BONTANG – Perkembangan status Covid-19 di Kota Bontang, menunjukan status Orang Dalam Pemantauan (ODP) terus bertambah sebanyak 53 orang, 32 orang isolasi mandiri dan 21 orang selesai pemantauan saat dikonfirmasi hingga Minggu, (5/4/2020).

“Sampai hari ini, laporan masuk ada 4.454 orang. Sebanyak 1.522 diantaranya selesai monitoring. Mobilitas warga dari luar Bontang masih tinggi. Penambahan jumlah ODP setiap hari. Ini artinya bahwa risiko penularan COVID-19 di Bontang masih tinggi,” ujar Jubir Gugus Percepatan Covid-19 Bontang, Adi Permana melalui siaran persnya.

Ditegaskan Adi, hampir semua negara dan wilayah di Indonesia terjangkit COVID-19, bahkan terindikasi adanya transmisi lokal. Kasus baru bukan saja berasal dari imported case COVID-19 tapi sudah terjadi penularan antar warga di dalam wilayah.

Dia mencontohkan, ada seseorang pulang dari daerah terdampak COVID-19. Dia sudah membawa virus dalam dirinya namun belum menunjukkan gejala. Lalu, bersangkutan beraktivitas normal, tidak isolasi mandiri, tidak menjaga jarak. Jika akhirnya orang tersebut terkonfirm positif dan menularkan kepada keluarga atau teman, ini dinamakan terjadi transmisi lokal.

Ditambahkan Adi, untuk anak-anak, lanjut usia, atau orang-orang dengan penyakit penyerta seperti jantung, diabetes, kanker, ginjal, HIV/AIDS menjadi kelompok rentan yang harus dilindungi. Sebab, imunitas tidak bisa bekerja optimal . Jika kelompok ini terjangkit virus COVID-19 kondisi akan menjadi lebih parah dan risiko kematian semakin tinggi.

Dia pun mengajak warga untuk disiplin terhadap imbauan. Kerja sama dan kesadaran bersama adalah kunci agar Bontang bisa melewati pandemi ini sehingga nanti bisa beraktivitas normal kembali. Hindari pergi keluar rumah atau tempat umum kecuali terpaksa. Dan gunakan selalu masker jika harus keluar rumah.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *