Samarinda – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak mengkonfirmasi kasus kematian seseorang wanita berusia 35 th di Kota Balikpapan yang pada hari Selasa 31 Maret 2020, sempat dianggap positif Covid-19.

Andi menjelaskan yang bersangkutan memang tidak memiliki riwayat perjalanan ke kota sumber wabah Covid-19 dan juga tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien positif lainnya.

“Pasien dimasukkan dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan atau PDP sementara pemeriksaan swap dan lain-lain dilakukan dan dikirimke laboratorium Balikbangkes di Surabaya. Jadi statusnya (saat meninggal) tercatat masih PDP,” tegasnya pada Rabu sore (1/4).

Dijelaskan Andi, kematian wanita ini sempat menghebohkan dunia maya karena beredar informasi yang bersangkutan meninggal karena positif Covid-19. Ketakutan mencekam sempat terjadi di beberapa rukun tetangga dekat rumah korban, karena takut akan terpapar virus Covid-19.

“Kita menerima laporan kalau yang bersangkutan pada tanggal 28 Maret 2020 masuk di Rumah Sakit Dr. R. Hardjanto dengan gejala demam dan batuk mirip dengan gejala serangan infeksi Covid – 19,” jelasnya.

Lanjutnya, karena memburuknya kondisi kesehatan pasien maka pada pukul 17.25 Wita yang bersangkutan dirujuk dari Rumah Sakit dr. R. Hardjanto menuju RSUD Kanudjoso Djatiwibowo untuk penanganan lebih lanjut.

Sesampainya di RSUD Kanudjoso, pasien telah meninggal dunia. Sementara hasil laboratoriumnya menyatakan bahwa status penyakitnya negatif virus Covid-19.

“Ini yang kita minta kepada media massa untuk meluruskan (pemberitaannya). Bahwa yang bersangkutan kita masukkan ke dalam status PDP namun negatif Covid-19. Makanya dalam data kematian akibat positif Covid-19 di Kaltim, masih ada satu kasus kematian saja. Karena kematian kedua tidak terkonfirmasi positif,” jelasnya.

Andi berharap, masyarakat tidak panik dan bersikap tenang manakala ada korban yang meninggal dunia, apalagi ada kabar telah tertular virus Corona atau Covid-19. Ia meminta masyarakat untuk mempercayai sumber-sumber dari pemerintah daerah setempat.

“Masyarakat kita meminta tenang dan jangan percaya pada berita di media sosial, sebelum ada pengumuman resmi dari pemerintah. Jangan sampai karena salah informasi kita malah menjadi panik dan saling menyalahkan,” ujarnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *