SAMARINDA — Pemprov Kaltim merilis informasi terkini perkembangan kasus covid-19 atau virus corona di Kaltim.

Dihadapan Komisi IV DPRD Kaltim, Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekprov Kaltim, Moh Jauhar Efendi mengungkap secara umum Kaltim belum termasuk provinsi terjangkit covid-19.

“Hingga saat ini Kaltim belum ada satupun positif covid-19,” sebutnya saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait penangan virus corona atau covid-19 di Kaltim, di Gedung E Kantor DPRD Kaltim, Senin (16/3).

Menurutnya, dari 149 orang dengan resiko dan orang dalam pemantauan tercatat 21 orang masih dalam pengawasan. Sebanyak 8 orang dinyatakan negatif dan 13 orang lainnya masih menunggu hasil laboratorium karena harus dikirim ke Litbangkes Kemenkes RI.

Penanganannya tersebar di 7 Rumah Sakit di Kaltim, yakni RSUD Kanujoso Djatiwibowo dari pengawasan 9 orang 5 negatif dan 4 masih menunggu hasil lab atau dalam perawatan.

Kemudian RSUD AWS Samarinda terdapat 3 orang dalam pengawasan dan masih dalam perawatan atau menunggubhasil lab. RSUD Parikesit Tenggarong dalam pengawasan 3, negatif 2 dan 1 masih menunggu hasil lab.

RSUD Panglima Sebaya Paser 2 orang dalam pengawasan dan belum ada hasil lab. RSUD Abd Rivai Berau pengawasan 2 dan semua negatif.

RS Beriman Balikpapan 1 dalam pengawasan dan masih dalam perawatan atau menunggu hasil lab, serta dari RS Pertamina Balikpapan 1 orang masih perawatan atau menunggu hasil lab.

“Dari 21 orang dalam pengawasan sisa 13 yang masih dalam perawatan menunggu hasil lab,” katanya.

Berkaitan itu, Jauhar mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyebaran covid-19 dengan menjaga kesehatan dan kebersihan diri.

Termasuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak terlalu penting. Jika terpaksa keluar rumah disarankan menggunakan masker dan rajin mencuci tangan pakai sabun.

“Terpenting jangan mudah percaya terhadap informasi beredar di masyarakat. Pastikan informasi yang diperoleh resmi dari pemerintah ,” serunya.

Terkait kondisi di lapangan, Pemprov Kaltim masih belum mengambil langkah menetapkan Kondisi Luar Biasa (KLB) maupun knockdown karena dinilai akan berpengaruh ekonomi macet dan psikologi masyarakat terganggu.

“Sore ini akan ada ketetapan dan keputusan yang diambil Gubernur Kaltim dalam rapat bersama Forkopinda yabg akan dilaksanakan di Balikpapan sore ini,” katanya.

Ditambahkan Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Kaltim, Drg Suharsono mengatakan langkah kesiapsiagaan harus ditingkatkan karema samoai hari ini Kaltim masih menjadi daerah terbuka.

“Masih bebas melakukan perjalanan dari dan ke daerah terjangkit. Belum ada pembatasan pergi atau datang dari daerah terjangkit seperti DKI dan Jawa Barat. Dan daerah wisata kita juga masih terbuka wisatawan mancanegara daerah terjangkit,” sebutnya.

Sedangkan terkait antisipasi penanganan kesehatan, Dinkes mengaku sudah membuat surat keputusan gubernur untuk menetapkan RS yang menjadi rujukan penanganan covid-19, selain RS rujukan Kemenkes.

Sebelumnya, Dinkes telah melaksanakan asesmen RS rujukan untuk kesiapan ruang isolasi dan alat pelindung diri.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *