Samarinda – Sebagai upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga menunjang Prestasi di Benua Etam, Dispora Kaltim menggelar Pelatihan Pelatih Fisik Level Dasar Nasional Provinsi Kaltim tahun 2020 yang diikuti 30 Pelatih Cabang Olahraga dari Kabupaten/Kota se Kaltim.

Sebelum dibuka, terlebih dahulu disampaikan Protokol Kesehatan yang dikeluarkan Pemerintah untuk umum, penyelenggara acara dan peserta sebagaimana menjadi harapan pemerintah Indonesia dalam rangka mengurangi dan mengehentikan penyebaran COVID-19.

Kegiatan ini rencananya akan berlangsung dari Selasa (17/3/2020) hingga Jumat (20/3/3030) dengan pemateri ahli pelatihan Fisik,  Dr Dikdik Zafar Sidik Luki Afari dari Universitas Pendidikan indonesia (UPI) Bandung.

Dalam sambutannya, Kadispora Kaltim, H Muhammad Syirajudin, menghimbau peserta agar mengikuti materi dengan sebaik-baiknya dan kemudian dapat diimplementasikan  di lapangan. “Dengan pelatihan ini diharapkan saudara dapat memahami dan mengerti dalam membuat program fisik yang menunjang prestasi atlet. Jangan sampai mencontek atau menyadur program yang ternyata  tidak sesuai dengan kebutuhan atlet, dimana hal tersebut akan berimbas pada atlet itu sendiri,“paparnya.

Kadispora pun berharap tersedianya data mengenai ketersediaan pelatih fisik yang ada di Kaltim dengan bersinergi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia  (KONI) Kalimantan Timur.

Ketua KONI Kaltim, Dr Zuhdi Yahya yang hadir dan memberikan sambutan pada acara pembukaan pelatihan, Selasa (17/3/2020) di salah satuHotel di bilangan jalan KH. Khalid Samarinda, menyambut baik kegiatan pelatihan ini.

“Dari beberapa pantauan yang saya lakukan kita lihat memang dibutuhkan keberadaan pelatih fisik. Saat ini dalam rangka persiapan PON Papua, Koni Kaltim  menyiapkan ruang konsultasi khusus untuk pelatih fisik, dan ada ruang khusus untuk cidera atlet,” katanya.

Ditambahkannya, meskipun tehknik dan mental bagus apabila tidak ditunjang fisik maka hasilnya akan tidak sesuai dengan harapan. Untuk itu Koni Kaltim akan melibatkan konsultan fisik termasuk dalam menentukan promosi degradasi atlet yang akan mengikuti PON Papua, bahkan bukan tidak mungkin bagi atlet yang tidak memenuhi standar fisiknya tidak akan dikirim.

Sementara itu, Luki Apari menyampaikan harus ada perubahan mindset dimana pelatih tekhnik bukan kerja borongan karena juga harus melatih fisik, mindset ini haris diubah.
“Dengan melibatkan pelatih Fisik, maka hal-hal kecil akan tertangani dengan baik, kemudian beban kerja akan jauh lebih ringan, performa atlet akan terwujud dengan baik karena kerja pelatih fisik lebih detail,”jelasnya.
Disampaikannya bahwa hingga saat ini untuk tingkat nasional masih kekurangan pelatih fisik, padahal kebutuhan pasar akan pelatih fisik semakin besar dan mendesak.

“Salah satu faktor meningkatnya prestasi di Sea Games filiphina karena sejumlah cabor telah didampingi pelatih fisik, sehingga harapan kami ke depan akan ada pelatihan lagi sebagai tindak lanjut dalam memberikan pelatihan yang sistematis, sehingga lahir pelatih-pelatih fisik yang mumpuni di Indonesia,” tutupnya.

Berdasarkan laporan Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Agus Tianur, selaku Ketua Panitia Penyelenggara Pelatihan, didamping Kasi Promosi Olahraga dan Olahraga Prestasi, Rasman, bahwa peserta akan mendapatkan sejumlah materi yakni prinsip-prinsip latihan, norma latihan, latihan fleksibilitas, latihan kecepatan, latihan kekuatan, latihan daya tahan, kemudian sistem monitoring latihan fisik dan terakhir ilmu gizi.

 

Sumber : Dispora Kaltim

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *