BONTANG – Dering telepon Call Centre Covid-19 Kota Bontang, 08115407119 terus berbunyi. Mulai telewicara hingga Whatsapp. Bahkan pernah menembus 300-an laporan.

Selly Mardasari, salah satu petugas call center Covid-19 Bontang mengatakan narahubung Covid-19 Bontang sudah dibuka sejak, Rabu (18/3/2020) lalu. Namun kala itu mereka hanya terima laporan daring melalui pranala (Link), nomor call center di 08115407119, dan melalui pesan WhatApp (WA).

Barulah keesokan harinya, Kamis (19/3/2020) call center dapat menerima laporan langsung. Tepatnya di markas mereka di Gedung PSC, beralamat di Jalan Ahmad Yani, Api-Api, Bontang Utara.

“Iya, pernah tembus sampai 359 laporan sehari. Kalau enggak salah hari Jumat (20/3/2020, red),” ungkap Selly kala dijumpai di Gedung Public Service Center (PSC).

Dia bersama 10 rekannya, petugas call center Covid-19 Bontang bertugas tiap hari. Mereka terbagi dalam 4 tim, dan bekerja secara bergantian (shift). Tim pertama bekerja mulai pukul 08.00 Wita-15.00 Wita; tim kedua 15.00 Wita-22.00 Wita; dan tim ketiga 22.00 Wita-08.00 Wita. ”Layanan call center Covid-19 di Bontang ini buka 24 jam, mbak,” terang Sely.

Tepat sepekan (18-24 Maret 2020, red) call center Covid-19 Bontang dibuka. Hingga Senin (23/3/2020) pukul 14.00 Wita, tercatat 1.524 warga Bontang melaporkan diri di call center, dan tercatat sebagai warga yang termonitoring. Karena miliki catatan perjalanan ke luar kota atau luar negeri dalam 14 hari kebelakang.

“Ini belum termasuk warga yang telepon atau nanya saja, mbak. Jumlahnya tentu melebihi angka yang sudah tercatat,” beber Sely.

Sejatinya tugas call center menjawab pertanyaan mendasar terkait Covid-19. Namun tak sedikit warga menayakan diluar tugas pokok mereka. Semisal prosedur yang harus dilakukan terhadap orang yang pernah kontak langsung dengan pasien positif Corona.

Untuk ini, biasa ia akan meminta waktu untuk bertanya ke Dinkes bagian Surveilance atau ke bagian lain yang memahami hal itu. Jika sudah tahu jawabannya, ia akan menghubungi lagi si penanya itu dan mengulang apa yang dia dengar.

“Ada beberapa pertanyaan yang memang sulit. Sebisa mungkin kami menjawab pertanyaan itu dengan baik,” akunya.

Sebagai informasi, dalam menangani Covid-19 di Bontang. Pemerintah menyediakan layanan call center 24 jam yakni di 08115407119 dan tautan https://bit.ly/covidbontang

Dari tim call center, data dihimpun untuk kemudian ditindaklanjuti ke instansi terkait sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Misal ke Dinkes untuk memonitor warga, dan Diskominfo Bontang untuk jadikan rilis resmi pemerintah ke publik tiap dua hari sekali.

Terpisah, Adi Permana, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Bontang terus mengingatkan agar masyarakat melakukan social distancing alias jaga jarak untuk memutuskan mata rantai dari orang ke orang.

Selain itu, kepada warga Bontang disarankan agar tidak berpergian ke luar kota termasuk Samarinda, dan Sangatta. Juga mengimbau untuk menunda menjamu tamu dari luar daerah.

Masyarakat juga perlu meningkatkan higiene sanitasi dengan anjuran untuk peningkatan higiene sanitasi dengan lebih sering mencuci tangan dengan sabun, berjemur matahari pagi, memastikan sirkulasi udara baik.

Melakukan disinfeksi mandiri di rumah dengan membersihkan permukaan lantai, meja, kursi, gagang pintu, pegangan tangga, komputer dan keyboard, remote, saklar lampu, toilet, wastafel
menggunakan bahan-bahan disinfektan yang ada di pasaran sesuai aturan penggunaan.

Disinfeksi oleh Dinas Kesehatan sifatnya stimulan dan diutamakan pada pelayanan publik. Selanjutnya diharapkan dapat dilakukan secara mandiri sesuai juknis yang sudah ada.

Informasi resmi terkait perkembangan Virus Corona, akan di-update berkala melalui call center, atau media sosial Diskominfo Bontang.

Adapun masyarakat yang ingin melapor ke call center, bisa menghubungi 08115407199. Atau bisa datang ke sekretariat di Jalan Ahmad Yani, Klinik Pegawai Lantai dua.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *