Berau – Pemkab Berau mengambil langkah tegas dalam hal penanggulangan dan antisipasi Coronavirus agar tak menyentuh Bumi Batiwakkal sebutan Kabupaten Berau. Pemkab akan menutup akses keluar masuk daerah di tiga jalur transportasi seperti udara, darat dan laut, dengan sistem pembatasan. Hal ini menjadi kesepakatan bersama setelah menggelar pertemuan dengan agenda Lockdown akses transportasi yang digelar di VIP Room Bandara Kalimarau, Sabtu (28/3).

Pertemuan rapat yang dipimpin oleh Bupati H. Muharram bersama wakil Bupati H. Agus Tantomo ini dihadiri oleh Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo, Dandim 0902 Letk Kav Inf Ilham Faisal Siregar, Kepala UPBU Bandara Kalimarau Bambang Hartarto, Sekkab M. Gazali, Asisten I Datu Kesuma, Kadishub Abdurahman, pihak KKP dan perwakilan maskapai penerbangan.

Kesimpulan dari hasil pertemuan disampaikan oleh Bupati H. Muharram yang menyatakan bahwa tiga jalur transportasi udara, darat dan laut dilakukan pembatasan. Pembatasan yang dimaksud adalah bukan berarti Lockdown untuk jalur udara, tetapi menyetop sementara penerbangan regular. Tetapi ketika ada sifatnya penerbangan yang emergency, untuk logistic atau alat kesehatan maka diusahakan dan berkomunikasi dengan pihak bandara.

“Ada pengecualian kalau sifatnya urgen, bisa melakukan carter ketika memang harus betul-betul ditindaklanjuti,” katanya.

Muharram menegaskan, keputusan rapat hari ini bahwa dua hari kedepan kita akan stop 14 hari penerbangan sementara. Sedangkan untuk jalur darat, pintu masuk ke Kabupaten Berau melalui jalur Kelay dan perbatasan Kutim akan ditutup, termasuk perbatasan Bulungan juga Lenggo di bagian perbatasan Sangkulirang.

“Kita tutup dan buat gugus posko, tapi ada pembatasan kecuali kendaraan logistic kebutuhan pokok masyarakat, supirnya juga harus mengikuti prosedur pemeriksaan serius,” jelasnya.

Bupati menuturkan, hal ini akan kita umumkan kepada publik bahwa warga Berau yang ada diluar daerah saat ini, sebelum dua hari kedepan diusahakan bertahan dua minggu. Begitu pula sebaliknya masyarakat yang ada didaerah usahakan jangan keluar, kecuali sifatnya urgen dan disepakati bersama bahwa hal ini betul-betul aman.

“Dua hari setelah ini, ketika ada travel atau penumpang diharapkan segera putar balik, begitu pula warga yang ada diluar daerah, harus bertahan selama 14 hari,” tuturnya.

Terkait dengan penghentian transportasi jalur udara, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan surat edaran Dirjen Perhubungan Udara mengatakan boleh dilakukan, asal ketika ada kebijakan dari kabupaten dan kepala bandara. Ini sepanjang melakukan komunikasi terdahulu dengan pihak maskapai.

“Dalam hal ini bukan surat ijin, tetapi kebijakan kita disini semua petinggi daerah menyepakati kemudian disetujui, artinya memohon persetujuan, ketika keadaan seperti ini,” ungkapnya.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *