Samarinda – Sebagai tindak lanjut dari keputusan rapat yang dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor pada tanggal 16 Maret 2020 di Hotel Senyiur Balikpapan, yang salah satu keputusannya adalah melakukan local lockdown. Dapat diartikan sebagai pembatasan interaksi sosial (social distancing) guna memutus rantai penyebaran covid 19.

Dalam rapat pembahasan Protokol Komunikasi Pencegahan Penyebaran Covid 19 berlangsung di Ruang Kudungga Diskominfo Kaltim Selasa (18/3) yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kominfo Kaltim Diddy Rusdiansyah.

Plt Direktur RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda dr David Hariadi Masjhoer, SpOT.,FICS mengatakan perlunya informasi terupdate dan tidak hoax agar masyarakat sekitar tidak merasa panik. Mengingat maraknya menyebar berita-berita bohong melebih-lebihkan kondisi dan situasi rumah sakit saat ini.

“Informasi terupdate dan tidak hoax sangat di harapkan bisa tersampaikan ke masyarakat, karena ada yang menyebarkan bahwa ada pasien yang telah positif terkena corona. Padahal 3 pasien yang sedang di isolasi hasil test nya pun belum keluar. Perlu membentuk jalur kanal informasi agar lebih tertib seperti call centre” ujar dr David.

Sementara Diddy Rusdiansyah mengatakan agar pihak rumah sakit menyikapi berita-berita hoax yang beredar dengan menyampaikan hal yang sebenarnya saja namun tetap melindungi privasi pasien yang di isolasi.

“Untuk pembentukan call centre 112 akan segera dibentuk, dan untuk menyikapi berita hoax tetap saja menyampai yang apa adanya dengan tetap jaga privasi dari pasien.” Tambah Diddy.

Tampak hadir Direktur RSUD Dr Kanujoso Djatiwibowo Edy Iskandar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hamri Has, Kepala RRI Samarinda, Kepala TVRI Kaltim, Ketua PWI Kaltim, serta Perangkat Daerah Provinsi Kaltim.

SAMARINDA- Pemprov Kaltim melalui Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Benua Etam.
Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Kerajinan rotan dan mebel rotan angkatan 1, yang digelar sejak 17-21 Maret 2020, dipusatkan di UPTD Pelatihan Koperasi Disperindagkop dan UKM Kaltim, Jalan DI Pandjaitan Samarinda, Selasa (17/3/2020).

Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim, H Fuad Assadin mewakili Gubernur Kaltim, Dr H Isran Noor ketika membuka kegiatan mengatakan, pelaksanaan ini sebagai upaya pemerintah untuk memanfaatkan bahan baku yang berasal dari Benua Etam. Sehingga dapat dikemas dan dikembangkan menjadi bahan kerajinan dan mebel, yaitu rotan.
“Selama ini tumbuhan rotan hanya bisa kita ekspor sebagai bahan mentah saja. Sekarang, kenapa tidak kita sendiri yang mengolah. Karena itu, sekarang kita coba menggali potensi ini,” kata Fuad Assadin.
Menurut Fuad, SDM di Kaltim ada bakat untuk mengolah bahan tersebut menjadi bahan olahan yang siap dikembangkan dengan kualitas bagus. Karena itu, pelatihan ini dilaksanakan. Meski demikian, pelatihan bukan kali ini saja, tetapi sudah beberapa kali digelar. Diharapkan, peserta yang mengikuti dapat menerima dan manerapkan ilmu yang diberikan para narasumber.
“Peserta terbagi dua, ada pelatihan kerajinan dan pelatihan mebel rotan. Masing-masing pelatihan diikuti 30 peserta. Semoga program ini bermanfaat,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan ini bagian dari Pemprov Kaltim menyiapkan SDM yang mampu bersaing ketika ibu kota negara (IKN) betul-betul terwujud di Benua Etam. Sehingga kerajinan maupun mebel rotan akan dikembangkan oleh SDM berkualitas asal dari Kaltim.
Peserta merupakan pelaku usaha dari tujuh kabupaten/kota se Kaltim, yaitu Bontang, Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, Kutai Barat, PPU dan Mahulu. (humasprovkaltim)
WWW.KALTIMPROV.GO.ID

Samarinda— Dalam acara Apa Kabar Indonesia Malam yang dipandu presenter cantik Putri Viola, Selasa malam (17/3/2020), Gubernur Kaltim, H Isran Noor memberi klarifikasi soal local lockdown. Menurut Isran, lockdown adalah kebijakan pemerintah pusat, bukan daerah.

“Jadi sebenarnya, istilah lockdown itu tidak ada. Lockdown itu kan kebijakan pemerintah pusat. Kita hanya lakukan isolasi terbatas. Ya semacam lockdown terbatas gitulah,” jelas Isran menjawab pertanyaan Putri Viola.

Diakui Gubernur, istilah local lockdown itu muncul sekitar tiga hari lalu dari keinginan masyarakat untuk dilakukan isolasi terbatas di Kaltim. Istilah local lockdown itu pun kemudian berkembang dalam rapat Forkopimda membahas antisipasi Covid-19.

Gubernur menegaskan kebijakan Kaltim sama sekali tidak berlawanan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk pencegahan Covid-19.

“Dalam surat edaran gubernur, tidak menyebutkan lockdown. Tapi bagaimana mengantisipasi melaksanakan protokol-protokol atau perintah-perintah yang sudah disampaikan pemerintah pusat,” jelas Isran.

Langkah Kaltim kata Isran, tetap mengacu pada arahan-arahan Presiden Joko Widodo untuk penanganan Covid-19.

Kaltim terus menyesuaikan dan taat perintah presiden. Koordinasi dengan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo pun terus dilakukan.

“Dengan koordinasi yang terus kami lakukan, kami berharap kekurangan disinfektan, masker dan alat pelindung diri (APD) itu bisa segera dipenuhi pemerintah pusat,” harapnya

Seperti diketahui, hari ini Gubernur Isran Noor mengeluarkan surat edaran untuk mencegah penyebaran Covid-19. Ada poin yang ditegaskan gubernur dalam surat edaran tersebut. Di antaranya, mengubah kegiatan belajar mengajar di rumah mulai jenjang PAUD hingga perguruan tinggi, jika memungkinkan dengan metode daring. Menunda perjalanan dinas keluar negeri dan membatasi perjalanan luar daerah. Serta meniadakan sementara berbagai kegiatan yang melibatkan kehadiran massa dalam jumlah besar.

Tambahnya, di Kaltim sendiri sejumlah kegiatan sudah dibatalkan atau ditunda.

(Humas Prov. Kaltim)

Samarinda – Sebagai upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga menunjang Prestasi di Benua Etam, Dispora Kaltim menggelar Pelatihan Pelatih Fisik Level Dasar Nasional Provinsi Kaltim tahun 2020 yang diikuti 30 Pelatih Cabang Olahraga dari Kabupaten/Kota se Kaltim.

Sebelum dibuka, terlebih dahulu disampaikan Protokol Kesehatan yang dikeluarkan Pemerintah untuk umum, penyelenggara acara dan peserta sebagaimana menjadi harapan pemerintah Indonesia dalam rangka mengurangi dan mengehentikan penyebaran COVID-19.

Kegiatan ini rencananya akan berlangsung dari Selasa (17/3/2020) hingga Jumat (20/3/3030) dengan pemateri ahli pelatihan Fisik,  Dr Dikdik Zafar Sidik Luki Afari dari Universitas Pendidikan indonesia (UPI) Bandung.

Dalam sambutannya, Kadispora Kaltim, H Muhammad Syirajudin, menghimbau peserta agar mengikuti materi dengan sebaik-baiknya dan kemudian dapat diimplementasikan  di lapangan. “Dengan pelatihan ini diharapkan saudara dapat memahami dan mengerti dalam membuat program fisik yang menunjang prestasi atlet. Jangan sampai mencontek atau menyadur program yang ternyata  tidak sesuai dengan kebutuhan atlet, dimana hal tersebut akan berimbas pada atlet itu sendiri,“paparnya.

Kadispora pun berharap tersedianya data mengenai ketersediaan pelatih fisik yang ada di Kaltim dengan bersinergi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia  (KONI) Kalimantan Timur.

Ketua KONI Kaltim, Dr Zuhdi Yahya yang hadir dan memberikan sambutan pada acara pembukaan pelatihan, Selasa (17/3/2020) di salah satuHotel di bilangan jalan KH. Khalid Samarinda, menyambut baik kegiatan pelatihan ini.

“Dari beberapa pantauan yang saya lakukan kita lihat memang dibutuhkan keberadaan pelatih fisik. Saat ini dalam rangka persiapan PON Papua, Koni Kaltim  menyiapkan ruang konsultasi khusus untuk pelatih fisik, dan ada ruang khusus untuk cidera atlet,” katanya.

Ditambahkannya, meskipun tehknik dan mental bagus apabila tidak ditunjang fisik maka hasilnya akan tidak sesuai dengan harapan. Untuk itu Koni Kaltim akan melibatkan konsultan fisik termasuk dalam menentukan promosi degradasi atlet yang akan mengikuti PON Papua, bahkan bukan tidak mungkin bagi atlet yang tidak memenuhi standar fisiknya tidak akan dikirim.

Sementara itu, Luki Apari menyampaikan harus ada perubahan mindset dimana pelatih tekhnik bukan kerja borongan karena juga harus melatih fisik, mindset ini haris diubah.
“Dengan melibatkan pelatih Fisik, maka hal-hal kecil akan tertangani dengan baik, kemudian beban kerja akan jauh lebih ringan, performa atlet akan terwujud dengan baik karena kerja pelatih fisik lebih detail,”jelasnya.
Disampaikannya bahwa hingga saat ini untuk tingkat nasional masih kekurangan pelatih fisik, padahal kebutuhan pasar akan pelatih fisik semakin besar dan mendesak.

“Salah satu faktor meningkatnya prestasi di Sea Games filiphina karena sejumlah cabor telah didampingi pelatih fisik, sehingga harapan kami ke depan akan ada pelatihan lagi sebagai tindak lanjut dalam memberikan pelatihan yang sistematis, sehingga lahir pelatih-pelatih fisik yang mumpuni di Indonesia,” tutupnya.

Berdasarkan laporan Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Agus Tianur, selaku Ketua Panitia Penyelenggara Pelatihan, didamping Kasi Promosi Olahraga dan Olahraga Prestasi, Rasman, bahwa peserta akan mendapatkan sejumlah materi yakni prinsip-prinsip latihan, norma latihan, latihan fleksibilitas, latihan kecepatan, latihan kekuatan, latihan daya tahan, kemudian sistem monitoring latihan fisik dan terakhir ilmu gizi.

 

Sumber : Dispora Kaltim

SAMARINDA –Kepala Dinas Sosial Provinsi Kaltim, HM.Agus Hari Kesuma, menegaskan, bahwa terhitung mulai hari Rabu (18/03), 5 UPTD dibawah naungan Dinas Sosial Kaltim sementara waktu ditutup, dalam arti panti-panti sosial tersebut tidak menerima pengunjung dari pihak manapun.

Penutupan sementara panti-panti sosial dibawah naungan Dinas Sosial Kaltim tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Kaltim Nomor 440/1871/0213-II/B.Kesra, tentang Tindak Lanjut terkait Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid 19) di lingkungan Pemprov Kaltim.

“Sehingga harapan kami dengan tidak adanya masyarakat yang berkunjung ke panti-panti tersebut dapat mendukung upaya Pemprov Kaltim mencegah penyebaran virus corona atau Covid 19 di Kaltim,” tegas Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan, meski menutup panti dari pengunjung, namun pihaknya memastikan pelayanan khususnya di lingkungan Dinas Sosial Kaltim tetap berjalan normal.

Untuk pelayanan di lingkungan Dinas Sosial masih tetap seperti biasa, namun kami tetap mewajibkan tamu maupun para pegawai Dinas Sosial Kaltim untuk tetap waspada dengan cara menjaga kebersihan dengan secara disiplin mencuci tangan menggunakan hand sanitizer yang disediakan.

Sebagai informasi, 5 UPTD dibawah naungan Dinas Sosial Kaltim meliputi UPTD Panti Sosial Perlindungan Anak Dharma (PSPAD), UPTD Panti Sosial Bina Remaja (PSBR), UPTD Panti Sosial Asuhan Anak Harapan (PSAAH), UPTD Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Nirwana Puri, serta UPTD Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Harapan Mulia.

Samarinda—–Guna mencegah penyebaran virus corona (Covid 19) di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, masyarakat perlu melaksanakan hidup bersih dan sehat.
Salah satu hal yang perlu dilakukan sesuai arahan pemerintah adalah mencuci tangan menggunakan sabun atau cairan antiseptik (hand sanitizer).

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat atas permintaan hand sanitizer di pasar, maka persediaannya menjadi terbatas.

Hal inilah yang mendasari Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim untuk membuat sendiri hand sanitizer melalui UPTD Pengembangan Perlindungan Tanaman Perkebunan (P2TP) Kaltim.

“Awalnya saya menyuruh kasubbag umum mencari hand sanititzer untuk diletakkan di setiap ruangan di kantor Disbun, baik di lobi, ruangan kerja dan lainnya,” ujar Kepala Dinas Perkebunan Ujang Rachmad, Selasa (17/03/2020)

Menurutnya, pembuatan hand sanitizer itu sendiri oleh staf UPTD Pengembangan Perlindungan Tanaman Perkebunan untuk dibagikan ke setiap ruangan di Kantor Disbun. Tetapi memang untuk saat ini hanya sebagai kebutuhan sendiri, tidak diperjualbelikan karena tidak ada ijin edar dan tidak terdaftar.

Lanjutnya, rencananya akan didistribusikan untuk Perangkat Daerah di lingkup Pemprov Kaltim yang membutuhkan. Namun karena kesulitan mencari bahan baku alkohol di pasaran pendistribusian tidak jadi.

Sebenarnya tambahnya, Wakil Gubernur Kaltim H. Hadi Mulyadi juga memerintahkan untuk membagi-bagikan ke kantor-kantor yang lain.

“Kami siap saja membuatnya tetapi memang alkohol sebagai bahan baku tidak kita dapat dalam jumlah banyak,”tutupnya