BONTANG – Ditetapkannya Bontang dengan status kejadian luar biasa (KLB) sejak (23/3) lalu turut pengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) pada triwulan pertama tahun ini.

Kepala Bappenda Bontang Sigit Alfian menuturkan, ada dua sumber PAD yang tidak memenuhi target Bappenda yakni 15 persen yakni pariwisata dan restoran.

Dari akumulasi kedua sumber pajak tersebut, pada triwulan pertama ini dana yang berhasil diserap sebanyak Rp 1,4 M dari target Rp 1,7 M.

“Baru terserap 12,78 persen, target kami di triwulan pertama ini sebanyak 15 persen tiap sumber pajak ,”pungkasnya

Sigit menjelaskan, meskipun dua sektor pajak tersebut tidak tercapai, namun masih ada sumber pajak lain yang berhasil melampaui target. Diantaranya pajak penerangan jalan dengan capaian 26 persen (Rp 8,3 M), dan Reklame Penerangan Jalan 19 persen ( Rp 113 juta ). Sedangkan pajak bumi dan bangunan masih menunggu laporan.

” Masih ada yang melampaui target, kami memang sudah kejar sejak bulan pertama dan kedua,” pungkasnya

Lebih lanjut dia menjelaskan, tidak tercapainya target PAD di tengah wabah virus corona perlu dipahami sebagai masalah nasional yang juga berdampak pada tiap daerah di Indonesia. Diapun mengungkapkan untuk meningkat PAD pihaknya akan memaksimalkan dana bagi hasil dari tiap perusahaan besar yang ada di Bontang.

” Corona ini sudah menjadi masalah dari tingkat Nasional hingga daerah, kita tidak perlu terlalu khawatir terhadap masalah perekonomian dulu. Namun fokus ke penyelesaian masalah corona ini,” pungkasnya. ***

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *