.028 jemaah umrah yang ditunda keberangkatannya untuk bersabar, kami akan terus melakukan koordinasi dengan pusat terkait kebijakan pemerintah Arab Saudi,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kementrian Agama Provinsi Kalimantan Timur H.Ahmad Ridani.

Menurutnya, tiga ribu lebih peserta umroh tersebut, seharusnya  berangkat pada Maret dan April  nanti. Masing-masing mereka berasal dari Balikpapan sebanyak 1.287 orang , Samarinda 751 orang,, Berau 424 orang,  Bontang 409 orang, Kutim 87 orang, Kukar 48 orang, dan PPU 22 orang.

“3.028 orang itu data dari yang kita himpun Kabupaten/Kota, ditunda itu kebijakan dari Saudi Arabia yang sementara menutup akses masuk terkait dengan adanya virus corona, sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” kata Ridani

 

 

 

Samarinda – Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi secara khusus menghadiri kegiatan bertema Berkreasi Daur Ulang Sampah yang dilaksanakan di lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 012 Jl KH Usman Ibrahim Lambung Mangkurat Samarinda Ilir, Sabtu (7/3).

Atas Kegiatan ini, Wagub H Hadi Mulyadi sangat mengapresiasi seluruh jajaran SDN 012 yang diikuti ratusan siswa-siswi dari kelas I hingga kelas VI. Sebab mampu meningkatkan kreatifitas dan memacu anak didik untuk selalu berinovasi.

“Kegiatan ini dan pola pendidikan seperti ini sangat positif. Selain, mengajar anak-anak mencintai lingkungan dan peduli terhadap sampah. Juga, mendorong anak-anak untuk selalu kreatif, sehingga mampu memanfaatkan potensi sekitarnya,” kata Hadi Mulyadi.

Sementara Kepala SDN 012 Samarinda Ilir Laela Khasanah mengatakan kegiatan daur ulang ini dilaksanakan selain memacu kreatifitas anak juga mengajak anak didik lebih aktif melakukan hal-hal yang positif. “Daripada mereka terlalu bergantung bermain game atau handphonenya yang berefek negatif,” ujarnya.

Dalam momen berbahagia ini, Wagub memberikan besiswa bagi 11 siswa anak yatim, doorprize bagi hasil karya daur ulang terbaik siswa dari kelas I hingga VI. Hadiah bagi juara olahraga (futsal), siswa pandai membuat pantun serta pantomim dan penari.

Hadir Kabid PAUDNI Dinas Pendidikan Kota Samarinda Helena, Lurah Pelita Kecamatan Samarinda Ilir Tapip Hamdani, para guru serta staf dan orangtua siswa-siswi SDN 012 Samarinda Ilir.

SAMARINDA — Corona atau kini disebut dengan COVID 19 menjadi perhatian bagi seluruh dunia. Hal ini telah dinyatakan oleh WHO sendiri bahwa status virus corona sebagai darurat inernasional.

Virus corona (coronavirus) merupakan keluarga besar virus yang ditemukan pada hewan dan manusia. Beberapa varian virus menginfeksi dan diketahui menyebabkan penyakit mulai dari selesma biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Novel corona virus (2019-nCoV) merupakan virus corona jenis baru yang sebelumnya belum terindentifikasi pada manusia. Virus ini ditengarai bermula dari kawasan Wuhan, China. Setelah merebak luas, penyakit yang ditimbulkan oleh virus varian baru ini dinamai Corona Virus Disease 2019 alias Covid-19. 

Seperti penyakit pernapasan lainnya, infeksi 2019-nCoV dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam.

Kondisi ini bisa menjadi lebih parah bagi beberapa orang dan dapat menyebabkan pneumonia atau kesulitan bernapas.

Lalu, bagaimana mencegah virus corona atau COVID 19 ? Jawabannya adalah dengan rutin mencuci tangan. Hal ini menjadi cara termudah untuk mencegah maupun menghindari virus corone atau COVID 19. Tapi mencuci tangan seperti apa yang baik dan benar ?

Dokter Spesialis Paru dan Pernafasan Rumah Sakit AWS Dr. Dony, Sp.P saat ditemui beberapa saat lalu menyebutkan bahwa cuci tangan bukan semata-mata hanya mencuci tangan dengan air dengan atau tanpa menggunakan sabun melainkan ada cara-cara yang harus dilakukan agar benar-benar bersih dan terhindar dari kuman.

“Ada 6 langkah mencuci tangan dengan waktu kurang lebih 40-60 detik”, jelas Dr.Dony.

Dijelaskannya bahwa seseorang harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Langkah pertama tuang cairan pencuci gabganpada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut dengan arah memutar. Kedua, usapkan dan gosok kedua punggung tangan secara bergantian. Ketiga, gosok sela-sela jari tangan hingga bersih. Keempat, bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci. Kelima, gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian. Dan keenam, letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan

Namun, jika tidak memungkinkan atau tidak memadai untuk melakukan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir maka disarankan agar dapat menggunakan antiseptic atau handsanitizer dengan waktu 20-40 detik.

Dr. Dony, Sp.P menuturkan cuci tangan menjadi hal mudah yang memiliki dampak besar dalam mencegah dan menghindari penyebaran virus corona atau COVID 19, sehingga diharapkan masyarakat tidak menjadi takut maupun cemas secara berlebihan melainkan memproteksi diri dan orang- orang terdekat dengan menjaga kesehatan dan kebersihan. (DISKOMINFO/Lely)