Samarinda – sejak penyebaran wabah virus corona atau Coronavirus Disease 2018 (Covid 19) di Kalimantan Timur hingga saat ini, Dinas Pariwisata selalu aktif berkoordinasi dengan Kabupaten dan Kota terkait pengelolaan kawasan ataupun objek pariwisata di masing-masing daerah.

Terutama dalam menyikapi sekaligus melakukan langkah dan upaya antisipasi semakin meluasnya penyebaran virus import tersebut di kabupaten dan kota di Benua Etam.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Sri Wahyuni ketika dikonfirmasi melalu WA pada jumat (27/3) mengatakan secara khusus Dinas Pariwisata Kaltim tidak membuat suratbedaran terkait pengelolaan destinasi atau kwasan pariwisata yang dikelola daerah, tetapi tetap berpegamg pada imbauan pemerintah pusat dan Gubernur Kaltim.

“Pemprov memang tidak membawahi ataupun mengelola langsung destinasi. Usaha pariwisata dibina langsung kabupaten dan kota. Karena ijin dan pajaknya merupakan PAD bagi daerah tersebut” ujarnya.

Dia juga mengatakan koordinasi dan komunikasi secara intensif terus dilakukan Dispar Kaltim dengan Kabupaten dan Kota. Sebab, penyebaran Covid19 tidak bisa dipungkiri pasti menyentuh dan berimbas pada sektor pariwisata di daerah.

Apalagi Gubernur Kaltim juga sudah mengeluarkan surat keputusan status kejadian luar biasa (KLB) darurat bencana akibat penyakit Covid 19 di Kalimantan Timur yang berlaku hingga 90 hari kedepan.

“Jadi sementara untuk imbauan di sektor pariwisata seperti penundaan kegiatan event ataupun festival hingga waktu yang belum ditentukan. Semua kan sudah masuk dalam edaran Gubernur Kaltim” kata Sri Wahyuni.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *