Bontang – Wabah virus Covid-19 setidaknya telah mengajarkan manusia untuk menjaga kebersihan pribadi dan kesehatan orang lain. Publik terus diingatkan untuk mencuci tangan sesering mungkin dan mengenakan masker jika sedang sakit juga menjaga jarak dengan aman.

Pandemi ini juga membuat banyak warga kreatif dan peduli. Ya, kreativitas memang tak kenal momentum. Seperti yang dilakukan pelajar SMK Negeri 1 Bontang. Mereka berinisiatif membuat pembersih berbasis alkohol ( hand sanitizer). Lalu diserahkannya kepada Pemkot Bontang.

Inisiatif ini pun mendapat dukungan dari Pemkot lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bontang. Hasilnya, mereka berhasil memproduksi 128 botol. Rinciannya, 60 mili liter sebanyak 120 botol dan 8 botol kapasitas 260 ml.

Ratusan botol hand sanitizer diserahkan langsung Kepala Disdikbud Bontang, Akhmad Suharto kepada Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni di halaman Rujab Wali Kota, Kamis (26/3).

“Ini hasil karya anak Bontang. Terima kasih telah memproduksi Hand Sanitizer yang bisa dimanfaatkan dan dibagikan ke warga Bontang,” ungkapnya.

Neni pun mengapresiasi kreativitas murid SMKN 1 Bontang dan berharap Hand Sanitizer tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Memang, belakangan di tengah wabah COVID-19, hand sanitizer merupakan barang langka. Meski banyak lembaga kesehatan mengatakan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun merupakan cara terbaik untuk membunuh virus Corona penyebab COVID-19, penggunaan hand sanitizer juga direkomendasikan dalam situasi tertentu.

Tak jarang masyarakat awam pun ikut membuat hand sanitizer sendiri. Lalu seperti apakah bahan-bahan dan takaran yang sesuai dengan standar WHO. Menurut lembaga kesehatan internasional tersebut, ada dua formulasi yang direkomendasikan untuk memproduksi hand sanitizer sebanyak 1 liter secara lokal.

Formulasi pertama; untuk menghasilkan konsentrasi akhir etanol 80% v/v, gliserol 1,45% v/v, hidrogen peroksida (H2O2) 0,125% v/v. Caranya dengan menuangkan ke dalam labu ukur 1.000 ml: etanol 96% sebanyak 833,3 ml, kemudian H2O2 3% sebanyak 41,7 ml, dan gliserol 98% sebanyak 14,5 ml.

Setelah itu, labu diisi dengan air suling atau air yang telah direbus dan didinginkan hingga volume campuran itu genap mencapai 1.000 ml. Kocok labu dengan lembut untuk mencampur seluruh komponen.

Formulasi kedua; untuk menghasilkan konsentrasi akhir isopropil alkohol 75% v/v, gliserol 1,45% v/v, dan hidrogen peroksida 0,125% v/v. Caranya, tuang isopropyl alkohol (dengan kemurnian 99,8%) sebanyak 751,5 ml ke dalam labu ukur 1000 ml, ditambahkan H2O2 3% sebanyak 41,7 ml, dan gliserol 98% sebanyak 14,5 ml.

Kemudian, sama seperti pada formulasi pertama, labu diisi dengan air suling atau air yang telah direbus dan didinginkan hingga volume campuran itu genap mencapai 1.000 ml. Kocok labu dengan lembut untuk mencampur seluruh komponen.

Alkohol merupakan komponen aktif dalam formulasi yang nantinya menjadi bahan antiseptik. Semua bahan baku sebaiknya digunakan harus bebas dari spora bakteri. H2O2 konsentrasi rendah dapat membantu menghilangkan spora yang mengkontaminasi zat-zat dalam formulasi di atas.

Gliserol, sementara itu, digunakan sebagai humektan, yaitu zat yang dapat menjaga kelembapan. Namun, zat emolien lain dapat digunakan untuk merawat kulit asalkan harganya terjangkau, tersedia secara lokal, dapat bercampur dengan air dan alkohol, serta tidak menambahkan racun ataupun menimbulkan alergi.

Sangat disarankan tidak ada bahan selain yang ditentukan di sini ditambahkan ke formulasi. Memang banyak resep cara membuat hand sanitizer menggunakan aloe vera yang tersebar di internet. Namun, berdasarkan penelusuran fakta Tempo, klaim bahwa formula hand sanitizer dengan aloe vera ampuh untuk mencegah penularan COVID-19 tidak bisa dibuktikan. Formula tersebut belum melalui tahap pembuktian dan pengujian efektivitas dalam membunuh Virus Corona baru.

WHO juga tidak menyarankan penambahan agen pembentuk gel karena dapat mengurangi kemanjurkan antimikroba. Penambahan wewangian juga tidak disarankan karena risiko reaksi alergi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *