Samarinda-Video conference(Vidcone) bersama Mentri Dalam Negeri (Mendagri) beserta Sekretaris Daerah Provinsi dan Kepala Daerah  Kabupaten/Kota Se indonesia , membahas penanggulangan bencana pendemi virus corona ( covid-19 ).

Dari rapat jarak jauh tersebut salah satunya membicarakan tentang penggunaan anggaran dalam penanganan virus yang sedang melanda Indonesia sekarang. (3/4/2020)

Pulau Kalimantan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia dan banyak jalur trans antar provinsi menjadikan Tingkat ODP (Orang Dalam Pengawasan ) sangat banyak.

Plt Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, M. Sa’bani menyampaikan, kucuran dana sebanyak Rp 33 miliyar untuk percepatan penanganan virus covid-19. ” Untuk yang lebih prinsip dan fokus Rp 350 miliyar, ” pungkas Sa’bani.

Selanjutnya mengenai alat kesehatan yang menjadi permasalahan, disetiap daerah . Pemerintah pusat sudah menyebarkan alat Kesehatan Seperti Alat Perlindungan Diri (APD) dan masker untuk rumah sakit rujukan penanganan covid-19.

Pengadaan APD menjadi rebutan dalam produksi , sehingga harganya pula jadi berbeda disetiap rumah sakit. Pengaturan harga pun harus disetarakan dan di lindungi hukum yang ada.

“Kita masih takut-takut untuk memngunakan barang APD buatan dalam negri kaerena belum distandarisasi . Walaupun harganya relatif murah, “ujarnya

Vicon hari ini diikuti oleh 171 partisipan se Indonesia. Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Timur lantai dua Ruang Heart Of Borneo (HOB) menjadi tempat video conference/Vidcon. Pejabat yang hadir diantaranya, Plt. Sekda Prov Kaltim, M. Sa’ bani, Plt Kepala Dinas Kesehatan Prov Kaltim,  Andi M Ishak, Plt Kepala Bappeda Imam Hidayat,  Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Diddy Rusdiansyah, Plt Lepala BPBD Kaltim, Nazrin, Kepala BPKAD Sa’aduddin serta pejabat dilingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *