Samarinda— Badan Pusat Statistik (BPS) memperpanjang masa pengisian Sensus Penduduk online atau SP Online hingga 29 Mei 2020.

Hal ini berkaitan dengan kebijakan pembatasan kegiatan diluar rumah dan tatap muka untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Dimana BPS menyebutkan hingga 31 Maret 2020 sudah ada 32,4 masyarakat atau sekitar 12,5 persen penduduk indonesia yang berpartisipasi dalam sensus penduduk online.

Kepala BPS Kaltim, Anggoro Dwitjahyono berharap dengan diperpanjang waktu pengisian, akan lebih banyak lagi masyarakat yang merespon sensus penduduk.

“Kita harap masyarakat bisa merespon via online ini, apalagi sekarang Negara sedang dilanda wabah Covid-19,”tegasnya di Samarinda.

Keputusan ini juga diambil dengan pertimbangan kesehatan dan keselamatan penduduk serta petugas sensus yang langsung turun kelapangan saat mendata dari rumah kerumah nantinya.

Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membuat Surat Edaran Gubernur Kaltim. Kali ini terkait pengadaan barang/jasa pemerintah dalam penanganan jeadaan darurat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim.

Diungkapkan Kepala Biro Humas Setdaprov Kaltim HM Syafranuddin, SE Gubernur Kaltim ini guna menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4/2020 tentang Refocussing kegiatan, realokasi anggaran serta pengadaan barang dan jasa dalam percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19). Diikuti Permendagri Nomor 20/2020 tentang percepatan penanganan Covid 19 di lingkungan pemerintah daerah.

Menurut dia, sehubungan penyebaran Covid 19 sehingga ditetapkan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akbiat virus corona di Indonesia, sehingga diperlukan langkah-langkah penanganan pengadaan barang/jasa pemerintah.

“Walaupun dalam kondisi darurat wabah Covid 19, pengadaan barang/jasa tetap dilakukan dengan penuh ketelitian dan kecermatan agar tidak terjadi penyimpangan,” kata Ivan, sapaan akrab HM Syafranuddin yang juga Juru Bicara Gubernur Kaltim, Rabu (1/4/2020).

Khusus pengadaan barang/jasa alat kesehatan, alat kedokteran dan bahan-bahan pendukungnya untuk penanganan Covid-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

“Perangkat daerah yang akan melaksanakan pengadaan barang/jasa dalam penanganan keadaan darurat didampingi Inspektorat Provinsi Kaltim, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim melalui tim teknis pada Bagian Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,” jelas Ivan.

Ditambahkannya, sebagai upaya pencegahan tindak pidana korupsi terhadap pengadaan barang/jasa dalam penanganan keadaan darurat bencana wabah Covid-19, maka rencana pelaksanaan pengadaan agar dilaporkan kepada Kejaksaan Tinggi Kaltim.

Sedangkan pelaksanaan pengadaan Barang/Jasa dalam keadaan darurat untuk mendukung percepatan penanganan keadaan bencana wabah Covid-19 mengacu kepada Peraturan LKPP Nomor 13 Tahun 2018 bisa diunggah pada website lkpp.go.id.

BALIKPAPAN – PT Angkasa Pura I Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, mulai hari ini (Rabu, 1/4) melakukan pembatasan operasi di bandara. Pembatasan dilakukan guna mencegah meluasnya wabah pandemi Covid-19 atau Virus Corona di Kota Balikpapan.

General Manager (GM) Angkasa Pura I Bandara SAMS Sepinggan Farid Indra Nugraha, mengatakan pembatasan pengoperasikan bandara berdasar surat edaran Direktur Keamanan Penerbangan.

“Separuh terminal kita tutup, mulai dari garbarata, area pengambilan bagasi, dan check-in. Kemudian avio juga ada yang tidak terpakai, dari 11 yang biasa kita operasikan, kita off-kan 4,” ujar Farid Indra, Rabu (1/4).

Lebih lengkap area pembatasan operasi yakni berada di terminal keberangkatan pelayanan check in, yakni hanya di Area C dan D, sedangan Area A dan B ditutup sementara waktu.

Kemudian ruang tunggu yang dioperasikan hanya menggunakan Gate 5 sampai 11. Adapun terminal kedatangan di Area Timur akan ditutup, artinya kedatangan maskapai rute domestik Garuda Indonesia dan Citilink dipindahkan di Area Kedatangan Barat, menggunakan Conveyor Belt 5 sampai 8.

“Semua teknis pembatasan operasi telah dikomunikasikan dengan pihak maskapai. Dan ini juga karena pesawat sudah turun, dari yang tadinya ada 180 tinggal 90-an sekarang,” jelasnya.

Farid menambahkan, mengenai jam penerbangan yang dilakukan pada malam hari, dirinya pun telah mendapat masukkan untuk dapat memindahkan penerbangan tersebut ke jam yang kurang padat.

Hal ini tentunya tidak akan menjadi beban baru, justru Farid menilai perubahan ini akan berpengaruh pada jam kerja anggotanya.

“Nanti sistem rotasinya akan begitu, artinya ini akan mempersingkat jam kerja. Dapat dipersingkat, sehingga mereka nanti akan lebih banyak standby dirumah,” katanya.

Kendati demikian, Farid menyebut pihaknya dimungkinkan akan memberlakukan sistem yang semakin ketat atau berlapis.

Sebab saat ini yang terpenting dalam benaknya ialah menjaga kepentingan masyarakat untuk dapat menghambat penyebaran Virus Corona.

Sementara saat disinggung mengenai pengaruhnya pada operasional pesawat, Farid berujar hal itu sudah berbeda urusan.

Pihaknya hanya sebagai penyedia jasa saja, sehingga terkait masalah operasional pesawat akan bersangkutan langsung dengan pihak airlines.

Samarinda—Dampak wabah Virus Corona atau Covid-19 yang semakin meluas di Indonesia, hampir membuat semua sektor ikut mengalami kerugian, salah satunya dunia olahraga Cabor Dayung Kalimantan Timur (Kaltim).

Hampir seluruh agenda kejuaraan tertunda, apalagi perhelatan pesta olahraga 4 empat) tahun sekali yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua sudah semakin dekat.

Mengingat KONI Kaltim telah melakukan lockdown untuk semua kegiatan keolahragaan seperti latihan, turnamen, kejuaraan lain-lain dan menggantinya dengan latihan secara mandiri di rumah masing-masing.

Wakil Sekretaris Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Podsi) Kaltim, Hendro Prawoto mengungkapkan selama Virus Corona mewabah, telah sepekan atlet dayung di Kaltim tidak melakukan latihan di air.

Namun latihan hanya dilakukan di darat, di ruangan tertutup dengan aturan kebersihan yang lebih diperketat, serta ketentuan menjaga jarak.

“Latihan tetap dilakukan, tapi latihan di air sudah tidak lagi kita lakukan, karena kalau latihan di air, otomatis jarak antara atlet sangat dekat, makanya sekarang kita latihan di darat saja,” ucapnya, Selasa (31/3).

Selama tidak berlatih menggunakan perahu di air, atlet dayung menggunakan ergometer yang fungsinya menyerupai gerakan mendayung.latihan tersebut dikombinasikan dengan latihan peningkatan fisik, serta beban dengan alat fitnes.

Dirinya menjelaskan, walaupun latihan bersama tetap dilaksanakan, namun pihaknya mengurangi hari latihan. Biasanya latihan dilakukan enam hari dalam sepekan, sekarang hanya tiga hari saja, yakni Selasa, Kamis dan Sabtu.

“Dengan kondisi seperti ini kita tetap menggelar latihan, karena jika tidak latihan, kondisi fisik atlet bisa turun drastis,” jelasnya.

Diketahui, Cabor Dayung merupakan salah satu Cabor di Kaltim yang berhasil lolos ke PON 2020 Papua. Dan, saat ini seluruh atlet tetap melaksanakan latihan di tengah ancaman Virus Corona.

Total terdapat 22 Atlet Dayung yang lolos ke PON Papua, 11 diantaranya menggelar latihan bersama di Kutai Kartanegara, sedangkan atlet lainnya menggelar latihan di daerah asalnya masing-masing, diantaranya di Kutai Barat, Paser dan Kota Balikpapan.

Samarinda—- Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak, kembali memperbaharui data perkembangan pasien positif. Covid-19, dari data tersebut ada penambahan kasus positif baru di Kaltim sebanyak 1 orang.

Andi menjelaskan pasien positif tersebut berasal dari Kutai Kartanegara. Berdasarkan hasil penelusuran punya riwayat kontak erat dengan BPN 1 yang merupakan peserta Pertemuan Sidang tahunan Shinode di Bogor.

Sebelum terkonfirmasi positif Covid-19, pasien tersebut sempat bertolak ke Jakarta. Dirinya sempat mengeluh batuk dan pilek, namun setelah dilakukann pemeriksaan di Jakarta dinyatakan negatif.

Setelah pulang dari Jakarta, pasien tersebut kembali terserang batuk dan pilek. Pasien sempat mengisolasi diri dirumah, karena tak kunjung sembuh pasien tersebut melakukan pemeriksaan kembali di RSUD Parikesit Tenggarong dan hasilnya dinyatakan positif.

“Dengan adanya penambahan hari ini, jumlah pasien positif Covid-19 di Kaltim menjadi 21 orang,”jelasnya saat jumpa pers di Aula Dinkes Kaltim, Rabu (1/4/2020).

Selain kasus positif Corona-19, Andi juga menyampaikan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) Kaltim saat ini bertambah 3 kasus yaitu 1 kasus di Kota Balikpapan dan 2 kasus di Kota Samarinda.

Sementara Orang Dalam Pengawasan (ODP) berjumlah 3.544 orang. Sebanyak 1.134 selesai pemantauan dan 2.410 masih dalam proses.

Kemudian Pasien Dalam Pengawasa (PDP) total kasus 178, sebanyak 120 orang dinyatakan negatif dan 37 orang masih dalam proses.

Andi mengingatkan bahwa Pemprov Kaltim tidah henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk bersama melakukan physical distancing menjauhi segala bentuk kerumunan, menjaga jarak antar manusia, menghindari berbagai bentuk pertemuan yang melibatkan orang banyak.

Selain itu, tambahnya Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk melakukan hidup sehat mulai mencuci tangan dengan sabun. (diskominfo/ris)